
"Menyewa perahu dari ayah ibu ku, mereka hanya perlu menyetor 30% hasil pendapatan bersih mereka setelah hasil tangkapan mereka terjual.."
"Selain itu mereka bila ingin, mereka bisa menyisihkan 20% penghasilan mereka untuk menyicil perahu.."
"Bila lunas, mereka bisa memiliki perahu sendiri, sehingga tidak perlu menyewa lagi.."
Ucap Yang Ni bercerita dengan penuh semangat.
Saking semangatnya mereka berdua telah kembali ke penginapan.
Yu Ming sengaja memilih satu tempat strategis duduk di restoran tersebut, yang kini terlihat sepi.
Hanya ada mereka berdua saja, Yang Ni tidak menolaknya.
Dia setelah duduk berhadapan dengan Yu Ming .
Dia kembali melanjutkan ceritanya,
"Semua ilmu silat ku adalah didikan ayah ibu ku, jadi boleh di bilang mereka adalah orang tua ku, sekaligus guru ku.."
Yu Ming mendengarkan dengan baik dan berkata,
"Apa kamu punya saudara lainnya..?"
"Maksud ku, selain kamu apa orang tua mu punya anak lainnya..?"
Yang Ni menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada aku hanya anak tunggal.."
Yu Ming mengangguk dan melanjutkan berkata,
"Mengapa kamu tidak tinggal bersama orang tua mu.."
"Malah datang kemari sendirian..?"
Yang Ni terlihat termenung sejenak dan berkata,
"Aku bertengkar dengan mereka, karena aku tidak setuju dengan perjodohan yang mereka atur untuk ku.."
"Aku melarikan diri diam diam dari rumah dan akhirnya tiba di kota ini.."
Yu Ming mengangguk paham, dia tidak bertanya lebih lanjut mengenai keputusan dan alasan pribadi Yang Ni.
Karena dia tidak ingin mencampuri terlalu jauh urusan pribadi Yang Ni.
Baru saja Yu Ming ingin bertanya lebih jauh, mengenai kenapa Yang Ni bisa terbius oleh lawannya.
Tiba tiba mata Yu Ming yang tajam melihat pemuda mencurigakan yang ada di lokasi kejadian di mana Yang Ni mengalami musibah.
Pemuda itu terlihat sedang bergerak cepat, membawa sebuah buntalan kain di punggung, ingin meninggalkan penginapan tersebut lewat pintu samping.
"Yang Ni kamu tunggu sebentar, aku ada urusan dengan orang itu.."
__ADS_1
Ucap Yu Ming cepat.
Belum sempat Yang Ni, menjawabnya, Yu Ming sudah hilang dari hadapannya.
Yang Ni di dalam hati mulai ragu, Yu Ming adalah orang yang sama yang telah menodainya.
Melihat gelagat dan sikap Yu Ming di tambah dengan kemampuannya yang bisa jadi jauh lebih tinggi darinya.
Tidak ada alasan bagi Yu Ming setelah menodainya, masih mau bertanggung jawab.
Menerima semua tuntutan nya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Alasan yang mungkin masuk akal Yu Ming menerimanya, pertama Yu Ming serius menyukainya.
Kedua Yu Ming tidak ingin dia malu menderita dan memilih jalan pikiran pendek mengadu nyawa, dan mengakhiri hidupnya sendiri.
Alasan pertama kemungkinan kecil, bila melihat respon Yu Ming terhadap dirinya yang biasa saja.
Tidak ada tindakan yang spesial, bahkan mendengarkan cerita nya, Yu Ming memilih duduk di tempat ini.
Bukan mengajaknya ke kamar, karena dia kini adalah istrinya,jadi bebas aja, bila Yu Ming menginginkan nya.
Yang Ni menebak kemungkinan adalah karena alasan kedua, tapi di lain sisi Yang Ni tidak berharap alasan Yu Ming bersama nya karena alasan kedua.
Tidak tahu kenapa dia mulai berharap Yu Ming adalah orang yang sama dengan orang menodai nya itu.
Dia juga berharap Yu Ming melakukan ini semua karena alasan pertama.
Bila itu kenyataannya, dia tidak akan berkeberatan menjadi istri Yu Ming, dia akan nekad mengajak Yu Ming kembali ke Desa Nelayan Ping An, untuk di pertemukan dengan orang tuanya.
Tepat menutupi jalan pemuda tampan yang bersikap anggun itu.
"Hei mengapa kamu seperti setan gentayangan terus menutupi jalan ku..!"
"Minggirlah aku tidak ada urusannya dengan mu..!"
Bentak pemuda itu kesal.
Yu Ming menanggapinya dengan senyum dingin dan berkata,
"Hari ini sebelum kebenaran terungkap, jangan harap ada yang bisa pergi dari sini.."
"Terutama kamu, kamu adalah tersangka utama kejahatan yang berada pertama di lokasi kejadian.."
"Jadi masalah gadis itu, sedikit banyak kamu ikut terlibat.."
Pemuda itu dengan gugup dan wajah kaget dia berkata,
"Kamu jangan sembarang bacot, aku Ji Qin Fu, putra nya pangeran Ji Dan adiknya kaisar Ji Fa adalah orang dari keluarga terhormat.."
"Bagaimana mungkin aku bisa melakukan kejahatan memalukan, seperti anjing mencari selamat seperti itu ."
"Hati hati kamu kalau berbicara.."
__ADS_1
Tegur pemuda tampan yang ternyata adalah putranya pangeran Ji Dan yang pernah Yu Ming tolong dulu.
Yu Ming tersenyum mengejek dan berkata,
"Bila bersih tetap bersih, bila kotor tetap kotor.."
"Tak perlu meminjam nama Ji Fa atau Ji Dan untuk menekan ku.."
"Aku katakan pada mu aku Wen Yu Ming tidak akan mempan dengan gertak seperti itu.."
"Bahkan bila di lokasi bukan kamu si Siao Pai Lian, si kecil bermuka pucat ini..di sana adalah paman kebanggaan mu Ji Fa.."
"Aku tetap akan menuntutnya, hingga kasus ini terbuka semuanya.."
"Aku sarankan kembali lah ke kamar mu, jangan mencari malu sendiri."
Ji Qin Fu terlihat ragu ragu, antara gengsi dan takut.
Sebagai putra orang terhormat tentu gengsi dia mundur ketakutan tanpa perlawanan.
Tapi sebagai orang yang pernah menyaksikan langsung pergerakan Yu Ming .
Dia sadar dirinya kemungkinan besar bukan lawan Yu Ming .
Tapi akhirnya gengsi telah mengalahkan rasa takutnya.
Ji Qin Fu segera mengeluarkan ilmu energi cahaya ufuk barat, ilmu warisan keluarga nya.
"Alam Semesta Tanpa Arah...!"
Bentak Ji Qin Fu sambil mengerahkan jurus pertama dari energi ufuk barat.
Berbeda dengan ayah yang low profile selalu menyimpan kemampuannya.
Ji Qin Fu ini mirip dengan Ji Fa yang sifatnya meledak ledak pantang menyerah bila merasa benar.
Tenaga akan semesta terus terhisap memasuki tubuh Ji Qin Fu, berputaran di sekitar tubuhnya.
Angin berkesiur terus berputaran seperti angin tornado terus membentuk pusaran menyelimuti tubuh Ji Qin Fu yang berada di pusat pusaran.
Ji Qin Fu seperti sedang merapal mantra mengumpulkan kekuatan alam semesta dulu.
Sebelum melepaskan pukulan yang akan mengguncang seluruh bangunan penginapan.
Yu Ming diam diam kagum dan harus akui pemuda muka pucat yang menjadi tersangka utama itu.
Ternyata cukup memiliki kemampuan, dia yang terlalu meremehkan nya.
Kini sepasang matanya mulai terbuka, tanpa berani berayal, Yu Ming segera mengeluarkan pedang Xuan Yuan.
Menyerap Chi dewa dari pedang tersebut untuk memenuhi tubuh nya.
Yu Ming sedang menyiapkan jurus Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Langit dan Bumi.
__ADS_1
Dia akan melepaskan dua tebasan sekaligus, dia juga membantu memaksimalkan kekuatan Chi nya, dengan bantuan tenaga dari Hei Pai Shi Phi.