PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Badai besar


__ADS_3

Yu Ming yang melihat gelombang besar terus bergerak mendekat, seakan akan mulut raksasa yang siap menelan kapal kecil mereka.


Yu Ming tidak mungkin bisa tinggal diam, dia segera memanggil Naga Panca Warna keluar.


"Paman Naga kamu tolong jaga Hua er untuk ku.."


"Hua er kamu ikutlah dengan paman Naga, dia akan menjagamu.."


Selesai berkata, dengan pedang Xuan Yuan di tangan, Yu Ming tanpa sempat berbicara banyak.


Dia langsung terbang keluar dari kapal, pergi menyambut datangnya gelombang raksasa.


Sedangkan Ji Lian Hua, dia sudah di bawa terbang ke angkasa oleh Naga Panca Warna .


Naga Panca Warna berusaha membawa Ji Lian Hua terbang sejauh mungkin keluar dari lokasi wilayah badai yang sedang berlangsung.


Selagi Naga Panca Warna sedang berjuang keluar dari pusat badai, menghadapi halangan pusaran angin kencang dan Sambaran petir ganas yang tiada hentinya.


Yu Ming sendiri justru kini sedang menghadapi gelombang laut setinggi 20 meter, yang datang dengan ganas, ingin menelan nya.


Yu Ming langsung menyambut kedatangan gelombang besar itu dengan dua tebasan pedang memisahkan gelap dan terang.


Begitu tebasan kuat Yu Ming di lepaskan, gelombang laut setinggi 20 meter langsung terbelah oleh kekuatan tebasan pedang Xuan Yuan.


Cahaya Emas, yang membentuk bayangan pedang Xuan Yuan berhasil membelah gelombang laut itu terpecah menjadi dua.


Sehingga gelombang itu terpecah dua dan terdorong kesamping, oleh gelombang kekuatan Pedang Cahaya Emas


Untuk sementara waktu, kapal pun jadi selamat dari terjangan gelombang besar .


Tapi keadaan itu hanya berlangsung beberapa detik, sebelum kemudian gelombang setinggi 30 meter, kembali datang mengancam .


Yu Ming tidak punya pilihan, sekali lagi dia kembali melepaskan jurus memisahkan gelap dan terang.


Seberkas cahaya emas membentuk bayangan pedang Xuan Yuan kembali membelah laut setinggi 30 meter.


Untuk kedua kalinya Yu Ming lagi lagi berhasil menjinakkan gelombang tersebut.


Tapi cobaan buat Yu Ming belum berhenti, sekali lagi gelombang yang jauh lebih besar tiba.


Gelombang setinggi 60 meter kembali datang menyapu kearah Yu Ming dan kapalnya berada.


Lagi lagi Yu Ming dengan jurus pedang memisahkan gelap dan terang, berhasil menahlukkan gelombang laut besar itu.


Setelah gelombang tersebut berhasil Yu Ming jinakkan dengan membelahnya.

__ADS_1


Keadaan pun mulai kembali tenang, laut mulai terlihat lebih stabil, gelombang laut meski masih ada tapi sudah tidak seperti tadi.


Kini gelombang laut rata rata tinggal 2 sampai maximal 3 meter.


Kapal di bawah paman Luo, mulai bisa menguasai keadaan.


Tapi meski keadaan gelombang laut sudah kembali aman, tapi cuaca masih tetap buruk.


Angin badai dan hujan lebat masih terus berkecamuk di wilayah pusat badai.


Naga Panca Warna yang melihat keadaan di bawah sudah mulai stabil.


Dia memutuskan meninggalkan wilayah ketinggian karena di wilayah udara, Naga Panca Warna harus menghadapi tantangan berat dari angin topan dan Sambaran petir.


Naga Panca Warna bila sendirian dia tidak takut, tapi dia kini memikul beban menjaga keselamatan Nyonya muda nya.


Tentu saja hal ini membuat, dia tidak bebas.


Ini bukan hanya tanggung jawab pekerjaan saja, tapi lebih dari itu, dia harus bertanggung jawab atas keselamatan Ji Lian Hua.


Hal ini yang menjadi masalah berat bagi nya.


Untuk itu begitu melihat peluang di bawah sana.


Naga Panca Warna tanpa pikir panjang lagi, dia langsung segera membawa Ji Lian Hua bergerak turun kebawah.


Tapi sebelum mereka berhasil mendarat ke kapal.


Kondisi laut yang tadinya mulai tenang, tiba tiba berubah.


Sebuah angin pusaran yang tidak tahu datang dari mana begitu kuat.


Datang menerjang kearah posisi Naga Panca Warna dan Ji Lian Hua yang sedang tidak siaga.


Naga Panca Warna yang tiba tiba di terjang oleh angin begitu kencang kehilangan keseimbangan jatuh kedalam laut.


Di saat bersamaan langsung di gulung oleh sebuah ombak besar dan tertelan kedasar laut.


Di posisi lain Yu Ming yang hendak pergi memberikan pertolongan menyelamatkan Ji Lian Hua dan Naga Panca Warna .


Dia di hadang oleh sebuah gelombang laut setinggi 500 meter.


Gelombang itu begitu besar, hingga Yu Ming dan kapal di belakang nya, terlihat seperti seekor semut kecil,.di hadapan seekor gajah raksasa'.


Gelombang itu tanpa ampun langsung menerjang kearah Yu Ming .

__ADS_1


Melihat hal itu, tidak ada pilihan lain, Yu Ming langsung mengeluarkan tebasan pedang pemisah langit dan bumi.


Jurus kedua tiada awal tiada akhir, dengan kekuatan maksimal.


Yu Ming berusaha membelah gelombang laut itu.


Pedang Xuan Yuan membentuk sebuah bayangan pedang cahaya emas raksasa.


Membelah gelombang laut raksasa menjadi dua, gelombang besar itu bagaikan sebuah gunung besar yang terbelah dua.


Memunculkan sebuah celah di tengah tengah, celah itulah yang di gunakan oleh Paman Luo memimpin kapalnya terus bergerak menerjang gelombang laut yang terbelah.


Yu Ming harus tiga kali melepaskan tebasan pedang pemisah langit dan bumi, baru berhasil.membelah gelombang besar itu, dan membawa kapal paman Luo keluar dari situasi gelombang laut dan badai yang mengamuk hebat.


Tapi meski Yu Ming, paman Luo dan seluruh kru kapal beserta kapalnya selamat.


Tapi Naga Panca Warna dan Ji Lian Hua justru kehilangan jejak.


Yu Ming setelah mengeluarkan kapal dari wilayah berbahaya, dia sendiri kembali terbang memasuki wilayah badai yang sedang berlangsung.


Dari malam hingga matahari terbit lautan kembali menjadi tenang, Yu Ming melayang kesana kemari melakukan pencarian.


Bahkan dia juga terjun kedalam laut, mengatur nafas menggunakan mutiara malam melakukan pencarian di dasar lautan.


Tapi pada akhirnya dia tetap tidak berhasil menemukan keberadaan Ji Lian Hua dan Naga Panca Warna nya.


Yu Ming benar benar sulit percaya dan sulit menerima kenyataan tersebut.


Dia terus mencari dan mencari, hingga seluruh energinya terkuras habis.


Dia akhirnya kehilangan kesadaran diri, terombang ambing di atas permukaan laut.


Paman Luo dan kru anak buah kapal nya lah yang menemukan Yu Ming , membantu membawanya naik keatas kapal.


Kapal tidak berani melanjutkan perjalanan, selama tiga hari mereka diam di sana.


Menunggu Yu Ming sadarkan diri, menunggu keputusan Yu Ming baru mereka bisa mengambil keputusan melanjutkan perjalanan atau tidak.


Di hari ketiga Yu Ming yang kekuatannya telah pulih sendiri, dia akhirnya sadar dari pingsan panjangnya.


Begitu sadarkan diri, yang pertama kali Yu Ming lakukan adalah melompat turun dari ranjang.


Memperhatikan keadaan sekitarnya, dan berteriak,


"Hua er..! Hua er..,! kamu di mana..!"

__ADS_1


Yu Ming seperti orang linglung sambil terus memanggil nama Hua er, dengan wajah cemas.


Dia segera berlari keluar dari dalam kamarnya.


__ADS_2