
Melihat situasi tersebut Jendral Xiang, Jendral Zhuo dan Jendral Meng.
Segera memimpin pasukan mereka menggunakan tameng, untuk menahan serangan moncong buaya raksasa itu.
Sambil menggunakan tombak untuk menghujaninya dengan tusukan tombak.
"Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
Trangggg..!"
"Krakkkk...!"
"Pyaaarrr..!"
"Arggghhh...!"
Tusukan tombak tidak mempan dan tidak terasa oleh buaya raksasa, yang kulitnya sangat keras dan tebal itu .
Sedangkan tameng mereka penyok pecah berantakan, tidak kuat menahan kekuatan gigitan buaya raksasa, yang memiliki gigi super tajam dan kuat.
Di saat mereka sedang kaget akan hasil yang sedang berlangsung.
"Wuttttttt...!"
"Brakkkk..!"
Belasan pasukan yang tidak sempat menghindar, terkena kibasan ekor Buaya Raksasa' itu.
"Ahhhhhhh..!"
"Byuuur...!"
Mereka pada menjerit ngeri, saat tubuh mereka terpental ke dalam sungai.
Buaya raksasa yang melihat ada yang tercebur kedalam sungai,.dia buru-buru berbalik arah ingin masuk kedalam sungai.
Mengejar dan membunuh calon mangsa nya.
Yu Ming yang sudah melompat berdiri, segera berteriak,
"Cegah dia,..! jangan sampai dia masuk kedalam sungai...!"
Sambil berteriak keras, Yu Ming sendiri sudah melesat cepat menggunakan golok nya menyerang mata kanan buaya Raksasa itu.
"Wuttttttt..!"
"Crackkkk..!'
Buaya raksasa yang terlalu bersemangat ingin terjun kembali kedalam sungai.
Dia jadi kurang waspada, sehingga matanya berhasil di lukai oleh Yu Ming.
Buaya itu langsung meraung marah, karena rasa sakit hebat di bagian matanya.
Dia mengibaskan kepala nya menghantam kesana kemari dengan keras.
Golok Yu Ming masih tertancap di dalam lubang mata buaya raksasa, yang pecah dan berdarah.
__ADS_1
Sekujur tubuh Yu Ming terciprat oleh darah buaya itu.
Yang paling parah adalah tubuh Yu Ming di buat terpental kesana kemari.
Mengikuti pergerakan kepala buaya Raksasa itu, karena golok Yu Ming masih tertahan di sana.
Yu Ming harus berusaha mati matian mencari pijakan, untuk mencabut Golok nya. Yang masih tertancap di dalam lubang mata buaya tersebut.
Ini bukanlah hal mudah, karena kepala buaya itu terus bergerak gerak, membanting kesana kemari.
Sial sial Yu Ming bisa mati tergencet di sana
Yu Ming yang tidak mau kehilangan golok warisan gurunya.
Dia berusaha mati matian bertahan, sambil berusaha menarik keluar Golok nya, yang menancap di sana.
Bila ada ilmu ringan tubuh dan hawa sakti, tentu semua akan jadi lebih mudah.
Tapi kini Yu Ming yang hanya mengandalkan tenaga kasar.
Dia tidak bisa terbang kesana kemari sesuka hati.
Juga tidak bisa melakukan kontrol jarak jauh terhadap goloknya.
Yu Ming jelas berada dalam kesulitan besar.
Setelah berusaha mati matian, tetap saja golok tidak berhasil Yu Ming cabut keluar.
Sedangkan anak buahnya tidak ada yang mampu mendekati buaya raksasa, yang kebal dan sedang mengamuk hebat itu.
Akhirnya terdengar suara,
"Byuuur...!"
Air sungai muncrat tinggi keudara, Buaya yang kesakitan hebat itu, telah melompat kedalam sungai.
Yu Ming ikut terbawa bersama nya menyelam di dasar sungai.
Yu Ming di buat gelagapan karena kesulitan bernafas, buaya itu berenang dengan sangat cepat menuju sebuah gua besar di dasar sungai.
Yu Ming ikut terseret masuk kedalam gua bawah air itu, Yu Ming yang sudah hampir kehabisan nafas.
Dia memanfaat sisa tenaga yang ada, buru buru melilitkan kain ikat pingangnya, untuk menyatukan telapak tangan nya dengan gagang goloknya.
Agar saat dia kehilangan kesadarannya, dia tetap menyatu dengan goloknya.
Dia tidak akan pernah terpisahkan dari goloknya, dengan demikian dia akan selalu mampu menempel, dan mengikuti kemanapun buaya itu pergi.
Dia tidak akan tertinggal di terowongan air bawah tanah ini.
Setelah usaha terakhir nya selesai perlahan lahan pandangan mata Yu Ming mulai gelap, dia mulai kehilangan kesadarannya.
Tapi kedua tangannya masih tetap menyatu erat dengan golok nya.
Sehingga dia tidak sampai terjatuh dan terjebak di dalam gua bawah air, yang mirip terowongan panjang.
Buaya itu terus bergerak cepat menyusuri gua bawah air itu.
Hingga akhirnya dia tiba tiba muncul kepermukaan air.
Lalu dia berenang menuju tepian sungai bawah tanah, yang landai dan beralaskan bebatuan halus.
Dari sana buaya tersebut terus bergerak menuju daratan kering.
__ADS_1
Lalu dia bergerak menaiki undakan anak tangga batu.
Hingga berada di sebuah pelataran dengan luas kurang lebih 50 x 50 meter persegi.
Di pelataran tersebut, akhirnya buaya raksasa itu, tergeletak diam tak bergerak.
Posisinya tepat berada di depan sebuah pintu batu, yang sangat besar, menjulang tinggi hampir mencapai batas atas langit-langit gua.
Pintu batu itu tertutup rapat, seolah olah telah menyatu menjadi satu tidak bisa di buka lagi.
Hanya bagian tengah yang ada garis tegak lurus, yang garisnya sangat halus.
Hai itu hanya menunjukkan bahwa, pintu itu asli nya bisa di buka tutup.
Di kiri kanan pintu gerbang, ada dua buah patung batu berukir berbentuk mahluk aneh yang tidak pernah muncul di dunia nyata.
Sebelah kanan adalah patung seekor mahluk yang mirip kera, punya kaki tangan dengan ekor panjang, wajahnya pun adalah wajah seekor kera.
Hanya saja pada bagian ujung ekornya, justru ada jarum sengatan ekor kalajengking.
Selain itu di bagian kepala kera itu juga ada tumbuh sepasang tanduk domba, yang melengkung di sana.
Sedangkan di bagian punggungnya ada sepasang sayap dalam keadaan terkatup rapat, mirip sayap kelelawar.
Di posisi gerbang sebelah kiri, di hiasi sebuah patung singa, bentuknya jelas adalah singa, tapi di tubuhnya memiliki sisik tebal mirip sisik ikan atau lebih tepatnya sisik seekor Naga.
Wajah singa itu jelas bukan wajah singa, lebih tepatnya mirip wajah seekor Naga.
Singa tersebut memiliki sepasang tanduk rusa di kepalanya dengan ukuran lebih kecil.
Singa aneh tersebut juga memiliki sepasang sayap lebar, mirip sayap burung Garuda.
Di belakang kedua mahluk tersebut tepatnya kedua gerbang pintu yang tertutup rapat itu berada.
Di sepasang pintu terlihat ada ukiran patung Iblis berkepala tiga, dengan taring taring yang menonjol keluar dari mulutnya, mirip taring babi hutan.
Sedangkan di Kepala nya, tumbuh dua buah tanduk kambing berukuran raksasa.
Yu Ming akhirnya sadar dari pingsannya, setelah dia bisa kembali bernafas normal.
Yu Ming setelah sadar dari pingsannya, dia segera mengedarkan pandangannya untuk melihat keadaan di sekitarnya.
Yu Ming mendapati dirinya sedang berada di sebuah gua, yang memilki penerangan, yang berasal dari sebuah mutiara hijau besar, yang terletak tepat di bagian atas sepasang pintu batu raksasa.
"Tempat apa ini..,?"
Batin Yu Ming .
"Apa aku dan buaya sialan ini, sudah mati ? dan kini kami sedang berada di pintu gerbang menuju neraka'..?"
"Ahh tidak..! tidak mungkin..!"
"Kalau ini pintu gerbang neraka, pasti ada penjaga kepala kerbau dan kepala kuda.."
"Selain itu juga pasti ada Zhong Gui, Raja Mereka.."
"Tidak aku pasti belum mati, begitu pula buaya sialan ini.."
"Pasti dia yang secara tidak sengaja menyeret ku kemari.."
"Benar pasti seperti itu.."
Ucap Yu Ming dalam hati.
__ADS_1
"Bagaimana baiknya saat ini,? mencabut golok ku, ? atau pergi menyelidiki tempat ini, ? selagi buaya sialan ini sedang tidur.."
Batin Yu Ming ragu.