
Yu Ming tidak berhasil menghindari semburan cairan hijau kental itu.
Seluruh tubuhnya terbungkus oleh cairan hijau kental itu, cairan berbau amis itu, segera membuat Yu Ming tidak mampu bergerak.
Yu Ming merasa seluruh tubuhnya mati rasa, hingga tidak mampu di gerakkan.
Yu Ming jatuh tergeletak di atas tanah, dalam keadaan sadar, tapi dia tidak mampu bergerak.
Hal ini justru lebih menyiksa, ketimbang dia langsung tewas ataupun pingsan.
Dia akan bisa melihat dengan jelas, bagaimana ular besar itu mengendus ngendus.
Menjilati tubuhnya, dengan lidahnya yang bercabang dua, yang sangat menjijikkan.
Dia juga harus merasakan kengerian hebat, saat ular besar itu membuka moncong nya lebar lebar, memamerkan taring nya yang panjang panjang.
bersiap siap mencaplok dan menelan nya dalam keadaan hidup hidup.
"Akhhh apa aku sesial ini, baru terlahir kedunia ini, belum juga bersinar, sudah harus kembali bertemu Meng Po.."
"Dasar sial, sungguh memalukan, seorang Yu Ming yang namanya menggetarkan seluruh kahyangan, kini dengan begitu mudahnya.."
"Harus mati ditelan hidup hidup oleh seekor ular sialan seperti ini.."
Keluh Yu Ming di dalam hati, sambil menatap jijik, ngeri, tapi dia tidak berdaya, untuk menghindarinya.
Tiba-tiba tidak tahu datang dari mana, sebatang pedang bercahaya biru, melesat menembus kepala ular itu.
Sehingga moncong ular yang terbuka itu menyemburkan darah segar kearah wajah Yu Ming, yang sedang terbaring tak berdaya.
Kepala ular itu kemudian jatuh menimpa tepat di sebelah kiri wajah Yu Ming.
"Booommm..!"
Debu mengebul dedaunan berhamburan keatas .
Yu Ming yang berada persis di sebelahnya, hanya bisa memejamkan matanya, mencegah debu masuk.
Menahan nafas agar tidak menghisap debu yang berhamburan.
"Tuan putri lihat di sana.!"
"Tepat di sebelah ular besar, yang tuan putri bunuh itu, di sana ada sesosok manusia yang terbaring kaku..!"
Ucap seorang gadis dewasa, yang muncul bersama seorang gadis cilik, yang umurnya kurang lebih hampir sama dengan Yu Ming.
"Coba kita lihat kesana.."
Ucap gadis cilik itu sambil mengulurkan tangannya kedepan.
Dengan ajaib pedang sinar biru itu terbang kembali, lalu masuk kedalam telapak tangan gadis cilik itu, menghilang di sana.
Berubah menjadi sebuah tato kecil di tengah tengah telapak tangan gadis itu.
Mereka berdua melayang ringan, kemudian mendarat di hadapan Yu Ming.
"Hei kamu kenapa berlepotan jorok begini..?"
__ADS_1
Tanya gadis cilik itu, sambil menatap kearah Yu Ming dengan wajah heran.
Yu Ming tidak menyahutnya, sebaliknya dia terus menatap kearah wajah gadis itu, dengan tatapan mata heran dan sulit percaya.
"Hei kamu lihat apa ? aku bertanya pada mu, mengapa kamu seperti ini..?"
"Tidak di jawab malah memelototi ku,..?"
Bentak gadis cilik itu sambil berkacak pinggang.
Yu Ming meski ingin menjawab dia juga tidak akan mampu, karena seluruh tubuhnya mati rasa.
Bahkan lidah pun ikut tidak bisa dia gerakkan, bagaimana dia mau menjawabnya..
Jadi dia ia hanya bisa menatap gadis cilik itu, dengan sepasang mata terbelalak lebar dan mengeluarkan suara,
"Ahh,.. Uhhh...Ahh,.. Uhhh...!"
Tidak jelas apa yang ingin dia ucapkan.
"Tuan putri jangan buang waktu, kelihatannya dia ini gagu.."
"Tidak bisa bicara, percuma saja tuan putri ajak bicara.."
"Tuan putri hanya buang waktu percuma.."
Yu Ming yang di bilang gagu, dia tidak bisa membantahnya, akhir nya dia memilih memejamkan matanya.
"Tuh kan lihat,.. bahkan mengucapkan terimakasih pun tidak bisa, langsung tutup mata.."
"Orang seperti ini, lebih baik biarkan saja di sini, buat di mangsa hewan buas saja.."
Gadis cilik itu melirik kearah pelayan nya, dengan tatapan mata penuh teguran dan berkata,
"Siao Hung kamu bicara apa ? mana boleh seperti itu.."
"Sebagai orang yang belajar ilmu silat, menolong orang yang sedang kesusahan, itu sudah seharusnya.."
"Mana boleh kita melihat orang hampir mati memilih berpangku tangan, tidak menolong nya.."
"Ini sangat tidak sesuai dengan nasehat ayah ku, juga guru ku.."
"Ayo kamu bantu bawa gendong dia, kita bawa ketempat guru."
"Mungkin guru bisa membantunya.."
Hal inilah yang ingin di hindari oleh Siao Hung tadi, dia sudah menebak akan ada kejadian seperti ini.
Makanya dia mengusulkan untuk meninggalkan Yu Ming di sana.
Biar muncul dan hancur dengan sendirinya.
Tapi sayangnya usaha nya gagal., dia malah dapat perintah, untuk membawa Yu Ming ketempat kediaman guru tuan putrinya.
Jalan menuju kesana saja begitu sulit, apalagi membawa beban seperti Yu Ming.
Dia tentu, yang akan paling banyak menanggung capeknya.
__ADS_1
Siao Hung sempat berpikir akan menyeret Yu Ming begitu saja.
Tapi sesaat kemudian dia tidak jadi melakukan nya.
Bila dia lakukan itu, ada kemungkinan putrinya malah akan menyuruhnya menggendong tubuh Yu Ming, yang jorok dan menjijikan itu.
Baru berdiri di sana saja, aroma amis memuakkan, sudah tercium jelas olehnya.
Hal ini saja sudah membuat dia bersusah-payah, menahan diri agar tidak muntah.
Bila sampai tuan putrinya nanti memintanya, untuk menggendong Yu Ming, sehingga seluruh pakaian dan rambutnya, akan ikut terkontaminasi bau nya Yu Ming.
Memikirkan hal ini, dia pun langsung mual perutnya, apalagi bila sampai kejadian.
Mau menolak tidak berani, tidak menolak lebih parah.
Berpikir sampai di sini, Siao Hung yang tidak ingin mengalami kejadian yang lebih parah.
Dia tanpa banyak cakap, segera mencari kayu dan akar rotan.
Membuat sebuah tandu, lalu menarik Yu Ming yang terbaring kaku di atas tandu, meninggalkan tempat tersebut.
Sepanjang perjalanan Siao Hung hanya bisa mengeluh dalam hati, dan mengutuk Yu Ming habis habisan.
Meski Yu Ming baru berusia 8 tahun, tubuhnya tidak lah seberapa berat.
Tapi karena perjalanan menuju tempat kediaman guru tuan putrinya, berada di salah satu puncak Feng Huang San.
Di mana jalan yang harus ditempuh begitu sukar dan terus menanjak keatas.
Terkadang masih harus memanjat dinding tebing terjal, untuk bisa terus naik keatas.
Dengan membawa Yu Ming turut serta, ini benar benar menjadi ujian yang sangat melelahkan bagi nya.
Di beberapa bagian yang curam dan terjal, berkali kali Siao Hung punya pemikiran, untuk melepaskan pegangan tangannya.
Agar tubuh Yu Ming tergelincir meluncur jatuh masuk kedalam jurang tak berdasar.
Dia tinggal beralasan, tangannya kram kelelahan, sehingga tidak sengaja pegangan tangannya terlepas.
Tapi dia tidak pernah berani melaksanakan niat di dalam pikirannya itu.
Dia takut tuannya, akan memerintah dia pergi turun kedalam jurang mencari jasad Yu Ming.
Itu akan lebih mempersulit dirinya sendiri.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, dia dengan sangat terpaksa harus membatalkan niatnya.
Untungnya dia di istana adalah termasuk salah satu pengawal wanita terbaik, dan memilki ilmu bela diri lumayan.
Makanya sampai sejauh ini, dia masih mampu bertahan.
Berbeda dengan Siao Hung, yang terlihat sangat kelelahan dan capek dalam perjalanan tersebut.
Tuan putri cilik itu, justru terlihat sangat baik kondisinya, dia selalu memimpin berlompatan di paling depan.
Wajahnya yang bersemu merah dan sedikit berkeringat, dengan anak rambut sedikit menempel di dahinya.
__ADS_1
Membuat kecantikan alami gadis cilik itu menonjol jelas.