PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Pemuda Berjubah Merah


__ADS_3

Dengan cara itu Yu Ming berhasil menghindari pengejaran dan serangan mereka tanpa menimbulkan keributan.


Begitupula dengan perjalanan Yu Ming berikutnya, setiap bertemu dengan suku asli setempat.


Tanpa bertegur sapa lagi, Yu Ming langsung pilih terbang .menjauhi mereka.


Satu hal yang jelas, langkah Yu Ming semakin lama semakin mendekati gunung emas.


Setelah berhasil melewati suku ular Derik, yang bersembunyi di lereng gunung emas.


Yu Ming segera melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.


Suku ular Derik, adalah suku yang melakukan penjagaan terakhir terhadap siapapun yang ingin mengunjungi puncak gunung emas, tempat dewa mereka bersemayam.


Bila berhasil melewati penjagaan suku ular Derik, maka perjalanan selanjutnya tidak lagi ada yang menghadang langkah Yu Ming menuju puncak gunung emas.


Yu Ming dengan santai melakukan pendakian, hingga akhirnya dia tiba di puncak gunung.


Di mana di puncak gunung, terlihat sepi hanya ada sebuah dinding tebing dan sebuah Goa besar di bagian dasar tebing.


Baru saja Yu Ming mencapai puncak tanah datar, di halaman depan Goa.


Sesosok pemuda tampan bertubuh tinggi besar berpakaian merah, warna kulit nya juga sedikit kemerahan.


Mirip dengan penduduk setempat, pemuda tampan itu melesat keluar dari dalam Goa, mendarat ringan menghadang di depan Yu Ming .


Kini dua pemuda yang sama tampan sama muda berdiri saling berhadap hadapan.


Masing masing mengenakan jubah penutup bahu dan punggung berwarna merah dan hitam.


Yu Ming tentu saja yang mengenakan jubah hitam hasil jahitan kenang kenangan dari istrinya Ji Lian Hua.


Sedangkan lawan Yu Ming , pemuda itu mengenakan jubah merah menutupi punggung nya.


Angin gunung yang kencang membuat jubah dan rambut panjang mereka berdua, berkibar kibar tertiup angin.


Hal ini membuat mereka berdua tampak gagah dan keren.


Pemuda Berjubah Merah menatap tajam kearah Yu Ming dan berkata,


"Apa yang kamu inginkan di sini..!?"


"Cepat laporkan nama mu..!"


Yu Ming tersenyum tenang, dia menjura kearah pemuda baju merah itu dan berkata,


"Nama ku Yu Ming , aku kemari kamu juga tentu sudah tahu maksud dan tujuan kedatangan ku.."


"Jadi aku rasa tidak ada lagi yang perlu di jelaskan.."


Pemuda Berjubah Merah mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu mari kita buktikan kemampuan mu.."

__ADS_1


"Bila kamu mampu menewaskan aku, maka pusaka yang aku jaga selama ini, boleh jadi milik mu.."


Yu Ming mengangguk, dia segera mengeluarkan pedang Xuan Yuan di tangan.


Bersiap menghadapi lawan di hadapannya.


Tapi saat melihat pemuda itu tidak mengeluarkan senjata Yu Ming sedikit ragu untuk maju menyerangnya.


"Senjata mu..?"


Tanya Yu Ming ragu.


Pemuda Berjubah Merah itu tersenyum dan berkata,


"Terimakasih atas perhatian mu.."


"Tapi aku seumur hidup tidak pernah menggunakan senjata.."


"Sepasang tangan dan kaki ku, adalah senjata terbaik ku.."


"Majulah jangan ragu..."


Melihat keseriusan Pemuda Berjubah Merah, Yu Ming yakin pemuda itu tidak berbohong ataupun menyombong.


Dia benar benar adalah seorang ahli ilmu beladiri tangan kosong.


Sepasang tangan dan kakinya pasti telah di latih hingga senjata pusaka sekalipun tidak akan mampu melukainya.


Mungkin sedikit mirip dengan ilmu Cing Kang Pu Huai Ce Sen, milik dewa di surga barat sana.


Yu Ming akhirnya menguatkan tekadnya tidak bersikap ragu lagi.


Yu Ming mulai sejurus demi sejurus melancarkan jurus pedang Xuan Yuan nya untuk menahlukkan Pemuda Berjubah Merah itu.


"Tebasan Pedang Xuan Yuan Pengoyak Gunung,.. !"


Segera Yu Ming lepaskan seberkas cahaya emas meluncur cepat menerjang kearah Pemuda Berjubah Merah .


Suara serangan yang mirip gunung runtuh dengan kekuatan mengerikan segera melesat mengejar kearah Pemuda Berjubah Merah .


Pemuda Berjubah Merah mengembangkan kedua tangannya kesamping.


Mengeluarkan suara pekik nyaring mirip suara burung rajawali yang menggetarkan.


Tidak kalah dengan suara gemuruh serangan Yu Ming .


Pemuda Berjubah Merah terlihat sedang terbang mundur menghindari serangan Yu Ming dengan sebelah kaki di tekuk keatas.


Saat tebasan pedang Xuan Yuan setelah meledakkan apapun yang menghalangi jalannya.


Masih saja terus mengejar Pemuda Berjubah Merah , Pemuda Berjubah Merah segera melakukan pergerakan manuver menghindar kesamping.


Sehingga Tebasan Yu Ming membuat tebing di belakang nya meledak tersambar oleh Tebasan Pedang Xuan Yuan.

__ADS_1


Tapi disaat energi.pedang Xuan Yuan meledakkan tebing.


Pemuda Berjubah Merah yang tadinya melakukan manuver kesamping.


Kini sepasang tangan nya yang membentuk cakar rajawali, yang di selimuti oleh cahaya merah.


Dengan dukungan bayangan rajawali merah di belakangnya bergerak cepat menyambar kearah wajah dan dada Yu Ming dengan kecepatan yang sulit di ukur tingginya.


Yu Ming yang memiliki ilmu langkah cahaya sekalipun, harus pontang panting bergerak menghindar, sambil memutar pedang Xuan Yuan.


Melakukan tangkisan sekaligus ingin membabat putus sepasang cakar Pemuda Berjubah Merah .


Hal ini Yu Ming lakukan untuk memaksa Pemuda Berjubah Merah membatalkan serangannya.


Tapi Yu Ming kecele bila berpikir pemuda itu akan takut dengan pedang Xuan Yuan dan menarik kembali sepasang cakarnya.


Kenyataannya bukan nya menarik balik tangannya, pemuda itu malah memperkuat serangan sepasang cakarnya.


Melanjutkan serangan kearah wajah dan dada Yu Ming .


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Pedang dan lengan saling berbenturan keras di udara, tapi kenyataan nya.


Kedua lengan Pemuda Berjubah Merah sanggup menahan dan mementalkan pedang Xuan Yuan tanpa terluka sama sekali.


Adalah Yu Ming yang hampir saja dada dan wajahnya menjadi sasaran cakaran yang di lepas oleh Pemuda Berjubah Merah itu.


Meski Yu Ming pada akhirnya berhasil menyelamatkan wajah dan dada nya dari luka cakaran Pemuda Berjubah Merah .


Tapi baju di dadanya robek lebar, Yu Ming juga harus terpental mundur belasan meter kebelakang, oleh tendangan Pemuda Berjubah Merah yang secara unik berhasil menendang perut Yu Ming .


Yu Ming merasa perutnya mules dan sakit terkena tendangan keras Pemuda Berjubah Merah .


Padahal dia sudah mengerahkan Chi Ciu Sen Kung melindungi diri.


Tapi tetap saja mampu di tembus oleh tendangan keras Pemuda Berjubah Merah .


Pemuda Berjubah Merah sebenarnya juga tidak lebih baik.


Dia juga terpental hampir belasan meter, terdorong mundur kebelakang.


Ujung telapak kakinya yang di gunakan untuk menendang bagian perut Yu Ming , juga merasakan nyeri luar biasa.


Hingga saat dia menapak diatas tanah pun terasa sakit, sehingga dia terpaksa mengangkat kaki sebelah.


Memasang kuda kuda dengan sepatu tangan terpentang dan kaki sebelah terangkat keatas.


Hal ini untuk mencegah Yu Ming mengetahui telapak kakinya mengalami cedera tidak ringan.


Tapi sepasang mata Yu Ming yang jeli dan penuh pengalaman bertempur.

__ADS_1


Segera dapat mengenali kejanggalan di kaki Pemuda Berjubah Merah yang terangkai keatas.


Karena ujung sepatu kaki yang sedang terangkat keatas, terlihat terus gemetaran.


__ADS_2