
Anak panah yang meluncur deras dari udara, menembus kabut.
Itu adalah anak panah yang di lepaskan oleh kepala suku penunggang burung dari suku Bei Di.
Panah meluncur deras menembus kabut asap langsung mengarah ke tenggorokan Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua terlihat tersenyum pasrah, perlahan dia memejamkan matanya menanti ajal nya tiba.
Tapi beberapa saat menanti, tidak juga terjadi apa apa dengan dirinya.
Malah dia merasa ada tangan lembut yang menahan pundaknya.
Selain itu juga terdengar suara heboh di angkasa sana.
Ji Lian Hua dengan agak penasaran mencoba membuka sebelah matanya untuk melihat situasi.
Dia segera menemukan anak panah itu ternyata tertahan dalam cengkraman tangan Yu Ming .
Yu Ming lah yang muncul, di sana membantu menahan anak panah sekaligus menahan bahunya dengan lembut.
Ji Lian Hua sambil tersenyum gembira berkata,
"Yu Ming ke ke kamu akhirnya datang juga.."
"Aku pikir..?"
Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,
"Kamu pikir apa..?"
Ji Lian Hua ingin menjawabnya, tapi dia melihat sebilah kapak sedang meluncur kearah mereka.
Secara reflek dia langsung berteriak,
"Awas kak..!"
Yu Ming tanpa menoleh langsung menangkap kapak itu kedalam telapak tangannya.
Dia lalu berkata,
"Hua er kamu beristirahatlah serahkan mereka padaku.."
"Biar aku yang urus.."
Selesai berkata Yu Ming langsung berbalik menghadap kearah lawan yang tertutup oleh kabut asap.
Yu Ming dengan gerakan yang tidak terlihat melontarkan kapak itu keluar dari balik asap kabut.
Kapak yang berasal dari kepala suku penunggang badak suku Bei Di.
Langsung di retur kembali oleh Yu Ming , meski sudah di halau oleh 4 orang pengawal kepala suku itu.
Kapak itu tetap saja tidak terhentikan, kapak baru berhenti setelah mata kapak membenam di kening kepala suku pasukan penunggang badak.
Kepala suku itu, jatuh terpental dari atas punggung tunggangan nya, jatuh tergeletak tak bernyawa lagi.
__ADS_1
Melihat keadaan itu pasukan penunggang badak menjadi ribut sendiri.
Mereka terlihat cemas panik dan bingung harus melakukan apa selanjutnya.
Karena pemberi komando mereka kini telah tewas dalam keadaan mengenaskan.
Di saat keadaan pasukan penunggang badak sedang kalut.
Yu Ming sudah melesat keluar dari balik kabut, dia kini melesat keangkasa.
Mengincar kepala suku penunggang burung besar yang berada di udara sedang sibuk mengatur barisan pasukan burung nya yang kocar kacir ketakutan.
Setelah di angkasa sana muncul Naga Panca Warna, yang merupakan raja dari segala mahluk di tiga alam semesta.
Semburan api panca warna nya, telah membuat sebagian burung besar itu tewas dengan tubuh gosong.
Sisa nya terlihat panik kocar kacir, berusaha melarikan diri, tanpa memperdulikan arahan dari penunggang nya lagi.
Keadaan ini membuat banyak penunggang burung besar yang terjatuh dari atas punggung tunggangan nya.
Jatuh meluncur deras kebawah tak terkendali sama sekali.
Kepala suku penunggang burung, tidak menyadari kemunculan Yu Ming .
Dia baru menyadarinya, saat jantungnya sudah di tembus oleh anak panahnya sendiri.
Tapi semua nya sudah terlambat saat dia menyadarinya.
Karena kini dia sedang terguling dari atas punggung tunggangan nya. Tubuh'nya sedang meluncur deras jatuh kebawah.
"Paman Naga di sini sudah bukan masalah..!"
"Turun lah kebawah tolong bantu galau badak badak itu..!"
Naga Panca Warna mengangguk, dia lalu meluncur deras kebawah menembus awan.
Begitu tiba di bawah sana keempat cakarnya masing-masing mencengkram Seekor badak, yang terlihat tidak berdaya di dalam cengkraman nya.
Badak badak yang penunggangnya sudah melompat duluan melarikan diri.
Mereka di bawa terbang keatas sebelum kembali di jatuhkan kebawah menghantam pasukan badak yang sedang kalut dan panik.
Badak badak yang berjatuhan dari udara menghantam kumpulan nya sendiri.
Membuat suasana di bawah sana menjadi semakin kacau dan panik.
Kehadiran Naga Panca warna saja sudah membuat badak badak itu kacau ketakutan.
Apalagi mereka di tangkap, di bawa keudara kemudian di banting keatas tanah.
Sebentar saja arena pertempuran langsung sepi, karena badak badak itu secara acak tanpa terkendali mereka berlarian kesana kemari berusaha meloloskan diri.
Mereka tidak ada yang mau menjadi bulan bulanan permainan naga panca warna.
Diangkat keatas, lalu di banting kebawah .
__ADS_1
Yu Ming sendiri dari atas sana, melihat di arena lain, Yang Jian dan kedua rekannya sedang kesulitan karena 7 lawan mereka yang menunggang harimau bersayap, menggunakan sesuatu untuk menekan mereka.
Yu Ming segera berbelok arah, meninggalkan kawanan burung besar, yang sedang berusaha melarikan diri.
Dia langsung menyusul mendekati kawanan harimau bersayap itu.
Saat tiba di sana, tanpa berkata apa-apa, Yu Ming langsung memberikan tujuh tebasan cepat kearah tujuh harimau bersayap itu .
Tujuh cahaya kilat menyambar ke tujuh harimau bersayap, sehingga membuat tujuh binatang itu, sejenak di buat kejang kejang di udara, sebelum terjatuh kebawah .
Harimau bersayap satu persatu berjatuhan kebawah dalam keadaan pingsan dan mengalami luka patah tulang.
Sedangkan penunggang nya, mereka bertujuh tewas, saat ikut terbanting keatas tanah.
Yu Ming bergerak cepat menggunakan telapak tangannya menghancurkan batu merah di ujung tongkat ke tujuh orang itu dengan pukulan penghancur karang.
Ketujuh batu merah itu meledak hancur berkeping-keping berserakan di atas tanah.
Dengan hancurnya batu batu itu, segel terbuka.
Yang Jian Li Cing dan Na Cha baru bisa bernafas lega, mereka segera memulihkan luka luka di tubuh mereka.
Kedatangan Yu Ming telah merubah situasi pertempuran, suku Bei Di yang merasa tidak mampu menandingi Naga Panca Warna.
Mereka segera memimpin sisa pasukan mereka melarikan diri dari tempat itu.
Setelah situasi sudah tenang, tidak ada musuh yang terlihat lagi, Naga Panca Warna segera menyatu kembali ke tubuh Yu Ming .
Yu Ming sejenak mengedarkan pandangan matanya mencari cari, dia akhirnya menemukan Ji Lian Hua yang sedang sibuk mengurus bawahan nya yang terluka.
Yu Ming segera pergi membantunya merawat pasukan kerajaan Zhou yang banyak terluka dan tewas.
Hampir sepanjang malam mereka sibuk, menjelang pagi mereka berdua baru agak santai.
Sambil duduk sarapan bubur bersama, Yu Ming pun berkata,
"Hua er setelah ini apa rencana mu selanjutnya..?"
Ji Lian Hua tersenyum canggung dan berkata,
"Aku ingin membebaskan Ji dari kepungan suku Bei Di.."
"Tapi dengan keadaan kondisi pasukan kami seperti ini.."
"Rasanya sulit kami bisa melakukan nya, kecuali Yu Ming ke ke mau..?"
Yu Ming tersenyum dan berkata,
"Demi Budi makan minum dari mu, selama aku di Thian Cien Pai.."
"Baiklah sekali lagi aku akan ikut campur masalah perang antar kerajaan.."
"Begini rencananya.."
Ucap Yu Ming mulai menjelaskan strateginya.
__ADS_1