
Pagi itu di saat matahari baru mau terbit, tepat di saat para pria di desa Dan Yang, hendak berangkat ke sawah dan ladang perkebunan mereka.
Langkah mereka semua terhenti oleh kedatangan sekelompok orang, yang menunggang kuda, dan membawa senjata lengkap di tangan.
Bila melihat penampilan mereka, yang rata rata berwajah beringas, dengan rambut agak keriting di biarkan panjang terurai tanpa diikat.
Mengenakan pakaian kulit binatang, dengan warna kulit sedikit gelap.
Sebagian memelihara kumis tebal di atas bibir, sebagian lainnya membiarkan jenggot dan cambang mereka tumbuh tanpa terurus.
Xiong Ba sebagai kepala suku, sekaligus tetua adat desa Dan Yang.
Dia langsung segera mengenali mereka, sebagai orang bar bar dari suku Nan Man, yang kehidupan sehari harinya, hidup dari berburu, dan gemar berperang, merampok, membunuh dan menyalakan api, membakar desa dari suku lain.
Melihat arah angin yang kurang baik, Xiong Ba dan putranya Xiong Yi segera maju kedepan.
Penduduk pria desa Dan Yang, juga menyadari ancaman bahaya, yang akan mengancam desa dan keluarga mereka.
Sehingga mereka terlihat bersiap siap, untuk melakukan perlawanan dengan senjata bertani dan berkebun seadanya.
Mereka semua bersiaga, menanti perintah dari kepala suku mereka.
Xiong Ba maju menjura kearah pimpinan kelompok orang bar bar itu.
"Saya Xiong Ba, kepala suku desa ini, memberanikan diri bertanya kepada tuan tuan sekalian.."
"Apa tujuan anda semuanya datang mengunjungi desa kami, pagi pagi begini..?"
Pimpinan kelompok tersebut adalah seorang pria bertubuh tinggi besar, dengan wajah penuh brewok.
Dia segera menjawab pertanyaan Xiong Ba dengan bahasa Han yang kaku,
"Jelas tahu masih bertanya.!"
"Bila ingin selamat, serahkan harta dan wanita..!"
"Jika tidak, bersiaplah untuk di hancurkan..!"
Mendengar jawaban dari pimpinan kelompok itu, penduduk pria desa Dan Yang ,tentu saja sangat marah.
Mereka sudah bersiap untuk maju menyerang, tapi Xiong Yi dan Xiong Ba masih coba menahan mereka semua, agar tidak bertindak gegabah.
Xiong Ba setelah berhasil menenangkan warganya, dia kembali maju mendekati pimpinan kelompok suku Nan Man itu.
Semua personil suku Nan Man juga terlihat sudah mencabut senjata mereka, bersiap melakukan penyerangan.
Tinggal menunggu perintah dari Meng Huo, pemimpin mereka.
Meng Huo sendiri juga sudah bersiap dengan tombak di tangan siap melakukan penyerangan.
Saat melihat Xiong Ba bergerak maju menghampirinya, Meng Huo dengan sikap kasar, sengaja mengacungkan ujung mata tombak kearah dada Xiong Ba.
Sehingga Xiong Ba mau tidak mau, harus menghentikan langkahnya.
"Tuan,.. Desa kami tidak ada yang kamu cari, harap tuan bisa membawa orang orang mu, mencari kedesa lainnya saja.."
"Desa kami terlalu miskin, untuk bisa memenuhi harapan mu.."
Ucap Xiong Ba sabar, mencoba untuk bernegosiasi.
Tapi respon yang dia terima justru jauh dari hadapannya.
Meng Huo dengan gerakan cepat, memutar mata tombaknya, seperti mata bor, untuk di tusukkan kearah dada Xiong Ba.
__ADS_1
Jarak yang terlalu dekat dan gerakan secara tiba tiba, serta tidak di sangka sangka.
Membuat Xiong Ba tidak sempat menghindari tusukan tombak Meng Huo.
"Singggg...!"
"Creeebbb ."
"Arggghhh...!"
Jerit Xiong Ba kaget kesakitan.
"Cusss..!"
Tombak di cabut paksa dengan cepat, sehingga darah langsung menyembur keluar dari luka di dada Xiong Ba.
"Brukkkk..!"
Saat tombak tercabut, Xiong Ba juga ikut jatuh terlentang di atas tanah, diam tidak bergerak lagi.
"Ayah ...!"
Teriak Xiong Yi kaget, lalu dia segera menghampiri jasad ayahnya.
Xiong Yi langsung berlutut memeluk jasad ayahnya, yang telah tewas bersimbah darah.
Dengan di penuhi oleh kesedihan mendalam, yang akhir nya berubah menjadi kemarahan.
Xiong Yi segera berteriak kepada rakyatnya, yang sedang terlihat kaget, tidak ada yang menyangka akan ada kejadian seperti ini.
"Semuanya serang...!"
"Mari kita habisi pengacau bangsa bar bar ini..!"
"Serang...! serang..! serang..!"
Suara senjata beradu segera berkumandang di sekitar sana.
"Hyaaahhh..! Hyaaahhh..!"
"Hyaaahhh..! Hyaaahhh..!"
"Hieeehh..! Hieeehh..! Hieeehh..!"
"Hieeehh..! Hieeehh..! Hieeehh..!"
Suara hiruk pikuk teriakan kedua belah pihak yang bertikai, diikuti dengan suara ringkik kuda yang bercampur aduk, dengan benturan senjata tajam.
Segera memenuhi seluruh mulut desa, tempat terjadinya pusat pertikaian.
Xiong Yi sendiri setelah meletakkan jasad ayahnya diatas tanah, dia segera mencabut dua buah kapak dari ikat pinggang nya.
Kemudian dia segera melompat menerjang kearah Meng Huo, dengan sepasang kapaknya.
"Wuttttttt..! Wuttttttt..!"
"Trangggg..!"
Tubuh Xiong Yi terlempar kesamping, oleh tangkisan tombak Meng Huo, yang sedang duduk diatas punggung kuda nya.
Melihat Xiong Yi jatuh terlempar ke samping oleh tangkisannya.
Meng Huo segera memutar kudanya, untuk melakukan pengejaran kearah Xiong Yi.
__ADS_1
Xiong Yi yang jatuh bergulingan di atas tanah, kelihatannya akan segera menjadi sasaran empuk tombak Meng Huo.
Dia akan segera menyusul Xiong Ba ayahnya, bila tidak ada yang maju menghalangi langkah Meng Huo.
Disaat kritis, tiba tiba di hadapan Meng Huo muncul 4 orang anak muda bersenjata parang.
Mereka berempat bergerak ingin menebas Meng Huo, dengan senjata parang terangkat tinggi-tinggi di atas kepala.
"Hyaaaaaat..! Hyaaaaaat..!"
Hyaaaaaat..! Hyaaaaaat..!"
Trangggg,..! Trangggg ..!"
"Creebbbb..! Creebbbb..!"
"Creebbbb..! Creebbbb..!"
Dua orang terdepan, serangan parang mereka, berhasil di tangkis oleh tombak Meng Huo.
Di saat bersamaan dada dan perut mereka, juga menjadi sasaran tusukan tombak Meng Huo.
Dia orang pemuda yang datang menyusul, sebelum parang mereka mencapai Meng Huo.
Punggung mereka telah di tembus oleh tombak dua orang pengawal Meng Huo.
Kedua orang itu pun tewas menyusul kedua rekan pertama mereka, tanpa sempat berhasil menyerang Meng Huo.
Selagi Meng Huo sedang menghadapi serangan dari keempat pemuda itu.
Xiong Yi sudah melompat berdiri, dengan gerakan menunduk nunduk, secara diam diam, dia bergerak sedikit melingkari Meng Huo.
Kemudian dari sudut tak terduga, Xiong Yi kembali melompat menerjang kearah Meng Huo dengan sepasang kapaknya.
"Trangggg..!"
Serangan kapak tangan kanan berhasil di tangkis dengan tombak Meng Huo.
Tapi serangan kapak kiri, berhasil menancap di bahu Meng Huo.
"Creebbbb..!"
"Arggghhh..!"
Meng Huo menjerit kesakitan, saat bahunya terkena bacokan kapak di tangan kiri Xiong Yi.
"Brakkk..!"
"Brukkkk ..!
Tubuh Meng Huo tertabrak oleh tubuh Xiong Yi, yang terbang menerkam kearahnya.
Sehingga mereka berdua jatuh berguling menimpa tanah.
Mereka berdua segera melanjutkan perkelahian mereka di atas tanah.
Meng Huo mencabut kapak Xiong Yi, yang masih menancap di bahunya.
Darah segar segera mengucur deras dari luka di bahunya.
Sambil menahan rasa nyeri di bahu nya, yang membuat tangan kiri nya sulit di angkat.
Meng Huo dengan tangan kanan, memegang kapak Xiong Yi, sedangkan tangan kiri yang tergantung lemah, terlihat memegang tombaknya sendiri.
__ADS_1
Sedangkan Xiong Yi, setelah melompat berdiri, dia terlihat mutar mutar kapak ditangan kanannya, yang hanya tersisa sebelah, untuk di putar putar di bagian depan tubuh nya secara bolak balik.