PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Rahasia permainan dadu


__ADS_3

Ketiga bandar itu menatap kearah uang mereka yang berpindah ke pihak Ji Lian Hua dengan tatapan tidak rela


Sesaat kemudian mereka bertiga menatap serius kearah si tato kelabang dan berkata,


"Apa kamu yakin mampu menerima pertaruhan ini..?"


"Bila ragu lebih baik tidak usah, jangan pakai emosi. Pakai logika mu. "


Ucap ketiga rekan si tato kelabang mengingatkan.


Si tato kelabang mengangguk yakin dan berkata,


"Percaya lah pada ku, aku pasti akan bantu menarik kembali seluruh modal kita yang hilang tadi.."


Ketiga rekan si tato kelabang mengangguk, lalu mereka masing masing melempar beberapa jantung uang mereka keatas meja.


Dan berkata,


"Baiklah kami ikut kita mulai saja.."


Si tato kelabang dengan penuh keyakinan, segera mengisi dadu kedalam mangkuk menutup nya, lalu dia mulai mengguncangnya.


Cukup lama dia mengguncang bolak balik di hadapan Yu Ming dan Ji Lian Hua, baru dia meletakkan nya diatas meja.


Ji Lian Hua tersenyum mengejek kemudian dia mendorong semua uang di hadapannya kearah angka satu dan berkata,


"Uang ini aku rasa bila kena satu dari 3 dadu mu, seluruh uang dan harta leluhur mu pun tidak cukup menggantinya.."


"Tapi tidak apa apa, aku berani bertaruh, berani menerima kekalahan.."


"Bila aku kalah kamu boleh ambil semuanya, berikut jantung ini.."


Ucap Ji Lian Hua sambil melempar sebuah kantung hitam yang di dalamnya setidaknya ada 100 Tael emas.


Ketiga rekan si tato kelabang, sepasang mata mereka langsung berbinar melihat kantung uang Ji Lian Hua.


Bila mereka memenangkan pertaruhan ini, seumur hidup mereka tidak usah bekerja lagi, sebagai bandar keliling seperti saat ini.


Mereka bisa membuka sebuah rumah judi, yang hasilnya tentu akan jauh lebih memuaskan lagi daripada kehidupan yang mereka jalani saat ini.


Mereka bertiga sesaat sampai terlena oleh mimpi mereka sendiri, membayangkan mereka menjadi bos besar kaya raya.


Kemana mana pergi nya, di lindungi oleh pengawal pribadi.


Saat makan di temani puluhan wanita cantik dengan masakan mewah dan arak terbaik memenuhi meja di hadapan mereka.


Mereka baru tertarik ke alam nyata saat Ji Lian Hua berkata,


"Tapi bila kalian kalah, kamu si mata anjing,.."


"Khusus kamu gunakan lidah mu, untuk membersihkan seluruh lantai dek kapal ini...!?"


"Bagaimana..!?"


Si mata cekung tidak lagi emosi sekali ini, dia dengan tenang berkata,

__ADS_1


"Boleh saja, bukan masalah asalkan kamu bisa penuhi satu syarat ku ."


"Apa itu sebutkan..!?"


Bentak Ji Lian Hua ingin tahu.


Si tato kelabang sambil tersenyum mengejek berkata,


"Bila kamu yang kalah, kamu harus hisap pusaka ku ini, hingga keluar.."


"Bagaimana..?"


"Kamu berani..?"


"******..!?"


Ucap si tato kelabang sambil tertawa dan menunjuk kearah senjata pusaka di bawah pusarnya dan memainkan mata nya kearah Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua menatap jijik kearah benda di balik celana si tato kelabang.


Dia bahkan merasa mual dan ingin muntah.


Hingga dua harus menutupi mulutnya dengan tangan nya sendiri


Menahan agar jangan sampai muntah-muntah.


Sesaat kemudian setelah dia mulai bisa tenang, Ji Lian Hua berkata. dengan nekad.


"Boleh siapa takut.."


Ucap Ji Lian Hua penuh keyakinan diri.


Karena dia tahu persis, Yu Ming pasti akan membantunya, Yu Ming tidak akan membiarkan dirinya mengalami kerugian pelecehan seperti itu.


Si tato kelabang menggunakan telapak tangan nya memukul satu kali pantat mangkuk.


Kemudian dengan cepat dia membuka mangkuk sambil memainkan ilmu trik kecilnya.


Dia ingin merubah Dau ke angka aman, boleh angka apapun asal jangan angka satu.


Segera penutup terbuka, tapi begitu penutup.terbuka, lagi lagi dia melihat kondisi serupa seperti sebelumnya.


Dadu terus berputar tiada henti di dalam piring, kemudian dadu pertama berhenti dengan angka satu.


Kemudian menyusul dadu kedua dan ketiga juga ikut memunculkan dadu dengan angka yang sama, yaitu angka satu


Dengan demikian segera terlihat, diatas piring, kini terpampang jelas 3 butir dadu, yang menunjukkan tiga angka satu di bagian atas permukaan dadu.


Ji Lian Hua melemparkan senyum mengejek kearah si tato kelabang dan berkata,


"Ayo laksanakan janji mu, segera jilat permukaan lantai dek kapal ini dengan lidah mu.."


Kini si tato kelabang benar benar pucat pasi wajahnya.


Tapi sesaat kemudian wajah pucat pasi nya berubah menjadi merah.

__ADS_1


Dengan sepasang mata melotot beringas, dia langsung berkata,


"****** kamu pasti menggunakan ilmu iblis secara curang..!"


"Mana mungkin dadu bisa berputar sekian lama, setelah mangkuk penutup dan piring di letakkan sekian lama di atas meja..!"


"Kamu ****** pasti main curang..!"


"Kamu ****** berani main curang dengan ku, ini rasakan mati saja kamu..!"


Bentak si tato kelabang nekad


Dia sudah mengeluarkan sebuah pisau kecil di tangan nya, lalu dia melompat menerkam kearah Ji Lian Hua ingin menusukkan pisau di tangan nya menghujamkan nya kearah Ji Lian Hua.


Tapi sebelum dia berhasil dengan gerakan yang sangat cepat, hingga sulit di ikuti oleh pandangan mata.


Ji Lian Hua menangkap pergelangan tangan si tato Kelabang, memutarnya satu kali.


Seketika pisau kecil terlepas dari pegangan si tato kelabang, jatuh tergeletak di depan kaki Ji Lian Hua.


Dengan satu kali tendangan, pisau itu langsung terbang keluar dari atas kapal.


Sedangkan si tato Kelabang sendiri, karena pergelangan tangannya tertangkap dan di pelintir.


Mengikuti arah pelintiran kuat jari tangan Ji Lian Hua, si tato kelabang. Langsung terbanting keras di atas lantai dek kapal, dengan wajah miring menempel di atas lantai.


Karena pergelangan tangannya terkunci, si tato kelabang tidak bisa berkutik.


Dia hanya bisa merintih sambil memohon ampun ke Ji Lian Hua dengan airmata buaya bercucuran membasahi wajahnya.


Ji Lian Hua dengan suara galak berkata,


"Bagaimana kamu terima tidak kekalahan mu..?"


"Sekarang bersedia tidak menjalani hukuman kekalahan mu..?"


"Berani kamu berlagak sok preman, di hadapan ku, percaya tidak aku akan mematahkan satu persatu jari mu, hingga tak bersisa..!?"


"Ampun,.. ampun..Pendekar wanita, aku aku..aduh..aduh..!"


"Maafkan aku,..aku akan menerima semua kesalahanku.."


Ucap si tato kelabang ketakutan.


Ji Lian Hua mencabut paksa cincin yang melingkar di jari si tato kelabang.


Kemudian dia melepaskan si tato kelabang yang tergeletak lemah, meringkuk di atas lantai, sambil memegangi pergelangan tangan dan jarinya yang terluka karena cincin nya, di copot paksa oleh Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua segera membawa cincin rampasan tersebut menghampiri meja judi.


Dengan menempelkan cincin itu di pantat mangkuk yang di terbalikkan diatas permukaan 3 butir dadu.


Ji Lian Hua menunjukkan pertunjukan sulap, di mana kemanapun dia menggerakkan cincin yang dia letakkan diatas permukaan pantat mangkuk.


Dadu akan ikut bergerak gerak dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2