
Yu Ming juga sulit menjelaskan mengapa bisa seperti itu, semua terjadi begitu saja di luar kendali dirinya.
Bila tidak ada Ji Lian Hua di hadapannya, ingin rasanya Yu Ming menampar mulutnya sendiri yang tidak bisa menyaring kata yang di keluarkan.
Kini Yu Ming hanya bisa mengutuk diri nya sendiri habis habisan, yang telah mencari repot sendiri.
Kini mau menarik ucapan nya pun sudah tidak bisa.
Tiba-tiba Ji Lian Hua menatap serius kearah Yu Ming dan berkata dengan suara pelan dan kepala tertunduk,
"Aku akan.."
Yu Ming sampai menelan ludahnya sendiri mendengar ucapan Ji Lian Hua.
Dengan agak gugup Yu Ming berkata,
"Apa..apa maksudmu,.. kamu akan ?"
Ji Lian Hua tiba tiba menarik daun telinga Yu Ming dengan wajah merah padam seperti kepiting rebus.
Dia berbisik pelan di telinga Yu Ming
"Dasar bodoh..."
"Aku besok pagi akan menunggu mu di gerbang bawah.."
"Tidak ketemu tidak akan bubar.."
Setelah itu dia segera berlari meninggalkan Yu Ming yang berdiri bengong di sana.
Saat tiba di ujung tangga, Ji Lian Hua tiba tiba berbalik menghadap kearah Yu Ming dan berkata,
"Aku akan menemani mu,.. selamanya...!"
Selesai berkata, gadis itu langsung menghilang dari sana.
"Sial mampus kamu sekarang.."
Maki Yu Ming sambil menampar kepalanya sendiri.
Roh gaib hitam tiba tiba muncul, kakek itu begitu muncul langsung memberikan senyum kakek Sugiono dan berkata,
"Tunggu apa lagi, bunga segar yang tiada dua nya sikat aja..baru pikir nantinya.."
"Kamu tidak mau aku mau.."
Yu Ming hampir saja meledak emosinya mendengar ucapan kakek itu.
Tapi sesaat kemudian dia berkata pelan di dalam pikirannya,
"Harap jaga ucapan dan sikap mu, aku banyak mengalah bukan karena aku takut.."
"Percaya tidak, aku akan mengurung mu di dalam Hei Shi Phi..?"
Ucapan Yu Ming segera membuat roh gaib hitam buru buru menghilang.
Dia benar benar tidak berani banyak bunyi lagi.
Melihat mahluk menyebalkan itu sudah hilang dari pikiran nya.
Yu Ming berdiri seorang diri menatap ke angkasa, di mana bintang bintang bertaburan di atas.
__ADS_1
Yu Ming membiarkan angin lembut berhembus melewati dirinya.
Berhembus menerbangkan rambut dan jubahnya yang berkibaran tertiup angin malam.
Berhembus membawa pergi semua beban pikiran dan semua kesedihan di hatinya.
Biarlah angin yang membawa pergi semua beban yang ada di hati nya.
Setelah hati dan pikiran nya mulai terasa ringan, Yu Ming baru beranjak dari sana.
Meninggalkan puncak benteng, Yu Ming berjalan berkeliling kota Ji seorang diri.
Mengamati situasi kota yang mulai tenang, tapi masih terlihat berbagai tempat yang berantakan.
Ceceran darah masih terlihat di mana mana, sambil melangkah Yu Ming berpikir dalam hati,
"Dua dari tiga alam sama saja.."
"Di mana mana selalu ada perebutan kekuasaan yang tiada henti.."
"Apa di neraka sana juga sama ?"
"Semoga tidak, semoga Yu Long bisa tenang menjalani kehidupannya di sana.."
"Yu Lek,.. bocah itu..mungkin dia sudah dewasa sekarang.."
"Ayah ibu..kalian semuanya apa kabar..?"
"Ahh aku sungguh merindukan mereka.."
Batin Yu Ming sambil menghela nafas panjang.
Yu Ming berhenti di depan sebuah kedai arak, yang terlihat sepi.
"Paman tolong dua botol arak,."
Ucap Yu Ming sambil mengambil tempat duduk di sebuah sudut yang agak sepi.
"Baik tuan muda..!"
"Harap tunggu sebentar,..!"
"Arak akan segera tiba..!"
Jawab pemilik kedai sambil mulai menyiapkan arak buat Yu Ming .
Cuaca mulai dingin di luar sana, salju mulai turun dengan derasnya.
Di daerah Utara ini tidak heran, salju memang sering turun, seperti curah hujan.
Kapan pun ingin turun, ya turun saja. Tidak selalu di tentukan oleh musim.
Terkadang bahkan bisa muncul badai salju yang sangat besar dan sangat dingin.
Makanya hampir semua penduduk di daerah Utara ini, mereka semua selalu mengenakan baju dan mantel bulu tebal.
Yu Ming yang hanya berpakaian tipis seperti orang Han wilayah selatan adalah suatu perkecualian, yang membuatnya terlihat berbeda.
Tapi Yu Ming sendiri tidak merasakan dingin sama sekali, karena seluruh tubuhnya selalu terlindung oleh kekuatan panas dari Hei Shi Phi.
Sehingga kehangatan tubuhnya tetap terjaga dalam kondisi apapun.
__ADS_1
Pemilik kedai yang melihat hal ini, dia mengambil inisiatif menghangatkan dulu arak di hadapannya.
Setelah arak mendidih, dia baru membawanya kearah Yu Ming sambil berteriak,
"Arak wangi dan hangat datang..!"
"Silahkan di nikmati Tuan muda.."
Yu Ming tersenyum ramah menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Terimakasih paman.."
"Sama sama silahkan di nikmati.."
Ucap pemilik kedai sambil tersenyum ramah.
Dia dengan cekatan menyiapkan cawan bersih untuk Yu Ming .
Setelah itu dia segera Bergegas kembali ke meja kasirnya.
Dia memilih duduk di balik meja, menghangatkan dirinya, di sebuah tungku perapian yang ada Baranya sedang menyala.
Yu Ming dengan santai minum secawan demi secawan, arak yang tersaji di hadapan nya.
Yu Ming larut dalam minuman nya sendiri tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya.
Di mana beberapa pengunjung di dalam kedai tersebut satu persatu mulai bergegas meninggalkan kedai tersebut.
Yu Ming baru mengangkat kepalanya, saat dia mendengar suara keras, yang berasal seorang pria berusia 30 an, dengan rambut bagian pinggir di botak, bagian tengah di kuncir.
Bajunya yang panjang lebar, ditambah dengan sepasang kakinya mengenakan kaos kaki, tapi juga mengenakan sandal jepit kayu.
Saat berjalan terdengar bunyi
"Tak tak tak tak..!"
Keadaan ini tentu saja sangat menarik perhatian orang yang melihatnya.
Tapi sebilah pedang panjang yang terselip di pinggangnya, tentu saja menunjukkan dia bukan orang sembarangan, yang boleh di buat main main.
Pria aneh itu mengambil tempat duduk tepat berhadapan dengan Yu Ming .
Dia memesan sebotol arak, dan mulai meminumnya tanpa banyak bersuara.
Sedangkan Yu Ming yang merasakan hawa pembunuh sangat pekat terpancar dari tubuh pria yang duduk di hadapannya.
Yu Ming sempat menatapnya sekilas, tapi karena orang itu bersikap tidak perduli hanya fokus dengan arak nya.
Yu Ming juga memilih untuk kembali melanjutkan menikmati arak di hadapannya.
Pria itu terus minum secawan demi secawan hingga arak di hadapannya habis dia baru berkata dengan suaranya yang berat dan kasar,
"Aku dengar dari sahabat ku, di daratan tengah ada jagoan muda yang sudah memasuki alam dewa.."
"Apa kamu orangnya..?"
"Kalau tidak salah nama mu Yu... Yu..apa itu aku lupa.."
Yu Ming sambil tersenyum tenang, dia mengisi cawan nya, lalu sambil tersenyum sinis.
Yu Ming bersulang kearah pria itu, dan berkata,
__ADS_1
"Maksud mu Yu Ming..?"