PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
DI PERMAINKAN BURUNG


__ADS_3

Angin segar segera menerpa wajah Yu Ming, Yu Ming merasa sangat lega dan nyaman.


Dia sampai memejamkan matanya dan menghirupnya kuat kuat udara segar tersebut hingga memenuhi seluruh rongga dadanya.


Dia benar-benar sangat menikmati udara bebas yang sangat segar itu.


Setelah puas, Yu Ming baru melepaskan nya pelan pelan .


Lalu dia mencoba untuk melakukan nya kembali hingga berulang kali dan akhirnya dia merasa sudah cukup puas.


Yu Ming baru bergerak keluar dari lubang dinding, yang tercipta dari ledakan dahsyat tadi.


Setelah keluar dari dalam lubang dinding Gua yang berlubang.


Yu Ming kembali menemukan dirinya muncul di sebuah gua lainnya.


Bedanya Gua ini jauh lebih besar dan lebih luas, di bagian ujung mulut Gua, ada angin segar berhembus masuk tiada henti.


Bahkan membawa butiran embun halus, terbang hingga ke posisi di mana Yu Ming berada.


Di mulut Gua juga ada tirai air putih, yang menjadi penghalang mulut Gua dengan dunia luar.


Yu Ming segera berlari kearah mulut Gua, untuk melakukan pemeriksaan.


Saat tiba di mulut Gua Yu Ming, menemukan bahwa mulut Gua tempat dia berdiri.


Berada di posisi tengah tengah sebuah tebing tinggi, yang air terjunnya berasal dari bagian puncak tebing itu, jatuh kebawah, melewati mulut Gua Yu Ming .


Baru jatuh ke sebuah kolam berwarna hijau, yang selalu di selimuti oleh kabut air, yang terus membumbung tinggi ke udara.


Jarak dari Gua di mana posisi Yu Ming berada, dengan kolam di bawah sana, masih ada ribuan kaki jaraknya.


Yu Ming melongok kebawah sana, dia sedikit seram.


Apalagi saat teringat pengalaman dirinya, sebelum bertemu dengan Siao Li.


Dimana dia juga pernah mengalami jatuh dari ketinggian air terjun, yang lebih tinggi dari posisinya saat ini berada.


"Ahhh peduli amat, mati ya mati.."


"Paling reinkarnasi lagi.."


Ucap Yu Ming mencoba memacu keberanian nya.


Yu Ming kemudian mencabut pedang Xuan Yuan, mengalirkan Chi Dewa memenuhi tubuhnya .


Sesaat kemudian dia langsung terbang melesat keluar menembus air terjun.


Perlahan-lahan tubuhnya melayang kebawah, dengan pengerahan ilmu menunggang Mega.


Laju tubuh Yu Ming saat melayang ke bawah menjadi seringan dedaunan kering.


Tubuh nya terus melayang kebawah dengan ringan.


Tapi sial baginya, karena terlalu ringan, dia malah terdorong angin menuju landasan batu sungai dangkal di bagian pinggir kolam air terjun.


Lebih sial lagi saat jaraknya masih ada puluhan meter, dari atas tanah.


Chi Dewa nya mendadak macet,


"Aihhh,..sial gua...!"


"Mampus aku kali ini ..!"

__ADS_1


Teriak Yu Ming panik, tubuhnya meluncur deras jatuh kebawah, dengan sangat cepat tanpa terkendali.


"Gubrakkkk...!"


"Krakkkk...!"


"Ahhhh...!"


Terdengar suara keras seperti kelapa jatuh dari ketinggian pohon belasan meter.


Selain suara jatuhnya yang keras, Yu Ming juga mendengar suara patahnya tulang punggung seperti kayu kering di patahkan paksa.


Yu Ming langsung menjerit kesakitan, saat tubuhnya terbanting keras, keatas tanah berlapis batu sungai.


Tubuh Yu Ming tergeletak tak bergerak diatas lantai bebatuan keras, di mana air jernih mengalir melewati tubuhnya.


Yu Ming merasa pandangan menjadi gelap dan banyak bintang menari nari di depan matanya.


Air dangkal yang jernih saat mengalir melewati kepala Yu Ming , langsung berubah menjadi warna merah.


Benar kepala Yu Ming yang juga ikut terhempas di atas batu keras, mengalami retak tengkoraknya.


Kecap mengalir deras dari kepalanya.


Pedang Xuan Yuan yang merasa bersalah pada sahabatnya, buru buru bersembunyi kedalam gelang, takut kena marah tuan sekaligus sahabatnya.


Dia juga tidak mengerti kenapa aliran Chi Dewa nya, yang dia kirim kan ke Yu Ming bisa macet secara tiba-tiba.


Yu Ming terbaring diam di sana dalam kondisi mengenaskan.


Seluruh tubuhnya lumpuh, tidak mampu di gerakkan. Dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, tidak bisa di gerakkan sedikitpun.


Sedikit saja dia mencoba menggerakkannya, akan langsung mendatangkan rasa nyeri yang luar biasa.


Yu Ming akhirnya hanya bisa tergolek diam, tidak berani sembarang bergerak .


Melihat cuaca berubah silih berganti, gelap jadi terang, terang jadi gelap lagi.


Begitu saja yang terjadi berulang ulang, hingga dia sendiri juga sudah tidak tahu. Berapa lama, dia tergolek tak berdaya di tempat itu.


Yang Yu Ming tahu adalah perut nya semakin hari semakin lapar. Saking dirinya merasakan kelaparan hebat. Akhirnya perutnya mulai terasa kram dan mati rasa.


Tempat yang begitu terpencil dan mungkin sangat terisolasi, jauh dari keramaian.


Tidak akan mungkin, ada orang yang datang berkunjung ketempat ini, pikir Yu Ming dalam hati.


Kini dia hanya bisa pasrah membiarkan langit mempermainkan nasibnya.


"Ahh langit,..! kau sungguh pandai mempermainkan nasib ku..!"


Ucap Yu Ming pelan dengan sisa tenaganya yang ada.


Selain mengeluh pada langit, sudah tidak ada yang bisa dia lakukan.


Baru saja Yu Ming mengeluh, seekor burung terbang rendah, lalu melepaskan kotoran nya ke bawah.


Tepat masuk kedalam mulut Yu Ming yang sedang mengeluh.


"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"


"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"


"Hoeeekk..!"

__ADS_1


"Hoeeekk..!"


Yu Ming langsung tersedak kotoran, sambil terbatuk batuk, hingga mengalami muntah muntah.


Tapi kotoran itu tidak bisa keluar, karena posisi Yu Ming yang tidur terlentang.


Hanya rasa nyeri hebat yang menghukum nya, setiap kali dia batuk batuk dan mau muntah.


Karena posisi tubuhnya jadi sedikit tertarik, saat dia batuk batuk, maupun saat dia mau muntah.


Akhirnya kotoran tersebut lenyap kedalam perut, menjadi vitamin tambahan buat Yu Ming .


Yu Ming tidak berani buka suara mengeluh lagi, dia kini menutup mulutnya rapat rapat.


Mengeluh di dalam hati saja,


"Lao Thian kau sungguh Keparat busuk,..!"


"Berani mempermainkan aku hingga sedemikian rupa..!"


"Kalian semua Keparat tidak berjantung, tidak berhati dan tidak punya paru paru..!"


"Kalian sungguh kejam..!"


"Bahkan seekor burung pun mampu melecehkan, sang legenda tak terkalahkan di kahyangan..!"


"Aihhh,.. brengsek..!"


"Sungguh brengsek..!"


Tiba-tiba Yu Ming merasakan ada yang mendarat di atas kepalanya.


Lalu mulai ada yang mematuk matuk kepalanya.


Yu Ming membuka matanya, mencoba untuk melihat keatas kepala nya.


Tapi dia tidak bisa melihat dengan jelas, mahluk yang kini bertengger di kepala nya.


Dia kemudian mencoba mengusir'nya dengan suaranya.


"Hushhh..! Hushhh..! Hushhh..!'


Mahluk itu pergi sebentar, dari kepakan sayap nya,Yu Ming menduga mahluk itu kemungkinan adalah seekor burung.


Bisa jadi adalah burung yang memberinya kotoran tadi.


Batin Yu Ming geram.


Baru saja Yu Ming membatin sejenak, burung itu sudah kembali datang mendarat di atas kepalanya.


Dia kembali melanjutkan mematuk kulit kepala Yu Ming .


Yu Ming sekali lagi, sambil menahan nyeri, dia kembali mencoba mengusir'nya dengan suara yang sama, seperti sebelumnya.


"Hushhh..! Hushhh..! Hushhh..!'


"Hushhh..! Hushhh..! Hushhh..!'


"Hushhh..! Hushhh..! Hushhh..!'


Tapi sekali ini, bagaimana pun, Yu Ming membunyikan suara nya, mengusir burung berbulu hitam itu.


Burung itu tidak bergeming dari posisinya.

__ADS_1


Dia malah menjatuhkan sesuatu yang hangat dan lengket di kening Yu Ming .


__ADS_2