
Di tempat lain, Yang Ni Min Min dan Yu Ming , mereka kini kembali kedalam ruangan.
Melanjutkan acara makan minum bersama yang di adakan oleh keluarga besar Thio.
Saat acara selesai, Thio Sin Bu istrinya dan Min Min secara pribadi mendatangi Yu Ming dan Yang Ni mereka mengucapkan rasa terimakasih dan syukur mereka secara berulang ulang atas bantuan Yu Ming menghadapi Jendral Coa yang berkuasa dan suka bertindak semena mena.
"Pendekar muda, aku tadi lihat anda sepertinya punya hubungan cukup baik dengan Yang Mulia tuan putri Ji Lian Hua..?"
Tanya istri Thio Sin Bu berhati hati..
Yu Ming tersenyum canggung dan berkata,
"Ya boleh di bilang seperti itu, karena Hua Er terhitung adik seperguruan ku.."
"Sewaktu kecil juga dia yang membantu menyelamatkan nyawa ku dari ular pemangsa ."
Ucap Yu Ming santai.
Ibu Min Min mengangguk paham, lalu melanjutkan berkata,
"Pendekar muda, kalau boleh tahu berapa usia mu saat ini..?"
Yu Ming yang tidak mengerti arah pertanyaan ibu Min Min, dia langsung jawab dengan jujur.
"Tahun ini masuk 20 tahun, bibi..."
Ibu Min Min dengan senyum ramah berkata,
"Maaf pendekar muda,.. apa anda sudah punya kekasih atau sudah berkeluarga..?"
Yu Ming kini mulai menangkap maksud arah pembicaraan ibunya Min Min.
Sambil tersenyum canggung Yu Ming berkata pelan,
"Sudah bibi,..aku sudah punya istri.."
Ucapan Yu Ming segera membuat Yang Ni tersenyum sendiri dengan kepala tertunduk malu.
Sedangkan Min Min terlihat tidak enak hati, dia menarik lengan baju ibunya.
Memberi kode agar ibunya tidak melanjutkan pertanyaan pertanyaan konyol dan canggung itu.
Tapi Ibunya yang penasaran pura pura tidak tahu, dia tetap melanjutkan pembicaraan canggung tersebut.
"Kalau bibi boleh tahu, siapa gadis yang beruntung itu, apa nona Yang Ni ini, atau tuan Putri Ji Lian Hua..?"
Ucap ibu nya Min Min sedikit nekad.
Hingga Thio Sin Bu berdehem tidak enak hati, berusaha memberi kode pada istrinya.
Yu Ming sambil tersenyum menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak bibi,.. tidak kedua nya.."
Ucapan Yu Ming seketika membuat suasana berubah hening.
Yang Ni yang sedang tertunduk, senyum manis di wajahnya seketika hilang.
__ADS_1
Tangannya yang tadinya memutar mutar cawan di atas meja otomatis berhenti.
Perlahan-lahan senyum Yang Ni berubah seperti sedang meringis sedih.
Tapi karena kepalanya sedang tertunduk tidak ada yang melihatnya.
Lagipula saat ini, Thio Sin Bu suami istri dan Min Min mereka sedang fokus menatap kearah Yu Ming menunggu jawaban pasti dari Yu Ming .
Yu Ming yang tahu mereka sedang menanti jawaban nya, dia sambil tersenyum pahit berkata,
"Istri ku bernama Ping Ru Meng, dia ada di suatu tempat yang sangat jauh.."
"Aku kini juga dalam rangka ingin menemukan nya, agar kami bisa berkumpul kembali..'
"Makanya aku menempuh perjalanan jauh menuju laut timur.."
"Yang Ni ini dia akan menemani ku mengarungi samudra timur, setelah kami menemui orang tuanya.."
"Sedangkan Hua er, dia sedang dalam misi kerajaan.."
"Jadi diantara kami bertiga, kami hanya ada hubungan pertemanan baik saja.."
Ucap Yu Ming berterus terang meluruskan semuanya.
Tapi bibi Thio seperti nya belum putus asa, setelah mendengar penjelasan Yu Ming dia segera berkata,
"Tapi pendekar muda, seorang pria punya istri lebih dari satu itu sangat lazim.."
"Apalagi istri anda tidak bisa menemani di sisi mu.."
Ucapan bibi Thio belum selesai.
Yu Ming sudah langsung memotongnya dengan tegas.
"Tidak bibi.."
"Bagi sebagian besar pria pada umumnya mungkin ya.."
"Tapi aku tidak bibi.."
"Bagi ku Ru Meng seorang sudah lebih dari cukup.."
Ucapan tegas Yu Ming, Membuat ibu Min Min menghela nafas kecewa
Dia sangat tertarik dengan sikap dan karakter, Yu Ming .
Dia tadi nya, sangat berharap Yu Ming akan tertarik dan menerima usulnya untuk menjadi suami bagi putrinya Min Min.
Meski hanya jadi yang kesekian pun dia tidak masalah.
Tapi kini semua harapan nya pupus setelah mendengar jawaban tegas dari Yu Ming .
Bukan hanya ibu Min Min, tapi Min Min dan Yang Ni, kedua gadis itupun ikut merasa masam hati mereka.
Setelah pembahasan yang agak canggung itu, acara selanjutnya di lanjutkan dengan agak hambar.
Setelah berbasa basi sejenak dan memohon pamit untuk esok pagi nanti.
__ADS_1
Yu Ming dan Yang Ni pun, pamit mengundurkan diri dari sana, kembali ke kamar mereka masing masing.
Malam itu semua berlalu dengan damai dan tenang.
Baru pada keesokan paginya saat Yu Ming dan Yang Ni diundang untuk sarapan bersama dengan tuan rumah.
Tiba tiba Afu orang kepercayaan Thio Sin Bu, dia terlihat masuk kedalam ruangan dengan wajah cemas dan langkah kaki tergesa-gesa berkata.
"Tuan celaka tuan..!"
Ucap Afu begitu berhadapan dengan Thio Sin Bu langsung berkata seperti itu .
"Apa yang terjadi Afu kamu tenang dan minum dulu, baru ceritakan secara jelas.."
"Jangan sepotong sepotong seperti sekarang ini.."
Ucap Thio Sin Bu sambil menyodorkan secawan teh kepada Afu.
Afu langsung menerima dan meminum habis isi cawan.
Setelah itu sambil meletakkan kembali cawan diatas meja, Thio Sin Bu segera berkata,
"Begini tuan, barusan aku dapat kabar dari anggota kita yang kembali dalam keadaan terluka parah.."
"Menurut cerita nya, sejumlah barang kawalan expedisi kita yang tadinya ingin di kirimkan ke kota raja Zhao Ge.."
"Di tengah jalan baru keluar dari perbatasan kota Lin Zi sudah di sita oleh sekte iblis.."
"Menurut perwakilan sekte iblis yang merampas barang kawalan kita.."
"Katanya bila ingin barang kembali, pendekar muda Yu Ming di minta kesana mengambilnya.."
Ucap Afu sambil melirik kearah Yu Ming dengan wajah tidak enak hati.
Yu Ming yang sudah beberapa kali bentrok dengan sekte tersebut dia tidak heran.
Tujuan sekte itu, bukanlah barang kawalan Thio Sin Bu, melainkan dirinya.
Mereka hanya menghendaki dirinya, bukan barang kawalan itu.
Yu Ming sambil tersenyum canggung berkata,
"Maaf paman Thio, lagi lagi kehadiran Yu Ming jadi merepotkan paman.."
"Tujuan sekte iblis itu sebenarnya adalah saya, sedangkan barang kawalan paman itu hanya ikut tersangkut sangkut saja.."
"Biarlah Yu Ming yang pergi temui mereka.."
"Afu kamu tolong berikan saja peta lokasinya, nanti biar aku bisa segera pergi menemui mereka.."
Afu menoleh kearah tuannya untuk mendapatkan persetujuan, begitu dia mendapatkan anggukan dari Thio Sin Bu.
Dia baru berani menjelaskan letak lokasinya.
Thio Sin Bu menunggu hingga Afu selesai menjelaskan, dia baru menyelanya dan berkata,
"Pendekar muda, kamu harus berhati hati, sekte Iblis di dunia persilatan sangat terkenal.."
__ADS_1