
Di sana ternyata ada huruf kuno era dinasti Xia, yang di tulis dengan huruf kecil kecil.
Awalnya kurang jelas, tapi setelah di bersihkan dan tiup oleh Yu Ming, agar kotoran debu tidak menempel di meja altar yang ada tulisan huruf ukir nya.
Huruf huruf itu kini mulai bisa di baca dengan lebih jelas.
"Hei Shi Phi muncul ke dunia, keserakahan akan ikut muncul menyertai nya.."
"Bila orang yang berjodoh, tidak yakin bisa mengendalikan sifat serakah dirinya.."
"Sangat tidak di sarankan untuk mengeluarkan Hei Shi Phi dari tempatnya.."
"Keserakahan akan membawa siapapun kejalan kehancuran.."
Setelah muncul kalimat nasehat dan peringatan diatas sana, di bagian bawah, setelah di pisahkan beberapa paragraf.
Muncul.lagi beberapa bait tulisan,
"Petunjuk melepaskan segel Hei Shi Phi bagi yang berjodoh,"
"Teteskan darah mu, bila berjodoh Hei Shi Phi akan bersinar dan mengikuti mu.."
"Bila tidak berjodoh Hei Shi Phi, akan menyerap jiwa mu.."
"Bagi yang berjodoh Hei Shi Phi akan membantu memberikan kekuatan Kegelapan tak berbatas pada tuan pilihannya.."
Setelah membaca petunjuk itu, Yu Ming sedikit meragu.
Tapi sesaat kemudian dengan penuh keyakinan.
Yu Ming segera meneteskan darah dari ujung telunjuk, yang dia lukai sendir dengan cara di gigit.
Satu tetes darah Yu Ming , yang menetes pada Hei Shi Phi, segera memunculkan cahaya hitam berkilauan mewarnai Hei Shi Phi.
Hei Shi Phi tidaklah lagi kusam seperti batu kali.
Kini dia kembali kekuatan puncaknya, setelah mengeluarkan cahaya berkilauan.
Sesaat kemudian Hei Shi Phi segera terbang keluar, dari dalam lubang nya.
Hei Shi Phi melayang tepat di hadapan Yu Ming .
Saat Yu Ming mengulur kan telapak tangan kiri nya yang terbuka kearah Hei Shi Phi.
Hei Shi Phi langsung melayang ringan masuk kedalam telapak tangan kiri Yu Ming yang terbuka .
Seiring dengan Hei Shi Phi masuk kedalam telapak tangan Yu Ming .
Pai Shi Phi pun ikut melayang turun kehadapan Yu Ming .
Pai Shi Phi seperti tidak mau kalah pamor, dia ingin mengimbangi Hei Shi Phi, bergabung dengan tuan barunya.
Melihat hal itu, Yu Ming langsung mengulurkan telapak tangan kanan nya yang terbuka kedepan.
__ADS_1
Pai Shi Phi langsung melayang masuk kedalam telapak tangan kanan Yu Ming .
Kini Hei Shi Phi ada di telapak tangan kiri Yu Ming yang terbuka.
Sedangkan Pai Shi Phi kini ada di telapak tangan kanan Yu Ming yang juga terbuka.
Kedua stempel batu giok itu, tiba-tiba berubah menjadi kabut asap hitam dan putih.
Keduanya masuk menyusup kedalam telapak tangan Yu Ming, lalu berubah menjadi dua gambar tato kecil, berbentuk stempel hitam dan putih, di telapak tangan kanan dan kirinya.
Yu Ming mengamati sebentar tato kecil di kedua telapak tangannya.
Sesaat kemudian Yu Ming kembali memeriksa meja batu altar tersebut.
Siapa tahu ada pesan lain, cara membuka segel roh gaib kegelapan. pikir Yu Ming .
Yu Ming curiga cara buka segel, ada hubungannya dengan kedua tato, yang kini ada di telapak tangannya.
Hanya saja dia belum tahu bagaimana cara penggunaan nya.
Yu Ming melakukan pemeriksaan ulang di meja altar, tapi dia tidak menemukan petunjuk di sana.
Yu Ming mencoba naik keatas batu altar, untuk memeriksa penutup peti batu Giok Hitam.
Setelah beberapa saat melakukan pemeriksaan secara teliti, Yu Ming menemukan kenyataan penutup peti batu Giok Hitam itu sangat mulus.
Tidak ada ukiran ataupun petunjuk huruf apapun di sana.
Kini hanya tersisa satu harapan, yaitu mencoba melihatnya dari sisi depan.
Bila di sana juga nihil, maka Yu Ming tidak ada pilihan lain.
Dia hanya bisa mencoba mengandalkan tenaga kasar nya, untuk mencoba membuka paksa penutup peti tersebut.
Cara itu sangat beresiko, karena mungkin saja, cara itu akan memicu senjata rahasia bergerak secara otomatis menyerangnya bila peti dia buka secara paksa.
Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah pilihan terakhir, dia sudah sejauh ini berjuang.
Tidak mungkin pergi begitu saja tanpa mencobanya.
Yu Ming segera beralih kebagian depan, untuk memeriksanya, ternyata di bagian tersebut ada dua gambar telapak yang melesak kedalam.
Posisi Telapak tangan kanan berwarna putih polos, sedangkan posisi telapak tangan kiri berwarna hitam legam.
Tapi di posisi hitam legam itu, justru ada ukiran huruf halus yang melesak kedalam.
Yu Ming segera coba untuk mengamati lebih dekat dan membacanya.
Sama seperti huruf di meja altar, huruf huruf yang tertera di sana, juga merupakan huruf dari jaman dinasti Xia kuno.
Dinasti Xia adalah dinasti pendahulu sebelum dinasti Tsang berdiri.
Raja dinasti Xia yang terkenal sakti adalah Da Yu.
__ADS_1
Da Yu ini adalah pemilik pertama jarum sakti pengendali lautan.
Da Yu menggunakan jarum sakti itu, untuk mengendalikan banjir.
Kemudian jarum ini beralih pemilik setelah Da Yu tiada.
Jarum.sakti ini secara turun temurun di jaga oleh Raja Naga laut timur.
Hingga akhirnya berpindah tangan ke Sun Wu Kong si pengacau kahyangan.
Begitulah sedikit tentang dinasti Xia.
Tulisan huruf dinasti Xia itu mengingatkan,
"Bagi yang berjodoh dengan Hei Pai Shi Phi, maka dia berhak membuka segel peti batu ini dengan kekuatan Hei Pai Shi Phi.."
"Tapi sebelum peti ini segel nya di buka."
"Harus di ketahui terlebih dahulu, bahwa di dalam peti batu ini tersimpan roh kegelapan yang sangat serakah.."
"Bahkan jauh melebihi Tao Tie, sehingga Tao Tie sangat takut dan tunduk dengan nya."
"Jadi bagi yang berjodoh harap di pikirkan baik baik, jangan sampai tersesat dan terbawa ke jalan kehancuran, tanpa jalan kembali.."
Yu Ming meragu cukup lama, sebelum akhirnya dia berkata,
"Bila aku tidak masuk neraka, siapa yang akan sudi masuk neraka.."
"Aku adalah putra Che You, tanpa berbuat jahat pun, aku tetap di hukum siksa dunia ."
"Apa salahnya mencoba, paling paling mati di kirim ke neraka, bila aku nanti gagal mengendalikan nya."
Batin Yu Ming dalam hati.
Yu Ming perlahan-lahan menempelkan sepasang telapak tangannya tepat di gambar sepasang telapak tangan, yang melesak kedalam sesuai warna masing masing .
Tangan kiri menempel di gambar hitam, tangan kanan menempel di gambar putih.
Setelah kedua telapak tangannya menempel di sana, Yu Ming mencoba fokus untuk mengerahkan kekuatan Hei Shi Phi dan Pai Shi Phi dari kedua telapak tangan nya.
Dengan tanpa kesulitan, kedua kekuatan itu mengalir keluar secara alami.
Mengisi kedua lubang yang melesak kedalam berbentuk telapak tangan.
Saat terisi penuh, secara otomatis perlahan lahan tutup peti bergeser dengan sendirinya sedikit demi sedikit.
"Krekkk..! Kreekkk..! Kreekkk..! "
"Krekkk..! Kreekkk..! Kreekkk..! "
"Krekkk..! Kreekkk..! Kreekkk..! "
"Krekkk..! Kreekkk..! Kreekkk..! "
__ADS_1