PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Restoran di kota Xiang


__ADS_3

Sekembalinya ke kota Xian, Ji Lian Hua langsung bertindak cepat.


Di mana untuk sementara waktu posisi gubernur di kota Xian, Ji Lian Hua titipkan ke Jendral Qi untuk mengawasinya.


Sambil menunggu petugas baru, datang dari ibukota, untuk melanjutkan tugasnya sebagai gubernur pengganti di kota tersebut .


Sedangkan gubernur Lu, oleh Ji Lian Hua di jebloskan kedalam penjara.


Sambil menunggu titah hukuman resmi dari pusat tiba, baru hukuman secara resmi di jatuhkan dan segera di laksanakan hukuman nya.


Tapi semua itu Ji Lian Hua tidak menunggunya sampai selesai.


Ji Lian Hua hanya membagi bagi tugas dan pesan saja.


Beberapa hari kemudian setelah urusan di kota Xian selesai.


Ji Lian Hua sudah kembali melanjutkan perjalanan bersama Yu Ming .


Yu Ming yang belum sepenuhnya pulih, dia lebih banyak berbaring tiduran di dalam bilik kapal.


Sisa nya, dia lebih banyak menyerahkan nya ke Ji Lian Hua untuk mengurusnya.


Ji Lian Hua yang sudah cukup lama mengikuti Yu Ming berlayar, sedikit banyak dia juga sudah tahu cara mengoperasikan kapal nya.


Apalagi kapal lebih banyak di biarkan bergerak mengikuti arus saja .


Hal itu tidaklah terlalu merepotkan Ji Lian Hua untuk mengurusnya.


Sedangkan bila saat kapal hendak merapat ke dermaga, Ji Lian Hua bisa memanggil orang membantunya memarkir kapal.


Dia tinggal bayar ongkos nya saja, soal uang Ji Lian Hua tidak perlu khawatir.


Karena gadis itu selalu membawa stok uang yang cukup banyak, dan tidak akan ada habisnya untuk di pergunakan.


Kalaupun habis dia tinggal pergi ke pejabat setempat, di sana dia bisa ambil berapa pun uang yang dia perlukan dengan bebas .


Tidak akan ada yang berani mati protes ataupun mencegahnya.


Setelah menempuh perjalanan selama seminggu, yang berlalu dengan tenang tanpa ada gangguan berarti.


Yu Ming kondisinya perlahan lahan mulai pulih kembali.


Tidak ada nya, Chi yang bisa di pergunakan membuat kesembuhan Yu Ming berjalan agak sedikit merayap tidak bisa cepat.


Tenaga yang tersimpan di dalam Hei Pai Shi Phi banyak terkuras dalam pertempuran terakhir.


Membuat Yu Ming tidak leluasa menggunakan nya, keadaan saat ini berbeda dengan saat di hutan misterius.


Disana banyak mutiara batu Siluman yang bisa di pergunakan untuk mengisi Kekuatan Hei Pai Shi Phi.

__ADS_1


Sehingga saat dia terluka separah apapun, dia bisa pulih dengan mudah.


Di sini dia hanya bisa mengumpulkan sedikit demi sedikit kekuatan, lewat udara di sekitar untuk di olah dan di simpan kedalam Hei Pai Shi Phi.


Hei Pai Shi Phi pulih dengan lambat, otomatis Yu Ming pun ikut melambat pemulihan nya .


Luka dalam dan luar sudah sembuh berkat kemampuannya meregenerasi luka.


Tapi pemulihan kekuatan yang sulit, tanpa kekuatan sempurna', bila bertemu dengan lawan kuat.


Itu sama saja dengan nyetor nyawa, keadaan menjadi rumit karena buku tidak jelas asal usulnya itu.


Menempatkan Yu Ming di daftar urutan ke 7, lalu dengan tewasnya Wu Ti di peringkat 6.


Yu Ming otomatis naik ke peringkat 6, maka semakin berbahaya perjalanan nya, bila identitas diri nya sampai terbongkar.


Untuk itu, Yu Ming kini sampai harus menyamar menjadi seorang kakek tua penyakitan.


Di mana Ji Lian Hua kini berstatus sebagai cucu nya Yu Ming .


Hanya dengan penyamaran seperti itu, seminggu perjalanan ini, baru bisa terhitung sedikit jauh lebih aman.


Pagi itu, kapal yang di tumpangi oleh Yu Ming dan Ji Lian Hua kembali merapat di sebuah kota pelabuhan besar.


Saat beberapa orang pemuda naik keatas kapal, membantu memarkirkan kapal ke tepi dermaga.


Di sela sela kesibukan mereka, Yu Ming yang kini sudah bisa keluar dari bilik kamarnya.


"Anak muda maaf, apa nama kota pelabuhan yang sangat ramai ini..?"


Tanya Yu Ming ingin tahu.


"Ohh ini kota Xiang, kek.."


Jawab pemuda itu, yang mengira Yu Ming adalah benar seorang kakek tua.


Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih banyak anak muda.."


Yu Ming kemudian berpura-pura berjalan tertatih tatih dengan tingkat di tangan, dia kembali ke kursi santai nya.


Yu Ming duduk di sana bergoyang goyang pelan, mengikuti ayunan lembut kursi anyaman rotan, yang sangat nyaman di pergunakan itu.


Hingga kapal sepenuhnya merapat di dermaga, jalan untuk turun ke dermaga sudah di siapkan.


Ji Lian Hua sudah hadir di sampingnya, dengan di bantu tuntun oleh Ji Lian Hua.


Yu Ming perlahan-lahan baru bergerak turun dari kapal, lalu dia berjalan pelan bersama Ji Lian Hua meninggalkan dermaga.

__ADS_1


Mereka mencoba mampir kedalam kota Xiang, untuk berbelanja segala keperluan perjalanan mereka.


Semua belanjaan, oleh Ji Lian Hua di minta untuk di muat langsung keatas kapalnya.


Semua sisa tagihan akan dia lunaskan diatas kapal, dengan begini Ji Lian Hua bisa berbelanja dengan bebas, tanpa perlu memikirkan cara mengangkut barang keatas kapal.


Setelah beberapa waktu berkeliling dan sudah menyelesaikan belanjaan mereka.


Kini Yu Ming dan Ji Lian Hua sedang menuju kesebuah restoran besar di kota Xiang.


Dengan langkah pelan tapi pasti, akhirnya Yu Ming dan Ji Lian Hua memasuki restoran yang terlihat besar dan mewah.


Tapi pengunjung nya agak sepi, di dalam ruangan yang luas dan mewah.


Hanya ada beberapa meja yang terisi, sisanya di biarkan kosong begitu saja.


Yu Ming setelah mengambil salah satu tempat duduk yang di tunjukkan oleh pelayan restoran.


Di mana di sana hanya di sediakan sebuah meja kecil, yang hanya mampu muat untuk dua orang saja.


Yu Ming tidak ambil peduli, karena dia pikir wajar.


Dia dan Ji Lian Hua hanya datang berdua saja.


Tentu pelayan menunjukkan tempat yang sesuai dengan kapasitas mereka berdua saja.


"Pelayan kenapa restoran kalian ini begitu sepi..?"


Tanya Yu Ming sambil lalu.


Pelayan itu dengan sopan berkata,


"Bukan sepi tuan, tapi restoran ini sudah di booking oleh Sekte Pedang Tanpa Tanding.."


"Mereka sedang ada acara pertemuan 5 tahun sekali, yang kebetulan tahun ini, tempat kami yang beruntung terpilih sebagai tempat pertemuan mereka.."


"Dari lantai satu hingga lantai dua, semua sudah mereka booking penuh .."


"Hanya tersisa tempat ini yang terlalu kecil, mereka tidak membooking nya.."


"Kebetulan tuan dan nona muda datang kemari hanya berdua, maka nya saya tawarkan kemari.."


"Kebetulan pula tuan tidak berkeberatan di tempatkan di sini.."


"Maka cocok lah sudah.."


"Tuan mau pesan apa, ? karena tempat ini sangat sederhana, tuan juga tidak berkeberatan duduk di sini, maka restoran kami memberikan potongan harga 50% buat tuan.."


"Silahkan tuan mau pesan apa, di sini masakan apa aja ada.."

__ADS_1


"Semua di jamin lezat, tidak lezat tidak usah bayar.."


Ucap pelayan yang melayani Yu Ming sambil tersenyum sopan.


__ADS_2