PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
MENYERANG GUDANG PERBEKALAN


__ADS_3

"Menyerahlah bila ingin selamat.."


"Pintu tobat selalu terbuka.."


"Dengan kondisi ini, kamu hanya ada dua pilihan, tewas di sini atau tewas di hukum oleh Huo Shu karena kegagalan memalukan kamu.."


Ucap Li Tek sambil tersenyum dingin.


Jendral Lu langsung mengeluarkan suara tertawanya,


"Ha..ha..ha..ha..!"


"Bila bukan karena ketidak becusan kaisar kecil itu, kami mana mungkin menjadi bawahan Huo Shu.."


"Kini kamu malah menawarkan kembali mengabdi pada anak kecil yang kencing pun belum lurus itu.."


"Mimpi kamu, hari ini bila bukan aku yang mati kamu yang mampus.."


Ucap Jendral Lu penuh tekad.


Keempat komandan yang mengawalnya juga bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan.


Mendengar jawaban Jendral Lu, Li Tek faham percuma saja dia membujuk orang keras kepala ini.


Li Tek dengan sepasang pedang di tangan segera berteriak,


"Maju semua nya, habisi mereka semuanya..."


Perang campur aduk pun segera berlangsung sengit.


Li Tek terus bergerak dengan sepasang pedang di tangan, merobohkan siapapun lawan yang menghalangi jalannya menghampiri Jendral Lu.


"Cranggg..!'


"Srakkk..!"


"Ahhh..!"


"Cranggg..!'


"Srakkk..!"


"Ahhh..!"


Satu persatu personil yang datang menghadang langkahnya, semuanya bertumbangan terkena serangan cepat sepasang pedang Li Tek yang ganas.


Jendral Lu dan keempat komandannya juga melakukan hal yang sama.


Mereka membantai pasukan Li Tek yang datang menyerang mereka.


Sambil terus bergerak mendekat kearah Li Tek.


Akhirnya Li Tek berhasil berhadap hadapan dengan Jendral Lu dan keempat komandan bawahannya.


Begitu saling berhadapan Jendral Lu di bantu oleh keempat pengawalnya.


Mereka segera maju melakukan serangan keroyokan menghujani Li Tek, dengan serangan tusukan tebasan pedang dan golok di tangan mereka masing-masing.


Li Tek menghadapi mereka dengan tenang, serangan tebasan pedang pengawal pertama yang di arahkan ke bahunya.

__ADS_1


Disusul dengan Tebasan golok pengawal kedua yang di tebaskan kearah perutnya.


Oleh Li Tek di hindari dengan satu pergerakan dia bergerak maju dengan membungkukkan badannya kedepan.


Kemudian melakukan serangan Tebasan cepat kearah kaki pengawal pertama dan kedua dalam satu pergerakan yang begitu cepat .


Hanya terlihat cahaya putih berkilauan melintas lewat dengan cepat.


"Crakkkk..!"


"Crakkkk..!"


Tanpa ada kesempatan kedua pengawal itu, bereaksi menghindar dari serangan Li Tek.


Mereka berdua langsung jatuh tergelatak di atas tanah dengan kaki putus.


Serangan cepat susul menyusul dari pengawal ketiga dan keempat datang menebas kearah tengkuk Li Tek yang posisinya sedang membungkuk kebawah, diikuti oleh tebasan dari bawah keatas menyerang kearah Li Tek .


Dia hadapi dengan tubuh berputaran di udara menghindari serangan tebasan dari bawah keatas, sedangkan tebasan ke tengkuk di tangkis dengan pedang kiri di tangannya.


Sambil tubuhnya masih berputaran di udara, dia menebaskan pedang di tangan kanannya dengan cepat memotong tangan pengawal ketiga yang pedang nya sedang tertangkis.


"Trangggg...,!"


"Crasss..!"


"Arggghhh..!"


Pengawal ketiga otomatis melangkah mundur mundur terhuyung-huyung kebelakang.


Lengan kanan dan pedangnya terlihat tergeletak di hadapan nya.


Di tempat lain pengawal keempat yang tebasan nya gagal.


Dia segera bergerak mengikuti Jendral Lu maju menyerang Li Tek dengan serangkaian tebasan kearah kaki dan bawah perut.


Sedangkan Jendral Lu datang lebih duluan, dengan tubuh beterbangan diudara, memberikan tebasan golok beruntun mengincar perut dada dan leher Li Tek.


Li Tek yang baru saja menebas putus lengan pengawal ketiga, harus menghadapi serangan berbahaya dari dua lawan nya.


Dia tidak punya pilihan lain, langsung menangkis dengan sepasang pedang nya keras lawan keras.


Hanya dengan cara ini, Li Tek bisa menghentikan serangan beruntun kedua lawan nya.


Rencana Li Tek berhasil dengan baik, serangan kedua lawan nya terhenti.


Karena mereka tidak kuat menahan benturan senjata keras lawan keras dengan nya


Pengawal keempat dan Jendral Lu sama sama kehilangan pedang dan golok di tangan mereka.


Sebelum mereka sempat menemukan senjata pengganti.


Li Tek telah datang dengan tusukan pedang dan tendangan cepat kearah dua orang lawannya.


"Dessss..!"


"Crotttt..!"


Tendangan Li Tek langsung membuat pengawal keempat terpental jungkir balik bergulingan diatas tanah.

__ADS_1


Pergerakan nya terhenti dalam posisi tubuh tengkurap.


Dia mencoba untuk bangun, tapi kembali jatuh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Sebelum akhirnya dia tergeletak tidak sadarkan diri.


Sedangkan Jendral Lu lebih sial nasibnya, tenggorokannya di tembus oleh pedang Li Tek.


Saat pedang di cabut keluar, tanpa sempat mengeluarkan suara, Jendral Lu dengan sepasang mata terbelalak tak percaya .


Tubuhnya langsung terjungkal kebelakang, tergeletak terlentang diatas tanah, berkelenjotan sejenak, sebelum akhirnya terdiam di tempat.


Dengan berakhirnya perlawanan Jendral Lu dan keempat pengawalnya.


Li Tek segera berteriak lantang,


"Atasan kalian sudah tewas,..!"


"Bila tidak ingin menyusulnya, segera lepaskan senjata kalian semuanya..!"


Sisa pasukan Jendral Lu yang tersisa 3000 personil, segera melemparkan senjata mereka tanda menyerah.


Setelah mereka menyerah semuanya, Li Tek segera berganti, bertukar pakaian dengan pakaian Jendral Lu, dia juga menggunakan topi helm jendral Lu, yang di Tarik agak kebawah.


Semua pasukan yang Li Tek juga ikut berganti ke seragam pasukan yang mereka kalahkan.


Setelah penyamaran rapi, mereka menunggu hingga hari gelap, mereka baru mulai bergerak.


Li Tek berjalan paling depan di kawal oleh 4 bawahannya, yang mengenakan pakaian keempat pengawal Jendral Lu.


Sedangkan keempat pengawal Jendral Lu yang kehilangan kaki dan tangan, serta satu yang pingsan.


Mereka semua diikat di pohon ditengah hutan, dengan mulut di sumpal sepatu mereka sendiri.


Di belakang Li Tek, yang mengikutinya adalah pasukan Huo Shu yang sudah menyerah.


Mereka bergerak di depan pasukan Li Tek, yang ikut bergerak sambil menodongkan senjata di belakang punggung mereka.


Sedikit saja mereka berani macam macam, mereka pasti akan tewas mengenaskan.


Sekilas dalam Kegelapan malam, rombongan tersebut terlihat seperti rombongan Jendral Lu yang sedang bergerak kembali ke perkemahan.


Dengan hadirnya Jendral Lu penyamaran Li Tek di barisan paling depan.


Memberi kode, agar pasukan penjaga membiarkan dia rombongan pasukan nya lewat.


Mereka berhasil melewati pos jaga berlapis lapis hingga tiba di perkemahan induk.


Begitu tiba di bagian perkemahan induk, sisa pasukan yang tidak mengawasi pasukan menyerah.


Mereka segera bergerak mengikuti Li Tek dan keempat pengawalnya, menuju gudang utama perbekalan pasukan Huo Shu.


Posisi letak gudang, Li Tek sudah dapatkan informasi detil dari pasukan Huo Shu yang menyerah.


Sehingga dia bisa bergerak cepat tanpa ada kesalahan, langsung mengunjungi gudang perbekalan induk pasukan Huo Shu.


Dalam satu serangan mendadak, di mana team yang datang, seperti pasukan inspeksi.


Tiba-tiba bergerak menyerang penjaga penjaga di depan gudang perbekalan.

__ADS_1


__ADS_2