
Kota An tidaklah terlalu besar, pasukan besar tidak mungkin mampu tertampung oleh kota tersebut.
Untuk itu terpaksa di buat pengaturan, pasukan besar membangun kemah di luar kota tersebut.
Hanya petinggi militer dan puluhan ribu pasukan pengawal utama, yang menempati kota An.
Segera setelah menguasai kota An selama tiga hari, di mana mereka beristirahat penuh di sana.
Mengadakan pesta perayaan kemenangan mereka, selama tiga hari tiga malam.
Sesuai rencana Jendral Li Cheng di hari kelima mereka baru mulai bergerak.
Mereka menempuh jarak cukup jauh tanpa banyak istirahat, saat ingin menarget kota An, yang selama ini sulit di tembus.
Kini setelah mereka berhasil, Jendral Li Cheng ingin meningkatkan semangat dan kesegaran pasukannya.
Makanya dia memutuskan, untuk beristirahat di sini beberapa hari, baru bergerak menyerang kota Dan Yang.
Semua yang di pikirkan oleh Panglima Li Cheng, sudah dalam.perkiraan Yu Ming.
Sehingga pada malam ketiga, di mana pesta hari terakhir di lakukan secara besar besaran.
Menjelang pagi, di saat seluruh pasukan gabungan sedang asik terlelap.
Jendral Xiang dan Jendral Zhuo bertanggung jawab menyiapkan jebakan api, mengelilingi tenda pasukan gabungan, yang di bangun di luar reruntuhan kota An.
Sedangkan Yu Ming dan Jendral Meng, mereka bertugas membereskan pasukan yang berjaga di sekitar reruntuhan benteng kota An.
Saat Jendral Xiang dan Jendral Zhuo berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
Mereka sudah kembali untuk berkumpul dengan Yu Ming dan Jendral Meng.
Api pun mulai di nyalakan dengan melepaskan panah api menghujani perkemahan pasukan gabungan
Begitu api menyala dan terjadi keributan di tenda tenda pasukan yang berkemah di luar kota An.
Yu Ming langsung memimpin pasukan nya bersembunyi di balik reruntuhan.
Hingga pasukan utama dari dalam kota An bergegas keluar dari balik reruntuhan benteng untuk memberikan bantuan pemadaman api.
Yu Ming segera memimpin pasukannya, yang bersembunyi di balik reruntuhan bergerak dari tiga arah, menyerang jantung perkemahan Panglima Li Cheng.
Serangan mendadak mengejutkan, membuat pasukan pengawal utama dan pasukan bayaran, yang sedang tidak siap.
Mereka menjadi kelabakan menghadapi serangan pasukan Chu, yang datang dengan sangat cepat.
Sebentar saja korban mulai berjatuhan di pihak pasukan bayaran, dan pasukan pengawal yang kurang siap dan panik.
Yu Ming dengan golok emasnya, yang menyerang dengan tebasan dahsyat, segera memporak porandakan pasukan, yang berusaha melindungi perkemahan
Li Cheng.
Li Cheng dengan golok besarnya, akhirnya keluar dari dalam kemah, melawan Yu Ming .
Jendral Huang yang tiba di lokasi perkemahan panglima Li Cheng.
Dia di hadang oleh Jendral Meng.
Mereka berdua segera terlibat dalam pertarungan tombak melawan tombak.
Jendral Xiang dan Jendral Zhou bertugas menahan pasukan utama dan pasukan bayaran, untuk mendekati perkemahan Panglima Li Cheng.
Panglima Li Cheng didesak oleh Yu Ming, hingga terpental masuk kedalam kemah.
Mereka melanjutkan pertarungan di dalam tenda, yang tidak begitu luas.
Panglima Li Cheng yang kalah tenaga maupun kalah gesit.
Dia tertekan di bawah angin.
__ADS_1
Golok Naga Emas mengurung pergerakan nya.
"Naga Emas 8 penjuru..!"
Bentak Yu Ming yang berubah menjadi 8 bayangan menyerang Li Cheng dari 8 arah.
Li Cheng di buat semakin kelabakan.
"Trangggg...!"
"Trangggg...!"
Li Cheng hanya berhasil menangkis dua kali, selanjutnya.
"Crackkk...!"
Lengan kanan Li Cheng, yang memegang golok besar terbabat putus.
Lengan Li Cheng bersama golok di dalam genggaman tangannya, terlihat terpental ke udara.
"Arggghhh...!"
Li Cheng menjerit kesakitan dengan langkah terhuyung-huyung, dia berusaha mundur menjauhi Yu Ming.
Li Cheng menggunakan lengan kirinya, menutupi pangkal lengan kanannya yang terpotong.
Kondisi Li Cheng yang masih dalam balutan pakaian tidur sutra putih, yang kini berubah warna sebagian menjadi merah.
Rambut terlepas dari sanggulannya, sedikit awut awutan, darah mengucur deras membasahi lantai.
Kondisi nya terlihat sangat mengenaskan.
Di sela sela keadaan nya yang sudah payah, Li Cheng berkata,
"Siapa kamu..!?"
Yu Ming tersenyum dingin dan berkata,
"Nama ku Yu Ming, ingat itu.."
"Dalam perang hanya ada memang kalah, tidak ada istilah pengecut, berani atau tidak berani..!"
"Terimalah nasib mu..!'
Bentak Yu Ming sambil menerjang kearah Li Cheng, dia kembali menebaskan goloknya .
"Wuttttttt...!"
"Crackkk.!"
Li Cheng sempat meraih sebuah kursi dalam usahanya, menghalau serangan golok Yu Ming .
Terdengar suara ledakan keras kursi tersebut pecah hancur berantakan di udara, imbas tertebas oleh golok Yu Ming.
"Dessss..!"
Sebuah tendangan setengah terbang dari Yu Ming, berhasil mendarat di dada Li Cheng.
Li Cheng merasa dadanya serasa di hantam palu Godam, darah bergolak hebat di dalam dadanya.
Sebelum akhirnya Li Cheng menyemburkan darah dari mulutnya.
Pandangan nya menjadi gelap, sebelum tubuh besar nya, jatuh menabrak kain tenda hingga robek.
Li Cheng akhirnya tergeletak tidak sadarkan diri dalam keadaan berdarah darah.
Saat Yu Ming menyusul keluar dari dalam tenda.
6 batang pedang bercuitan langsung menyerang nya.
__ADS_1
"Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..!"
"Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..!"
"Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..!"
Yu Ming terbang keatas dengan jurus Naga Emas melesat keangkasa.
Dari ketinggian sana, Yu Ming melepaskan tebasan Golok Naga Emas Unsur Petir.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi ledakan keras, yang membuat 6 gadis Thian Cien Pai terpental mundur kebelakang.
"Kalian lagi,.. sungguh berjodoh kita ..!"
Bentak Yu Ming sambil tersenyum sinis.
Belum sempat keenam gadis itu memperbaiki posisi kedudukan mereka, yang sedang terdorong mundur kebelakang.
Yu Ming sudah memberi perintah,
"Jendral Xiang, Jendral Zhou, Jendral Meng kalian bertiga bawa orang kepung dan tahan ke 6 gadis liar itu..."
Selesai berkata, Yu Ming sudah melesat kearah jendral Huang dengan tebasan golok,
"Naga Emas Mencari mangsa.."
Bayangan Naga muncul mengikuti arah terbang Yu Ming, yang membawa angin berkesiur.
Menerjang ganas kearah Jendral Huang.
Jendral Huang buru buru memutar tombak nya menjadi gulungan sinar. Untuk di tusukkan kedepan menyambut datangnya serangan Yu Ming .
Sayangnya pergerakan nya terbaca oleh Yu Ming .
Ditengah jalan, Yu Ming sudah merubah gerakan nya.
"Naga emas 4 penjuru..!"
Yu Ming muncul dari empat arah.
'Bratttt...!"
"Brettt..!'
'Bratttt...!"
"Brettt..!'
Tombak Jendral Huang terlepas dari pegangan tangannya.
Dia jatuh berlutut dengan sambungan kaki di belakang lutut, terluka parah berlumuran darah.
Kedua tangannya tergantung lemas kebawah, pergelangan tangannya juga terluka berlumuran darah.
Golok Yu Ming kini menempel di lehernya.
"Perintahkan pasukan mu menyerah..!"
"Cepat...!"
Bentak Yu Ming, sambil menekan mata goloknya, hingga mengiris kulit leher Jendral Huang..
Jendral Huang menghela nafas panjang, lalu dia segera mengangguk kan kepalanya kearah beberapa komandan bawahan nya.
"Mundur semuanya..!"
Komandan pasukan itu segera memerintahkan pasukan bawahan mereka untuk mundur.
__ADS_1