
Yu Ming langsung tertarik mendengar penjelasan Jendral Xiang.
Dengan penasaran Yu Ming berkata,
"Ayo antarkan aku pergi melihat lokasi tersebut.."
Jendral Xiang mengangguk, lalu dia memimpin jalan di paling depan.
Saat mendekati lokasi, penduduk setempat yang merasa penasaran, dan yang punya nyali besar, mereka secara sukarela memilih untuk ikut pergi menyaksikan keramaian.
Atas petunjuk dari penduduk setempat, Yu Ming dan rombongannya di antar menuju sebuah lembah, yang terletak di pinggir muara sungai Han.
Lembah itu memang terlihat subur, berbagai tanaman liar pohon bahkan buah liar tumbuh subur di sana.
Dari posisi atas bukit, yang di penuhi bebatuan besar, Yu Ming dan rombongannya bisa mengamati situasi di bawah sana dengan jelas.
Tempat itu sangat sepi dan agak terpencil sendiri, tapi di sungai sana jelas terlihat banyak ikannya.
Karena sebentar sebentar ada saja ikan ikan sebesar lengan orang dewasa, melompat keluar dari dalam air.
Mereka melompat keluar dari dalam air,, mencoba menyambar mangsa yang beterbangan di atas sungai.
Beberapa saat mengawasi secara diam diam, akhirnya muncul juga seekor buaya berukuran sepanjang tiga depa, terlihat mencoba mendarat di pinggir sungai.
Dengan langkah pelan, buaya tersebut memilih berbaring santai di tepi sungai yang landai.
Tak lama kemudian dari dalam sungai, mahluk itu satu persatu keluar dari sana, dan memilih berjemur di tepi sungai.
Kawanan buaya yang mencapai belasan ekor itu terlihat berbaring santai.
Sesekali ada beberapa ekor yang mencoba saling serang, hingga mereka tercebur kedalam sungai.
Mereka tidak sedang berkelahi beneran, mereka hanya saling bercengkrama saja.
Ta lama kemudian, mereka akan kembali berjemur bersama sama di tepi sungai yang landai, berbaring diam tidak bergerak seperti sepotong kayu.
beberapa ekor belibis mendarat di atas punggung mereka, mematuki punggung mereka yang berkulit tebal.
Bila buaya itu sedikit saja bergerak burung burung belibis itu akan terbang menjauh.
Bila mereka kembali diam, burung belibis itu akan kembali mendarat di punggung mereka.
Yu Ming dan seluruh rombongan nya, terus mengamati dari jauh tingkah laku buaya buaya itu.
Setelah mengamati beberapa waktu, Yu Ming akhirnya mengajak mereka semua mundur dari sana.
Yu Ming mengajak rombongan nya kembali ke kota Shoucun, untuk membuat rencana dan persiapan.
Sebelum nantinya mereka akan kembali, untuk menangkap dan membasmi buaya buaya itu.."
"Agar masyarakat bisa menggarap lahan subur, dan sungai dengan ikan berlimpah, untuk memenuhi keperluan mereka bertahan hidup, di kota yang masih sangat terbelakang ini.
Yu Ming sudah memutuskan, dia akan membantu sebisanya, hingga kota itu sudah lumayan mandiri.
Dia baru kembali ke Dan Yang kerumah orang tuanya.
Beberapa hari kemudian, setelah melakukan persiapan dan perencanaan matang.
Yu Ming kembali lagi ketempat itu, bersama rombongannya, yang rata rata adalah orang militer yang terlatih dan pemberani.
__ADS_1
Tanpa rasa takut sedikitpun, mereka bergerak menuruni bukit berbatu.
Mendekati kumpulan buaya yang sedang berjemur santai di sana.
Yu Ming memegang Golok Naga Emas di tangan, sedangkan ketiga jendral nya masing masing memegang senjata tombak.
Begitupula dengan anak buah mereka, yang ikut dalam rombongan tersebut.
Mereka semua juga memegang tombak dan tameng, di tangan kanan dan kiri mereka.
Baru saja Yu Ming tiba di bagian paling bawah bukit berbatu.
Buaya buaya yang sedang asyik berjemur.
Begitu mencium ada bau manusia mendekat, dan insting mereka mengatakan manusia manusia itu datang mengancam keselamatan mereka.
Mereka segera bergerak cepat meninggalkan tepi sungai, langsung bergerak mengejar dengan empat kakinya.
Berlari melenggang lenggok cepat, seperti seekor cicak raksasa.
Mereka langsung bergerak mengepung rombongan Yu Ming, yang baru saja tiba di sana.
Tapi rombongan Yu Ming sudah ada persiapan, mereka menyerang dan bertahan secara kolektif jadi mereka tidak takut sama sekali.
Saat seekor buaya bergerak cepat, ingin menyerang salah satu anggota rombongan Yu Ming .
Tiga temannya muncul menggunakan tameng ditangan mereka, untuk menahan serangan buaya tersebut.
"Brakkkk ..!"
Moncong buaya itu tertahan oleh tameng, selanjutnya mereka dengan kompak menusukkan tombak untuk menyerang balik.
Dari posisi lain, 7 orang yang lain nya, mereka menggunakan tombak untuk mencongkel dari bawah keatas."
"Sehingga membuat buaya itu terlempar ke udara, di saat bersamaan muncul tombak lainnya.
Menusuk bagian perut buaya itu saat sedang dalam posisi terbalik.
Dengan cara itu, mereka berhasil melukai buaya yang menjadi lawan mereka.
Sedangkan di posisi lain, Yu Ming dengan tebasan Golok Naga Emas.
Dia menghabisi satu persatu buaya besar tersebut, dengan tebasan kuat, yang membuat kepala buaya buaya, yang berada di dekatnya satu persatu terlepas dari tubuh mereka.
Bagaimana pun buaya buaya itu ingin menyerang dan mempertahankan diri.
Mereka tetap tidak mampu menghadapi keganasan Golok Naga Emas di tangan Yu Ming .
Begitu pula dengan buaya yang menghadapi pengeroyokan bawahan Yu Ming.
Mereka satu persatu juga tewas dengan bagian perut dan leher tertembus tombak.
Pembantaian terus berlangsung, hingga seluruh buaya, yang menjadi target mereka, habis tanpa sisa.
Begitu buaya terakhir terbunuh, tiba tiba sungai yang tenang terlihat bergolak dan bergelombang.
Sesaat kemudian terdengar suara Geraman keras dari balik sungai.
"Gerrrrrr...,!"
__ADS_1
Perlahan-lahan mulai terlihat seekor buaya putih kepalanya muncul.dari balik sungai.
Saat dia melihat keadaan belasan bawahan nya, semua tewas dengan kondisi mengenaskan.
Kini marah lah Buaya putih raksasa itu.
"Gerrrrrr...,!"
Buaya itu kembali mengeluarkan suara gerengan kuat.
Dia menatap kearah Yu Ming dan rombongannya dengan tatapan mata penuh dendam dan kemarahan.
Sebelum perlahan lahan buaya itu bergerak keluar dari balik sungai,
Begitu buaya itu keluar dari dalam sungai terlihat lah dengan jelas bentuk dan ukuran nya sangat fantastis.
Yu Ming memperkirakan buaya tersebut panjangnya tidak akan kurang dari 30 meter, bila dihitung dari ujung kepala hingga ke ekor.
Ini adalah seekor Buaya raksasa yang berukuran fantastis batin Yu Ming .
Buaya itu begitu keluar dari dalam sungai, dia langsung bergerak cepat mengejar kearah Yu Ming dan rekannya.
Hingga menimbulkan suasana seperti gempa, setiap mahluk itu melangkahkan kakinya.
Pasukan Yu Ming terhuyung-huyung kesana kemari, akibat tanah tempat mereka berpijak mengalami guncangan hebat
Yu Ming yang ikut di buat, tidak bisa berdiri dengan stabil.
Dia segera melesat kedepan dengan golok terhunus, siap menghujani buaya putih raksasa itu, dengan Golok Naga Emas di tangan nya.
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
Golok Naga Emas tidak mampu menembus kulit keras buaya raksasa itu,
"Wuttttttt..!"
Buaya itu tiba tiba memberikan serangan cepat dengan kibasan ekor nya.
"Trangggg..!"
Yu Ming yang kurang waspada, tidak menyangka, buaya putih raksasa itu, akan membalas serangan nya dengan cara seperti itu.
Setelah Golok nya berbenturan keras dengan kibasan Ekor buaya raksasa', yang memilki kulit tebal dan keras.
Yu Ming terpental berguling guling di atas tanah.
Melihat lawan nya terpental,
"Gerrrrrr...!"
Buaya itu menggeram keras, lalu berlari cepat melakukan pengejaran kearah Yu Ming dengan moncong terpentang lebar.
__ADS_1