PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Serangan panah


__ADS_3

Serangan datang dari berbagai macam mahluk beracun yang berdatangan seperti ada yang mengkomandoi nya.


Mulai dari ular kalajengking kelabang laba laba, katak hingga tawon semuanya berdatangan.


Begitu datang tanpa pilih bulu mereka langsung melakukan serangan secara membabi buta.


Keadaan kelompok di bawah pimpinan Ji Lian Hua menjadi panik dan kacau balau.


Melihat situasi ini, Yu Ming sambil melindungi Ji Lian Hua, dia berkata,


"Hua er kita harus pimpin mereka mundur keluar dari hutan ini.."


"Bila tidak korban yang berjatuhan akan semakin banyak."


"Kamu dan Jendral Qi pimpin mereka semua segera bergerak mundur dari sini.."


"Aku akan mengikuti dari belakang.."


Ucap Yu Ming cepat.


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Baiklah Yu Ming ke ke,..tapi kamu juga harus berhati hati.."


"Aku tahu.."


Ucap Yu Ming sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Yu Ming segera mengeluarkan golok Naga emasnya


Sesaat kemudian Yu Ming sudah berubah menjadi gulungan cahaya emas yang bergerak kesana kemari menyapu mahluk mahluk beracun itu mundur menjauhi Ji Lian Hua dan pasukannya.


Ji Lian Hua bergerak cepat menghubungi Jendral Qi, setelah itu Ji Lian Hua juga lenyap menjadi gulungan sinar biru berkilauan.


Dalam gulungan sinar biru, Ji Lian Hua bergerak menghalau mahluk beracun yang berada di dekatnya tidak mendekat.


Bila ada yang mendekat, maka Ji Lian Hua akan membuat mahluk beracun itu membeku, oleh serangan hembusan angin dingin yang berasal dari hawa pedang langit yang Ji Lian Hua mainkan.


Ji Lian Hua bertindak sebagai penghadang lapis dua, yang menghalau binatang binatang beracun mendekati pasukannya.


Sambil menghalau Ji Lian Hua juga terus bergerak mundur.


Sedangkan Jendral Qi, dia bertugas memimpin seluruh pasukannya bergerak cepat mundur dari sana.


Mereka sebisanya membawa dan menyelamatkan rekan mereka yang terkena serangan mahluk berbisa.


Tapi bagi rekan mereka yang terlanjur tewas atau tidak ada harapan tertolong lagi, karena luka beracunnya terlalu parah.


Mereka terpaksa meninggalkan nya begitu saja, pergi menyelamatkan diri masing masing.


Berkat permainan pasangan golok dan pedang yang Yu Ming mainkan.


Di bantu oleh permainan hawa pedang langit yang membekukan apapun yang di lewatinya.


Rombongan pasukan dari kota Xian, di bawah pimpinan Jendral Qi, sebagian besar berhasil di evakuasi keluar dari dalam hutan.


Aneh semua mahluk beracun itu bila di dalam hutan mereka mengejar dengan nekad.

__ADS_1


Tapi setelah yang mereka kejar berhasil meloloskan diri keluar dari dalam hutan.


Semua mahluk beracun itu, secara otomatis dengan sangat teratur. mereka segera bergerak mundur kembali kedalam hutan .


Setelah berhasil mundur keluar dari dalam hutan Jendral Qi dan beberapa bawahannya mereka terlihat mulai sibuk melakukan pendataan terhadap sisa pasukan mereka yang selamat dalam kondisi baik baik saja.


Maupun yang selamat dalam kondisi mengalami luka keracunan.


Jendral Qi juga mendata jumlah pasukan nya yang tewas dan tidak tertolong dalam insiden penyerangan mahluk beracun itu.


Yu Ming mengikuti petunjuk dar Dewa ginseng di dalam pikirannya, terus mencari dan menemukan berbagai tumbuhan, yang berkhasiat untuk membantu menawarkan racun di tubuh prajurit mereka.


Hampir semalam suntuk Yu Ming di bantu Ji Lian Hua bekerja keras mengobati pasukan mereka yang mengalami luka keracunan.


Baru menjelang pagi, mereka berdua berhasil merampungkan pekerjaan mereka.


Keduanya terlihat berbaring lemas, melepas lelah dengan bersandaran di batu batu besar yang banyak terdapat di tempat itu.


Jendral Qi juga terlihat tidak kalah lelah, tapi sebelum pergi beristirahat.


Dia tetap menyempatkan diri memberikan laporan tertulis atas kerugian yang dialami oleh pihak mereka.


Setelah laporan tertulis itu disampaikan ke Ji Lian Hua, dia baru berani mengundurkan diri pergi beristirahat melepas lelah.


Yu Ming duduk bersandaran di balik sebuah batu besar, yang meneduhi nya dari sinar matahari berkata pelan,


"Bagaimana keadaan pasukan kita..?"


Ji Lian Hua yang duduk tidak jauh darinya berkata,


"Dari 4000,.. 500 yang terluka keracunan, sudah tertangani dengan baik.."


"Paling lama 3 hari sudah pulih kembali.."


"Pasukan inti hanya beberapa puluh orang yang tewas, sebagian besar adalah pasukan rekrutmen baru.."


Jawab Ji Lian Hua menjelaskan.


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Selama tiga hari ini, lebih baik kita semua fokus mencari tanaman, yang bisa menjadi penangkal serangan mahluk beracun itu.."


Ji Lian Hua menoleh kearah Yu Ming dan berkata,


"Apa Yu Ming ke ke tahu bentuk jenis dan nama tanaman seperti itu..?"


"Lalu bagaimana cara penggunaannya..?"


Yu Ming berpikir sebentar kemudian berkata,


"Ada aku tahu, nanti aku akan carikan beberapa untuk jadi contoh.."


"Nanti kita kerahkan mereka semua untuk membantu kita mencarinya.."


"Bila bekerjasama, hasilnya akan lebih baik dan lebih cepat rampung nya."


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Istirahat lah dulu sebentar, nanti saat matahari tidak begitu terik lagi, baru kita cari sama sama.."


Yu Ming menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali memejamkan matanya.


Mencoba untuk tidur, karena dari semalam hingga kini, dia dan Ji Lian Hua belum sempat tidur.


Tapi baru saja mereka memejamkan mata, segera terdengar suara kericuhan di sekitar mereka.


Sesaat kemudian seorang prajurit, berlari menghampiri Ji Lian Hua dengan beberapa bagian tubuh tertancap anak panah.


Ji Lian Hua dan Yu Ming yang melihat hal itu, mereka segera sadar genting nya situasi saat ini.


Mereka berdua langsung melompat bangkit berdiri.


Ji Lian Hua segera bertanya,ke prajurit yang berlutut di hadapannya.


"Apa yang terjadi..?"


Dengan kepala tertunduk, prajurit itu segera memberikan laporan,


"Lapor tuan putri,.. kita kembali di serang dengan hujan anak panah dari balik hutan sana.."


Yu Ming segera bertindak cepat, membantu mematahkan anak panah yang menancap di tubuh prajurit itu.


Lalu dengan gerakan cepat, dia mencabut beberapa batang anak panah itu.


Sedangkan Ji Lian Hua membantu menaburkan obat luka seadanya dan berkata,


"Kamu mundurlah sejauh mungkin menjauhi tempat ini.."


"Beritahu yang lain juga, biar kami yang lihat kedepan sana.."


Prajurit itu mengangguk dan berkata,


"Siap Yang Mulia.."


"Terimakasih.."


Ji Lian Hua dan Yu Ming mengangguk pelan, setelah menepuk pelan pundak prajurit itu.


Yu Ming dan Ji Lian Hua segera melesat ke garis depan.


Dalam perjalanan nya, mereka bertemu dengan Jendral Qi yang sedang memimpin sisa pasukan nya bergerak mundur.


Yu Ming segera berkata,


"Hua er kamu bantu Jendral Qi evakuasi mereka.."


"Biar aku yang kedepan sana menahan mereka.."


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Baiklah ,.. kamu hati hatilah.."


Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia langsung melesat meninggalkan Jendral Qi dan pasukannya.


Yu Ming melesat cepat, sebentar saja dia sudah tiba di posisi paling belakang, dari pasukan kota Xian, yang sedang berusaha menyelamatkan diri dari hujan anak panah.

__ADS_1


__ADS_2