PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Kekuatan golok cahaya buru


__ADS_3

Ular Naga berkepala banyak yang terus menyerang Yu Ming tiada henti.


Akhirnya habis terbabat oleh putus oleh Golok Cahaya Biru .


Terakhir tubuhnya terbelah jadi 4, maka tamatlah seketika perlawanan Ular Naga berkepala banyak itu.


Yu Ming pun menyimpan kembali Golok Cahaya Biru nya, dan melesat menuju titik portal cahaya, yang nantinya akan membawanya kembali ke ruangan tempat asalnya.


Begitu memasuki portal cahaya, Yu Ming segera kembali lagi ke perjalanan yang dia lalui sebelumnya.


Hingga akhirnya dia muncul kembali di dalam ruangan yang terletak di balik pintu besar.


Yu Ming saat kembali ke ruangan tersebut, dia segera melanjutkan perjalanan nya, meninggalkan tempat itu.


Meninggalkan Goa sarang gurita, untuk kembali ke permukaan sana.


"Byuurr...!"


Yu Ming akhirnya muncul kembali ke permukaan, dia segera mengambil nafas sepuas puasnya.


Setelah pernafasannya stabil, Yu Ming segera melesat keluar dari dalam air.


Terbang menuju daerah gugusan karang, di mana Naga Panca Warna menantinya.


Begitu Yu Ming muncul, seperti ada pertalian perasaan, Naga Panca Warna langsung membuka sepasang matanya yang terpejam sebelum nya.


Sesaat kemudian Naga Panca Warna sudah muncul di hadapan Yu Ming dan berkata,


"Ayolah tuan muda, kita kembali sekarang.."


Yu Ming mengangguk lalu dia melayang ringan duduk diatas punggung Naga Panca Warna yang langsung membawanya terbang keangkasa.


Meninggalkan wilayah gugusan karang yang kini terlihat sepi, tidak ada ikan hiu lagi yang berani berseliweran di permukaan air.


Yu Ming menyadari hal itu, tapi dia tidak berkomentar apapun, karena ikan hiu itu adalah hiburan perjalanan paman naga nya itu.


Beberapa waktu menempuh perjalanan cepat, mereka akhirnya kembali lagi ke pulau eksotis, di mana Ji Lian Hua dan yang lainnya menuggu kedatangan Yu Ming di pulau itu.


Kedatangan Yu Ming bersama Naga Panca Warna yang terlihat oleh anak buah kapal paman Luo.


Tentu saja di sambut dengan geger oleh seluruh kru kapal yang menatap kearah Naga Panca Warna dengan ekspresi wajah pucat ketakutan dan sulit percaya.


Agar tidak membuat heboh lebih lama, Yu Ming segera meminta paman naganya, untuk kembali bersembunyi melingkar di tubuhnya.


Yu Ming tanpa memperdulikan tanggapan anak buah kapal paman Luo terhadap dirinya.


Dia sambil tersenyum lebar menghampiri Ji Lian Hua dan berkata,


"Maaf Hua er, aku pasti membuat mu menunggu lama ya..?"


Ji Lian Hua tersenyum lembut dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa apa Yu Ming ke ke, itu bukan masalah."

__ADS_1


"Yang paling penting kamu sudah kembali, aku sudah senang.."


"Bagaimana keadaan Yu Ming ke ke, ? apa Yu Ming ke ke baik baik saja..?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Aku baik baik saja, ayo kita ngobrol di tempat lain.."


"Di sini agak ramai dan berisik.."


Ji Lian Hua tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia lalu mengikuti Yu Ming meninggalkan tepi pantai.


Mereka menuju ke telaga cantik yang terletak di tengah pulau, yang banyak di tumbuhi pohon kelapa.


Sesaat kemudian mereka berdua sudah terlihat duduk santai di bawah sebatang pohon besar.


Masing masing terlihat sedang menikmati sebutir kelapa muda di pangkuan mereka.


Ji Lian Hua terlihat mendengarkan dengan serius cerita dari Yu Ming .


Yu Ming juga menunjukkan Golok Cahaya Biru yang berhasil dia temukan untuk di amati oleh Ji Lian Hua.


"Yu Ming ke ke, Golok ini enteng sekali di tangan,.."


"Apa dia punya kekuatan sebesar itu, untuk memenggal kepala Naga yang terlindungi oleh sisik nya yang terkenal keras, sulit di tembus oleh senjata..?"


Tanya Ji Lian Hua penasaran sambil mengamati golok di tangan nya dengan lebih teliti.


"Kamu boleh coba, kamu lihat batu karang di ujung sana..?"


Ji Lian Hua mengangguk. dia sudah melihatnya.


Yu Ming menunjuk kearah batu karang itu, dan berkata,


"Kamu fokus, tebaskan golok di tangan mu kesana .."


"Tidak perlu pakai Chi mu, coba saja .."


Ji Lian Hua menuruti apa kata Yu Ming , segera sambil duduk secara asal dia arahkan golok di tangannya, untuk di tebaskan kearah batu karang yang berjarak sekitar 30 meter darinya.


Segera setelah Ji Lian Hua mengayunkan goloknya, dengan wajah heran dia menoleh kearah Yu Ming dan berkata,


"Yu Ming ke ke kamu bercanda.."


"Batu karang itu tidak bergeming tuh.."


Yu Ming tersenyum dan menunjuk kearah batu karang itu.


Ji Lian Hua segera menoleh kembali kearah batu karang itu.


Ji Lian Hua menemukan batu karang itu perlahan lahan meluncur turun, kemudian jatuh kedalam telaga.


Hingga air telaga muncrat keatas, batu karang besar itu, kini terlihat tersisa setengahnya terpotong miring kebawah.

__ADS_1


Potongannya begitu rapi dan rata, tanpa ada bagian yang gompal sedikitpun.


Ini menunjukkan ketajaman golok di tangan Ji Lian Hua itu, tidaklah main main.


Dari jarak sejauh itu mampu memotong batu karang lebih mudah dari memotong tahu.


Ini benar benar sulit di percaya, Ji Lian Hua sampai bengong, dia berulang kali menatap kearah golok di tangannya, lalu beralih ke batu karang yang terpapas itu dengan tatapan mata sulit percaya.


Tapi hasil itu memang nyata, karena masih kurang percaya.


Ji Lian Hua mengulanginya sekali lagi, kini yang dia tuju adalah sebatang pohon kelapa besar dan tinggi, dengan jarak kisaran 50 meter dari posisinya.


Ji Lian Hua kembali mencoba menebaskan golok ditangannya.


Begitu golok berkelebat, tidak.lama kemudian pohon kelapa itupun tumbang dengan suara hiruk pikuk.


Ji Lian Hua kini percaya penuh, dia mengembalikan golok tersebut ke Yu Ming dan berkata,


"Yu Ming ke ke, golok ini sangat mengerikan kekuatannya.."


"Kamu harus menyimpannya dengan baik, jangan sampai terjatuh ketangan orang yang tidak bertanggung jawab.."


"Ini bisa membahayakan seluruh dunia ini.."


Ucap Ji Lian Hua mengingatkan dengan serius.


Yu Ming mengangguk dan berkata,


"Kamu benar Hua er.."


"Aku pribadi juga tidak akan sembarang menggunakan nya, bila tidak dalam keadaan terpaksa.."


"Kamu tunggu sebentar di sini.."


"Aku pergi ambil buah kelapa muda disana."


"Pohon kelapa yang kamu tumbangkan itu, buah nya cukup banyak,."


"Aku mau mengumpulkan nya, buat bekal perjalanan kita, bila suatu saat kita sedang dahaga.."


"Airnya yang manis dan dagingnya yang gurih, akan sangat berguna bagi kita bila sedang kehausan ."


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu kita sama sama saja, biar aku membantu mu.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Bila tidak takut capek ayolah, kita kerjakan sama sama.."


Ji Lian Hua mengangguk setuju.


Sesaat kemudian dia dan Yu Ming mulai terlihat sibuk bekerja mengumpulkan buah buah kelapa yang berserakan di dekat pohonnya yang tumbang.

__ADS_1


__ADS_2