PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMBALI BERTEMU SECARA TAK TERDUGA


__ADS_3

Ji Qin Fu yang tidak punya pilihan dan khawatir tidak bisa keluar dari goa yang rumit.


Mau tidak mau dia menotok jalan darah di tengkuk Seng Kun, melumpuhkan nya


Lalu dia menyeret Seng Kun meninggalkan goa itu menyusul kemana Yu Ming pergi.


Tapi dia mengambil jarak dari rombongan Yu Ming, agar gengsinya tidak terlalu jatuh.


Sampai matipun wajah pencitraan dan reputasi tetap di jaga, begitulah anak maupun pejabat.


Hal ini banyak terjadi, jadi sikap Ji Qin Fu ini tidaklah heran.


Berkat petunjuk dari Naga Panca Warna lewat pesan suara, Yu Ming akhir nya berhasil membawa rombongan nya keluar dengan selamat.


Yu Ming tahu Ji Qin Fu membuntutinya dari belakang sambil menyeret Seng Kun.


Tapi dia pura pura tidak tahu, juga tidak mau menegurnya, karena dia paham orang seperti itu.


Bila di tegur dia malah akan merasa malu, kehilangan muka. Ujung ujungnya bukannya dapat simpati.


Orang itu malah akan marah marah tanpa alasan, karena urat gengsinya terganggu.


Jadi yang paling baik adalah mendiamkan nya saja.


Yang Ni yang penasaran, segera mepet ke Yu Ming dan berkata,


"Yu Ming ke ke, manusia tidak tahu malu itu mengikuti kita.."


Yu Ming dengan pandangan lurus kedepan berkata,


"Biarkan saja, dia toh tidak menganggu dan merugikan kita ."


"Kaki tangan menempel di tubuhnya, dia mau gerakan kemana itu tentu haknya.."


Mendengar jawaban Yu Ming, Yang Ni hanya menjebikan bibirnya yang indah.


Tapi dia tidak berkata-kata apa apa untuk berbantah.


Sedangkan Min Min dia hanya menahan senyum, mengikuti pembicaraan tersebut tanpa komentar.


Setelah keluar dari dalam Goa, Yu Ming langsung menggandeng lengan kedua gadis itu.


Mengajak mereka melakukan perjalanan cepat dengan ilmu langkah cahaya.


Sehingga dalam waktu sekejab mereka telah meninggalkan Ji Qin Fu jauh di belakang sana.


Saat kembali ke kota Qu Fu, mereka bertiga tentu di berikan tontonan mayat si pemuda botak yang tergantung di depan gerbang dalam kondisi menyeramkan.


Sudah hampir tidak mirip manusia lagi, lebih mirip gumpalan daging

__ADS_1


Tapi yang anehnya dia belum mati, masih sempat membuka sepasang matanya yang sulit terbuka untuk menatap kearah Yu Ming dengan penuh kebencian.


Lalu menatap kearah Yang Ni penuh ejekan, tentu saja hal ini sangat memancing emosi Yang Ni.


Untung Yu Ming cepat membaca situasi, dia segera berkata,


"Jangan terpancing, dia sengaja memancing amarah mu, agar kamu membantu mengakhiri hidupnya.."


"Keadaan nya saat ini, lebih parah daripada hukuman mati itu sendiri.."


"Biar dia menikmati dosa nya pelan pelan, itu yang terbaik.."


Ucap Yu Ming segera menyadarkan Yang Ni, sehingga emosinya pun mereda.


Sebaliknya si pemuda botak semakin kesal dan membenci Yu Ming yang telah menggagalkan rencananya.


Tapi Yu Ming mengabaikan nya, Yu Ming membawa kedua gadis itu melewati gerbang samping yang pintunya lebih kecil.


Setelah memasuki kota Qu Fu, Yu Ming langsung mengajak kedua gadis itu untuk belanja sebuah kereta kuda.


Setelah itu mereka bertiga baru kembali ke penginapan, sambil menunggu kedua gadis itu, di bantu pelayan penginapan bersiap siap memasukkan barang bawaan kedua gadis itu kedalam kereta.


Yu Ming memesan beberapa macam masakan duduk santai menikmati masakan lezat, tapi sederhana di restoran tersebut.


Seperti tiga mangkok mie bawang dengan toping beberapa lembar daging sapi panggang diatasnya.


Agar tidak terlihat terlalu kere kere amat, Yu Ming terpaksa panggil menu termurah kedua di restoran.


Jadi sikap hematnya tidak sampai di salah artikan sebagai cowok pelit


Seperti sebelumnya, uang di kantong Yu Ming memang tidak banyak, jadi dia harus berhemat, dan mengatur pengeluarannya dengan sangat ber hati hati.


Apalagi tadi mereka membeli sebuah kereta, di mana dia sudah habis uang cukup banyak.


Tapi Yu Ming tak berdaya, kedua gadis itu ikut dalam perjalanan nya.


Tentu saja pengeluarannya jadi bertambah, dia juga tidak leluasa Menggunakan Naga Panca Warna yang akan mengagetkan mereka.


Sehingga kedepannya perjalanannya akan lebih lambat dan boros.


Tentu saja kedua gadis itu berani melakukan perjalanan jauh, mereka pasti nya juga membawa bekal uang yang mungkin saja jauh lebih banyak darinya.


Tapi Yu Ming tidak mungkin berani buka mulut suruh mereka bayar.


Bisa bisa dia nanti di cap pria pelit dan tidak bermodal.


Makanya Yu Ming tidak mau membahas ataupun membicarakan perihal biaya dengan kedua temannya itu.


Lain hal nya bila saat ini yang bersamanya adalah Ru Meng ataupun Hua Er yang sudah lama dia kenal.

__ADS_1


Tentu dia tidak akan sungkan mengeluarkan seluruh isi kantongnya untuk mereka lihat.


Yu Ming sambil makan diam diam dia jadi terbayang dengan Ru Meng istrinya dan Hua er sahabatnya.


Tapi Hua er di dunia ini dengan Hua er di masa lalunya ada perbedaan.


Mereka sudah bukan orang yang sama, meski Hua er di dunia ini juga baik dan hubungan mereka juga tidak buruk.


Tapi Yu Ming selalu merasa mereka punya satu jarak jurang pemisah yang sulit di jelaskan.


Mereka tidak bisa lagi seakrab dan sebebas dulu lagi .


Begitu pula Ru Meng istrinya, sekarang dia hanya bisa mengenangnya tanpa bisa bersama lagi.


Berpikir sampai disini, Yu Ming tanpa sadar kembali menghela nafas sedih.


Lalu dia menjadi kurang berselera dengan mie panas di hadapannya.


Setelah mengaduk ngaduk nya beberapa kali, Yu Ming meletakkan sumpit nya menyilang diata mangkoknya.


Dia kini tiba tiba hilang nafsu makannya, apalagi saat terbayang dengan kematian Siao Li.


Yu Ming semakin tidak tertarik dengan toping daging sapi di atas mie nya.


Melihatnya saja, Yu Ming tiba tiba merasa mual dan ingin muntah.


Untuk mencegahnya, Yu Ming buru buru minum air teh wangi yang ada di hadapannya.


Tapi baru saja cawan nya terangkat kearah bibirnya, sepasang mata Yu Ming menjadi terpaku dengan kehadiran seorang gadis cantik yang sangat dia kenal.


"Ji Lian Hua,.."


"Ada apa dia sampai kemari.."


Batin Yu Ming heran.


Ji Lian Hua terlihat melangkah masuk kedalam restoran dengan pakaian seragam militernya yang mentereng.


Di belakangnya terlihat Na Cha, Li Jing dan Yang Jian hadir di sana mengawalnya.


Di luar sana terlihat seluruh restoran sudah di jaga ketat oleh barisan pasukan kerajaan Zhou.


Ji Lian Hua saat melihat Yu Ming duduk di sana sedang menatap kearah nya.


Wajah gadis itu yang tadi nya serius dan agak kusut, kini tiba tiba tersenyum lebar.


Dia segera menghampiri Yu Ming dengan langkah lebar dan wajah gembira.


Tapi belum juga dia sampai Yang Ni dan Min Min sudah tiba duluan mereka berdua langsung duduk di samping kiri kanan Yu Ming .

__ADS_1


__ADS_2