PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Memenuhi janji


__ADS_3

Ji Lian Hua sambil mengulum senyum, dia mengangguk pelan dan berkata,


"Aku tidak masalah, ada dia mengikuti kita, aku rasa juga bukan sesuatu yang buruk.."


"Ayo kita temukan penginapan yang cocok untuk bermalam."


Ucap Ji Lian Hua sambil memberi kode agar Yu Ming mengikutinya.


Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia berjalan mengikuti Ji Lian Hua., sambil menggendong Siao Li,


Yu Ming dan Siao Li terus mengikuti Ji Lian Hua keluar masuk penginapan, yang letaknya tidak terlalu jauh dari dermaga.


Setelah beberapa kali mereka keluar masuk penginapan, akhirnya di temukan juga penginapan yang cocok dengan selera Ji Lian Hua.


Meski penginapan itu tidak terlalu besar, tapi cukup bersih, nyaman, dan menyenangkan.


Bagi Yu Ming tentu saja penginapan seperti apapun bukan masalah, karena menginap di kelenteng bobrok sekalipun, dia tidak berkeberatan.


Apalagi di penginapan yang jelas jelas keadaan dan persyaratan nya, pasti jauh lebih baik dari kelenteng bobrok.


Tapi perjalanan ini, Ji Lian Hua yang menjadi cukongnya, jadi Yu Ming tidak banyak komentar.


Dia hanya perlu mengikutinya saja, yang penting Ji Lian Hua senang.


Yu Ming dan Ji Lian Hua masing masing mendapatkan sebuah kamar yang bersebelahan.


Bagian depan kamar pemandangannya adalah menghadap kearah taman buatan penginapan.


Sedangkan pemandangan bagian belakang kamar, adalah dermaga dan tepi sungai kuning.


Mereka masing masing menempati kamar VIP yang cukup luas dan tenang.


Yu Ming yang mulai bisa menggunakan sebagian Chi dewa nya, begitu masuk kedalam kamar dengan penuh semangat.


Dia segera duduk bermeditasi mengolah Chi Dewa nya yang sudah sangat lama dia rindukan kedatangan nya.


Yu Ming mencoba jurus pertama dari Ilmu tiada awal tiada akhir.


Jurus pembuka nya adalah jurus memisahkan gelap dan terang.


Dengan jurus ini, dia sudah banyak mengalahkan musuh musuh hebat, seperti Iblis Asura dan Dewa Matahari.


Setelah jurus pertama memisahkan gelap dan terang berhasil Yu Ming lancarkan, meski tidak bisa sampai tahap sempurna.


Karena belenggu berlian di kedua kaki nya masih ada, sebagian Chi Dewa nya masih terbelenggu di sana.


Yu Ming mencoba melanjutkan ke jurus kedua, Membelah langit dan bumi.


Tapi di sini, Yu Ming yang tubuh nya baru saja melayang naik keatas, bayangan awan Panca Warna baru muncul.

__ADS_1


Tiba-tiba bayangan awan sirna, tubuh Yu Ming juga kembali jatuh keatas pembaringan.


Di jurus keduanya ini Yu Ming gagal, dia tidak berhasil menguasainya, karena Chi yang bisa dia kerahkan masih kurang banyak.


Setelah mencobanya berulang kali dan selalu gagal, Yu Ming akhirnya memutuskan tidak memaksanya.


Yu Ming memutuskan lebih melancarkan jurus pertama nya, sedikit demi sedikit agar bisa lebih sempurna penguasaan nya.


Berlatih dan berlatih tidak terasa hari di luar sana mulai memasuki senja.


"Tok..Tok..Tok..!"


Yu Ming yang mendengar pintu kamarnya ada yang mengetuk dari luar.


Dia segera menghentikan latihannya, lalu turun dari atas pembaringan berjalan pergi membuka pintu kamarnya.


"Ya..siapa...!?"


Tanya Yu Ming sambil membuka pintu kamar dari dalam.


"Saya tuan pelayan di penginapan ini.."


Jawab seorang berpakaian seragam pelayan penginapan, yang berdiri di depan pintu kamar dengan sikap penuh hormat.


"Ya ada apa..?"


Tanya Yu Ming sambil menatap kearah pelayan itu dengan wajah heran.


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah terimakasih, aku akan pergi menemui nya.."


Yu Ming segera pergi mengetuk pintu kamar Ji Lian Hua.


Beberapa saat menunggu akhirnya pintu kamar terbuka dari dalam.


Ji Lian Hua yang sudah berdandan cantik, sambil menggendong Siao Li di dalam pelukannya.


Dia menatap kearah Yu Ming dengan penuh semangat dan berkata,


"Ya Yu Ming ke ke, mau jalan jalan sore kemana kita..?"


Yu Ming sambil tersenyum canggung berkata,


"Ini Hua er, di depan sana ada Utusan dari Sekte Pedang Tanpa Tanding yang katanya ingin bertemu.."


Ji Lian Hua sedikit tersenyum masam, dia segera berkata,


"Baiklah Yu Ming ke ke, ayo kita lihat kedepan sana.."

__ADS_1


Selesai berkata, Ji Lian Hua segera melangkah melewati Yu Ming langsung menuju bagian depan penginapan.


Saat Yu Ming dan Ji Lian Hua keluar dari dalam penginapan, di ruangan bagian depan penginapan.


Terlihat 3 orang utusan Wu Ti Cien Sen, segera memberi hormat dengan sopan di hadapan Yu Ming .


Yu Ming menatap kearah mereka bertiga dan berkata,


"Apa ada pesan dari Wu Ti Cien Sen yang ingin kalian sampaikan..?"


"Katakan saja bila ada.."


Salah satu dari mereka segera berkata,


"Tuan muda Wu Ming,.. kapal pengganti dan semua kebutuhan tuan yang hilang, kami sudah menggantikan nya.."


"Kami kemari selain mau informasikan hal itu, kami juga ingin mengajak Tuan Muda Wu Ming pergi memeriksanya.."


"Bila sudah sesuai, berarti tugas dari guru kami sudah selesai."


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah,.. ayo kita pergi memeriksanya.."


Ketiga orang itu segera menjadi penunjuk jalan bagi Yu Ming dan Ji Lian Hua.


Yu Ming dan Ji Lian Hua di antar menuju dermaga lain yang areanya tertutup untuk umum.


Dermaga ini, di jaga ketat oleh murid murid sekte Pedang Tanpa Tanding.


Sekali lihat Yu Ming dan Ji Lian Hua pun tahu, bahwa ini adalah dermaga pribadi milik Wu Ti Cien Sen.


Mengikuti ketiga murid Wu Ti Cien Sen yang menjadi penunjuk jalan Yu Ming dan Ji Lian Hua bisa melewati pos pemeriksaan dengan mudah.


Setelah tiba di dermaga, Yu Ming dan Ji Lian Hua melihat di sana ada tertambat 3 kapal layar besar yang ukurannya 3 kali lipat lebih besar dari kapal Yu Ming sebelumnya.


Ketiga orang itu mengajak Yu Ming menaiki kapal pertama yang tertambat persis di hadapan mereka.


Dia atas kapal, Yu Ming segera di kenalkan ke seorang pria berumur 40 an yang bertugas sebagai juru mudi kapal yang membawahi belasan anak buah kapal yang semuanya berbaris rapi menyambut kedatangan Yu Ming dan Ji Lian Hua.


Salah satu dari ketiga murid Wu Ti Cien Sen segera berkata dengan penuh hormat ke Yu Ming.


"Tuan muda Wu Ming,.. kapal ini adalah buat ganti kapal Tuan muda yang rusak dan tenggelam.."


"Beliau ini adalah Juru mudi kapal ini, namanya paman Luo.."


"Kedepannya tuan muda bila perlu apa, sampaikan saja ke paman Luo, biar dia yang atur semua nya."


"Kapal ini juga sudah kami lengkapi dengan bekal perjalanan yang semuanya ada di gudang sebelah sini.."

__ADS_1


"Mari saya antar pergi memeriksanya."


Ucap murid Wu Ti Cien Sen sopan.


__ADS_2