
Naga Panca Warna berusaha meronta sekuat tenaga mencoba melepaskan diri, sebelum di seret masuk kedalam air oleh gurita raksasa tersebut.
Tapi sebelum Naga Panca Warna berhasil melepaskan diri, satu lagi kaki gurita raksasa itu, membelit leher Naga Panca Warna .
Sekali ini Naga Panca Warna sudah tidak mampu menghindar lagi tubuh nya terseret masuk kedalam air.
Di seret oleh gurita raksasa itu, memasuki bagian kedalaman dasar laut sana.
Kali gurita raksasa yang lainnya dengan cepat membelit dan mengunci tubuh Naga Panca Warna .
Bagaimana pun Naga Panca Warna terlihat meronta ronta, dia tetap tidak bisa melepaskan lilitan gurita raksasa yang ingin menariknya kedalam mulut.
Naga Panca Warna mencoba menyemburkan hawa beku, untuk membekukan lawannya, yang bertubuh elastis.
Sehingga sulit baginya untuk melepaskan diri dari kuncian mahluk elastis tersebut.
Tapi hawa beku nya, tertahan oleh semburan air dari gurita raksasa, yang membuat hawa beku nya malah membekukan kepala Naga Panca Warna sendiri.
Sehingga Naga Panca Warna kini benar benar lumpuh total, tanpa perlawanan gurita raksasa itu segera membuka mulutnya lebar-lebar bersiap siap ingin menelan Naga Panca Warna bulat bulat.
Tapi baru saja Naga Panca Warna tiba di depan mulutnya yang sedang terpentang lebar.
Seluruh kepala Naga Panca Warna mengeluarkan api berkobar, sehingga es yang membekukan kepalanya sendiri meleleh.
Begitu Naga Panca Warna terlepas dari belenggu es, dia kini menyemburkan listrik kedalam mulut gurita raksasa yang sedang terbuka.
Menyengat bagian dalam rongga gurita raksasa tersebut, selain itu diseluruh tubuh Naga Panca Warna juga memancarkan listrik tegangan tinggi.
Gurita raksasa yang rongga di dalam mulutnya, hingga kaki kaki nya tersengat listrik.
Seluruh tubuh nya mengalami kejang kejang hebat, lilitannya pada Naga Panca Warna terlepas begitu saja dengan sendirinya.
Setelah mengalami kejang kejang, Gurita raksasa akhirnya terkulai pingsan .
Tidak bergerak lagi, tubuhnya melayang layang tergeletak tidak bergerak di dasar laut.
Naga Panca Warna tidak menunggu kesempatan dua kali, dengan cepat sepasang cakarnya menghujam kepala gurita raksasa itu, yang menyatu dengan tubuhnya.
Tanpa perlawanan cakar cakar Naga Panca Warna segera mencabik nya hingga terbelah dua.
Tinta hitam sang gurita raksasa segera menyebar keluar dari dalam potongan tubuhnya yang terbelah dua.
Naga Panca Warna segera membawa potongan tubuh itu bergerak meninggalkan daerah yang tertutup oleh tinta hitam gurita raksasa tersebut.
__ADS_1
Naga Panca Warna membawa potongan tubuh gurita raksasa itu terbang keluar dari dalem air.
Naga Panca Warna terbang tinggi di angkasa potongan tubuh gurita raksasa yang terbelah dua.
Dia telan satu persatu bersama kali kakinya.
Terakhir Naga Panca Warna mengeluarkan suara sendawa keras nya.
Setelah dia berhasil menghabiskan satu ekor gurita raksasa yang langka itu.
Bagian perutnya terlihat mengembang besar, dia terlihat seperti seekor Naga buncit.
Tapi hal itu tidak berlangsung lama, karena sesaat kemudian dia sudah muntahkan potongan tubuh gurita raksasa yang tidak berguna dan tidak bisa dia cerna keluar dari mulutnya.
Setelah itu Naga Panca Warna yang perkasa terbang berputaran di angkasa sambil mengeluarkan suara raungan dahsyat yang menggetarkan seluruh tempat itu.
Naga Panca Warna melepaskan raungan kemenangan penuh rasa bangga, bahwa dia mahluk terkuat yang tak terkalahkan.
Di tempat lain, Manusia bersisik hijau terlihat gemas, saat menyadari gurita raksasa nya yang tadinya sudah di atas angin.
Kini tahu tahu sudah di ***** habis oleh Naga brengsek peliharaan lawannya.
Manusia bersisik hijau, kembali mengeluarkan suara siulan kuat untuk memanggil bala bantuan berikutnya.
Saat mendekati kapal Ular Naga Air itu, langsung memunculkan kepala dan sebagian tubuhnya yang bersisik hijau gelap.
Keluar dari permukaan air bersiap menyerang kapal yang di tumpangi oleh Ji Lian Hua.
Tepat Ular Naga Air itu hendak membuka moncongnya menyerang kapal dan penghuni diatas kapal.
Saat itu Naga Panca Warna muncul mencengkram bagian leher Ular Naga Air itu yang muncul di permukaan air.
Naga Panca Warna langsung membawa Ular Naga Air itu
terbang ke udara.
Disana Ular Naga Air itu, dan Naga Panca Warna saling serang dengan mulut terpentang, bersiap saling mengigit leher dan kepala lawannya .
Cakar masing masing membenam di tubuh masing masing lawan mereka.
Bagian ekor mereka juga saling melilit menjadi satu.
Ular Naga Air dan Naga Panca Warna terlihat terbanting kesana kemari menabrak tebing laut hingga berakhir di daratan pantai saling bergumul di sana.
__ADS_1
Ular Naga Air itu, akhirnya memenangkan pergumulan, karena tubuhnya jauh lebih besar.
Dalam posisi tubuh di atas, Ular Naga Air itu, membuka moncongnya dengan cepat dia segera bergerak mengigit tenggorokan Naga Panca Warna yang sedang berada di bawah.
Tapi saat moncongnya yang terpentang lebar sedang bergerak kebawah, secara tiba tiba Naga Panca Warna menyemburkan Hawa es membungkus seluruh kepala Ular Naga Air .
Sebelum Ular Naga Air itu
sempat memberikan reaksi apapun.
Naga Panca Warna sudah membanting Ular Naga Air itu
kebawah.
Dia kembali menambahkan sengatan listrik yang membuat Ular Naga Air kejang kejang.
Sebelum akhirnya tergeletak lemas tidak mampu memberikan perlawanan lagi.
Naga Panca Warna tidak memberikan kesempatan kedua, dia langsung menyerang dengan moncong terbuka kearah tenggorokan Ular Naga Air itu.
Dengan taring taringnya yang tajam Naga Panca Warna tanpa ampun merobek tenggorokan Ular Naga Air itu.
Hingga kepala Ular Naga Air hampir terpisah dari tubuhnya, sambungan tulang lehernya, telah di patahkan oleh Naga Panca Warna secara kasar.
Ular Naga Air itu tewas seketika, Naga Panca Warna yang masih marah dan kurang puas dia membawa potongan tubuh Ular Naga Air yang tidak berdaya terbang mendekati pertarungan Yu Ming melawan Manusia bersisik hijau.
Saat Naga Panca Warna tiba di lokasi, kebetulan Manusia bersisik hijau sedang terdorong mundur oleh benturan serangan Yu Ming .
Naga Panca Warna langsung melemparkan potongan tubuh Ular Naga Air itu yang telah tewas menghantam Manusia bersisik hijau.
Hingga Manusia bersisik hijau kembali terpental kebelakang.
Di saat itu juga Naga Panca Warna melepaskan suara raungan dahsyat nya kearah Manusia bersisik hijau.
Seakan akan menantangnya, ayo mana lagi hewan andalan mu, keluarkan lagi.
Aku menunggumu, bila tidak ada lagi maka kamulah bersiap siap menjadi mangsa ku selanjutnya.
Setelah melepaskan suara raungan menggetarkan, Naga Panca Warna menyerang Manusia bersisik hijau dengan semburan api lima warna nya.
Tapi Manusia bersisik hijau, melakukan gerakan manuver menghindar yang sempurna.
Sehingga serangan semburan api lima warna hanya menemui tempat kosong.
__ADS_1
.