
Pagi itu, saat kapal mereka sedang bersiap meninggalkan pulau Wan.
Yu Ming yang seperti biasanya, dia bila sedang tidak di kamarnya.
Tentu Yu Ming akan berdiri termenung di anjungan kapal terdepan, dengan segudang beban pikiran yang hanya dia sendiri yang tahu.
Keadaan ini Paman Luo dan yang lainnya semua tahu dan paham, mereka memilih mengabaikan nya.
Saat saat seperti langit runtuh sekalipun, tidak akan ada yang berani pergi mengusik Yu Ming .
Bukan karena takut, tapi karena mereka segan dan sangat menghormati Yu Ming .
Semua tindak tanduk sikap prilaku Yu Ming , yang membuat paman Luo dan semua anak buahnya kagum, percaya dan sangat menghormati Yu Ming .
Semakin lama mengikuti Yu Ming mereka justru semakin setia dan ingin melakukan yang terbaik buat tuan mereka tersebut.
Disaat Yu Ming sedang berdiri termenung menatap langit biru, dan awan putih yang mirip seekor kuda putih terbang sedang berarak di angkasa.
Yu Ming yang bermata tajam melihat sesuatu sedang bergerak cepat menghampiri posisi kapal nya.
"Paman Naga.. kamu akhirnya muncul juga.."
"Aku sudah lama menunggumu.."
Ucap Yu Ming sambil tersenyum gembira.
Tidak butuh waktu lama Naga Panca Warna sudah tiba di hadapan Yu Ming .
"Tuan muda, masalah besar kamu harus menolong Hua er dan putri mu..."
Ucap Naga Panca Warna begitu tiba di hadapan Yu Ming .
Yu Ming menatap Naga Panca Warna dengan bingung dan berkata,
"Apa yang terjadi,? tolong ceritakan dengan lebih jelas.."
Naga Panca Warna menggelengkan kepalanya,
"Takutnya tiada waktu lagi,. untuk itu.."
"Naiklah dulu ke punggung ku, nanti aku jelaskan sambil jalan.."
Yu Ming tahu bila tidak mendesak Naga Panca Warna tidak mungkin bersikap seperti ini.
Tanpa banyak bicara, Yu Ming langsung melayang keatas, duduk diatas punggung tunggangan nya.
Sebelum berangkat, Yu Ming menoleh kearah paman Luo dan berkata,
"Paman Luo dan semuanya terimakasih, misi dan kebersamaan kita sampai di sini saja...!"
"Ini ada sedikit tanda ucapan terimakasih ku, terima lah dan bagi lah dengan adil..!"
"Selamat tinggal semuanya..!"
__ADS_1
Selesai berkata, Yu Ming melesat pergi bersama Naga Panca Warna .
Sedangkan paman Luo menerima sebuah peti kayu kecil , berukir indah dari Yu Ming .
Begitu di buka, di dalam nya berisi 15 butir mutiara malam sebesar telur bebek dan sejumlah kertas giro, yang jumlahnya cukup untuk paman Luo dan semua anak buahnya.
Untuk melewatkan sisa hidup mereka tanpa kekurangan sedikitpun meski mereka kedepannya tidak bekerja seumur hidup mereka.
Paman Luo dan semua nya, segera berlutut menghadap kearah kepergian Yu Ming .
Mereka terus menyembah dan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih mereka ke Yu Ming .
Hingga Yu Ming dan Naga Panca Warna menghilang dari pandangan mereka.
Mereka semua baru bangkit berdiri, menunggu panggilan dari paman Luo, yang siap membagikan imbalan mereka masing masing dengan adil.
Setelah pembagian imbalan selesai, paman Luo berkata,
"Tuan muda Yu Ming telah pergi, selanjutnya tujuan kita tentu pulang ke kota Xiang.."
"Kembali ke rumah kita, kembali ke Wu Ti Cien Pai.."
"Setelah kita kembali ke kota Xiang, kapal beserta isinya akan aku kembalikan ke Cu Kung.."
"Bagaimana menurut kalian.."
"Apa ada yang punya pendapat lain..?"
Tidak ada yang punya pendapat, karena keputusan paman Luo memang sangat adil dan masuk akal.
Kapal ini memang milik ketua mereka, tentu saja isi kapal semuanya akan jadi imbalan bagi ketua mereka.
Karena kapalnya di pinjam selama bertahun tahun, dan dalam waktu ini.
Mengikuti Yu Ming paman Luo juga sudah membagikan imbalan secara adil ke mereka semuanya.
Setelah memastikan tidak ada yang berkeberatan, paman Luo pun membubarkan semuanya.
Mereka semua kembali ke tugas masing masing,
Kapal kembali melanjutkan perjalanan dengan tujuan kampung halaman mereka kota Xiang.
Di tempat lain Yu Ming yang duduk di punggung Naga Panca Warna .
Dia terlihat terdiam, karena Roh gaib hitam dan putih tiba tiba muncul di dalam pikirannya.
Mereka saat ini, sedang berbicara serius, lebih tepatnya roh gaib hitam dan putih lah yang sedang berbicara, menyampaikan pendapat mereka ke Yu Ming .
"Tuan muda, kini kami semua sudah lengkap.."
"Bila tuan muda berminat, dengan menggabungkan kekuatan roh gaib hitam dan putih.."
"Kami bisa membantu tuan membuat sebuah portal cahaya teleportasi.."
__ADS_1
"Portal ini bisa mempersingkat waktu perjalanan tuan mengunjungi pulau di timur laut sana.."
Yu Ming menatap ragu dan berkata butuh waktu cepat, tiada waktu main main.."
"Apa kalian yakin bisa, jangan sampai nanti kita malah di tempat lain.."
"Sehingga nanti bukannya cepat, malah nanti menjadi semakin terlambat.."
"Jangan makin bantu makin repot.."
Roh gaib hitam tersenyum dan berkata,
"Aku akan menjaminnya, tuan muda percaya saja ke kami berdua.."
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, kita jalankan saja kemauan kalian.."
"Sekarang apa yang akan kalian lakukan..?"
Tanya Yu Ming menunggu petunjuk dari kedua roh gaib itu.
Mereka berdua secara bergantian mengajarkan tehnik dan cara yang harus Yu Ming lakukan.
Yu Ming mendengarkan nya sambil mangut mangut.
Beberapa saat kemudian Yu Ming sudah kembali ke dunia nyata, tanpa berkata apapun,Yu Ming langsung mengibaskan tangannya kedepan,
Seketika muncul portal cahaya pelangi di depan sana,
"Paman Naga, kita lewati portal cahaya itu saja ."
"Akan mempersingkat waktu perjalanan kita.."
Naga Panca Warna mengangguk cepat, tanpa berpikir dua kali dia langsung melesat melewati portal cahaya pelangi tersebut.
Setelah Naga Panca Warna menghilang kedalam portal cahaya pelangi.
Portal cahaya pelangi seketika lenyap dari tempat itu, semua kembali normal.
Seperti tidak ada kejadian apapun di sana.
Di tempat lain, saat Naga Panca Warna keluar dari port cahaya pelangi yang lain.
Naga Panca Warna sangat kaget, menemukan dirinya kini posisinya ada diatas pulau di timur laut yang selama ini menjadi tempat tinggalnya bersama Ji Lian Hua.
Naga Panca Warna langsung melesat meluncur deras kebawah menuju bagian paling barat dari pulau yang cukup besar dan luas itu.
Dari atas sana baik Naga Panca Warna maupun Yu Ming mereka sama sama bisa melihat dengan jelas situasi yang sedang terjadi di bawah sana.
Di tepi sebuah tebing yang curam, Yu Ming melihat Ji Lian Hua sambil sedang bertahan mati matian menghadapi seorang gadis cantik yang sangat Yu Ming kenal.
Karena gadis itu adalah Ping Ru Meng istrinya yang kabarnya kerajaan nya hancur dirinya hilang begitu saja tanpa kabar beritanya .
__ADS_1