PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Rencana Yu Ming


__ADS_3

Di sebuah kamar yang di hiasi secara sederhana dengan warna serba merah.


Dengan sepasang lilin merah besar yang sudah padam apinya.


Sebuah meja yang di hiasi beberapa macam masakan dan arak sederhana yang terlihat sudah pernah di santap ala kadarnya.


Sebuah ranjang sederhana yang tertutup rapat tirai kain merah sederhana.


Pasangan berbahagia di balik tirai kain merah tersebut, terlihat sepasang insan berbahagia, sedang berbaring tanpa busana.


Dengan tubuh dari dada kebawah, tertutup sebuah selimut kain berwarna merah.


Yu Ming terlihat berbaring santai dengan Ji Lian Hua terlihat berbaring dengan kepala bersandar di dada Yu Ming .


Mereka berdua sama sama terlihat tersenyum bahagia, meski titik titik peluh kecil terlihat membasahi wajah dan tubuh pasangan berbahagia tersebut.


"Hua er tahukah kamu, hari ini aku merasa sangat berbahagia.."


"Semenjak aku terlahir di dunia ini, sebagai manusia recehan.."


"Hari ini adalah hari di mana, aku mendapatkan anugerah takdir yang paling bermakna dan paling membahagiakan dalam kehidupan ku."


"Apa kamu merasakan hal yang sama..?"


Ucap Yu Ming sambil mencium lembut kepala istrinya.


Ji Lian Hua tersenyum bahagia dan berkata,


"Aku tentu juga merasakan hal yang sama, aku juga sangat bahagia.."


"Kamu harus tahu, bisa berjodoh, bertemu dan bisa bersama seperti ini bersama mu adalah harapan dan keinginan terbesar dalam hidupku ini.."


"Untuk bisa mewujudkan nya, tidak lah mudah, maka nya aku sangat menghargai setiap detik setiap waktu kebersamaan kita.."


"Meski hanya sedetik pun aku sudah sangat berbahagia.."


"Aku benar benar tidak ingin melewatkan nya.."


"Aku tidak ingin kamu menjadi kenangan dan penyesalan terbesar dalam hidup ini.."


"Aku ingin seluruh hidupku adalah kamu, aku hanya ingin bersamamu.."


"Aku benar benar sangat mencintai mu.."


Selesai berkata Ji Lian Hua mengangkat kepalanya menatap kearah Yu Ming .


Melihat Yu Ming sedang tersenyum menatap kearah nya.


Ji Lian Hua bertanya sambil tersenyum,


"Apa aku terlihat sangat lucu, dengan keinginan ku yang terlihat bodoh itu..?"


Yu Ming menggelengkan kepalanya, dia menggunakan jari jempolnya dengan lembut .menyentuh dan membelai wajah istrinya yang halus licin.


"Tidak Hua Er, kamu sama sekali tidak tampak bodoh.."


"Justru di mata ku, kamu terlihat sangat sempurna dan membuatku semakin mencintai mu.."

__ADS_1


"Hua er aku juga mencintaimu.."


Ucap Yu Ming sambil mengecup lembut kening istrinya yang halus.


Ji Lian Hua tersenyum bahagia, lalu dia kembali menyusupkan kepala nya, bersandar di dada Yu Ming .


Memberikan pelukan erat, seolah olah takut saat bangun tidur nanti.


Yu Ming tidak akan pernah ada lagi di sisinya.


Di mana dia harus menghadapi kenyataan Yu Ming telah pergi meninggalkan dirinya.


Membiarkan dirinya menjalani kehidupan yang sepi, di sisa sisa kehidupan nya yang mungkin masih panjang .


Yu Ming juga seperti bisa merasakan, apa yang menjadi kekhawatiran dan beban pikiran istrinya.


Yu Ming segera membalas memeluk Ji Lian Hua dengan lembut.


Dan berbisik pelan di telinga Ji Lian Hua,


"Tidurlah bila kamu mengantuk dan lelah.."


"Aku berjanji padamu, apapun yang terjadi, saat kamu bangun nanti aku tetap adalah orang pertama yang akan kamu lihat esok.."


Ji Lian Hua mengangguk pelan, sambil tersenyum bahagia.


Dia segera memejamkan sepasang matanya.


Sebutir air bening kebahagiaan mengalir turun dari sudut matanya, saat dia menutup sepasang matanya.


Yu Ming yang bisa merasakan tetes air bening yang jatuh menitik di dadanya.


Yu Ming sendiri merasakan tetesan bening Ji Lian Hua, sebagai air yang sangat berharga.


Air yang sangat menyejukkan untuk mengobati hati dan jiwa nya yang kering.


Semenjak dia harus terlahir di kehidupan ini, yang penuh dengan kemalangan, untuk menebus semua dosa masa lalu nya.


Perlahan lahan Yu Ming juga ikut memejamkan matanya, untuk pertama kalinya seumur hidup nya.


Dia tidur dengan begitu nyenyak dan rileks, hingga keesokan paginya.


Saat cahaya mentari memasuki kamar lewat sela sela jendela.


Yu Ming baru terbangun dari tidurnya, begitu terbangun dan melihat Ji Lian Hua, tidak ada di dalam pelukannya.


Yu Ming dengan wajah panik dan kaget, segera keluar dari balik ranjangnya.


"Hua er..!"


Yu Ming yang hampir berteriak panik memanggil nama istrinya.


Dia tidak jadi melakukannya.


Karena dia menemukan istrinya masih ada di kamar tersebut.


Istrinya yang mengenakan baju tidur putih putih, terlihat sedang duduk menghadap cermin.

__ADS_1


Istrinya sedang menyisir rambutnya, yang hitam panjang dan memilki aroma wangi khas bunga yang spesial.


Melihat sikap Yu Ming, Ji Lian Hua sambil menahan senyum, lewat cermin di hadapannya, dia menatap kearah Yu Ming dan berkata,


"Bagaimana nyenyak kah tidur mu..?"


"Apa aku menganggu tidur mu..?"


Yu Ming segera mengambil pakaian tidurnya, yang sudah di lipat dengan rapi oleh Ji Lian Hua, di tepi pembaringan mereka.


Yu Ming segera mengenakan nya kembali, setelah itu dia baru berjalan menghampiri istrinya.


Memeluknya dari belakang dan berkata,


"Nyenyak, sangat nyenyak,.. ini adalah kali pertama aku tidur senyenyak itu, tentunya terkecuali aku pingsan.."


Ji Lian Hua menutupi mulutnya menahan tawa, mendengar ucapan suami nya, yang menggelitik syaraf tertawa nya.


Ji Lian Hua sejenak kemudian menatap suaminya lewat cermin dan berkata,


"Yu Ming ke ke lapar kah, kalau lapar aku mau pergi siapkan sarapan untuk mu.."


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tadinya tidak, tapi setelah kamu bertanya jadi terasa sedikit lapar ."


"Kamu tak perlu pergi menyiapkannya, biar kita sama sama kedepan lihat ada makanan apa yang sudah siap.."


"Bila belum, kamu cukup rebus air saja, biar aku turun kelaut cari sedikit peruntungan untuk sarapan kita.."


"Ikan dan udang segar aku rasa akan lumayan untuk mengisi perut kosong kita.."


Ji Lian Hua tersenyum dan berkata,


"Kamu bilang begitu aku jadi ke pingin, ayo kita kedepan, aku mau segera rebus air.."


Tak lama kemudian pasangan itu keluar juga, dari kamar pengantin mereka yang sederhana.


Ji Lian Hua pergi menuju dapur menyiapkan rebusan air.


Sedangkan Yu Ming langsung pergi ke bagian depan kapal.


Di mana saat tiba di sana,Yu Ming melihat Paman Luo dan bawahannya, mereka sedang sarapan bubur.


Melihat Yu Ming muncul,paman Luo sambil tersenyum berkata,


"Tuan muda ayo kemari ikut dengan kita minum bubur,..!"


"Di mana nyonya muda ? ajaklah juga kemari sekalian, kita minum bubur sarapan bersama.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Istriku sedang rebus air di dapur, aku mau cari peruntungan sedikit di laut, untuk teman makan bubur kita.."


Mendengar ucapan Yu Ming , anak buah kapal Paman Luo otomatis bersemangat.


Mereka langsung meninggalkan bubur yang sedang mereka makan.

__ADS_1


Mereka segera pergi mengambil jaring ikan dan kantung jaring penyimpanan ikan buat Yu Ming .


__ADS_2