PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
SUARA KERIBUTAN


__ADS_3

"Tapi mereka juga tidak sepenuhnya salah senior.."


"Tahu kemampuan diri sendiri,dalam setiap kali ingin bertindak, itu juga bukan hal yang salah."


"Berhati hati, dan memperhitungkan dengan teliti, sebelum mengambil keputusan, ini juga akan menghindari terjadinya kesalahan mengambil keputusan.."


Ucap Yu Ming di dalam pikiran nya sendiri.


Segera muncul roh gaib putih, menyela.


"Benar sekali itu anak muda, tak usah dengarkan si hitam yang serakah itu.."


"Bila bukan karena dia serakah, dia juga tidak perlu di kurung Da Yu ribuan tahun.."


"Kau..dasar tak berguna,.."


"Aku malas berdebat dengan kalian, lebih baik aku lanjutkan tidur ku saja.."


Ucap roh gaib hitam kesal.


Dia segera menghilang dari dalam pikiran Yu Ming .


Begitu dia menghilang Roh gaib putih langsung tertawa senang dan berkata,


"Lihat..lihat..! picik sekali dia seperti anak kecil.."


"Tapi Ming Er saran dia tidak sepenuhnya salah, kamu layak pergi periksa.."


"Siapa tahu tempat itu, memang benar adalah lokasi makam kedua berada."


"Bila seperti itu, kamu memang harus menempuh bahaya itu..tidak ada pilihan lain.."


Yu Ming mengangguk setuju, begitu roh gaib putih ikut menghilang.


Yu Ming pun kembali kealam sadar nya, begitu kembali kealam sadar.


Melihat rombongan pemburu itu, sudah berjalan hampir melewatinya.


Yu Ming segera berteriak memangil mereka,


"Paman bertiga tunggu..!"


Ketiga pemburu itu segera menghentikan langkah mereka, mereka membalikkan badan menghadap kearah Yu Ming .


Asin yang bertubuh pendek, segera berkata,


"Anak muda kamu sedang apa disini ?"


"Apa ada yang bisa kami bantu .?"


"Ohh begini paman bertiga, aku bernama Yu Ming aku kebetulan sedang melepas lelah di sini.."


"Sebelum nanti melanjutkan perjalanan ku.."


Mereka bertiga segera menjura kearah Yu Ming , satu persatu mereka memperkenalkan nama mereka ke Yu Ming .


"Anak muda kamu sedang ingin pergi kemana ? kalau boleh tahu..?"


Ucap Asan sambil tersenyum ramah.


Yu Ming menatap kearah mereka bertiga dengan serius dan berkata,

__ADS_1


"Terus terang aku tidak punya tujuan jelas."


"Aku hanya melakukan perjalanan di daerah hutan selatan, sambil mencari pengalaman baru dan tantangan baru.."


"Tadi secara kebetulan, aku mendengar paman bertiga bercerita tentang suatu tempat yang penuh misteri dan tantangan.."


"Aku jadi tertarik ingin kesana, meluaskan pengalaman, apa paman bertiga, ada yang bersedia mengantar aku ketempat itu..?"


Asan menatap kearah rekannya Asin, yang sepertinya adalah ketua kelompok mereka.


Asin mengangguk dan berkata,


"Bukan masalah bila kamu ingin kesana, kami bisa mengantarkan.."


"Tapi hanya sampai sebatas di mana lubang itu berada ."


"Sisanya kamu bisa lakukan sendiri,.."


"Tapi sebelumnya kami harus ingatkan pada mu, tempat itu sangat rawan bahaya.."


"Berdasarkan pengalaman kami, hutan seperti itu pasti penuh dengan mahluk mahluk berbahaya.."


"Setiap saat bisa saja merengut nyawa mu, apa sepadan dengan pengetahuan yang ingin kamu peroleh..?"


Yu Ming tersenyum santai dan berkata,


"Untuk itu aku sudah pertimbangkan, aku rasa cukup sepadan di tukar dengan rasa penasaran ini.."


Asin mengangguk, lalu berkata,


"Baiklah kami akan mengantar mu kesana, tapi gak bisa hari ini.."


"Mungkin besok pagi, kita baru bisa kesana.."


"Berada ditengah hutan malam malam, itu sangatlah beresiko, jadi memang sebaiknya besok pagi kita kesana itu lebih pas.."


"Selain itu kami juga sedang dalam perjalanan pulang, ingin menjual sedikit hasil buruan kami.."


"Lalu mencari makan dan beristirahat.."


"Bagaimana anak muda, anda ingin ikut dengan kami ke desa atau..ada rencana lain..?"


Tanya Asin ramah.


Yu Ming terdiam sejenak, lalu berkata,


"Hmm begitu ya,..kalau begitu paman bertiga silahkan saja.."


"Aku malas bolak balik, aku tunggu di sini saja, besok pagi kita baru kesana.."


"Anak muda tempat ini, kalau malam juga berbahaya, kamu harus hati hati.."


Ucap Ase mengingatkan.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Terimakasih Paman , aku akan berhati hati.."


"Saat malam tiba, aku akan beristirahat di atas sana.."


ucap Yu Ming tenang.

__ADS_1


Asan kita menyambung berkata,


"Anak muda meski di atas pohon termasuk aman, tapi kamu tetaplah harus berhati hati.."


"Beberapa macam hewan predator malam, seperti beruang madu, macan tutul, macan hitam, ular piton, anaconda, mereka adalah predator yang bisa memanjat pohon.."


"Kamu tetap harus waspada."


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Terimakasih atas informasi dan perhatiannya, Yu Ming akan ingat itu.."


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu.."


"Sampai ketemu besok.."


Ucap Asin sambil menjura kearah Yu Ming, yang langsung diikuti oleh kedua rekannya, Asan dan Ase.


Yu Ming segera membalas menjura dan mengucapkan terimakasih.


Sesaat kemudian setelah berpisah, Yu Ming pun kembali ke bawah pohon rindang untuk duduk santai.


Sambil mencoba memejamkan matanya


Yu Ming sekarang adalah manusia awam dengan tubuh awam biasa, tentu saja dia perlu makan perlu tidur untuk beristirahat cukup.


Bila terlalu di paksakan tubuhnya tidak akan kuat dia bisa sakit.


Kemarin di Istana ayahnya begitu banyak masalah dan kesibukan, dia sudah kekurangan waktu untuk beristirahat.


Kini ada waktu banyak, Yu Ming tentu tidak akan melewatkan nya.


Yu Ming berpikir setelah istirahat cukup, sore nanti sebelum matahari tenggelam, dia baru mengumpulkan ranting kayu dan daun kering untuk membuat api unggun di bawah sini.


Yu Ming yang berpengalaman, dia tahu cara itu bisa bantu mengusir hewan buas mendekat, juga bisa menghindari nyamuk hutan mengincarnya, saat hari mulai gelap.


Tanpa energi pelindung, semua memang menjadi lebih repot.


Karena kelelahan selama beberapa hari ini, tidak butuh waktu lama.


Yu Ming langsung terlelap, tidak perduli lagi dengan keadaan sekitarnya.


Yu Ming merasa tenang, karena tempat ini, masih cukup terbuka belum termasuk daerah bagian dalam hutan sana.


Tempatnya saat ini, masih terhitung bagian dari pinggiran hutan.


Lagian dia punya ilmu bela diri, hasil tempaan gurunya Wang Wu, dia tidak perlu terlalu khawatir det hewan buas.


Hewan buas biasa bukanlah lawan nya, kecuali yang sejenis hampir mencapai tahap memasuki siluman, seperti buaya putih raksasa tempo hari.


Mungkin dia harus sedikit lebih berhati hati dalam menghadapinya.


Tapi kini sudah jauh berbeda, dia ada pedang Xuan Yuan, juga ada bantuan tenaga dari Hei Pai Shi Phi.


Kini kekuatan Yu Ming sudah lebih dari cukup untuk membunuh seekor hewan legenda sekalipun.


Makanya Yu Ming bersikap santai saja, tidak ada yang perlu dia khawatirkan.


Beberapa saat Yu Ming terlelap, tiba tiba dia mendengar suara senjata beradu, dan suara teriakan riuh rendah bercampur aduk yang menganggu kenyamanan tidur nya.


Sehingga Yu Ming segera membuka matanya untuk melihat keadaan sekitarnya.

__ADS_1


Untuk memastikan ada apa yang sedang terjadi.


__ADS_2