
"Qiong Qi...!"
Keluh Yu Ming dengan nafas tertahan.
Posisinya saat ini sangat berbahaya bila mahluk itu mendekat.
Yu Ming buru buru mempercepat gerakan memanjat ke puncak tebing.
Tapi baru mencapai setengah jalan, mahluk itu sudah datang menyambar dengan ganas.
4 pasang cakarnya yang seperti pedang pusaka, melakukan gerakan menebas.
Tebasan cakar itu menimbulkan cahaya putih transparan berkilauan, melesat mendahului datangnya cakar aslinya Qiong Qi.
Sama seperti Suan Ni, Qiong Qi juga mampu melepaskan serangan jarak jauh.
"Singggg...!"
"Singggg...!"
"Singggg...!"
"Singggg...!"
Suara berdesing tajam, mewarnai serangan cahaya putih yang menerjang cepat kearah punggung Yu Ming .
"Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!"
Terjadi 4 kali ledakan beruntun menyambar tebing curam, yang sebelumnya menjadi tempat Yu Ming bergelantungan di sana.
Yu Ming sendiri saat serangan tersebut di lepaskan, dia buru buru melompat tinggi keatas.
Sehingga serangan Qiong Qi lewat di bawah tubuhnya, hanya membentur dinding tebing.
Sedangkan Yu Ming sudah melesat menuju mulut tebing.
Saat melewati mulut tebing, Yu Ming langsung melakukan gerakan bersalto dua kali di udara.
Setelah itu dia baru mendarat di dataran seluas lapangan bola basket.
Ternyata puncak tebing, bukan bagian puncak tertinggi, karena di bagian paling ujung dataran yang menjorok kedalam.
Ternyata masih ada sebuah dinding tebing lain yang menjulang tinggi keatas, hingga tertutup kabut halimun.
Di tebing itu terlihat ada sebuah Goa kecil, yang terletak agak menyamping.
Sedangkan bagian tengah tebing, terlihat ada sebuah pintu batu besar yang tertutup rapat.
Di depan pintu batu yang tertutup rapat, terlihat ada sedikit pelataran dengan undakan 5 baris anak tangga, untuk bisa mencapai pelataran di depan pintu gerbang batu yang tertutup rapat.
Di kanan kiri pintu ada ukiran replika Roh Gaib Hitam dan Putih.
Sebelum mencapai undakan anak tangga, di sana ada dua buah arca tempat meletakkan lampu penerangan.
Tapi di sana, tidak menggunakan lampu minyak, melainkan menggunakan dua butir mutiara berwarna kuning sebesar bola takraw.
__ADS_1
Kini di lapangan yang terletak di depan pintu gerbang batu, terlihat Yu Ming dan Qiong Qi bertarung dengan seru.
Masing masing mengeluarkan kekuatan terbaik mereka untuk saling merobohkan.
Tapi sejauh ini mereka cukup berimbang, Qiong Qi ternyata jauh lebih kuat di bandingkan dengan Chi Wen maupun Suan Ni.
Qiong Qi bahkan mampu menahan tebasan pedang Yu Ming yang terisi kekuatan Hei Pai Shi Phi.
Qiong Qi tidak gentar menangkis serangan pedang Xuan Yuan, yang terisi energi Hei Pai Shi Phi.
Sedangkan serangan balasan Qiong Qi terutama daya sedot dari mulutnya yang terpentang.
Hal itu sangat menyulitkan Yu Ming untuk mengembangkan permainan pedang nya.
Setiap Qiong Qi menggunakan ilmu sedotan lewat mulutnya, Yu Ming harus sebisa mungkin menghindarinya.
Sebisa mungkin menjauhi Qiong Qi, Qiong Qi yang tahu hal ini.
Di mana Yu Ming terlihat takut dan selalu waspada dengan ilmu sedotan dari mulut.nya.
Jadi dia memanfaatkan situasi itu, setiap kali dia terdesak oleh serangan Yu Ming .
Dia akan membuka moncongnya, di arahkan ke Yu Ming seolah olah ingin menghisap Yu Ming .
Hal ini akan memaksa Yu Ming membatalkan serangan nya, dan selalu berusaha bergerak menjauh darinya.
"Bressss...!!"
Yu Ming terlihat terpental hingga berguling guling oleh kibasan sayap besar Qiong Qi, yang menyerangnya dari tempat tidak terduga.
Belum sempat Yu Ming melompat berdiri, Qiong Qi sudah datang menerkam nya.
Sepasang cakar depan terarah untuk mencengkram kedua bahu Yu Ming , yang sedang tergeletak di atas tanah.
Yu Ming yang tergeletak di atas tanah, buru buru melintangkan pedang Xuan Yuan di depan tubuh nya.
Untuk menyambut datangnya serangan cakar dari Qiong Qi.
"Cranggg...!"
"Cranggg..!"
Sepasang cakar Qiong Qi tertahan oleh pedang Xuan Yuan.
"Groowaaarrrrrrr...!"
Qiong Qi mengeluarkan suara raungan intimidasi nya.
Angin kuat dan berbau busuk, yang keluar dari moncong Qiong Qi yang terbuka lebar.
Membuat Yu Ming sulit membuka matanya, dan harus berusaha menahan nafas, dengan memiringkan wajahnya
Sambil berusaha menahan derasnya angin yang menerpa wajah nya, Yu Ming terpaksa memiringkan wajahnya kesamping.
Qiong Qi setelah mengeluarkan raungan intimidasi, dia kini menggerakkan mulutnya yang terbuka menyerang kearah kepala Yu Ming .
Dia ingin sekali caplok mengakhiri perlawanan Yu Ming .
Tapi rencananya gagal, karena perutnya ditendang keras oleh kedua kaki Yu Ming .
"Dessss...!"
__ADS_1
Tubuh Qiong Qi terpental keatas melewati Yu Ming, sebelum jungkir balik kebelakang .
"Bressss..!"
Tubuh Qiong Qi yang kehilangan keseimbangan menabrak arca batu tempat lampu .
Hingga roboh hancur berantakan, Arca batu besar dan berat itu terlihat patah menjadi 3 potong, saat tertimpa oleh tubuh Qiong Qi.
Qiong Qi meraung marah, sambil melompat bangun, dia mengibaskan sayapnya, kearah tiga potongan patahan batu arca yang berada di dekatnya.
"Rooaaarrrrrrr..!"
"Wuttttttt...!"
"Wuttttttt...!"
"Wuttttttt...!"
Tiga potongan batu patahan Arca, melayang kearah Yu Ming .
Yu Ming yang setelah berhasil mementalkan tubuh Qiong Qi, dengan dorongan sepasang kakinya.
Dia langsung melenting kan tubuh nya terbang keatas, bangkit dari posisi terbaring nya.
Sambil melayang di udara, Yu Ming menebaskan pedangnya kebelakang dengan gerakan berputaran setengah lingkaran di udara.
Menangkis datangnya serangan batu patahan Arca yang di gunakan oleh Qiong Qi untuk menyerang Yu Ming .
"Brakkkk...!"
"Brakkkk...!"
"Brakkkk...!"
3 potongan batu arca, kini terlihat terbelah menjadi 6 potong, jatuh tergelatak tidak jauh dari Yu Ming .
Begitu mendarat di atas tanah, Yu Ming menggunakan kakinya melakukan gerakan menyapu di atas lantai.
"Wutttt...!"
6 potongan batu arca melayang keatas, saat potongan batu itu sedang melayang di udara.
Tendangan sapuan Yu Ming yang di lakukan dengan gerakan tendangan berputar setengah lingkaran .
Segera membuat ke 6 potongan batu, melesat cepat menerjang balik kearah Qiong Qi.
Qiong Qi menanggapi serangan Yu Ming dengan kibasan kuat kedua sayapnya.
Sehingga potongan batu yang datang semua nya, di buat terpental keluar, jatuh ke jurang.
"Groowaaarrrrrrr...!"
Sambil meraung marah, Qiong Qi kini menggunakan kedua kaki belakangnya untuk menumpu tubuh'nya.
Sedangkan kedua cakar depan nya, dia gunakan untuk melakukan serangkaian serangan tamparan cepat kearah Yu Ming .
Di bantu dengan kedua sayapnya yang juga ikut bergerak menyerang Yu Ming .
Yu Ming jadi seperti menghadapi lawan, yang punya 4 tangan, yang menyerangnya dari 4 arah berlawanan.
Pedang Xuan Yuan, Yu Ming putar menjadi gulungan angin badai topan untuk melindungi dirinya dari serangan tamparan cakar dan sayap Qiong Qi.
__ADS_1
Diantara angin badai topan yang berpusar kencang, melesat kilatan kilatan petir menyambar kearah Qiong Qi.