
"Ohh sudah pada jadi orang sukses rupanya.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum mengejek.
"Ayah titip Xiao Li.."
Ucap Yu Ming sambil menyerahkan Siao Li kedalam pelukan ayahnya .
"Ehh ini, kamu mau apa..?"
Tanya Xiong Yi heran.
Yu Ming tidak menjawabnya, selesai berkata, dia tiba-tiba melayang ke tengah arena.
Di mana paman nya sedang didesak mundur oleh serangan golok Long Ji, yang datang secara bertubi-tubi.
"Trangggg..!"
Golok di tangan Long Ji terpental ditendang oleh kaki Yu Ming.
Saking kerasnya, Long Ji terdorong mundur 3 tombak kebelakang.
Sehingga otomatis duel terhenti.
Long Ji dengan marah menggunakan goloknya menunjuk kearah wajah Yu Ming dan berkata,
"Siapa kamu,..?!"
"Lekas lekas laporkan nama mu,!? agar jangan mati tanpa nama..?!"
Yu Ming tidak menghiraukan teriakan Long Ji.
Dia mengabaikan nya, seperti mengabaikan orang gila.
Yu Ming malah memunggunginya dan berkata,
"Paman kamu mundurlah, di sini biar yang muda yang urus.."
Xiong Li dan Xiong Yi dengan sepasang mata terbelalak kaget berteriak dengan suara cemas, di saat hampir bersamaan.
"Ming Er awas...!!"
Seiring dengan suara teriakan kedua orang itu, Long Ji sudah datang dengan tebasan golok besarnya .
"Wuttttttt...!'
"Singggg..!"
Golok berdesing tajam membelah udara, saat ditebaskan dengan sekuat tenaga, dengan mengandalkan kekuatan kedua tangan, ditambah dengan berat tubuh, yang menekan dari atas kebawah.
Long Ji melakukan serangan secara diam diam, tanpa peringatan.
Dia melakukan nya dengan berlari cepat, kemudian melakukan satu lompatan jauh.
Dengan cara licik itu, dia ingin membuat Yu Ming yang sombong, langsung terbelah dua.
Dia mau jadikan ini sebagai peringatan ke pihak lawan.
Begitulah manusia penindas yang pengecut, seumur hidup tidak bisa merubah tabiat rendahnya.
Apapun posisinya, tabiat itu tetap akan melekat, tidak bisa di hapuskan.
Ada pepatah, sungai dan gunung bisa diubah, tapi tabiat manusia sulit.
Mungkin ini sangat cocok dengan manusia manusia tipe Long Ji, Tan Si, Tan Siaw dan komplotannya.
Serapi rapinya mereka membentuk pencitraan diri, aslinya tetap aja sama.
Suatu hari akan terbuka dengan sendirinya, bila waktunya tiba, mereka baru akan berlindung di balik kata pencemaran nama baik, fitnah, dan lain lain.
Begitulah hebatnya manusia dalam berdalih mencari pembenaran diri.
"Trangggg...!"
"Bukkkk..!"
Yu Ming yang sudah memiliki reflek ilmu Golok Naga Emas secara mendarah daging.
Di saat serangan gelap itu tiba, dia langsung bereaksi secara otomatis.
__ADS_1
Golok sayur nya dengan gerakan cepat menangkis serangan, yang datang dengan jurus.
Naga Emas Mengibaskan Ekor.!"
Sebuah tangkisan kuat, di sertai sebuah tendangan keras kebelakang.
"Trangggg..!"
"Dessss..!"
Segera membuat Long Ji terpental jatuh berguling guling kebelakang.
Yu Ming membalikkan badannya, lalu dia melangkah mendekat kearah Long Ji dan berkata,
"Wahai kecebong, seindah apapun pakaian luar mu..!"
"Kamu tetap tidak bisa menutupi diri mu, kamu tetap adalah kecebong..!"
"Siapa kamu..!"
Bentak Long Ji sambil berusaha bangkit berdiri.
Dari sorot mata dan ekspresi wajah nya, jelas terlihat dia mulai jerih dan agak sedikit takut dengan Yu Ming .
Yu Ming sambil melangkah mendekati Long Ji, dia berkata,
"Teman lama, kamu lupa sama sahabat mu, yang kamu suruh rangkak di sawah dulu.."
"Hah kau...! kau...!"
Ucap Long Ji sambil menunjuk kearah Yu Ming dengan wajah kaget.
"Ya benar, ini aku,..kenapa..? kaget..?"
Tanya Yu Ming sambil memajukan kepalanya kedepan.
"Wuttttttt...!"
Long Ji langsung menyambut uluran leher Yu Ming, dengan tebasan Goloknya.
"Tranggg...!"
Dengan gerakan yang sulit diikuti pandangan mata, golok dapur setelah menangkis golok Long Ji.
Dengan memanfaat kan tenaga pentalan tersebut. Golok sayur dengan cepat langsung berubah arah
"Crokkkk...!"
Golok dapur telah memotong lengan kiri Long Ji sebatas siku.
"Arggghhh....!"
Saat menyaksikan potongan tangannya tergeletak diatas tanah.
Long Ji langsung berteriak kesakitan, dia juga terlihat secara reflek melompat-lompat dengan wajah pucat, saking tidak sanggup menahan rasa sakit di pangkal siku nya.
Dia juga secara reflek menoleh kearah lengan kirinya, untuk memastikan, begitu melihat lengannya dari siku kebawah kini sudah tiada.
Hanya terlihat darah yang mengucur deras di sana.
Long Ji sangat kaget dan sulit mempercayai, bahwa lengannya kini telah terpisah dari tubuhnya, dan kini sedang tergeletak di atas tanah, dengan jari tangan masih bergerak gerak.
Long Ji seketika jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
"Brukkkk..!"
Tubuh Long Ji yang tinggi besar, langsung jatuh gedebug keatas tanah.
Diam tak bergerak lagi.
Yu Ming sambil tersenyum, menatap kearah pasukan kota Dan Yang yang terlihat jeri.
Dia berkata, sambil menunjuk kearah Long Ji dengan bagian ujung golok dapurnya.
"Hayo cepat gotong kecebong ini kedalam, bila sampai mati kehabisan darah, itu dosa kalian .!"
Ucap Yu Ming sambil tersenyum santai.
Beberapa prajurit segera memberanikan diri maju menghampiri tubuh Long Ji.
__ADS_1
Mereka kemudian segera menggotong tubuh Long Ji beramai ramai, membawanya masuk kedalam pintu gerbang kota.
Sisa pasukan yang ada, segera bergerak menyusul kedalam pintu gerbang.
"Ehh mengapa begitu cepat sudah kabur kedalam..!?"
"Mana kecebong satu lagi,..kenapa tidak kelihatan..?! bukannya kini jadi jendral muda..!?"
Teriak Yu Ming, sengaja melontarkan ejekan, kearah pasukan kota Dan Yang, yang melarikan diri ketakutan, setelah melihat nasib Long Ji barusan.
Tapi ledekan Yu Ming tidak ada yang menghiraukan nya, mereka langsung menghilang di balik pintu gerbang.
Pintu gerbang kota pun langsung di tutup rapat rapat.
Sesaat kemudian panah berhamburan di lepaskan dari atas tembok menghujani Yu Ming .
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
Yu Ming terpaksa memutar goloknya, menangkis serangan anak panah. Sekaligus melompat mundur menjauhi pintu gerbang kota.
"Tranggg..,! Tringgg..! Tranggg..,!"
"Tranggg..,! Tringgg..! Tranggg..,!"
"Tranggg..,! Tringgg..! Tranggg..,!"
Yu Ming sambil melompat mundur dan menangkis, dia menatap tajam keatas menara pengawas pintu gerbang.
Di sana Yu Ming menangkap si kecebong Tan Si, yang sedang memberi perintah dan bersembunyi dibalik tembok.
Sambil mencoba mengintip kearah dari balik tembok pelindung menentukan posisinya.
Yu Ming dengan cepat meraup tiga anak panah yang di lepaskan kearahnya.
Lalu dia melakukan satu gerakan retur balik anak panah, yang berada didalam telapak tangannya.
"Wuttttttt...!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Creebbbb...!"
"Arggghhh..!"
Terdengar suar jerit ngeri di balik tembok pelindung menara pengawas sana.
Sesaat kemudian terlihat Tan Si keluar dari tempat persembunyiannya, berteriak, sambil berlari kesana kemari dengan suara histeris.
Di sebelah mata kanan nya terlihat, sebatang anak panah menancap di sana..
Setelah berlari kesana kemari sambil berteriak kesakitan, Tan Si tanpa sengaja menabrak tembok pembatas.
Tubuhnya kehilangan keseimbangan, dia langsung jatuh terjungkal dari atas sana kebawah.
"Aaarggghhh...!"
Jerit Tan Si ngeri, saat menyadari tubuhnya melayang dari atas tembok terjatuh kebawah.
"Brakkkk...!"
Tan Si jatuh tergelatak di depan pintu gerbang diam tidak bergerak.
"Waduh kenapa begitu tidak hati hati, padahal sudah setua itu..!"
"Coba aku lihat..!"
Teriak Yu Ming pura pura pilon,.sengaja mengejek pasukan penjaga diatas sana..
"Wahhh..!!"
"Ternyata Jendral muda kota Dan Yang..!"
Ucap Yu Ming dengan suara di keraskan.
__ADS_1
"Dapat ikan besar ini..!"