PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
ANCAMAN YU MING


__ADS_3

Menjelang sore Ji Lian Hua di kawal oleh tiga jendral dan sisa pasukan nya.


Mereka sampai juga di bukit yang hanya berjarak 1/2 Li dari kota Ji, dari atas bukit tersebut terlihat pasukan Bei Di belum mundur mereka masih mengepung kota Ji.


Mereka masih terus mengirimkan pasukan burung besar menyerang pertahanan diatas benteng kota dengan anak panah yang di tembakan dari udara.


Sedangkan dari arah bawah di pintu gerbang, menggunakan kereta yang membawa gelondongan kayu besar.


Pasukan Bei Di terus menggedor pintu pertahanan kota Bei Di.


Ji Lian Hua mengamati sejenak, sebelum dia akhirnya memimpin semua orang menyerang kearah barisan pasukan besar suku Bei Di, di mana Raja dan putra mahkota suku Bei Di sedang berada di sana.


Awalnya kemunculan Ji Lian Hua dan pasukannya sedikit mengagetkan pasukan suku Bei Di.


Mereka ragu, setelah mengalami kekalahan mengenaskan di pertarungan sebelum nya.


Tapi saat melihat di sana tidak ada Yu Ming juga tidak ada Naga yang di takuti oleh hewan peliharaan mereka.


Raja suku Bei Di segera memberi kode pada kepala suka penunggang kerbau hutan untuk bergerak maju dari arah tengah menyerang pasukan Ji Lian Hua.


Sedangkan dari arah sayap kiri dia menugaskan pasukan penunggang serigala yang bergerak menyerang.


Dari arah sayap kanan pasukan penunggang macan tutul lah yang bertugas menyerang.


Tidak lama kemudian pasukan kedua belah pihak bertemu.


Pasukan Ji Lian Hua segera terdesak.


Yang Jian Na Cha dan Li Cing bertugas menahan pergerakan pasukan pengejar.


Sedangkan Ji Lian Hua dengan cepat memimpin pasukan nya bergerak mundur, meninggalkan bukit, yang menjadi base pertahanan mereka.


Setelah Ji Lian Hua dan pasukannya menghilang, Yang Jian dan yang lainnya setelah memukul mundur pasukan pengejar.


Mereka baru ikut menyusul menghilang di balik bukit.


Raja suku Bei Di memberi kode agar ketiga kepala sukunya bergerak melakukan pengejaran.


Pasukan gabungan suku Bei Di, di pimpin oleh kepala suku mereka masing masing, segera melakukan pengejaran.


Saat pasukan Ji Lian Hua menghilang di balik bukit kedua.


Saat itu yang muncul dari balik bukit menyambut kedatangan pasukan Bei Di dari tiga jurusan adalah Yu Ming dan Naga Pancawarna nya.


Kemunculan Yu Ming dan Naga Panca Warna nya, segera membuat pasukan suku Bei Di yang sedang melakukan pengejaran kaget.


Mereka segera menjadi panik dan kacau barisan nya.

__ADS_1


Kekacauan yang paling pertama timbul adalah, hewan tunggangan mereka mulai bergerak liar sendiri


Hewan tunggangan mereka terlihat ketakutan dan panik.


Apalagi saat Naga Panca Warna mulai menyerang mereka dengan semburan api panca warna.


Semakin kacau dan ketakutan lah, pasukan suku Bei Di yang terdiri dari 3 kekuatan gabungan.


Di saat kekacauan terjadi Yu Ming dengan langkah cahaya bergerak cepat menyelinap di antara pasukan penunggang kerbau yang sedang panik.


Tahu tahu dia sudah muncul di hadapan kepala suku penunggang kerbau hutan.


Belum sempat kepala suku yang bersenjatakan sebilah kapak besar melakukan sesuatu.


Pedang Xuan Yuan sudah berkelebat cepat memotong lehernya.


Kepala suku itu langsung roboh dengan darah muncrat muncrat keluar dari batang lehernya yang tertebas putus tanpa kepala lagi di sana.


Setelah menghabisi kepala suku penunggang kerbau hutan, Yu Ming kini bergerak cepat mengincar kepala suku penunggang serigala.


Yu Ming segera bergerak cepat menyelinap meninggalkan suku penunggang kerbau menuju suku penunggang serigala.


Dengan langkah cahaya sekejab saja Yu Ming sudah berhasil menyelinap muncul di hadapan kepala suku Bei Di.


Sama seperti sebelumnya hanya dengan satu tebasan cepat, tewaslah kepala suku penunggang serigala dengan kepala terpisah dari badannya.


Setelah menghabisi kepala suku penunggang serigala, Yu Ming kini berpindah menuju kepala suku penunggang macan tutul.


Sempat terjadi kejar kejaran dengan selisih jarak cukup jauh, tapi saat kepala suku penunggang panther hitam hendak memasuki barisan pasukan utama.


Di mana Raja dan putra mahkota ada di tengah tengah pasukan tersebut


Kepala suku tersebut berhasil tersusul oleh Yu Ming , meski berada di bawah perlindungan pasukan utama suku Bei Di.


Yu Ming tetap bisa memegal kepalanya dengan mudah, tanpa ada yang bisa menghalanginya.


Selanjutnya Yu Ming kini menarget Raja suku Bei Di yang di jaga ketat oleh pasukan nya.


Yu Ming sambil bergerak cepat, dia menggunakan tebasan pedang es surgawi.


Membekukan pasukan suku Bei Di yang mencoba menghalangi pergerakan nya.


Setelah membuat hampir setengah dari penghadang nya berubah menjadi patung es.


Yu Ming akhirnya tiba di hadapan raja Bei Di.


Yu Ming tidak langsung menyerang dan menghabisinya.

__ADS_1


Melainkan Yu Ming mengalungkan pedang nya di leher putra mahkota raja tersebut dan berkata dengan suara dingin.


"Tarik mundur seluruh pasukan mu, kembalilah ke negeri kalian sendiri di Utara sana.."


"Jangan pernah berani datang untuk menyerang kota yang menjadi kekuasaan kerajaan Zhou.."


"Bila tidak kalian pasti akan menyesal.."


Raja suku Bei Di terlihat ragu, sesaat kemudian dia berkata,


"Meski hari ini kamu bisa membunuh kami berdua.."


"Tapi seluruh pasukan ku akan membanjiri tempat ini untuk menuntut balas.."


"Akan muncul beribu ribu kepala suku kami yang datang kemari.."


"Aku mau lihat apa yang bisa kamu lakukan dengan kekuatan mu..?"


Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,


"Kamu boleh mencobanya, kamu dan putra mu akan menjadi tumbal pertama .."


"Setelah itu kita baru bisa lihat apa aku sanggup atau tidak membasmi kalian.."


"Menurutmu bila hewan tunggangan kalian ini, menyerang balik, apa kalian masih bisa keluar dari sini hidup hidup..?"


Raja Bei Di seketika pucat mendengar ancaman serius dari Yu Ming .


Tapi dia masih terlihat sangsi dengan ancaman Yu Ming .


Yu Ming tahu bila tidak di beri pelajaran orang ini tidak akan kapok.


Yu Ming tanpa menoleh berkata, "Paman Naga tolong suruh tunggangan mereka berbalik memusuhi mereka..."


Naga Panca Warna segera melepaskan suara raungan nya yang penuh intimidasi.


Sesaat kemudian kawanan hewan yang ada di sana mulai gelisah dan memberontak.


Bahkan burung burung besar yang sedang bergerak membantu menyerang pertahanan kota Ji.


Kini mereka semua sudah bergerak mundur meninggalkan benteng secara tiba tiba.


Mereka juga menjatuhkan penunggang yang ada diatas punggung mereka.


Sedangkan hewan lain di darat, mereka juga mulai terlihat memberontak, melempar tubuh penunggang yang duduk diatas punggung mereka.


Melihat kekacauan ini, mau tidak mau raja Bei Di harus percaya.

__ADS_1


Bila dia masih tidak menuruti kehendak Yu Ming .


Selanjutnya yang konyol tentu adalah seluruh suku gunung dari Utara yang mengikutinya.


__ADS_2