PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMBALI KE PENGINAPAN


__ADS_3

"Dalam hal ini, sebagai warga kamu harus sabar menunggu dan menghargai usaha dan kerja keras kami.."


"Anak muda, aku ingatkan sekali lagi, sekali lagi kamu berani meragukan kapasitas kerja kami.."


"Jangan salahkan kami, bila kamu bisa menahan mu dengan tuduhan menghina petugas.."


"Dan bila kamu berani melawan kamu akan di kenakan hukuman melawan petugas ."


Ucap pria itu serius mengancam Yu Ming .


Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,


"Begini saja, terserah apa pendapat kalian, mau bilang aku menghina petugas, melawan petugas."


"Bahkan menuduh aku memberontak, terserah kalian itu memang hak kalian ."


Tapi satu hal, bila kalian ingin membawa dia, kalian tolong kembalikan patung ini keasal nya."


"Bila ada di antara kalian yang mampu, maka orang ini bebas kalian bawa.."


Ucap Yu Ming sambil mengangkat sebuah patung arca singa raksasa, di depan pintu penginapan.


Untuk dia letakkan di tengah tengah jalan.


Singa itu jatuh berderak hebat, mengguncang tanah hingga tanah di sekitar seperti di landa gempa.


Ini menunjukkan bahwa betapa beratnya patung singa arca di hadapan nya itu.


Lantai jalan sampai mengalami retak retak tidak kuat menahan beban arca singa itu


Petugas keamanan yang tadinya sombong, sok berwibawa dan mengancam ngancam.


Kini dia terdiam tidak mampu bersuara, dia terlihat menelan ludahnya sendiri menatap patung arca di hadapannya itu.


Wajahnya sebentar pucat sebentar merah, dia sulit berkata kata.


Dia sadar meski dia dan seluruh anak buahnya bergabung sekalipun.


Menggeser arca itu mungkin bisa, tapi mengangkat, apalagi mengembalikan ketempat asal.


Itu sangat tidak masuk akal, mereka tidak mungkin sanggup.


Ingin mundur gengsi, di lihat orang banyak, ingin maju mengeroyok Yu Ming dia ragu.


Yu Ming begitu kuat, biar mereka maju semua, mereka belum tentu sanggup menangkap Yu Ming .


Bila gagal bukan masalah, tapi yang lebih gawat lagi, bila mereka di permalukan oleh Yu Ming .


Mau di taruh kemana muka mereka nanti, bila hal itu terjadi.


Setelah beberapa saat menimbang, akhirnya pemimpin rombongan menunjuk wajah Yu Ming dan berkata dengan wajah sangar.


"Bocah busuk aku hitung kamu punya nyali..!"

__ADS_1


"Kamu tunggu dan lihat saja nanti..!"


"Saudaraku..! ayo kita mundur..!'


Selesai berkata, dia segera memimpin rombongannya meninggalkan tempat itu.


Setelah mereka pergi, banyak masyarakat yang terlihat mengutuk rombongan keamanan itu dengan wajah tidak puas.


Tadi rombongan petugas ada di sana, mereka hanya bisa diam, kini rombongan petugas pergi.


Mereka segera ramai mencemooh rombongan petugas tidak berguna itu, sebagai petugas makan gaji buta.


Bisanya cuma menggemukkan kantong sendiri dan menindas rakyat.


Saat masalah benar datang, mereka hanya bisa berdalih dan beralasan tanpa realisasi.


Bila di kritik marah tidak di kritik merajalela.


Sungguh suatu ironis dengan tugas dan dan tanggung jawab mereka, sebagai pengayom keamanan rakyat .


Setelah mereka pergi, Yu Ming dengan santai mengangkat patung arca singa itu untuk di kembalikan ketempatnya.


Tindakan Yu Ming segera mengundang tepuk tangan dan pujian dari semua masyarakat yang berkumpul di sana.


Setelah Yu Ming mengembalikan patung itu kembali keasal nya, Yu Ming melihat Min Min menghampirinya dan berkata,


"Yu Ming ke ke, kakak Yang Ni dan kakak Hui Mei malu untuk keluar.."


Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia segera menghadap ke penduduk yang berkumpul di sana dan berkata, dengan suara lantang,


"Orang ini adalah penculik pemerkosa dan pembunuh gadis malang di kelenteng bobrok sana.."


"Menurut kalian semua, apa hukuman yang paling cocok untuk nya..?"


Segera terdengar suara simpang siur ada yang minta di bunuh, ada yang minta di telanjangi lalu di cambuk, ada yang minta di hukum dengan di lempari dengan batu hingga mati.


Berbagai usulan segera terdengar dari keramaian, Yu Ming hanya diam mendengarkan.


Hingga suasana sedikit mereda,


Yu Ming baru berkata,


"Kalau begitu kita pungut suara saja.!"


"Suara terbanyak akan kita gunakan untuk menghukumnya..!"


"Setuju..!?"


Tanya Yu Ming .


"Setuju...!"


Jawab semua yang hadir kompak.

__ADS_1


Pemuda botak yang setelah sadarkan diri melihat dirinya sudah terikat di sebuah tiang gantung.


Menanti hukuman yang akan di putuskan lewat pemungutan suara.


Wajahnya langsung pias keringat bercucuran membasahi wajah dan punggungnya.


Rasa nyeri di kaki tangan dan bawah pusarnya sampai mati rasa, saking dia ketakutan mendengar usulan hukuman warga yang berbagai macam rupa dan cenderung sadis sadis.


Akhirnya setelah suara di kumpulkan semua Yu Ming mengikuti suara terbanyak menjatuhkan hukuman pada Si botak, di hukum gantung di pintu gerbang kota.


Kemudian di lempari dengan batu oleh seluruh warga hingga mati.


Sewaktu hukuman berlangsung Yu Ming tidak mengikutinya, dia lebih memilih mengajak Min Min pergi mengunjungi kamar mayat di kantor petugas keamanan kota.


Yu Ming dan Min Min datang membawa kereta kuda yang memuat peti mati didalam nya.


Saat melihat Yu Ming datang berkunjung, beberapa petugas piket yang bertugas menjaga pintu masuk ke kantor petugas keamanan kota.


Mereka segera berlari masuk kedalam untuk mengabari pimpinan mereka akan kedatangan Yu Ming .


Tak lama kemudian pimpinan petugas keamanan kota, segera keluar dari dalam untuk menemui Yu Ming .


"Bocah busuk, apa belum cukup puas kamu mengacau di kota Qu Fu, sehingga kamu mengacau sampai kemari..?!"


"Atau kamu ingin seluruh pasukan keamanan kota ini baru kamu puas..!?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Tidak anda jangan salah paham dulu, kedatangan aku kali ini bukan untuk mencari ribut.."


"Aku hanya ingin membantu gadis ini, mengambil kembali mayat kakaknya yang meninggal di kelenteng bobrok semalam.."


"Itu saja..!?"


Tanya pimpinan petugas keamanan itu kurang percaya dengan apa yang dia dengar.


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Benar itu saja.."


Pimpinan petugas keamanan sedikit bernafas lega, dia lalu menyuruh salah satu anak buahnya mengantar Yu Ming menuju ruang identifikasi mayat.


Dengan diantar oleh petugas itu, tanpa kesulitan Yu Ming akhirnya bisa membantu Min Min mendapatkan kembali jasad kakak'nya untuk di masukkan kedalam kereta.


Dari tempat itu, Yu Ming langsung membawa kereta nya menuju tempat pembakaran mayat, sesuai petunjuk dari petugas keamanan yang menemaninya mengambil mayat.


Setelah berhasil mendapatkan abu dan tulang belulang kakaknya yang di simpan di sebuah guci.


Min Min mengikuti Yu Ming kembali ke penginapan dengan sepasang mata merah bengkak karena kebanyakan menangis


Yu Ming tidak mengusiknya, dia hanya mengantar Min Min hingga tiba di depan kamar penginapan nya.


Setelah itu Yu Ming segera meninggalkan tempat itu, membiarkan Min Min kembali kedalam kamar nya untuk menenangkan hati dan pikirannya seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2