PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
AKHIR NASIB JENDRAL COA


__ADS_3

Melihat keadaan sedang kacau, kakak ipar Min Min memilih ingin diam diam meloloskan diri dari tempat itu.


Tapi sebuah sendok kuah yang di timpuk oleh Thio Sin Bu, tepat menghantam sambungan kaki di belakang lutut.


Membuatnya jatuh berlutut, dengan tempurung lutut mendarat keras diatas lantai


"Brukkk..!"


Wajah kakak ipar Min Min langsung memucat, rasa nyeri yang luar biasa mendera kedua lututnya.


Membuat dia sampai sulit bersuara.


Dia hanya bisa berlutut di sana, menahan rasa sakit luar biasa di kedua tempurung lutut nya.


Dia hanya bisa menatap kearah sisa pasukan terakhir jenderal Coa yang sedang bergerak meninggalkan ruangan tersebut.


Dia sudah kehilangan peluang untuk menyusup di antara mereka kabur dari dalam ruangan.


Kakak Min Min yang melihat suaminya berlutut di sana dengan wajah pucat.


Dia segera bergerak ingin menghampiri suami nya, tapi sebelum dia berhasil menjangkaunya.


Thio Sin Bu yang melayang seperti seekor burung Garuda putih besar.


Sudah bergerak mencengkram bahu putrinya, kemudian dia bawa terbang mundur kembali ke sisi istrinya.


Thio Sin Bu membanting putrinya duduk diatas kursi di hadapannya dan berkata,


"Anak durhaka, berani kamu berhubungan dengan serigala berbulu domba itu lagi.!."


"Percaya tidak ayah akan patahkan kedua kaki mu, !? agar kamu seumur hidup tidak usah keluar lagi dari rumah.."


Kakak Min Min terpaksa duduk di sana, sesaat kemudian dia langsung menangis pilu beralas lengannya sendiri di atas meja.


Ibunya tidak berkata apapun, dia hanya menghela nafas sedih, menyesal dulu terlalu memanjakan putri pertamanya ini.


Terlalu membelanya, sehingga menyebabkan petaka seperti ini, bagi keluarganya.


Di tempat lain, begitu Yu Ming melangkah keluar dari dalam ruangan jala dari berbagai arah langsung bertebaran di udara.


Jala jala itu di maksudkan untuk menangkap Yu Ming , tapi oleh Yu Ming malah di buat untuk meringkus tubuh Jendral Coa.


Tubuh Jendral Coa di gunakan oleh Yu Ming untuk di putar putar di udara menghalau semua jala yang datang .


Jala jala yang di pasangi mata kail itu tentu saja langsung melukai jendral Coa tanpa ampun.


Sehingga Jendral Coa menjerit jerit kesakitan, seperti seekor ba bi yang hendak di bawa pergi untuk di potong.


Pasukan jendral Cia yang melihat mereka salah sasaran, malah melukai atasannya sendiri.


Mereka tidak berani melanjutkan serangan jala mereka lagi.


Perlahan lahan mereka bergerak mundur teratur.


Tapi mereka belum mundur sepenuhnya, masih mengepung dan mengurung tempat itu dari jarak jauh.


Yu Ming yang melihat banyak pergerakan pasukan panah terpendam, yang sedang bersembunyi di sekitar,


Dia pun kembali berkata,


"Kalau kamu merasa hukuman kail dan jala ini masih kurang.."


"Kamu boleh suruh anak buah mu melepaskan anak panah, agar kamu bisa merasakan anak panah bawahan mu.."


Jendral Coa yang sedang merintih kesakitan, di dalam lilitan jala yang mata kailnya pada membenam di dalam kulit dan dagingnya.

__ADS_1


Begitu mendengar ucapan Yu Ming dia segera berteriak,


"Kalian sialan,.. ! idiot semuanya,..!"


"Cepat mundur menjauh.."


Di saat pasukan itu sedang meragu, terdengar suara teriakan keras dari luar gedung.


"Yang Mulia Jendral Li Cing tiba...!"


"Yang Mulia pangeran ketiga na Cha tiba..!"


"Yang Mulia Jendral Yang Jian tiba..!"


"Yang mulia putri Ji Lian Hua tiba..!"


Mendengar disebutkan nya sederet nama besar petinggi kerajaan Zhou yang berkuasa.


Segera seluruh pasukan Jendral Coa menjatuhkan diri berlutut, dengan kepala tertunduk.


Jendral Coa sendiri dengan wajah pucat juga langsung ikut menjatuhkan diri berlutut.


Meski harus menahan rasa nyeri di sekujur tubuhnya, dia juga memaksakan diri untuk berlutut.


Tak lama berselang dari arah pintu depan, terlihat Ji Lian Hua yang berpakaian seragam militer mentereng, di kawal oleh tiga orang jendral andalan ayahnya.


Mereka melangkah memasuki tempat itu, setelah tiba di hadapan Jendral Coa.


Ji Lian Hua berkata dengan suara dingin,


"Mana ajudan Jendral Coa....!?'


Segera seorang berpakaian seragam militer mentereng maju kedepan.


Dia memberi hormat sambil berlutut di hadapan Ji Lian Hua.


Ji Lian Hua berkata singkat,


"Kamu berdirilah.."


"Siapa nama mu ?"


"Aku Wei Guan Yang Mulia.."


Jawab ajudan jenderal Coa cepat.


"Berapa lama kamu mengikuti dia..!?"


Tanya Ji Lian Hua tegas.


"Hampir 20 tahun Yang Mulia..!"


Jawab ajudan itu bangga.


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Baiklah karena kamu cukup setia dengan nya, kamu ikutlah berlutut di samping nya sana.."


Ajudan jendral Coa tidak berani membantah, dia dengan sikap patuh segera pergi berlutut di sebelah jendral Coa.


Ji Lian Hua menoleh kearah barisan pasukan yang hadir disana.


Ji Lian Hua mengedarkan pandangannya sejenak, lalu dia menunjuk kearah seorang prajurit rendahan.


Tapi wajahnya yang terlihat polos dan jujur itu, jelas menunjukkan usianya tidak lagi muda

__ADS_1


"Kamu kemarilah..!"


Tunjuk Ji Lian Hua sambil melambaikan tangannya.


Prajurit setengah tua itu maju dengan wajah ragu ragu menghampiri Ji Lian Hua.


Setelah prajurit itu berdiri di hadapannya, Ji Lian Hua pun berkata,


"Kamu sebutkan nama dan sudah berapa lama mengabdi di militer .?"


"Nama ku Chen A Niu, aku sudah berkarir di militer 35 tahun.."


Jawab Prajurit tua itu jujur.


"Apa selama ini kamu cuma menjabat posisi prajurit terus..?"


Tanya Ji Lian Hua penasaran.


Chen A Niu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak, sebelum Jendral Guo di kurung dengan tuduhan berkhianat.."


"Aku adalah ajudan nya. "


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Di mana Jendral Guo


sekarang..?"


"Apa beliau masih hidup..?"


"Jendral Guo masih hidup Yang Mulia.."


Jawab Chan A Niu cepat.


"Beliau saat ini di kurung di penjara bawah tanah di kediaman Jendral Coa.."


Jawab Chan A Niu berani.


Jendral Coa langsung melotot kearah Chen A Niu dan berkata,


"Chen A Niu kamu cari mampus berani sembarang bicara ."


Chen A Niu tersenyum mengejek dan berkata


"Coa Leng..aku sudah lama menunggu waktu ini.."


"Meski hari ini aku harus mati, aku juga harus buka konspirasi menjijikan kamu dan walikota Cai,.."


"Kamu mengkhianati kepercayaan kakak Guo Zi Yi pada mu, dengan bekerjasama dengan koruptor bermarga Cai itu.."


"Kalian menjebak dan melempar tuduhan palsu ke kakak Guo, menerima tawaran kerjasama dengan Huo Shu si penghianat itu.."


"Kalian manusia hina pantas mati.."


"Cuihhhh..!"


Ucap Chen A Niu sambil meludah kearah wajah Jendral Coa.


Air liur Chen A Niu yang kental tepat sasaran mengenai jidat Jendral Coa yang memang tidak bisa menghindar.


Karena seluruh tubuhnya terlilit oleh jala yang ada mata kailnya.


Ji Lian Hua menghela nafas panjang dan berkata,

__ADS_1


"Pahlawan Chen, segera kamu jemput atasan mu Jendral Guo kemari untuk menerima tugas baru.."


__ADS_2