PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Si pedang 13


__ADS_3

Yu Ming terus menghindar, sedangkan Su Miao si jari sakti, semakin lama semakin emosi dan penasaran.


Dia terus menghambur hamburkan serangan energi'nya, hingga nafasnya memburu.


Serangannya mulai kacau, kehilangan cukup banyak kekuatan energinya.


Serangannya mulai tidak sehebat seperti sebelumnya lagi.


Melihat hal ini Yu Ming mulai sambil menghindar, kesana kemari, dia membalas dengan jurus sentilan energi tanpa wujud.


Mengincar titik berbahaya, di tubuh Su Miao si jari sakti.


Akhirnya salah satu serangan Yu Ming yang tak berujud, berhasil mengenai salah satu titik di samping leher Su Miao si jari sakti.


Su Miao si jari sakti otomatis roboh tergeletak di pinggir sungai.


Yu Ming sambil tersenyum sabar berkata,


"Sampai jumpa lagi master Su, terimakasih anda sudah mengalah.."


"Aku permisi dulu.."


Ucap Yu Ming sambil melesat menghilang dari tempat itu.


Sedetik kemudian Yu Ming sudah kembali lagi ke kapalnya untuk melanjutkan perjalanan nya.


Ji Lian Hua yang berdiri di samping Yu Ming berkata,


"Kak bila seperti ini terus, perjalanan kita jadi tidak pernah tenang.."


"Orang orang ini sungguh sungguh kelewatan bahkan untuk sekedar makan dengan tenang pun jadi sulit.."


Ucap Ji Lian Hua sambil menyerahkan sebungkus ransum kering ke Yu Ming .


Yu Ming sambil menghela nafas panjang berkata,


"Begitulah siklus kehidupan, selama di hati masih ada satu keinginan dan ego.."


"Mau di dunia ataupun di alam manapun juga, hal hal seperti ini, tidak akan ada habisnya.."


Ji Lian Hua mengangguk pelan membenarkan ucapan Yu Ming sambil melanjutkan makan siang nya.


Ji Lian Hua tiba tiba menunjuk kearah puncak pagoda dan berkata,


"Lihat itu ada yang datang lagi, apa yang di bawa nya di punggung ?"


"Kelihatannya seperti sebuah kotak kayu.."


"Agak mirip Yang Kim, tapi bukan.."


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Sebentar lagi juga tahu.."


"Ini tolong bantu pegang.."


Ucap Yu Ming sambil mengamati pergerakan orang bertubuh kecil, yang seperti seorang anak anak berusia 10 tahun.

__ADS_1


Yu Ming melihat lawan sekali ini kelihatannya jauh berbeda dari lawan lawannya sebelum ini.


Bocah kecil itu memilki kecepatan yang sangat mengagumkan


Batin Yu Ming .


Sesaat kemudian Yu Ming baru bisa melihat dengan jelas wajah pria yang dia kira anak berumur sepuluh tahun itu.


Ternyata adalah seorang kakek yang bertubuh agak pendek, kakek itu meski mulutnya terlihat tersenyum senyum.


Tapi sepasang matanya yang bergerak gerak liar,. menunjuk kan kakek itu punya sifat yang sulit di tebak.


Saat kakek itu sudah mendarat di atas kapalnya, Kakek itu terlihat menurunkan sebuah kotak kayu, yang lebih tinggi dan lebih besar dari tubuh kakek itu, menghadap kearah Yu Ming .


Yu Ming tersenyum dan menjura kearah kakek itu dan berkata,


"Senior sampai berkunjung kemari, apa ada yang bisa saya bantu..?"


Kakek itu tersenyum lebar dan berkata,


"Kamu bocah cukup sulit di undang.."


"Baiklah hari ini kita tuntaskan saja, siapa yang pantas ada di urutan no 7..?"


"Aku atau kamu..?"


"Bersiap lah.."


Ucap kakek itu sambil menepuk bagian atas kotak besar nya .


Sehingga kotak itu terbuka sedikit kesamping kanan, memunculkan sebuah rongga di sana.


"Siapa kakek sebenarnya..? apa yang kakek harapkan dari ku..?"


Ucap Yu Ming berusaha menahan kakek itu, agar tidak langsung menyerangnya.


Kakek itu melotot kearah Yu Ming dan berkata,


"Kamu bocah mengapa begitu cerewet seperti bocah betina saja.."


"Bukannya aku tadi sudah katakan, aku ingin menentukan siapa yang pantas ada di nomor 7.."


"Mengapa masih bertanya lagi.."


"Sudah ini terakhir kali aku menjawabnya, aku si pedang 13 tidak punya banyak waktu melayani pertanyaan cerewet mu.."


"Mari kita mulai....!"


"Pedang pertama..!"


Teriak kakek itu seberkas pedang hitam melesat keluar dari dalam kotak bergerak terbang sendiri menyerang kearah Yu Ming .


Pedang itu pergerakan nya, begitu cepat hingga seperti kilat menyambar, tahu tahu ujung pedang hitam itu, sudah berada dua Cun dari leher Yu Ming.


Yu Ming buru buru membuang diri kebelakang, tapi pedang itu masih terus mengejar nya .


Yu Ming menggunakan telapak tangan nya mendorong lantai.

__ADS_1


Sehingga tubuhnya melesat mundur kebelakang.


Dalam posisi berbaring diatas lantai kapal.


Ujung pedang hitam itu, yang tidak berhasil mengenai Yu Ming , dia menyasar melubangi lantai kapal.


"Hei aku di sini, mau incar incar lah aku, jangan kapal ku..!"


Teriak Yu Ming sambil melesat terbang menjauhi kapalnya.


Pedang hitam segera melesat mengejar kearah Yu Ming yang sedang melayang di udara.


Saat pedang kembali datang, sekali ini Yu Ming mengeluarkan pedang Xuan Yuan untuk menyambut kecepatan serangan pedang itu.


Suara pedang berdenting di sertai bunga api berpijar mewarnai setiap serangan pedang itu.


Dalam satu kesempatan saat pedang itu datang mengincar Yu Ming dari atas kebawah.


Yu Ming segera mengerahkan kekuatannya memenuhi pedang Xuan Yuan.


Lalu Yu Ming menggunakan ujung pedang Xuan Yuan menyambut ujung pedang hitam itu.


Ujung pedang bertemu ujung pedang, pedang itu kalah kualitas dan kalah tenaga


Pedang itu berhasil di remukan oleh pedang Xuan Yuan dalam benturan keras tersebut.


Pedang yang berhasil di hancurkan, dengan ajaib serpihannya menyatu kembali membentuk sebatang pedang baru.


Dengan kecepatan tinggi, pedang itu melesat masuk kedalam kotak lubang kecil yang terbuka dari kotak kayu besar kakek itu.


Setelah pedang itu masuk kedalam kotak, sebuah lubang lain terbuka secara otomatis.


"pedang kedua..!"


Teriak kakek itu.


Lalu sebatang pedang berukuran besar dan lebar muncul terbang kearah Yu Ming.


Menyerangnya dengan cahaya hitam, dan angin menderu deru hebat mengikutinya dalam setiap tebasan pedang nya.


Yu Ming melihat tebasan lambat yang angin berkesiur nya mengunci pergerakan nya untuk menghindar


Yu Ming terpaksa melintangkan pedang nya di depan tubuh nya, untuk menahan tebasan pedang besar itu.


Terjadi benturan dahsyat yang membuat Yu Ming terpental mundur puluhan meter kebelakang.


Setelah melayang mundur puluhan meter, Yu Ming baru saja menguasai keseimbangan tubuhnya.


Pedang hitam itu, tiba tiba sudah datang kembali menyerang nya.


Yu Ming lagi lagi terpaksa harus menahan serangan pedang itu, sekali lagi terjadi benturan keras.


Hingga tubuh Yu Ming terbanting masuk kedalam sungai.


Pedang raksasa itu masih terus mengejar Yu Ming masuk kedalam sungai.


Pergerakan pedang besar itu di dalam sungai tidaklah menghambat Kekuatan serangannya.

__ADS_1


Malahan semakin cepat kuat dan akurat, justru Yu Ming yang berada di dasar sungai yang kesulitan bergerak bebas.


Sehingga Yu Ming hanya bisa kembali mengandalkan pedang Xuan Yuan untuk menahannya.


__ADS_2