
Yu Ming kaget hingga ikannya terlepas dari genggaman tangannya.
Situasi tersebut, sesaat membuat Yu Ming terpaku diam tidak tahu mau berbuat apa.
Apakah seharusnya dia merasa bersalah menyesal atau harus bergembira.
Tapi saat pikiran sadar Yu Ming kembali, dia mendorong Ji Lian Hua mundur menjauhinya.
Saat itu pula Ji Lian Hua lebih dulu melepaskan bibir mereka yang menempel erat.
Ji Lian Hua melangkah mundur menjauhi Yu Ming dan berkata,
"Sekarang sudah impas,kamu tidak perlu merasa canggung aku tidak perlu merasa sungkan.."
"Bukannya begini lebih baik.."
Ucap Ji Lian Hua sambil tersenyum lebar.
Yu Ming yang tidak tahu harus berkata apa, akhirnya dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Yu Ming melihat kearah ikannya yang terjatuh di dekat kakinya.
Merasa sayang Yu Ming ingin mengambilnya.
Tapi Ji Lian Hua menahan tangan nya dan berkata,
"Sudah kotor jangan di ambil,.."
"Di sana masih ada.."
Ucap Ji Lian Hua sambil menunjuk kearah api unggun yang Yu Ming buat.
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Baiklah ayo kita kembali kesana.."
Mereka berdua segera bergerak kembali ke tempat perapian.
Saat tiba di dekat api unggun, Yu Ming di temani Ji Lian Hua, duduk di sana sambil menikmati ikan bakarnya yang tersisa satu.
Yu Ming sempat menawarkan, tapi Ji Lian Hua menolaknya, dia meminta Yu Ming untuk habiskan saja ikan nya itu.
Melihat Ji Lian Hua sudah bersikap biasa lagi, Yu Ming pun berpura pura tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka.
Sambil duduk menemani Yu Ming makan Ji Lian Hua berkata,
"Yu Ming ke ke ikan tadi sangat aneh dan menyeramkan.."
"Menurutmu itu ikan jenis apa..?"
Yu Ming menghentikan makannya sejenak, lalu berkata.
"Itu mungkin sejenis Chi Wen, mahluk hasil perkawinan naga dan ikan.."
"Hanya saja yang ini lebih unik bentuknya.."
Ji Lian Hua mengangguk pelan dan berkata,
"Bila mahluk itu ada di sekitar aliran sungai ini.."
__ADS_1
"Takutnya kehidupan penduduk yang tinggal di desa tepi sungai ini, akan berada dalam bahaya.."
"Aku benar benar jadi khawatir dengan nasib mereka semua.."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Aku juga punya pemikiran itu, kita susuri tepi sungai ini saja.."
"Hingga sampai ke desa terdekat untuk mencari informasi."
"Bila semuanya aman kita bisa lanjutkan perjalanan dengan hati tenang.."
"Bila ternyata desa di sekitar, tidak aman. Kita bisa bantu mereka menangkap ikan tersebut ."
Ucap Yu Ming serius.
Ji Lian Hua mengangguk setuju dan berkata,
"Tapi ini nanti akan menunda tugas Yu Ming ke ke.."
Yu Ming sambil menghabiskan sisa potongan ikan di tangannya, dia berkata,
"Bukan masalah, lebih baik terlambat daripada melihat ada masalah tapi kita tidak turun tangan membantu. "
"Sebentar aku cuci tangan dulu, setelah ini kita bisa lanjutkan perjalanan.."
Ji Lian Hua tersenyum dan memberi tanda jempol kearah Yu Ming.
Sesaat kemudian mereka berdua sudah berjalan meninggalkan tempat tersebut dengan menyusuri hutan lebat di tepi sungai itu.
Menjelang sore mereka berdua tiba di salah satu desa yang terletak di tepi sungai.
Yu Ming dan Ji Lian Hua saling pandang sejenak, lalu mereka segera menghampiri kerumunan orang yang sedang berkumpul di tepi sungai itu.
Yu Ming mencoba untuk bertanya kepada salah satu pria yang ikut hadir di tempat itu
"Kakak apa yang sedang kalian lakukan di sini..?"
"Apa yang telah terjadi..?"
Pria itu menghela nafas panjang dan berkata,
"Kamu tidak tahu anak muda.."
"Selama tiga hari ini, secara berturut turut, sudah ada belasan anak kecil yang bermain tidak jauh dari tepi sungai ini."
"Semuanya pada menghilang di sungai ini.."
"Mereka yang ada di depan sana sedang menangis dan sembahyang, mereka adalah orang tua anak anak malang itu.."
"Kasihan mereka harus menghadapi musibah seperti ini.."
Yu Ming mendengarkan dengan serius penjelasan dari pria itu.
Saat pria itu selesai menjelaskan Yu Ming baru berkata,
"Apa ada yang lihat, pelaku penculikan anak itu..?"
Pria itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Tidak ada yang melihatnya, hanya menurut beberapa anak yang bermain agak jauh dari tepi sungai."
"Saat anak anak itu di culik, selalu ada ulir air muncul dari dalam sungai."
"Air naik kepermukaan menuju ketepi sungai, lalu menjerat anak anak di tepi sungai, untuk di bawa masuk kedalam sungai.."
"Tapi siapa pelakunya tidak ada yang melihatnya.."
Yu Ming dan Ji Lian Hua setelah mendengar penjelasan itu, mereka berdua sudah bisa menduga siapa pelaku penculikan itu.
Hanya saja demi tidak menimbulkan kehebohan yang tidak ada hasilnya.
Yu Ming dan Ji Lian Hua memilih mengamati dan mengawasi saja, prosesi yang sedang terjadi di hadapan mereka.
Mereka membiarkan saja, para penduduk menghantarkan berbagai macam sesajian dan upacara sembahyang ke para dewa Dewi sungai.
Agar bersedia membantu mengembalikan putra putri mereka yang hilang.
Yu Ming dan Ji Lian Hua mengikuti hingga acara selesai, para penduduk bubar.
Yu Ming dan Ji Lian Hua pun ikut bubar dari sana.
Yu Ming lewat pria yang dia ajak ngobrol tadi.
Dia di perkenalkan pada seorang kakek berusia 70 an tahun, yang menjadi sepuh, juga sekaligus sebagai kepala desa, di desa setempat itu.
"Kakek nama ku Yu Ming, sedangkan dia teman seperjalanan ku, namanya Ji Lian Hua ."
"Kami sedang melakukan perjalanan jauh, kebetulan lewat desa ini.."
"Hari sudah kesorean, untuk meneruskan perjalanan kami.."
"Bolehkah kakek bermurah hati, mengijinkan kami numpang bermalam di desa ini, besok pagi kami baru melanjutkan perjalanan kami.."
Kakek itu tersenyum ramah dan berkata,
"Tidak apa apa anak muda, kalian tenang saja.."
"Rumah ku kebetulan ada beberapa kamar kosong bekas anak ku.."
"Kalian boleh numpang tinggal sesuka kalian, itu bukan masalah.."
"Terimakasih banyak kek,.."
Ucap Yu Ming dan Ji Lian Hua kompak.
Kakek itu mengangguk dan berkata,
"Mari ikut dengan ku,.. rumah ku tidak jauh dari sini.."
Sambil melangkah Yu Ming berkata,
"Putra putri kakek pada kemana, ? kenapa kakek bisa tinggal seorang diri di rumah..?"
"Ooh mereka sudah pada besar, sudah pada berkeluarga, punya anak istri, mereka tinggal di rumah mereka masing masing.."
"Tapi masih di desa ini juga, rumah kami berdekatan, hanya tidak tinggal satu rumah saja."
Yu Ming mengangguk paham, lalu melanjutkan perjalanan mengikuti kakek itu hingga tiba di rumah kediaman kakek itu yang terletak tidak begitu jauh dari tepi sungai.
__ADS_1