PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Keinginan Kakek Sun


__ADS_3

Sun Ning Ning yang mendengar ucapan Yu Ming hatinya sedikit kaget.


Tapi dia berusaha tetap tenang dan mendengarkan percakapan kakeknya dan Yu Ming hingga selesai .


Terdengar kakek Sun sambil tertawa berkata,


"Saat ini pria baik sedikit, pria jujur lebih lebih.."


"Apalagi yang tampan dan memiliki kemampuan dan tahu bersikap..itu lebih lebih jarang lagi.."


"Semua orang juga tahu, jaman kita sekarang seorang pria punya lebih dari satu istri itu sangat wajar dan biasa.."


"Lagipula kamu juga memang sudah punya dua istri, tambah satu lagi aku rasa kedua istri mu juga tidak akan masalah.."


"Benar tidak..?'


Tanpa memberi kesempatan Yu Ming menjawab, kakek Sun langsung melanjutkan berkata.


"Bukannya tambah juga sudah tambah, jadi tambah satu atau seratus, aku rasa juga bukan masalah, selagi kamu mau dan mampu.."


"Apa salah nya..?"


"Benar tidak..?'


Lagi lagi Yu Ming ingin menjawab tapi dia kalah cepat, keburu do potong oleh kakek Sun yang kembali melanjutkan berkata,


"Sudahlah kita putuskan begini saja, aku biarlah rugi sedikit, cucu perawan ku ini, biarlah jadi yang ketiga saja.."


"Jadi kelak bila kamu mau punya yang keempat dan selanjutnya tentu akan lebih mudah bahas nya.."


"Bagaimana menurut mu..?"


Yu Ming akhirnya dapat juga kesempatan berbicara, Yu Ming melirik kearah Ning Ning sejenak dengan tatapan mata tidak enak hati .


Yu Ming sadar penolakannya walau sehalus apapun itu tentu akan menyakiti perasaan dan melukai gadis itu.


Tapi Yu Ming juga sadar, bila dia tidak memutuskan dengan tegas hari ini.


Tentu kedepannya akan jadi lebih merepotkan bagi semuanya.


Yu Ming yang berpengalaman dari awal bertemu, dia juga tahu dan sadar, Ning Ning menaruh perhatian pada nya.


Makanya setelah acara makan Yu Ming sengaja memilih bersembunyi, menjauhi mereka.


Agar tidak timbul banyak masalah, siapa di hari terakhir, saat dia besok pagi sudah akan melanjutkan perjalanan ke selatan.


Yu Ming yang ingin menikmati ketenangan danau Xi Hu, dia malah bertemu dengan mereka.


Kini dia tiada pilihan, dia harus menjawabnya dengan tegas, agar mereka semua paham dan mengerti akan sikap nya.


Setelah melirik Ning Ning sejenak, Yu Ming akhirnya buka suara,


"Kakek Sun terima kasih kamu menaruh perhatian begitu tinggi pada ku, aku sangat tersanjung karena nya.."


"Tapi aku tetap harus katakan terus terang pada kakek Sun dan nona Sun.."

__ADS_1


"Aku Yu Ming sudah memutuskan cinta ku hidupku selamanya hanya untuk kedua istri ku itu.."


"Baik kehidupan ini maupun selanjutnya, selain mereka berdua aku tidak akan memilih yang lain.."


"Aku harap kakek Sun dan nona Sun bisa paham.."


"Terimakasih.. sampai jumpa.."


Ucap Yu Ming sambil memberi hormat.


Lalu dia segera menghilang dari hadapan mereka berdua, saat muncul lagi.


Yu Ming sudah ada di tepi danau, dia sedang membayar ongkos perahu yang di sewa nya.


Setelah itu tanpa menoleh lagi, Yu Ming langsung melangkah pergi meninggalkan tepi danau.


Yu Ming langsung melangkah menuju penginapan nya, sesat kemudian Yu Ming sudah berhasil kembali kedalam kamarnya yang tenang.


Di sana Yu Ming kembali mengambil posisi duduk bersila untuk meningkatkan kekuatan Chi nya.


Di tempat lainnya tepatnya di danau Xi Hu, di mana kakek Sun dan cucunya berada.


Sun Ning Ning terlihat duduk termenung seorang diri di anjungan perahu sambil tersenyum sedih.


Dia sesekali menghapus airmata nya yang runtuh.


Sedangkan kakek Sun, dia memilih tidak berkata apa-apa, selain terus mengayuh perahu nya kembali ke tepi danau.


Sesekali terdengar kakek Sun menghela nafas panjang, sambil melirik kearah cucu kesayangannya yang sedang berduka.


Dia sudah berjalan keluar dari dalam penginapan besar, tempat dia menginap selama beberapa hari ini.


Yu Ming tidak perlu khawatir soal uang, karena Ji Lian Hua memang ada menyimpan dana cadangan jaga jaga, yang cukup banyak di titipkan kedalam gelang penyimpanan nya.


.


Dahulu Yu Ming sempat ingin menolaknya, tapi Ji Lian Hua memaksa.


Sehingga Yu Ming mengalah dan mewakili dia membantu menyimpan nya.


Kini setelah Ji Lian Hua tidak berada bersamanya, Yu Ming baru menyadari betapa Ji Lian Hua sudah memikirkan jauh untuk nya.


Jadi dia kini tidak perlu berkhawatir soal uang, kini manfaatnya baru dia rasakan.


Tapi Yu Ming meski punya uang banyak, dia tetap hati hati menggunakan nya, dia tetap bersahaja, tidak mengejar kemewahan dan kesenangan harta duniawi.


Teringat tentang Ji Lian Hua yang selalu teliti merencanakan sesuatu untuk kehidupannya.


Diam diam sepasang mata Yu Ming jadi sedikit berkaca kaca.


Tapi sesaat kemudian sambil memaksakan diri untuk tersenyum.


Yu Ming melanjutkan langkah ringan nya menuju dermaga.


Saat tiba di depan gapura pintu keluar masuk dermaga, melihat kakek Sun berdiri bersandaran di gapura pintu masuk dermaga.

__ADS_1


Dengan wajah heran Yu Ming menghampiri kakek Sun dan berkata,


"Kakek kamu kemari ada apa ?"


"Bukankah semalam aku juga sudah jelaskan sikap dan keputusan ku..?"


Kakek Sun tersenyum menampilkan gigi nya yang jarang jarang.


"Bukan itu maksud kedatanganku bukan untuk itu.."


"Aku juga hanya datang seorang diri, Ning Ning tidak tahu dan dia tidak ikut.."


"Ini tidak ada hubungannya dengan dia.."


"Kedatangan ku murni untuk urusan dunia persilatan.."


Yu Ming sekarang mengerti maksud kedatangan kakek Sun.


Sambil tersenyum kecut Yu Ming berkata,


"Bukannya hanya sebuah nama, bila kakek Sun ingin, biarlah aku mengaku kalah saja.."


"Jadi tidak perlu ada yang perlu kita bahas lagi.."


Kakek Sun tertawa dan berkata,


"Anak muda kamu salah.."


"Aku menantang mu adalah atas dasar rasa penasaran seorang yang telah lama menekuni ilmu bela diri.."


"Bukan atas dasar mau mencari pamor ataupun yang lainnya.."


"Nama dan gelar bagi seorang kakek tua yang baru tanah ini, sepenuhnya sudah tidak lagi berarti.."


"Yang aku kehendaki adalah saling mengukur kepandaian, tidak perlu membuktikan apa-apa.."


"Aku hanya mau tahu, sampai di mana batas kemampuan mu dan batas kemampuan ku sendiri.."


"Itu saja tidak lebih.."


"Aku harap kamu tidak menolak harapan dan keinginan seorang kakek tua seperti aku ini."


"Sebelum nanti aku menutup mata.."


"Agar aku tidak ada penyesalan dan penasaran lagi.."


"Bagaimana..anak muda..?'


Yu Ming terdiam sejenak, dia sulit memutuskan.


Dia tahu persis seorang dengan ranah alam Dewa Abadi seperti kakek Sun dan diri nya saat ini.


Bila sampai terjadi adu ilmu,maka daya rusak terhadap lingkungan dan mahluk lain, tentu nya akan sangat mengerikan.


Selain itu dalam adu ilmu tingkat tinggi seperti itu, dia juga tidak bisa menjamin keselamatan.

__ADS_1


Baik dirinya sendiri ataupun kakek Sun.


__ADS_2