PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
SIKAP DAN PILIHAN YU MING


__ADS_3

Yu Ming meletakkan bekal makanan yang akan di bawanya di pinggir jalan.


Lalu dia sendiri turun kebawah, dengan berpegangan pada pinggir jalan.


Dan berpijak pada bagian pinggir sawah, Yu Ming sedikit demi sedikit bergerak maju menyamping.


Sambil menggeser bekal makanan, yang dia letakkan di pinggiran jalan.


Saat melewati kelompok anak nakal itu, mereka pada berdiri di pinggir jalan menertawai Yu Ming.


Salah satu diantara mereka yang bertubuh kecil, berambut keriting, dengan wajah tua.


Dia sambil tertawa jahat berkata,


"Kami menyuruh mu jalan lewat bawah, bukan berpegangan dan jalan lewat pinggir begini.."


"Dasar tak berguna, ini rasakan.."


"Desss..!"


Dia menendang kening Yu Ming, hingga kepala Yu Ming terdongak kebelakang.


"Ahhhhhhh..!"


Keluh Yu Ming menahan rasa nyeri di keningnya.


Tapi dia masih tetap bertahan, memegang rumput di pinggiran jalan erat erat, agar dia tidak sampai tercebur kedalam kubangan lumpur di bawah sana.


Anak yang berwajah tua tapi bertubuh kecil, sebenarnya usianya yang paling tua diantara semuanya.


Mungkin dia tidak tumbuh besar badannya, karena asupan gizi untuk pertumbuhannya, malah lari ke otak jahat nya, tidak lari ke pertumbuhan badannya, sehingga dia tetap kecil meski usia nya sebenarnya sudah 15 tahun.


Tidak puas melihat Yu Ming masih bertahan, sambil tersenyum keji.


Si pendek kecil itu, kini dia menggunakan kakinya yang kecil, untuk menginjak tangan Yu Ming, yang sedang memegang rumput di pinggiran jalan.


"Ahhh..!"


Jerit Yu Ming kesakitan.


Tapi dia masih berusaha tetap bertahan, sambil menahan rasa nyeri ditangannya yang kiut miut.


Setelah menginjak tangan Yu Ming, melihat Yu Ming masih bisa bertahan.


Si kecil pendek berwajah tua itu, merasa tidak puas.


Dia segera membejek bejek punggung telapak tangan Yu Ming dengan kakinya secara kejam.


"Ahhh..!"


Yu Ming yang sudah tidak kuat menahan rasa nyeri di tangan nya.


Akhirnya tangan nya yang lain melepaskan pegangan pada rumput di pinggir jalan.


Lalu secara reflek bergerak memegangi pergelangan kaki si pendek tua dan jahat itu.


Si pendek kecil sangat terkejut, dia mencoba melepaskan pegangan tangan Yu Ming, agar tidak ikut terseret jatuh ke sawah.

__ADS_1


Tapi usaha si kecil itu malah membuat dirinya kehilangan keseimbangan.


Dia jadi ikut jatuh tercebur kedalam lumpur terbawa oleh Yu Ming


Si kecil pendek berwajah tua, yang kehilangan keseimbangannya, karena kaki sebelah nya di tarik paksa oleh Yu Ming.


Dia jadi ikut terseret bersama Yu Ming jatuh kedalam kubangan lumpur.


Kedua anak yang sama ukuran tubuhnya, yang satu tua yang satu muda.


Mereka berdua saat terjatuh kedalam kubangan lumpur mereka menjadi gelagapan, masing masih berusaha untuk bisa bangkit dari kubangan tersebut.


Agar bisa bernafas dan tidak tenggelam kedalam kubangan lumpur .


Tidak tahu bagaimana cara nya, Yu Ming yang sedang berusaha untuk keluar dari kubangan.


Dia malah menendang, menyeret, dan menginjak kepala si kecil pendek tua itu.


Agar dia bisa keluar dari dalam kubangan tersebut.


Si kecil.pendek menjadi gelagapan di buat Yu Ming.


Dia berulang kali harus menelan lumpur di sekitarnya.


Yu Ming dengan susah payah, akhirnya berhasil keluar dari kubangan lumpur dan naik ke pinggir jalan.


Lalu dia segera menyambar bekal makan siang buat ibunya, tanpa memperdulikan lagi keadaan, yang sedang berlangsung di belakang sana.


Dia langsung berlari secepat mungkin meninggalkan tempat tersebut.


Kebetulan tidak ada yang menghalangi pergerakan nya, karena mereka semua saat itu sedang sibuk, berusaha menolong Si kecil pendek kecil tua, yang sudah pingsan di dalam kubangan lumpur karena tersedak lumpur.


Dia terus berlari menuju ladang jagung, di mana ibunya sedang panen jagung di sana.


Melihat kedatangan Yu Ming yang terlambat dalam keadaan berantakan.


Siau Cui dan bibi Lan tentu saja sangat kaget.


Mereka buru buru menghentikan pekerjaan nya.


Menghampiri Yu Ming, dan secara hampir bersamaan mereka bertanya kepada Yu Ming.


"Ming Er apa yang terjadi ?"


"Mengapa kamu jadi kotor dan berantakan begini ?"


Yu Ming tidak berkata apa-apa, dia hanya mengigit bibirnya sendiri erat erat berusaha menahan tangis.


Dengan kepala tertunduk, dia menyerahkan bekal yang di bawa di tangan nya ke ibunya.


Siau Cui yang sangat mengenali sifat Yu Ming yang sangat baik, penurut dan tidak pernah menganggu orang, apalagi berbuat nakal mencari keributan menganggu orang.


Di segera yakin putranya pasti mengalami pembullyan dari anak anak di desa nya.


Siau Cui segera mengulurkan tangannya menerima bekal makanan dari Yu Ming.


Lalu dengan suara lembut dia berkata,

__ADS_1


"Ming Er ibu percaya pada mu, tapi kamu tetap harus bercerita pada ibu.."


"Apa yang sebenarnya telah terjadi. ?"


"Agar ibu bisa menegur mereka, agar hal ini tidak sampai berulang kembali.."


Yu Ming menghapus dua butir air matanya, yang bergulir turun di sepasang pipinya, yang penuh dengan lumpur kering.


Setelah itu dia baru mengangkat wajahnya menatap ibunya dan berkata,


"Ibu sudahlah, lebih baik ibu makan saja bersama nenek.."


"Urusan ini jangan di perpanjang, keadaan kita saat ini tidaklah sama dengan keadaan kita sebelumnya.."


"Ayah sedang cedera, jangan membuat nya risau dan khawatir untuk kita.."


"Ming Er bisa pergi mandi membersihkan diri di anak sungai sebelah sana.."


"Ini bukan masalah besar Bu.."


"Bukan masalah besar kata mu, mereka sudah berani membuat mu hingga seperti ini.."


"Hal ini mana boleh di diamkan.."


"Bila bukan karena ayah mu, saat ini mereka semua mungkin sudah tiada.."


"Dasar tidak tahu balas Budi.."


"Kamu bisa menerimanya ibu tidak.."


Ucap Siao Cui sedikit emosi.


Yu Ming terdiam dengan kepala tertunduk dan berkata,


"Sudahlah Bu anggap saja ini semua salah ku.."


Selesai berkata Yu Ming langsung membalikkan badannya meninggalkan tempat itu.


Siau Cui ingin memanggilnya, tapi pergerakan nya, di tahan oleh bibi Lan yang menggelengkan kepalanya.


Memberi kode agar Siao Cui bersabar dan tidak membuat Yu Ming semakin merasa bersalah.


Siao Cui akhirnya hanya bisa menghela nafas panjang dan berkata,


"Bibi mengapa dosa ayahnya Di Xin harus di timpakan ke dia..?"


"Ini sangatlah tidak adil bagi nya.."


"Aku benar benar merasa kasihan dengan nya, sejak lahir hingga sekarang, dia tidak pernah sekalipun merasakan kehidupan yang layak.."


"Padahal kakek luarnya adalah Wen Zhong, Ibunya adalah putri Wen, ayahnya adalah Raja Zhou, Di Xin eks penguasa negeri ini.."


"Mengapa justru dia harus bernasib seperti ini, ? apa salahnya..?"


Ucap Siao Cui terlihat sedikit emosi, sedih, dan sangat tidak puas, atas takdir yang di atur oleh yang di atas buat Yu Ming.


Bibi Lan menghela nafas panjang dan berkata,

__ADS_1


"Aku mengerti perasaan mu ponakan ku, tapi kamu sebaiknya jaga rahasia ini.."


"Jangan sembarang bicara lagi, bila tidak kamu malah akan mencelakainya.."


__ADS_2