
Setelah berulang ulang pasukannya hanya menjadi bulan bulanan anak panah mereka sendiri.
Jendral Congkak itu kini memerintahkan pasukan perisai yang membawa tombak panjang.
Maju untuk mengepung Yu Ming , pasukan tombak perisai, berbaris rapi.
Berderap maju mendekati Yu Ming , setelah dekat, dengan menggunakan perisai sebagai pelindung diri.
Mereka menggunakan tombak panjang untuk memaksa mendesak Yu Ming .
Tapi lagi lagi tombak mereka tertahan oleh perisai Chi pelindung tubuh Yu Ming .
Yu Ming melangkah maju, menghentakkan energi Chi Ciu Sen Kung.
Segera pasukan perisai pada berhamburan terpental kesegala arah.
Mereka jatuh menabrak rekan di belakang mereka, menyebabkan kekacauan barisan.
Barisan yang hanya dilatih di poles dengan indah di luar, tentu saja begitu terjadi kekacauan.
Mereka sulit untuk kembali ke posisi sebelumnya, mereka segera bubar, bergerak sendiri sendiri .
Formasi seketika pecah buyar, hal ini memudahkan Yu Ming untuk menyelinap diantara mereka.
Dengan beberapa kali lompatan ringan, Yu Ming sudah tiba di hadapan kedua jenderal yang duduk diatas punggung kuda.
Menjaga kereta kuda yang di dalamnya duduk Gubernur Lui.
Kedua jendral itu, begitu melihat Yu Ming berlompatan cepat menghampiri kereta.
Mereka segera mencabut Golok yang tergantung di pinggang mereka untuk menebas Yu Ming.
"Wuttttttt...!"
"Wuttttttt...!"
Tebasan menemui tempat kosong, sebaliknya punggung golok mereka di jadikan sebagai batu loncatan bagi Yu Ming .
Untuk terbang kedepan, meninggalkan mereka berdua.
Yu Ming tahu tahu sudah mendarat ringan di atas kereta.
Melihat hal ini kedua jenderal pelindung gubernur Lui.
Segera melompat terbang keatas meninggalkan punggung tunggangan mereka.
Mereka dengan golok teracung keatas, mereka melompat kearah Yu Ming , sambil menebaskan golok di tangan mereka masing-masing.
Menyerang Yu Ming dengan tebasan mematikan.
Pohon ataupun batu, bila terkena tebasan mereka tentu akan terbelah.
Sayang nya, yang mereka serang bukan pohon, juga bukan batu.
Yang mereka serang adalah Yu Ming
__ADS_1
Saat Tebasan mereka tiba, Yu Ming malah bergerak maju dua langkah kedepan.
Sehingga kedua bahu Yu Ming yang sekeras baja, di gunakan untuk maju kedepan menyambut hantaman kedua buah sambungan tangan kedua jendral itu.
"Kreekkk..!"
"Kreekkk..!"
"Arggghhh..!"
"Arggghhh..!"
Mereka berdua bukan hanya tidak berhasil menebas Yu Ming dengan golok mereka.
Mereka malah membuat sambungan siku tangan mereka terlepas.
Golok di tangan mereka tidak lagi mampu mereka pertahankan, jatuh berkerontangan diatas lantai kereta.
Yu Ming menggerakkan kedua tangannya untuk di dorongkan kearah perut kedua orang jendral yang sedang kesakitan itu.
Seketika kedua jendral itu terpental mundur kebelakang, jatuh bergulingan jungkir balik diatas tanah .
Mereka berdua tidak mampu bangkit lagi, hanya bisa merintih rintih kesakitan, sambil memegangi sambungan tulang tangan mereka yang terlepas.
Yu Ming hanya melirik sekilas kearah dua jenderal yang terlihat mengenaskan.
Tidak lagi terlihat sikap jumawa dan arogan yang mereka tunjukkan sebelumnya.
Yu Ming masuk kedalam kereta kuda, tak lama kemudian dia menyeret keluar seorang pria bertubuh tambun gemuk.
Pria itu menangis nangis meminta ampun, hingga celananya basah.
Dengan kesal Yu Ming menotoknya agar tidak bisa mengeluarkan suara berisik.
Setelah itu Yu Ming memandang kesekitarnya di mana banyak penduduk berkerumun di kejauhan sana.
Yu Ming menggunakan Chi saat berbicara, agar suaranya terdengar jelas oleh semua orang.
"Tolong yang menjadi tetua adat di kota ini harap maju kedepan..!"
"Kepala desa di sekitar Hang Zhou, yang di pilih oleh rakyat harap maju kedepan..!"
Ucap Yu Ming dengan suara tegas.
Beberapa saat kemudian segera muncul beberapa orang tua yang di percaya oleh masyarakat sebagai juru bicara mereka.
Semuanya ada sepuluh orang, setelah mereka satu persatu memperkenalkan diri ke Yu Ming .
Yu Ming berkata,
"Tolong kalian semua tulus nama dan asal desa kalian di selembar kertas.."
"Bagi yang tidak bisa menulis boleh di wakili oleh rejan yang bisa.."
Sesaat kemudian masyarakat sekitar segera membantu menyiapkan perlengkapan dan alat tulis untuk perwakilan mereka.
__ADS_1
Setelah mereka selesai menulis nama dan asal daerah yang mereka wakili.
Yu Ming meminta mereka menuliskan keluhan mereka, dan meminta pemerintah pusat mengirimkan gubernur pengganti gubernur Lui.
Surat tersebut kemudian di setujui dengan stempel Ji Lian Hua yang memang ada di titipkan di Yu Ming .
Setelah membubuhkan stempel dari Ji Lian Hua, Yu Ming memasukkan surat tersebut kedalam sebuah amplop yang tersegel rapi.
Surat itu kemudian di berikan kepada salah seorang yang paling tua, yang menjadi perwakilan semua orang.
Yu Ming menyerahkan surat itu ke orang tua itu dan berkata,
"Mintalah seseorang ke Zhao Ge, untuk menyerahkan surat ini ke perdana menteri Jiang Je Ya.."
"Biar Perdana menteri Jiang yang akan mengatur gubernur pengganti kemari..."
"Sedangkan gubernur Lui dan anteknya kedua jenderal jahat itu.."
"Aku serahkan sepenuhnya kepada kalian untuk menghukumnya.."
"Bila menunggu hukum negara datang, kemungkinan mereka akan di selamatkan oleh komplotan mereka di ibukota.."
"Jadi terserah pada kalian mau di hukum apa, dalam hal ini aku tidak akan ikut campur.."
Ucap Yu Ming mengemukakan pendapatnya.
Pendapat Yu Ming langsung disambut baik oleh semua penduduk kota Hang Zhou yang sudah lama gerah dengan tindak tanduk gubernur Lui.
Di mana seluruh rakyat kita Hang Zhou Gubernur Lui adalah pejabat kejam yang hanya tahu menindas rakyat, menggemukan kantong sendiri .
Tentu saja tawaran dari Yu Ming segera di sambut dengan baik, mereka beramai-ramai segera memasukkan ketiga orang itu kedalam kerangkeng babi, untuk di bawa ke danau Xi Hu.
Rencananya mereka akan menghukum mereka dengan hukuman di tenggelamkan kedalam danau.
Mereka bebas melakukan apapun, prajurit prajurit keamanan kota, tidak ada yang berani berkutik.
Karena ada Yu Ming hadir diantara rakyat kota Hang Zhou.
Setelah acara hukuman selesai, Yu Ming lewat petunjuk penduduk setempat.
Dia pergi mengunjungi kamp kamp perkemahan tentara bayaran asing itu.
Tapi saat Yu Ming tiba, tentara asing bayaran sudah pergi, mereka tidak ada satupun lagi yang berani tinggal di kota Hang Zhou.
Setelah memastikan tidak ada lagi gangguan di belakang oleh orang orang gubernur Lui.
Semua anteknya sudah di kurung dalam penjara, harta mereka di sita dan di bagi rata ke seluruh penduduk di kita Hang Zhou.
Yu Ming melanjutkan langkahnya menuju salah satu penginapan terbesar dan termewah di kota itu,
Penginapan yang terdiri dari tiga lantai itu, di bangun menghadap danau Xi Hu yang memiliki pemandangan sangat indah dan tenang.
Di saat malam hari tiba lampu gemerlapan indah terlihat menghiasi danau Xi Hu yang indah.
Yu Ming menghabiskan waktu dengan duduk di depan jendela sambil menikmati arak Hang Zhou yang terkenal enak dan wangi.
__ADS_1