PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Kota Hang Zhou


__ADS_3

Pria berambut kuning beralis kuning yang di panggil Biden.


Dia mengangguk keteman nya dan berkata,


"Tenang kalian tunggu saja melihat, bagaimana aku akan membereskan mahluk kecil bermulut besar ini.."


Selesai berkata, Biden sambil tertawa-tawa penuh percaya diri, dia langsung mengulurkan tangannya untuk mencekik kerah baju Yu Ming .


Lalu dia menyusulnya dengan sebuah tamparan yang tepat di arahkan ke wajah Yu Ming .


",Arggghhh...!"


Teriak Biden kesakitan, hingga airmata terlihat mengalir bercucuran dari sepasang matanya yang melotot ketakutan.


Di hadapan Yu Ming terlihat, Yu Ming dengan sangat mudah, menangkap jari telunjuk jari tengah dan jari jempol Biden dengan cengkraman nya.


Hanya dengan gerakan memutar pelan dan menekan nya keatas, segera terdengar bunyi,


"Krreekkk..!"


Lalu Biden langsung menjerit kesakitan dan jatuh berlutut di hadapan Yu Ming .


Sedangkan tamparan yang di lepaskan oleh Biden, Biden sendiri juga tidak tahu kenapa bisa terjadi.


Wajahnya di tampar oleh tangan nya sendiri, hingga tiga buah gigi di dalam mulutnya, terlempar keluar.


"Plakkkk..!"


"Aduh...!"


Teriak Biden melesat keluar dari dalam kapal Yu Ming , jatuh bergulingan jungkir balik di tepi dermaga .


Melihat rekan mereka di hajar oleh Yu Ming dalam satu gebrakan , hingga terlempar keluar dari kapal tersebut.


Dua pria berkulit hitam legam, seperti warna arang.


Mereka segera bergerak maju, menerjang Yu Ming dengan pukulan tinju mereka yang besar dan kuat.


"Wuttttttt..!"


"Wuttttttt..!"


Angin pukulan mereka terdengar berkesiur, saat tinju besar mereka di lepaskan menyerang wajah Yu Ming dengan cepat.


Yu Ming dengan tenang menggunakan sepasang tangan nya menangkap tinju besar kedua pria berkulit hitam legam itu.


Begitu tinju besar pria kulit hitam itu masuk.dalam genggaman tangan Yu Ming .


Pukulan keras mereka seperti tenggelam kedalam sungai, belum sempat mereka menyadari apa yang terjadi.


Kedua pria berkulit hitam itu, tubuh nya langsung kejang kejang seolah olah tersengat listrik ribuan volt.


Saat Yu Ming melepaskan tinju, kedua orang itu, mereka langsung tergeletak lemas diatas tanah.


Yu Ming dengan ujung kakinya mencungkil ringan tubuh kedua orang hitam itu.


Seketika tubuh mereka ikut terlempar keluar dari kapal, menyusul si rambut kuning Biden, mendarat keras di atas tanah tepi pelabuhan.


Setelah menghajar 3 diantara mereka, sisa rekan mereka segera melarikan diri turun dari kapal Yu Ming dengan teratur.


Mereka kini menjadi penurut, tidak berani macam macam lagi di hadapan Yu Ming .


Turun dari kapal Yu Ming mereka segera membantu memapah 3 teman mereka yang di hajar oleh Yu Ming .

__ADS_1


Mereka terbirit birit melarikan diri, bahkan menoleh pun mereka tidak berani.


Yu Ming tidak ambil perduli dengan orang orang itu, dia kini sedang membantu dan merawat anak buah kapal yang terluka saat beradu jotos dengan pengacau orang orang asing itu.


Setelah memeriksa dan membantu merawat luka luka anak buah kapal itu.


Yu Ming berkata ke paman Luo.


"Paman Luo, biarlah mereka rawat luka luka mereka dulu.."


"Beberapa hari kemudian, bila sudah sembuh, baru kita lanjutkan perjalanan kita.."


"Siap tuan muda,.."


"Terimakasih.."


Jawab paman Luo penuh hormat.


Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,


"Tidak apa apa, bukan masalah besar tak perlu terimakasih.."


"Titip kapal, aku mau jalan jalan beberapa hari di Hang Zhou.."


"Sampai nanti.."


Paman Luo mengangguk penuh hormat dan berkata,


"Silahkan tuan muda, pergilah dengan tenang.."


"Di sini ada kami mengurus nya.."


Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia melangkah pergi menuruni kapal dengan langkah santai.


Sempat menjadi tontonan orang orang di sekitar pelabuhan.


Saat Yu Ming turun dari kapal, rata rata orang di sekitar pelabuhan menatap kearah dengan penuh kagum.


Yu Ming hanya membalas tatapan orang orang yang berpapasan dengannya, dengan senyum ramah.


Sambil terus melanjutkan langkahnya meninggalkan pelabuhan dengan santai.


Memasuki kota Hang Zhou yang ramai, Yu Ming segera berbaur dengan pengunjung kota itu.


Yu Ming Melangkah santai mengikuti arus keramaian manusia.


Berada di antara keramaian manusia yang sedang hilir mudik di sepanjang jalan.


Yu Ming Tetap merasa sepi, dia seperti hidup seorang diri diantara keramaian.


Yu Ming hanya mengikuti saja kemana sepasang kakinya membawa dia melangkah.


Hingga akhirnya dia tiba di depan sebuah restoran mewah yang di bangun dengan bentuk model menara pagoda.


Yu Ming yang tertarik dengan keunikan bangunan pagoda tersebut.


Yu Ming langsung membelokkan langkahnya memasuki restoran tersebut.


Seorang pelayan restoran menyambut Yu Ming , dengan penuh hormat.


Setelah berbicara sebentar dengan Yu Ming, memastikan Yu Ming, mau pesan meja untuk berapa orang.


Dia segera mengantar Yu Ming menuju salah satu meja kosong yang terletak di lantai dua.

__ADS_1


Yu Ming mengikuti saja, dia tidak banyak pilih tempat.


Yu Ming juga tidak memesan banyak makanan.


Dia hanya memesan beberapa masakan sederhana dan arah Hang Zhou yang terkenal sebagai teman pengusir rasa sepi dan hampa di hati nya.


Tidak lama Yu Ming duduk di sana sambil menikmati arak dan pemandangan danau Xi Hu yang indah dengan udara sejuk.


Seorang kakek tua di temani oleh seorang gadis cantik, mereka berdua berjalan menghampiri Yu Ming .


Kakek tua itu segera berkata,


"Anak muda bolehkah kami menganggu waktu anda sebentar, untuk memainkan beberapa lagu.."


"Dengan imbalan beberapa keping uang receh..?"


"Untuk membeli makan.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Silahkan saja kakek, itu bukan masalah.."


"Tak perlu bermain musik, ikut bergabung menemani ku makan minum juga bukan masalah .."


"Lagipula tempat duduk di sini juga kosong, hanya menambahkan beberapa batang sumpit dan mangkok saja, itu bukan masalah.."


Kakek itu tersenyum lebar dan berkata,


"Anak.muda kamu orangnya sangat baik,.. terimakasih banyak.."


'Kalau begitu aku dan cucu perempuan ku tidak akan bersungkan.."


"Terima kasih anak muda.."


"Tapi selesai mengisi perut,kami tentu akan membayar anda dengan beberapa lagu.."


"Kami harap anda jangan menolaknya.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Silahkan saja kek, tak perlu sungkan.."


"Mari duduk.."


Ucap Yu Ming sopan.


Lalu dia memberi kode ke pelayan restoran untuk menambah piring mangkuk dan sumpit untuk kakek tua dan cucu perempuannya.


Pelayan restoran merespon cepat permintaan Yu Ming, tidak lama kemudian peralatan makan segera di antar oleh pelayan restoran.


Yu Ming sekalian memesan beberapa lauk tambahan dan arak untuk menjamu kenalan baru.nya itu.


"Anak muda anda sangat baik, bolehkah aku tahu marga dan nama mu anak muda..?"


Tanya kakek itu saat Yu Ming membantu mengisi cawan di hadapannya dengan arak.


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Marga ku adalah Di, nama tengah dan belakang ku adalah Yu Ming.."


"Kakek bebas memangil ku apa saja.."


"Ayo silahkan di minum..dan di makan jangan sungkan.."

__ADS_1


Ucap Yu Ming ramah sambil menyumpitkan lauk di meja untuk mengisi mangkuk dan piring di hadapan kakek dan cucunya itu.


__ADS_2