PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Perjalanan baru


__ADS_3

Ucapan Yu Ming seketika membuat tangisan semua orang tua yang kehilangan anak mereka langsung pecah.


Warga lain yang ikut mendengarnya mereka semua juga ikut tertunduk sedih.


Yu Ming membiarkan mereka semua melepaskan kesedihan mereka, hingga keadaan kembali tenang.


Yu Ming baru berkata,


"Saat ini mahluk yang sudah mengambil putra putri kalian, mahluk itu sudah tewas.."


"Aku sudah memusnahkan nya, kini semua orang boleh bertenang.."


"Tidak akan ada lagi mahluk itu yang akan datang menganggu ketenangan hidup kalian..'


"Jadi kalian boleh berlega hati mulai sekarang ."


"Itulah kabar hiburan yang bisa aku bawa untuk kalian.."


Semua warga segera mengucapkan rasa terimakasih mereka ke Yu Ming .


Kakek kepala desa segera angkat bicara,


"Warga ku semuanya, sebagai ucapan rasa terimakasih kita kepada pendekar Yu Ming .."


"Bagaimana bila kita menyelenggarakan pesta perayaan untuknya.."


"Semua warga rata rata berteriak setuju."


Tapi Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Semuanya tolong dengarkan aku, aku dan sahabat ku masih ada perjalanan yang harus kami lanjutkan.."


"jadi maaf aku tidak bisa menerima tawaran tersebut.."


"Lagipula sebagian saudara dan teman sedesa kalian saat ini, ada yang sedang berduka.."


"Agak kurang pantas rasanya, di dalam suasana duka cita, kalian menyelenggarakan pesta perayaan.."


"Menurutku alangkah baiknya, bila saat ini, semuanya saling membantu saling memberikan hiburan, kepada pihak pihak yang baru saja di tinggalkan oleh anggota keluarga mereka."


"Aku rasa hal itu akan jauh lebih bermanfaat.."


"Bagaimana menurut kalian..?"


Ucap Yu Ming memberikan alasan penolakannya secara halus.


Semua orang terdiam, membenarkan ucapan Yu Ming yang sangat masuk akal itu.


Tapi kakek kepala desa yang merasa tidak enak hati, bila tidak membalas kebaikan Yu Ming .


Dia segera berkata,


"Ucapan tuan penolong sangat tepat, tapi di lain sisi kami juga tidak bisa diam saja.."


"Tidak memberikan sedikit kenang kenangan atas kebaikan tuan penolong yang telah bersedia membantu mengatasi masalah di desa kami.."

__ADS_1


"Itu sangat lah tidak pantas, kami orang desa kalau uang kami pas Pasan, semoga tuan penolong mau mengerti ."


"Tapi kalau perahu dan makanan perbekalan untuk perjalanan tuan, meski agak sederhana, seharusnya kami masih punya dan kami bisa memenuhinya.."


"Harap tuan penolong tidak menolak sedikit tanda ucapan terimakasih dari kamu ini.."


"Anggap saja ini untuk meringankan perjalanan jauh tuan penolong kami.."


"Dengan menggunakan perahu tentu saja perjalanan tuan penolong akan menjadi jauh lebih ringan.."


"Tuan bisa menempuh perjalanan tanpa perlu khawatir hujan dan panas nya cuaca.."


Mendengar ucapan kakek kepala desa yang tulus dan sangat masuk akal itu.


Yu Ming menoleh kearah Ji Lian Hua, Ji Lian Hua langsung mengangguk menyetujui ucapan kakek kepala desa.


Melihat Ji Lian Hua sudah ikut menyetujuinya Yu Ming akhirnya ikut menyetujuinya.


Karena dia memang tidak punya alasan untuk menolak tawaran dari kakek kepala desa.


Melihat Yu Ming sudah mengangguk setuju kakek kepala desa segera berkata,


"Tuan penolong ikutlah dengan saya.."


"Saya punya perahu tua yang tidak terpakai lagi.."


"Tuan penolong bisa menggunakannya dengan bebas untuk perjalanan tuan.."


Yu Ming tanpa banyak membantah dia segera mengikuti kakek itu pergi menemui perahu nya.


Saat tiba di perahu yang di maksud, Yu Ming sedikit kaget melihat perahu tua yang di maksud oleh kakek tua itu.


Ternyata bukanlah perahu tua seperti ucapan nya.


Melainkan adalah sebuah kapal layar berukuran agak kecil tapi kokoh.


Kapal sejenis itu bukan hanya bisa di gunakan untuk mengarungi sungai besar, bahkan di bawa melaut pun kapal itu sangat layak.


Yu Ming buru buru berkata,


"kakek ini jelas adalah kapal yang sangat berharga, bagaimana bisa di sebut perahu tua.."


"Aku benar benar tidak berani menerima hadiah semewah ini."


Ucap Yu Ming bersikeras menolaknya karena dia benar benar merasa tidak enak hati menerimanya begitu saja.


Melihat Yu Ming dan kakek kepala desa saling ngotot, Ji Lian Hua pun maju menengahi.


"Yu Ming ke ke, aku rasa ucapan pak kepala desa sangat beralasan.."


"Dia sudah tua, kapal ini dia tidak mungkin bisa dia menggunakannya lagi.."


"Sedangkan putra putrinya, tidak ada yang tertarik untuk meneruskan pekerjaan sebagai nelayan.."


"Meraka lebih suka menjadi pedagang.."

__ADS_1


"Di taruh saja, lama lama juga akan rusak, itu akan sangat menyayangkan bila kapal bagus dianggarkan begitu saja.."


"Jadi paling tepat memang di berikan ke kita untuk di gunakan."


"Tapi menerima begitu saja barang berharga ini.."


"Yu Ming ke ke juga ada benarnya, barang ini terlalu berharga untuk di terima begitu saja.."


"Bila kami menerimanya begitu saja itu akan sangat kurang pantas.."


"Jadi menurutku paling baik adalah kakek terima uang ganti rugi ini seadanya.."


"Kami terima kapal ini dengan hati dan perasaan lega.."


"Bagaimana..?"


Ucap Ji Lian Hua.


"Tapi ini terlalu banyak penggantinya, aku tidak boleh ambil sebanyak itu.."


"Nah ini cukup.."


Ucap kakek kepala desa menerimanya sebagian, sebagian lagi dia kembalikan ke Ji Lian Hua.


Kakek nelayan itu sadar bila dia ngotot tidak mau menerima nya.


Dengan sifat Yu Ming , dia pasti tidak bersedia menerima pemberian nya


Tapi bila dia menerima semua pemberian ganti rugi dari Ji Lian Hua.


Hati nurani nya tidak bisa menerima hal itu, jadi yang terbaik adalah dia menerima setengahnya saja.


Ini adalah jalan terbaik, agar kedua belah pihak sama sama merasa nyaman.


Tindakan Ji Lian Hua yang cerdik, di imbangi oleh sikap kakek kepala desa yang berpengalaman.


Membuat Yu Ming tidak berkutik lagi untuk menolak pemberian itu.


Akhirnya Yu Ming setuju.


Tidak lama kemudian Yu Ming dan Ji Lian Hua, sudah terlihat mulai meninggalkan desa nelayan itu.


Mereka di antar kepergian nya, oleh seluruh penduduk desa, yang hadir di tepi sungai, untuk melepas kepergian Yu Ming dan Ji Lian Hua melanjutkan perjalanan mereka.


Dengan hadirnya Ji Lian Hua mengikuti perjalanan nya, Yu Ming terpaksa merubah cara perjalanan nya.


Menunggangi Naga memang bisa lebih cepat, tapi itu kurang nyaman karena harus melewati panas hujan.


Apalagi disisinya kini ada Ji Lian Hua itu menjadi tidak praktis.


Menggunakan kapal adalah pilihan terbaik, meski agak lambat tapi perjalanan ini jelas jauh lebih nyaman dan lebih santai.


Mereka akan terhindar dari cuaca panas dan hujan.


Sedangkan perbekalan diatas kapal mereka, kini telah di penuhi oleh warga desa yang saling berpartisipasi secara bergotong royong menyumbang untuk mereka.

__ADS_1


Bahkan saat ini Yu Ming dan Ji Lian Hua, mereka berdua bisa menikmati daging kaki kambing Hung Sao yang menjadi menu khas orang orang daerah Utara.


__ADS_2