
Pemuda itu sebelum memasuki restoran, dia sempat melayangkan mata nya, melihat ke lantai dua.
Dia segera menemukan Ji Lian Hua sedang menatapnya.
Dua pasang mata bentrok di udara, masing masing tiada yang mau mengalah.
Mereka berdua saling melepaskan tatapan mata tajam,
Sesaat kemudian pemuda itu yang buka suara,
"Apa kamu yang telah mengacau dan membunuhi anggota serta pimpinan perwakilan kami 12 Shio kelahiran di pelabuhan sana..!?"
Yu Ming yang baru saja ingin menyumpit kacang goreng di hadapannya.
Dia mendengar suara lantang yang berasal dari depan restoran.
Yu Ming sumpitnya jadi tergantung di udara.
Sesaat kemudian dia membatalkannya meletakkan sumpitnya kembali.
Lalu dia mengikuti arah pandang Ji Lian Hua menatap kearah bawah sana.
Yu Ming segera menemukan pemilik asal suara yang ternyata berasal dari seorang pemuda belia, yang paling paling berumur sekitar 20 tahun.
Sebelum Yu Ming sempat menjawab nya, Ji Lian Hua Sambil tersenyum mengejek menjawabnya lebih dulu,
"Anggota mu kami yang lumpuhkan, tapi bukan kami yang membunuhnya.."
"Yang membunuhnya justru adalah 12 bintang peliharaan mu yang di biarkan berkeliaran menganggu orang.."
"Kalau binatang mu itu, memang kami yang membunuhnya kamu mau apa..!?"
Ucap Ji Lian Hua santai.
Pemuda itu menurunkan bungkusan kain hitam besar, untuk di letakkan kebawah.
"Boooommm..!"
Lantai batu langsung melesak kedalam, garis garis retakan lebar langsung terlihat di sekitarnya.
Ini hanya menunjukkan bahwa benda di dalam bungkusan kain hitam yang apapun itu isi di dalamnya, pastilah suatu benda yang sangat kuat dan berat.
Pemuda itu setelah meletakkan bungkusan hitam dari atas bahu nya
Dia menunjuk kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Berani datang kemari, tidak menaati peraturan dan membuat onar.."
"Datang mudah pergi sulit.."
"Turunlah kemari, bila kalian punya nyali.!"
"Jangan terus bersembunyi di atas, seperti seekor kura kura pengecut..!"
Mendengar ucapan pemuda sombong itu, marahlah Ji Lian Hua,
Dia segera mencabut pedang langit dan berkata,
__ADS_1
"Yu Ming ke ke biar aku pergi menghadapinya.."
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Baiklah, kamu lebih berhati hati.."
Ji Lian Hua mengangguk cepat, lalu dia segera melayang kebawah.
Kakinya kemudian menotol ringan diatas lantai berbatu, setelah itu tubuhnya segera meluncur terbang kedepan dengan pedang lurus kedepan terarah ke wajah pemuda itu.
Pemuda itu bersikap tenang, menghadapi serangan tusukan pedang Ji Lian Hua.
Dia mengangkat bungkusan hita itu keatas untuk menahan serangan Ji Lian Hua.
"Trangggg,..!"
Serangan Ji Lian Hua tertahan di udara, pemuda itu dengan cepat melancarkan sebuah tendangan keras dari samping kiri, terarah ke kepala Ji Lian Hua.
Sehingga otomatis ,Ji Lian Hua harus gunakan lengannya diangkat ke atas untuk melindungi kepala nya dari tendangan keras tersebut
"Dessss..!"
Tendangan itu cukup keras, sehingga Ji Lian Hua sampai terdorong kesamping oleh kekuatan tendangan tersebut.
Belum juga Ji Lian Hua memperbaiki posisi kedudukan kuda kuda kedua kakinya.
Sebuah tendangan keras lainnya, dari arah berlawanan kembali datang menerjang.
Ji Lian Hua kali ini lebih siap, dia tidak mencoba menahan tendangan keras, yang membuat lengannya terasa ngilu itu lagi.
Sekali ini, Ji Lian Hua menundukkan badannya kebawah.
Kaki yang menjadi penumpu bagi tubuh'nya, saat kaki lainnya sedang melepaskan tendangan di sapu oleh Ji Lian Hua.
Tentu saja membuat pemuda itu, jadi kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Dia langsung jatuh terjungkal kebelakang.
Tapi pemuda itu cukup tangguh, menghindari dirinya di permalukan oleh Ji Lian Hua.
Saat tubuhnya terjungkal keatas lantai, dia menggunakan sepasang tangan nya untuk menahan lantai dan mendorong tubuhnya terbang kedepan.
Lalu dia menggunakan sepasang kaki nya untuk serentak melepaskan tendangan kuat kearah Ji Lian Hua yang ingin maju menyerang nya.
Ji Lian Hua dengan cepat memalangkan pedang langit di gunakan untuk menahan sepasang kaki yang menendang kearah dadanya.
"Trangggg..!"
Pedang sedikit melengkung, dan mementalkan pemuda itu menjauh darinya.
Pemuda itu langsung melakukan gerakan bersalto beberapa kali kebelakang, untuk mematahkan daya pentalan pedang langit.
Ji Lian Hua sendiri meski berhasil memaksa pemuda itu terpental mundur.
Dia sendiri juga terdorong mundur oleh tendangan keras itu, dengan kuda kuda bergeser mundur membuat garis di atas lantai.
Pergerakan baru berhenti, setelah Ji Lian Hua menggunakan kaki kirinya untuk menahan kebelakang.
__ADS_1
Pemuda itu setelah berhasil berdiri dengan baik.
Dia segera berkata,
"Kamu boleh juga..!"
"Cukup menarik,..! ayo majulah lagi..!"
Ucap pemuda itu sambil menggunakan tangannya memberi kode, agar Ji Lian Hua maju menyerang nya.
Ji Lian Hua setelah berhasil memperbaiki posisi kuda kudanya.
Dia segera berteriak keras, dan kembali terbang meluncur kedepan dengan pedang di tusukkan kedepan.
Kini serangan nya menjadi lebih serius lagi, Ji Lian Hua mulai mengerahkan energi pedang membentuk bayangan pedang yang datangnya bagaikan kawanan lebah menerjang kearah pemuda itu.
Pemuda itu tidak terlihat gentar, melihat datangnya serangan dari Ji Lian Hua.
Dia juga menghentakkan energi'nya lewat tangannya yang memegang bungkusan besar yang menancap diatas lantai.
"Pyaaarrr..!"
Kain pembungkus pecah berhamburan di udara, terlihat sebuah pedang hitam yang besar lebar dan tebal muncul dari balik kain pembungkus, yang pecah hancur berantakan.
Pedang yang besarnya hampir lebih lebar dari tubuh pemiliknya.
Langsung di gerakkan oleh pemuda itu berputaran seperti titiran untuk menangkis serangan energi pedang Ji Lian Hua.
Semua energi pedang Ji Lian Hua berhasil di tahan dan di hancurkan hingga Ji Lian Hua sendiri dan pedang aslinya muncul.
Pemuda itu, segera mengayunkan pedang besarnya menyerang balik kearah Ji Lian Hua.
Cahaya kabut hitam dari pedang itu, di sertai angin kencang yang berhembus seperti badai angin topan.
Segera mengikuti tebasan pedang hitam besar itu menyerang kearah Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua melesat kesamping, melakukan manuver di udara menghindari serangan kuat pedang hitam besar itu.
Setelah berhasil menghindari serangan pedang hitam besar pemuda itu.
Ji Lian Hua dengan lincah memberikan beberapa tusukan pedang cepat, menghujani pemuda itu dengan tusukan tusukan pedang nya, secara langsung.
"Tranggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
Serangkaian tusukan pedang Ji Lian Hua berhasil di tangkis oleh pemuda itu.
Sebelum kemudian di lanjutkan dengan beberapa kali benturan pedang di udara.
Di mana Ji Lian Hua dan pemuda itu, mereka terlihat saling serang di udara dengan cepat .
Masing masing muncul menghilang di udara, tapi benturan senjata mereka tidak berhenti.
Ji Lian Hua terlihat mengandalkan kecepatan dan kelincahan ingin menekan pemuda itu.
__ADS_1
Tapi pemuda itu mampu mengimbanginya dengan tenang.