
Yu Ming segera mengenali siapa yang sedang merangkak keluar dari balik patung dewa.
Dia adalah gadis muda yang tersenyum kepada nya kemaren sore.
Gadis yang Yu Ming cari kemana hilangnya, setelah nasib tragis menimpa teman seperjalanan nya.
Yu Ming melihat gadis itu setelah merangkak keluar dari persembunyiannya, dia menatap kesana kemari dengan sikap takut takut.
Yu Ming yakin gadis itu pasti tahu sesuatu dan mengenali siapa pelaku aksi bejad terhadap rekan nya.
Gadis muda itu bisa jadi saksi kunci, palu di balik semua peristiwa semalam.
Yu Ming ragu ragu untuk muncul, bila dia muncul tiba tiba, tentu dia akan menakuti gadis itu, dan bisa menduga jelek padanya.
Tapi bila dia tidak muncul, bagaimana dia bisa mengungkap tabir kekejian, yang di lakukan oleh penjahat pemetik bunga yang kejam itu.
Yu Ming menyaksikan dengan perasaan kasihan melihat gadis muda itu menangis ketakutan seorang diri di tempat itu.
Beberapa saat mengamati, Yu Ming akhirnya memutuskan untuk muncul mengajak gadis muda itu mengikutinya menuju penginapan.
Tapi saat Yu Ming ingin bergerak, pendengarannya yang tajam, mendengar suara pergerakan halus sedang bergerak mendekati tempat itu.
Yu Ming segera menghentikan pergerakan nya, Yu Ming kembali bersembunyi mendekam di balik genteng,.
Dia ingin menyaksikan siapa yang datang ketempat sepi itu.
Beberapa saat kemudian dari halaman samping kuil, Yu Ming melihat satu sosok lain yang di kenali nya.
Juga sebagai tamu di restoran tempat dia menginap, sosok itu ternyata adalah si pemuda botak yang pernah di lihatnya kemaren.
Sesuai perkiraan nya sebelumnya, pemuda botak itu, pergerakan nya cukup gesit dan tidak lemah.
Yu Ming diam mengamati, apa yang akan di lakukan oleh si botak.
Si botak terlihat mendekati kuil dengan langkah hati hati, si botak yang mendengar ada suara tangis di dalam kuil.
Dia terlihat bergerak dengan hati hati, mencoba mengamati keadaan di dalam kuil lewat sela sela lubang jendela kuil.
Setelah memastikan keadaan di dalam sana, dia baru dengan langkah tenang berjalan menuju pintu kuil.
Mendengar suara langkah kaki orang yang sedang bergerak mendekat.
Gadis muda itu terlihat kaget, dia buru-buru bangkit berdiri menatap kearah pintu kuil dengan tatapan mata penuh ketakutan.
Dia terlihat mencari cari sesuatu yang bisa dipergunakan untuk mempertahankan diri.
Pedangnya tidak terlihat di sekitar, kemungkinan sudah di bawa pergi oleh petugas keamanan bersama jasad rekan rekannya.
Setelah mencari cari gadis itu akhirnya menemukan potongan kayu kaki kursi.
Dia buru buru menyambarnya, lalu dengan sikap waspada dia menodongkan potongan kayu itu kedepan.
Sambil menodongkan potongan kaki kursi kedepan, dua terus melihat kearah pintu kuil dengan wajah ketakutan.
__ADS_1
Sesaat kemudian dari arah pintu kuil terlihat pemuda botak itu melangkah masuk .
"Jangan mendekat...!"
"Pergi...!"
Teriak gadis muda itu panik, tangannya yang memegang tongkat kayu terlihat gemetar.
Sehingga kaki kursi itu ujungnya juga terlihat bergetar.
Pemuda botak itu sambil tersenyum lembut berkata,
"Nona muda,.. tenanglah aku tidak bermaksud buruk.."
"Aku kemari karena mendengar kabar buruk yang menimpa saudari mu.."
"Makanya aku berkeliling kemana mana mencari mu, syukurlah kamu baik baik saja di sini.."
"Percayalah aku kemari tidak bermaksud buruk, aku hanya ingin menolong mu.."
"Bagaimana bila kamu saya antar kembali ke penginapan.."
Ucap pemuda berkepala botak itu dengan suara lembut.
"Tidak,..! gak perlu..! pergilah..! aku bisa pulang sendiri..!"
"Aku sedang tidak ingin di ganggu siapapun..!"
Ucap gadis muda itu tegas.
"Baik.. baik...kamu tenanglah.."
"Tidak mau ikut juga tidak apa apa.."
"Kamu tenangkan dulu diri mu, ini ada sedikit roti dan minuman, bila kamu lapar dan haus makan dan minumlah.."
"Aku akan berjaga di luar sana, bila kamu sudah tenang dan ingin pulang bersama dengan ku ke penginapan.."
"Aku menunggumu di depan sana.."
Ucap pemuda botak itu dengan suara lembut dan tatapan mata penuh pengertian.
Yu Ming yang bisa melihat dengan jelas semua yang terjadi, diam diam Yu Ming menyesali dirinya yang terlalu banyak prasangka .
Ternyata biksu itu tidak lah seperti yang dia bayangkan.
Saat Yu Ming ingin keluar dari persembunyiannya menemui mereka.
Tiba tiba roh gaib hitam berkata,
"Bila kamu ingin sial, bolehkah kamu coba keluar.."
"Biar takdirmu semakin runyam.."
__ADS_1
Yu Ming jadi ragu, dia segera berkata dalam hati,
"Apa maksud senior..?"
Roh gaib hitam tertawa mengejek dan berkata,
'Mengapa kamu tidak coba menonton hingga selesai, terburu buru buat apa.."
"Kamu seperti sedang memukul rumput mengejutkan ular.."
"Bersabarlah, masih banyak tontonan menarik di belakangnya."
"Mengenali orang jangan melihat penampilan luar dan tutur bahasanya, bila tidak kamu bisa konyol."
Mendengar ucapan dari roh gaib hitam, Yu Ming pun membatalkan niatnya untuk keluar dari persembunyiannya.
Dia kembali mengamati situasi di bawah sana, saat Yu Ming kembali memantau keadaan di bawah sana .
Dia menemukan pemuda botak itu sudah tidak berada di dalam ruangan.
Di dalam ruangan terlihat hanya tersisa gadis muda itu saja.
Setelah beberapa saat berlalu, Yu Ming melihat gadis itu mulai gelisah.
Perutnya mulai berbunyi, kelihatannya dia sedang mencoba menahan lapar.
Gadis itu berulang kali menelan ludahnya sendiri, saat melihat roti dan air minum yang di tinggalkan oleh pemuda botak itu untuk nya.
Tapi dia ragu ragu untuk pergi mengambil makanan itu untuk mengisi perut nya, di takut makanan itu mengandung racun.
Hingga dari kolong meja sembahyang, tiba tiba muncul seekor tikus.
Tikus itu mengamati sejenak keadaan di dalam ruangan yang sepi itu.
Melihat gadis muda itu diam saja tidak beraksi terhadap kehadiran nya.
Tikus itu akhirnya nekad keluar dari tempat persembunyiannya, langsung menghampiri roti yang tergeletak tidak jauh dari hadapan nya.
Tikus itu tanpa ragu, langsung mencoba menyantap roti yang belum tersentuh itu .
Sesaat setelah menyantap hampir setengah potong, keadaan tikus itu tetap baik baik saja.
Gadis muda itu segera terlihat bersemangat, dia segera bangkit berdiri.
Kemudian dia segera mengusir tikus itu dari sana, dengan menggunakan tongkat kursinya..
Setelah tikus itu pergi, tanpa banyak berpikir lagi, gadis muda itu segera mengeluarkan sebatang jarum perak, untuk mencoba makanan di hadapannya.
Bila jarum perak di tangan nya berubah warna menjadi hitam, maka makanan tersebut tentu mengandung racun.
Bila ternyata sebaliknya, jarum tetap putih bersih, itu berarti roti dan minuman itu bebas racun.
Setelah melihat jarum tetap bersih, maka gadis muda itu Kini mulai menyantap habis dua setengah potong roti yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Kemudian karena merasa tenggorokannya agak sedikit seret, gadis muda itu segera meminum habis isi botol air yang segar dan agak manis itu.