
Yu Ming sendiri terlihat masih terus meluncur kedepan tidak terhentikan, setelah Naga air berhasil di hancurkan oleh kekuatan cahaya panca warna.
Wu Ti Cien Sen sendiri kini terpental mundur, jatuh menabrak permukaan sungai.
Wu Ti Cien Sen tidak tenggelam, melainkan terpental terbanting beberapa kali diatas permukaan sungai menjauh dari kejaran Yu Ming .
Sebelum kemudian dia kembali terbang melesat kedepan dengan pedang penakluk dunia, dia tunjukkan kedepan, untuk menyambut pedang Xuan Yuan, yang mengeluarkan cahaya panca warna.
Wu Ti Cien Sen berteriak keras,
"Cahaya Dewa Pedang Tanpa Tanding..!"
Di belakang Wu Ti Cien Sen muncul sesosok kakek berjubah putih, berjenggot panjang, menghunuskan pedang, membantu memberinya dukungan kekuatan serangan menyambut kedatangan Yu Ming .
Yu Ming segera mengerahkan jurus simpanan nya, yang kini bisa dia gunakan kembali.
Meski kekuatannya, baru kembali setengah nya saja. tapi ini juga sudah sangat dahsyat.
Sosok Roh gaib Hitam dan Putih muncul di belakang Yu Ming menyeringai gembira .
Memberikan dukungan kekuatan serangan Yu Ming dengan bantuan kekuatan Hei Pai Shi Phi.
"Tiada Awal Tiada Akhir..!"
Bentak Yu Ming sambil menarik pedang Xuan Yuan mundur kebelakang.
Sebelum kemudian dia dorongkan dengan lebih kuat lagi kedepan.
Saat serangan ini di lepaskan air sungai di bawah terbelah hingga terlihat dasarnya.
Langit diatas sana juga di selimuti oleh api berkobar kobar dan kilat listrik yang memenuhi angkasa.
Akhirnya kedua kekuatan bertemu di udara.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi ledakan di sekitarnya secara beruntun,.di sertai oleh bias energi cincin cahaya yang melebar seperti lingkaran lintasan elektron yang menyebar kesegala penjuru.
Setelah ledakan mereda, Wu Ti Cien Sen terlihat terbaring lemah ditepi telaga dengan pakaian compang camping dan rambut terlepas dari sanggulnya, sehingga terlihat riap riapan tak terurus.
Pedang Penakluk Dunia nya, kini hanya tersisa gagang nya saja yang masih di pegang di tangan nya.
Sedangkan Pedang Xuan Yuan di tangan Yu Ming terlihat menancap di sana, menebus dada kanannya.
Wu Ti Cien Sen hanya bisa menatap kearah Yu Ming yang berdiri gagah di hadapan nya, dengan tatapan mata lesu dan putus asa.
Dengan suara lemah Wu Ti Cien Sen berkata,
"Siapa sebenarnya kamu anak muda..!?"
"Bagaimana kamu bisa mencapai kekuatan seperti itu..!?"
Yu Ming menarik keluar pedangnya dari luka didada Wu Ti Cien Sen dengan cepat.
Lalu dia membantu memberikan beberapa totokkan di sekitar dada Wu Ti Cien Sen.
__ADS_1
Untuk membantunya menghentikan pendarahan, setelah menaburkan obat luka di sana.
Yu Ming berkata,
"Kamu hanya perlu tahu, akulah Wu Ming Lau Jen.."
"Rubah itu adalah teman ku, kamu tidak boleh menyentuhnya.."
"Kamu menyebabkan kapal ku rusak dan perbekalan kami tenggelam kedalam sungai.."
"Kamu aku beri waktu 3 hari untuk menggantinya.."
"Bila tidak aku akan menghapus mu dan sekte mu dari dunia ini.."
Ucap Yu Ming dengan suara dingin.
Wu Ti Cien Sen memaksakan diri tersenyum pahit dan berkata,
"Hal lain aku bisa memenuhi mu..kecuali rubah itu, aku tidak bisa ."
"Meski kamu menghapus ku, jadi hantu aku tetap akan mengejar rubah itu ."
"Istriku membutuhkan darahnya, untuk melawan racun dingin karena tersesat dalam berlatih.."
Ucap Wu Ti Cien Sen sambil membalas menatap kearah Yu Ming dengan tatapan penuh tekad.
Yu Ming menghela nafas panjang, Lalu berkata,
"Kamu butuh berapa banyak..?"
"Asalkan tidak sampai mengambil nyawanya, aku akan membantu mu.."
"Kamu serius..?"
Yu Ming menjawabnya dengan anggukan tegas.
Wu Ti Cien Sen buru buru mengeluarkan sebuah botol porselen kecil dan berkata,
"Cukup sebotol ini saja.."
Yu Ming kembali mengangguk dia menerima botol itu, lalu menoleh kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Hua er kamu saja yang bantu aku.."
"Aku tidak tega melakukan nya.."
Ji Lian Hua mengangguk paham, dia segera pergi menghampiri rubah yang masih terbaring tak berdaya.
Ji Lian Hua membelai belai lembut kepala Rubah Bulu Putih itu, lalu dengan menutupi mata nya.
Tangan Ji Lian Hua yang lain Dengan sebilah pisau kecil, bekerja cepat melukai telapak kaki Rubah Bulu Putih .
Setelah itu dia segera menggunakan botol porselen kecil itu, sebagai wadah untuk menampung darah Rubah Bulu Putih itu.
Setelah di rasa cukup, Ji Lian Hua bergerak cepat menotok beberapa jalan darah disekitar telapak kaki Rubah Bulu Putih .
__ADS_1
"Maaf teman, aku terpaksa melukai mu.."
"Ada yang membutuhkan darah mu untuk menolong nyawa orang, aku harap kamu mengerti.."
Ji Lian Hua berbisik pelan di dekat telinga Rubah Bulu Putih .
Sambil memberikan belaian lembut, lalu Ji Lian Hua sekalian melepaskan totokan yang membuat Rubah Bulu Putih tidak mampu bergerak.
Begitu bisa bergerak, Rubah Bulu Putih segera menjilat luka di kakinya, tidak sampai hitungan detik, lukanya sudah pulih dengan sendirinya.
Melihat hal itu Ji Lian Hua tersenyum senang dan berkata,
"Bagus,..hebat,..kamu beristirahatlah dulu.."
"Aku harus kesana sebentar.."
Rubah Bulu Putih seperti mengerti, dia menatap Ji Lian Hua dengan sepasang mata nya yang jernih dan polos, lalu dia mengangguk pelan.
Ji Lian Hua membelai lembut kepala nya sekali lagi, setelah itu Ji Lian Hua segera bergegas kembali ke samping Yu Ming .
Ji Lian Hua menyerahkan botol itu ke Yu Ming, Yu Ming menerimanya, lalu dia meneruskan botol itu ke Wu Ti Cien Sen.
"Terimakasih banyak.."
Ucap Wu Ti Cien Sen sambil menerima botol itu dengan penuh rasa syukur dan haru.
Wu Ti Cien Sen memberi kode, ke anak buahnya agar segera mendekat.
Mereka segera bergegas datang membantu memapah Wu Ti Cien Sen yang masih lemah naik keatas sebuah kereta.
Kemudian bergerak meninggalkan tempat itu.
Setelah mereka menghilang dari sana, Yu Ming menoleh kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Hua er kelihatannya kita terpaksa harus cari penginapan di sekitar sini.."
Ji Lian Hua tersenyum dan berkata,
"Boleh, kita cari yang dekat dekat sini saja, agar kita segera tahu, bila dia sudah mengirim kapal dan perbekalan buat kita.."
Yu Ming mengangguk, Yu Ming menunduk melihat ke bawah, saat merasakan ada pergerakan lembut di bagian kakinya.
Melihat itu adalah ulah teman barunya.
Sambil tersenyum senang, Yu Ming segera membungkuk menjemputnya kedalam gendongan dan berkata,
"Siao Li, ..boleh aku memanggil mu Siao Li..?"
Rubah Bulu Putih mengedipkan sepasang matanya yang jernih dan polos kearah Yu Ming .
Lalu dia mengangguk pelan dan menyusupkan kepala nya kedalam pelukan hangat Yu Ming .
Yu Ming tertawa gembira dan berkata,
"Kamu sungguh mirip dengan nya, ini luar biasa.."
__ADS_1
Yu Ming menatap kearah Ji Lian Hua dan berkata,
"Hua Er boleh tidak kita mengadopsinya, ? biar dia ikut menemani pertualangan kita..?"