PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Gubernur Lui


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, beberapa pasukan lapis ketiga, mereka berhasil bangkit berdiri, mereka segera saling membantu memapah rekan rekan mereka yang terluka untuk di bawa pergi dari tempat itu.


Mereka sebelum pergi masing masing pada menyerahkan sejumlah uang dari saku mereka, untuk mereka taruh bertumpuk tumpuk diatas meja.


Setelah itu, mereka baru bergerak meninggalkan tempat itu.


Dengan langkah kaki terseok Seok.


"Berhenti ..!"


Bentak Yu Ming saat mereka hendak pergi,


Rombongan yang sudah menerima pelajaran dari Yu Ming , mereka otomatis menghentikan langkahnya.


Menatap kearah Yu Ming dengan penuh ketakutan.


Yu Ming Menatap kearah mereka semua dan berkata,


"Bagaimana dengan mayat mayat dan kotoran yang teman teman kalian tinggalkan ini..!?"


Salah satu dari mereka dengan bahasa Han yang kaku berkata,


"Jangan khawatir tuan pendekar,..Kami setelah ini akan kembali untuk membereskan nya.."


"Biarkan kami kembali ke perkemahan untuk mengambil tandu dan kereta kemari.. untuk menjemput jasad jasad rekan kami.."


"Kotoran darah yang mengotori tempat ini kami juga akan membersihkan nya ."


"Apa begitu sudah boleh tuan pendekar..?"


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Ingat janji kalian, bila tidak aku pasti akan mendatang kemah kalian.."


"Mengambil kepala kalian semuanya untuk menemani mereka ke akherat.."


Mendengar ancaman Yu Ming , prajurit yang tadi menjawab segera berkata,


"Tuan pendekar tenang saja, kami meski punya nyali juga tidak berani melanggarnya.."


"Kami pasti akan kembali mengurusnya.."


Yu Ming mengibaskan tangannya dan berkata,


"Menggelinding lah dari hadapanku.!"


Seketika prajurit prajurit itu segera bergegas pergi dari tempat itu.


Yu Ming setelah melihat mereka pergi, dua segera melambaikan tangan nya kearah pelayan yang sedang bersembunyi di balik meja.


Melihat kode lambaian tangan dari Yu Ming, pelayan itu dengan sikap takut takut, segera melangkah menghampiri Yu Ming dan berkata,


"Tuan muda ada pesan..?"


Yu Ming menepuk pundak pelayan itu dengan lembut dan berkata,


"Tempat ini terlalu kotor,tolong kamu aturkan tempat di lantai tiga.."


"Kami lebih baik pindah kesana.."

__ADS_1


Pelayan itu mengangguk cepat dan berkata,


"Tentu tuan muda, jangan khawatir kami pasti akan mengatur yang terbaik untuk tuan muda.."


Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia kini menoleh kearah kakek Sun dan berkata,


"Kakek Sun,.. nona Sun,.. maaf ada gangguan tak terduga yang mengotori tempat ini.."


"Bagaimana bila kita pindah ke lantai atas dan meneruskan makan minum dan ngobrol ngobrol nya di atas sana saja.."


"Di sana tentu lebih nyaman daripada di sini.."


Kakek Sun menjura kearah Yu Ming dan berkata,


"Silahkan pendekar muda Yu Ming.."


"Kami ikut saja, mana yang baik.."


Yu Ming mengangguk, lalu dia segera melangkah menuju tangga dan bergerak naik ke lantai dua.


Setelah tiba di lantai tiga, menemukan sebuah meja kosong yang cocok.


Yu Ming pun mengambil tempat duduk di sana.


Tidak perlu menunggu lama, pelayan pelayan restoran dengan penuh hormat.


Mereka segera membantu memindahkan satu persatu makanan dan minuman yang ada di meja lantai dua, untuk di pindahkan ke lantai tiga .


"Mari mari silahkan kita lanjutkan kembali makan minum kita.."


Ucap Yu Ming dengan sikap penuh sopan santun, meminta kedua tamunya untuk melanjutkan makan minum bersama.


"Terimakasih pendekar muda Yu Ming.."


"Kelihatannya gosip dunia persilatan mengenai anda, sebagai pemuda ajaib tidak terkalahkan, tampaknya tidak palsu.."


"Anda sungguh luar biasa, hanya dalam satu dua gebrakan, sudah membuat pasukan asing tamu kehormatan pemerintah setempat, jadi tunggang langgang.."


"Tapi anak muda aku harus ingatkan kamu, segera lah tinggalkan tempat ini.."


"Tempat ini tidak baik di tinggali lama, kamu telah menghajar orang orang sewaan gubernur Lui.."


"Sebentar lagi bila pasukan kota dan pasukan bayaran itu tiba, maka masalah tentu akan lebih sulit di perbaiki.."


Yu Ming menatap kearah kakek Sun dan berkata,


"Apa maksud kakek Sun pejabat kerajaan Zhou, Adipati Lui bekerjasama dengan tentara asing itu..?"


"Apa tujuan nya, apakah pasukan lokal tidak cukup untuk menjaga keamanan kota ini..?"


Kakek Sun tersenyum pahit dan berkata,


"Raja Ji Fa meninggal cepat, putra penerusnya masih kecil.."


"Putri Ji Lian Hua yang hebat hilang tanpa jejak.."


"Ji Dan pamannya raja sungguh tidak mudah, apalagi banyak harus hadapi invasi dari suku terasing ."


"Keadaan ini membuat negri tidak aman.."

__ADS_1


"Banyak Adipati yang memperkokoh kekuasaan dengan mengandalkan kekuatan militer sewaan mereka sendiri sendiri.."


"Mereka hanya terus menghimpun kekuatan untuk mempertahankan kekuasaan mereka.."


"Mereka tidak ada yang perduli dengan keadaan rakyat mereka yang hidup menderita dan kelaparan.."


"Di mana harga barang terus naik, karena tuntutan pajak yang tinggi.."


"Pengurusan surat birokrasi yang bertele tele, para pejabat bekerja hanya untuk mencari pamor dan popularitas pribadi.."


"Rakyat hidup dalam kondisi tercekik, tapi semua pejabat dan keluarganya hidup senang senang.."


"Untuk mencegah timbulnya kerusuhan dan pemberontakan, masing masing pejabat setempat lebih rela mencari tentara sewaan untuk menjaga kelanggengan kekuasaan dan harta kekayaan mereka.."


"Dar pada menggunakan uang itu, untuk menolong rakyat yang hidup diantara air dan api."


"Yang diatas hidup enak hingga makanan di buang buang dan di muntahkan."


"Sebaliknya yang di bawah mereka, hidup kelaparan dan tercekik.."


Ucap kakek Sun mengeluhkan keadaan dunia saat ini.


Yang dari luar terlihat baik baik saja.


Tapi aslinya ternyata tidak seindah yang terlihat di permukaan.


Mendengar keluhan kakek Sun, Yu Ming jadi terdiam.


Yu Ming tiba tiba merasa, bila Ji Lian Hua ada di sisinya.


Tentu situasi ini akan lebih mudah di tangani, tanpa Ji Lian Hua tentu akan lebih sulit.


Bila tidak tertangani dengan baik, malah dia yang bisa di tuduh sebagai pemberontak.


Tapi mendiamkannya setelah melihat juga tidak mungkin.


Jadi mau ataupun tidak, Yu Ming tetap harus membantu mengatasi situasi ini..


Saat Yu Ming sedang asyik makan minum santai bersama kakek Sun dan cucu nya.


Tiba-tiba terlihat pelayan yang melayani Yu Ming , dia dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran.


Segera menghampiri meja Yu Ming , dengan nafas tersengal sengal dan berkata,


"Tidak baik Tuan muda, Gubernur Lui dan seluruh pasukan nya, mereka mengepung penginapan dan menutup semua jalan.."


"Gubernur Lui, meminta tuan muda untuk turun kebawah menemuinya. "


Yu Ming berdiri, dia menepuk pundak pelayan itu, lalu dia menoleh kearah kakek Sun dan berkata,


"Kakek Sun nona Sun silahkan kalian lanjutkan.."


"Tidak perlu menunggu ku.."


"Aku ada sedikit urusan, mau turun kebawah sebentar menemui seseorang .."


Kakek Sun tersenyum tipis dan berkata,


"Sungguh panjang umur dia, baru saja di sebut, dia sudah tiba.."

__ADS_1


__ADS_2