PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KOTA LIN ZI


__ADS_3

Bayangan keenam menyerang dengan unsur tanah, tanah tempat Yang San berpijak tiba tiba bergelombang.


Membuat Yang San sulit berdiri dengan normal, perlahan-lahan sepasang kakinya terhisap kedalam tanah terkunci di sana.


Bayangan ke tujuh menyerang Yang Dan dengan unsur kayu, ajar rotan di sekitar tiba tiba bergerak menyerang Yang San.


Saat Yang San menggunakan kedua telapak tangan untuk memukul mundur, kejaran akar rotan pohon di sekitar.


Tiba tiba arah serangan akar itu berubah, mereka melilit kaki tangan Yang San menguncinya sehingga Yang San jadi di buat tak berdaya.


Di saat bersamaan bayangan ketujuh yang menyerang dengan unsur logam.


Dia berhasil membentuk sebuah tombak dari kandungan logam sekitar yang menyatu.


Bayangan ketujuh membentuk sebuah busur dari unsur cahaya, tombak di lepaskan dengan suara berdesing keras.


"Singggg...!"


Tombang berdesing membelah udara langsung menembus dada Yang San.


Sehingga Yang San sebelum sempat menjerit dia sudah tewas duluan.


Menyusul kematian Yang San, Yang Si juga tewas dengan tubuh hangus hancur menjadi abu sebagian, sebagian lagi hancur menjadi pecahan kepingan es.


Yang Wu juga mengalami nasib yang sama, hanya saja proses tewasnya yang berbeda.


Pertama seluruh tubuhnya terkurung dan di kunci oleh unsur cahaya.


Sebelum kemudian kepalanya yang tidak terkunci oleh elemen cahaya.


Tersambar oleh kilat petir, sehingga seluruh tubuhnya mengalami kejang hebat.


Karena kepalanya tidak kuat menahan sengatan listrik berkekuatan tinggi.


Akhirnya kepala Yang Wu meledak oleh sambaran kekuatan elemen petir .


Setelah berhasil menahlukkan sekaligus memusnahkan ketiga lawannya.


Dengan ilmu pengendalian elemen berdasarkan kekuatan Hei Pai Shi Phi dan hawa dewa pedang Xuan Yuan.


Yu Ming menarik kembali kekuatan yang dia lepaskan, untuk di simpan kembali.


Sesaat kemudian Yu Ming sudah kembali lagi duduk di posisi kusir kereta.


Dia kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Lin Ji yang merupakan tempat kediaman Min Min.


Saat kereta kembali mulai bergerak, Min Min dan Yang Ni memunculkan kepala mereka dari balik tirai kereta dan berkata,


"Yu Ming ke ke,.. apa kamu baik baik saja..?"


"Di mana para penghadang itu .?"


Tanya mereka berdua ingin tahu.


Yu Ming tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Aku tidak apa apa.."


"Mereka bertiga, ada di belakang sana, buka tirai pintu kereta belakang kalian bisa cari tahu sendiri.."


"Tapi aku sarankan kalian istirahat saja, daripada nanti mimpi buruk.."


"Lagipula memang tidak ada yang bagus untuk di lihat.."


Tutup Yu Ming dengan santai.


Kedua gadis itu mengangguk patuh, tanpa banyak tanya lagi, mereka kembali masuk kedalam kereta.


Yu Ming seorang diri yang meneruskan kendali kereta kudanya.


Terus bergerak menuju Utara, dengan tujuan kota Lin Zi.


Setelah beberapa hari menempuh perjalanan keluar masuk hutan.


Akhirnya kota Lin Zi mulai terlihat.


Setelah melalui pemeriksaan di pintu gerbang, kereta kuda Yu Ming akhirnya mulai bergerak memasuki kota Lin Zi yang terlihat tenang damai, dan cukup ramai penduduknya.


Setelah memasuki kota, Yu Ming mengendarai kereta kudanya dengan lebih hati hati dan berjalan lebih lambat.


"Min Min keluarlah kedepan, kamu harus bantu jadi penunjuk jalan di sini.."


Ucap Yu Ming sambil fokus mengendalikan arah laju kuda nya yang berjalan pelan.


"Ya Yu Ming ke ke, sebentar.."


Jawab Min Min dari dalam kereta,


Kedua tangannya terlihat sedang memeluk sebuah guci yang berisi abu tulang kakaknya.


Memasuki kota Lin Ji, Min Min tidak terlihat gembira sama sekali.


Dia justru terlihat agak pendiam muram dan sedih.


Yu Ming tentu menyadarinya,tapi dia pura pura tidak tahu.


Tidak mau banyak bertanya, yang penting tugas dan tanggung jawab nya bisa segera di selesaikan.


Dengan mengikuti petunjuk arah dari Min Min, akhir nya kereta yang Yu Ming kendarai berhenti di depan sebuah halaman rumah yang cukup besar.


Di depan halaman terlihat ada beberapa orang pemuda yang sedang berjaga.


Melihat Min Min berada diatas kereta tersebut dua di antaranya segera berlari masuk kedalam rumah.


Bener yang lainnya segera menghampiri kereta, salah satu diantara mereka yang paling senior segera maju membantu Min Min turun dari kereta.


"Nona ketiga kamu dan nona kemana aja,? kalian benar benar membuat Tuan besar cemas.


Min Min menghela nafas panjang dan berkata,


"Panjang ceritanya paman Fu, lebih baik saat bertemu ayah baru aku bercerita pelan pelan.."

__ADS_1


"Bagaimana keadaan ayah ibu kakak dan kakak ipar..?"


Tanya Min Min pelan.


"Baik nona ketiga, keadaan mereka semua baik, hanya tuan besar dan nyonya saja yang sering berkhawatir mencemaskan keadaan nona berdua.."


Jawab pria yang di panggil paman Fu itu sambil berjalan mengikuti di samping Min Min.


Sedangkan Yu Ming dan Yang Ni mereka berdua hanya berdiri di samping kereta.


Menatap Min Min yang di kawal oleh pembantu ayahnya memasuki gedung besar itu.


Sambil melangkah di samping Min Min paman Fu kembali berkata,


"Nona ketiga, dimana nona kedua mengapa tidak terlihat, dan siapa itu yang mengantar mu pulang..?"


Ucapan Paman Fu segera menyadarkan Min Min, dia tidak sempat menjawab pertanyaan pembantu ayahnya.


Begitu berbalik badan melihat kebelakang, dia melihat Yu Ming dan Yang Ni tidak mengikutinya.


Mereka berdua malah bersiap siap kembali naik keatas kereta.


Min Min segera kembali berlari keluar kedepan rumahnya.


"Yu Ming ke ke,..! Yang Ni Cie Cie..!"


"Kalian berdua jangan pergi dulu..!"


"Ayo mampir dulu, tinggal barang satu dua hari di rumah ku..baru boleh berangkat..!"


Ucapan permintaan Min Min, membuat Yu Ming terpaksa menghentikan laju kereta nya.


Dia dan Yang Ni kembali turun dari kereta menghampiri Min Min dan Yu Ming pun berkata,


"Adik Min Min, setelah ini keluarga mu tentu akan sibuk dengan urusan kakak mu.."


"Kehadiran kami di sini, hanya akan merepotkan mu.."


Min Min menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berkata,


"Tidak ada yang repot, pokoknya kakak berdua tidak boleh pergi begitu saja.."


"Tanpa seijin ku, titik..!"


Ucap Min Min tegas.


Dia lalu menyerahkan guci berisi abu tulang kakaknya ke paman Fu dan berkata,


"Paman ini abu tulang kakak kedua.."


"Kami dalam perjalanan mengalami musibah.."


"Bila bukan mereka berdua datang menolong ku tepat waktu, mungkin saat ini aku dan kakak ku tidak bisa kembali lagi kerumah.."


Ucap Min Min dengan suara menahan Isak.

__ADS_1


Setelah berkata tanpa memperdulikan reaksi keterkejutan pembantu ayahnya.


Min Min segera menggandeng tangan Yu Ming dan Yang Ni mengikutinya masuk kedalam gedung kediamannya yang besar.


__ADS_2