
Mendengar ucapan Ji Lian Hua yang nyolot si mata cekung hampir kembali meledak menerjang kearah Ji Lian Hua.
Tapi dia berhasil di cegah oleh rekannya dan di bawa pergi agak jauh untuk di tenangkan.
Sementara itu, di area judi kini temannya yang bicaranya sopan sudah maju menggantikan posisinya dan segera berkata,
"Nona katakan saja, keberatan mu.."
"Tak usah perdulikan teman ku itu, aku akan mencoba mengimbangi permintaan nona.."
Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,
"Aku tadi tidak mendengar dengan baik, saat dia mengguncang dadu,.. bolehkah anda guncang dadunya sekali lagi buat kami..?"
Bandar pengganti yang baru mengangguk dan berkata,
"Boleh saja, bukan masalah asalkan pemasang di sini setuju.."
"Aku akan mengulanginya untuk nona.."
Para pemasang yang rata rata adalah anggota sekte pedang tanpa tanding, mereka segera mengangguk setuju.
Mereka mana berani mati pergi menantang Ji Lian Hua.
Istilahnya mau tendang anjing ataupun kucing juga harus melihat muka siapa pemiliknya.
Ji Lian Hua adalah orang terdekat tuan Wu Ming, guru mereka saja keok dan begitu hormat dengan Wu Ming.
Apalagi mereka, mana mereka berani menyinggung Ji Lian Hua selama ada Wu Ming di belakangnya.
Melihat semua yang hadir setuju, bandar pengganti, segera meraih mangkuk dan piring yang masih tertutup.
Kemudian dia mengguncang nya kembali, untuk memenuhi tuntutan Ji Lian Hua.
Sesaat kemudian dia baru meletakkan kembali piring dan mangkuk penutup di hadapan semua orang.
Orang orang mulai menggeser taruhan mereka, hanya Ji Lian Hua yang tidak menggeser arah pasangannya dia tetap membiarkan pasangan nya di angka 6.
Bandar pengganti segera berkata,
"Nona apa kamu tidak ingin merubah pasangan mu..?"
"Bila tidak ada perubahan maka pasangannya menjadi sah, dan aku akan segera membuka penutup ini. "
Ji Lian Hua sambil tersenyum tenang berkata,
"Silahkan saja,.. aku percaya guncangan dadu mu pasti akan membantu ku menang.."
"Jadi tidak ada yang aku rasa perlu di rubah.."
"Silahkan.."
Mendengar ucapan Ji Lian Hua bandar pengganti segera meraba penutup mangkok.
__ADS_1
Kemudian dengan gerakan cepat dia sudah merubah arah dadu di dalam mangkuk dengan trik kecilnya, sebelum penutup mangkuk dia buka.
Tapi begitu penutup mangkuk terbuka sepasang matanya dan mata ketiga rekan kerjasama nya.
Semuanya pada melotot tak percaya melihat kearah isi piring di hadapan mereka.
Karena begitu penutup mangkuk di buka, dadu yang tadinya sudah di setel dengan trik kecil.
Kini malah terlihat terus berputar belum mau berhenti.
Semua yang hadir terlihat kaget dan sulit percaya dengan keadaan tersebut.
Di saat mereka semua sedang kaget dan bingung, perlahan lahan satu persatu dadu mulai berhenti bergerak.
Dadu pertama menampilkan angka enam, Ji Lian Hua langsung berlompatan gembira.
Dia bersorak sorak gembira sambil memeluk Yu Ming .
Sesaat kemudian menyusul dadu kedua dan ketiga yang ikutan berhenti dan menunjukkan angka 6 yang sama.
Seketika Ji Lian Hua bersorak semakin gembira, saking gembiranya, dia sampai menghadiahi ciuman di pipi Yu Ming .
Yang seketika membuat Yu Ming jadi diam mematung menatap Ji Lian Hua.
Ji Lian Hua segera tersadar, akan tingkahnya yang kelewat batas dan memalukan.
Untuk menutupi rasa malu dan canggung nya, dia buru buru kembali ke hadapan Bandar bandar judi yang sedang melotot tak percaya dengan hasil itu.
Sesaat kemudian mereka mulai saling menyalahkan, yang paling vokal tentu adalah si mata cekung.
Ji Lian Hua yang melihat hal itu, dia berkata sengaja memanaskan suasana.
"Tak perlu saling menyalahkan, saat ini yang penting bayar dulu kemenangan kami.."
"Urusan lain boleh di bahas belakangan.."
"Aku pasang dua tael emas untuk angka enam, itu artinya kali 4 bila kena, karena kenanya tiga dadu, semuanya angka enam..Maka kalian harus siapkan bayaran 12 kali lipat.."
"Dan kamu si mata anjing, bila kamu tidak puas, taruhan berikutnya kamu boleh kembali maju.."
"Tak perlu menggonggong dan menyalak seperti anjing kelaparan begitu.."
"Sekarang cepat bayar..!"
Si mata cekung sampai bergelombang dadanya, saat mendengar ucapan Ji Lian Hua yang jelas jelas memaki nya sebagai anjing.
Si mata cekung akhirnya berteriak marah,
"Bayar ya bayar, kamu pikir kami tidak sanggup bayar..!"
Selesai berkata, si mata cekung segera menghitung dan membayar ke Ji Lian Hua.
Akibat pembayaran itu, semua uang modal gabungan mereka hampir habis .
__ADS_1
Ketiga rekannya hanya bisa menatap kearah modal mereka yang hampir ludes dengan tatapan mata sakit.
Saat semua uang mereka oleh si mata cekung di dorongkan ke hadapan Ji Lian Hua.
Selesai membayar ke Ji Lian Hua, si mata cekung menunjuk kearah wajah Ji Lian Hua dan berkata,
"Hari ini meski aku harus pertaruhkan seluruh harta leluhur ku.."
"Aku juga tidak akan mundur dari mu ******..!"
"Berani kamu bertaruh kembali, atau kamu akan lari setelah menang, seperti ****** pada umumnya.!?"
Ji Lian Hua hampir saja melompat maju menghajar si mata cekung.
Yang tidak ada artinya di mata Ji Lian Hua, ucapan si mata cekung itu yang kelewat batas.
Membuatnya sulit menelan emosi ini, dia bahkan tidak akan sayang bila seluruh uang di meja dia jejalkan masuk kedalam mulut si anjing bermata cekung itu.
Tapi pergerakan nya keburu di tahan oleh Yu Ming , yang memberi kode ke Ji Lian Hua agar bersabar.
Yu Ming akhirnya angkat bicara,
"Baiklah, berikut nya taruhan nya adalah seluruh harta mu dan harta warisan leluhur mu.."
"Bawa kemari seluruh hartamu, tunjukkan ke kami, setelah itu kita boleh lanjutkan pertaruhan nya.."
Si mata cekung menatap tajam kearah Yu Ming dan berkata,
"Baik kamu tunggu saja..!"
Setelah itu dia segera berlalu dari sana dengan wajah penuh emosi.
Dia bahkan dengan gayanya membuka baju.
Melemparnya kedalam sungai, dan meludah kesana sini sambil mengomel panjang pendek .
Ji Lian Hua langsung ngakak melihat tubuh si mata cekung yang kurus kerempeng dengan tato naga merah di punggung.
Tapi karena yang membuat tato nya adalah pelukis murahan, jadinya bukan naga tapi malah lebih mirip Kelabang.
Yu Ming juga menahan senyum melihat tato yang di pamerkan oleh si mata cekung tersebut.
Tak butuh waktu lama, si mata cekung sudah kembali keatas kapal dengan membawa sebuah kantong kain.
Saat tiba di hadapan Yu Ming dan Ji Lian Hua, dia segera menumpah keluar seluruh isi kantung yang di bawa nya.
Lalu dia berkata,
"Aku mempertaruhkan semua nya,.. bagaimana..!?"
"Berapa kalian ingin bertaruh..?!"
Yu Ming tersenyum tenang lalu dia melirik kearah beberapa orang rekan si tato kelabang dan berkata,
__ADS_1
"Kalian bertiga bagaimana,? apa kalian akan ikutan bertaruh untuk nya..?"