PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
KEMATIAN NENEK LIAN


__ADS_3

Mendengar ucapan Yu Ming sesaat mereka meragu, salah satu dari mereka berkata,


"Tapi luka luka mereka ini perlu di rawat dengan cepat.."


Yu Ming tersenyum lembut dan berkata,


"Aku mengerti, kalian jangan khawatir.."


"Aku berjanji akan menanganinya dengan baik, percayalah.."


"Semakin cepat kalian bekerjasama mengikuti permintaan ku.."


"Mereka akan semakin cepat pulih.."


Melihat sikap Yu Ming yang penuh percaya diri dan sangat meyakinkan.


Mau tidak mau mereka mencoba untuk percaya, satu persatu segera meninggalkan ruangan.


Setelah mereka pergi, Yu Ming buru buru menutup pintu rapat-rapat.


Setelah itu dia berkata kepada lima pasien itu,


"Paman paman sekalian, bila kalian ingin cepat sembuh, segera pejamkan mata kalian.."


"Apapun yang terjadi nanti, jangan pernah kalian buka mata kalian.."


"Bila di.langgar, luka kalian akan bertambah parah, aku tidak berani jamin nyawa kalian.."


"Resiko kalian tanggung sendiri.."


"Mengerti..?"


Kelima orang yang sedang merintih kesakitan, mereka buru buru memejamkan mata mereka rapat rapat.


Melihat hal itu Yu Ming segera menghampiri korban yang paling parah lukanya.


Yu Ming merobek pakaian nya lebar lebar.


Kemudian dia memberi kode pada Siao Li untuk membantunya.


Siao Li mengerti, dengan cepat dia segera beraksi membantu menjilati mengobati luka luka di korban pertama.


Yu Ming bertugas merobek pakaian korban, bahkan beberapa kali, dia harus menggunakan golok dapurnya. Membantu melepaskan perban yang membalut luka di tubuh korban.


Satu persatu korban yang pulih di sembuhkan, Yu Ming persilahkan keluar dari dalam ruangan.


Baru dia lanjut urus korban berikutnya.


Korban yang pulih total dengan wajah bingung seperti orang linglung, satu persatu berjalan keluar dari dalam ruangan.


Semua organ kaki tangan nya yang tadinya hampir putus, dan sudah di pastikan bakal diamputasi.


Kini pulih kembali secara total, dan kini bisa mereka gerak gerakan secara normal.


Tidak ada lagi bekas luka yang terlihat sama sekali, mau tidak percaya, ini nyata.

__ADS_1


Mau percaya juga sulit di terima oleh akal sehat.


Akhirnya mereka hanya bisa terlihat seperti orang linglung, saat keluar dari dalam ruangan.


Keadaan mereka juga mengundang penduduk lain, termasuk Xiong Yi yang sedang pidato.


Mereka semua sejenak pada mengalihkan perhatian ke korban terluka, yang sedang berjalan keluar dari dalam ruangan.


Tidak ada yang tidak heran dan bingung, melihat hasil yang di tunjukkan oleh para korban itu.


Akhirnya korban kelima korban terakhir, juga ikut keluar dari dalam ruangan bersama Yu Ming.


Xiao Li sendiri terlihat meringkuk tidur kelelahan dalam gendongan tangan kiri Yu Ming .


Yu Ming kini segera menyadari satu hal, pengobatan ajaib ini, meski sangat efektif. Tapi berdampak kurang baik terhadap Siao Li sahabatnya.


Dia tidak punya Chi, apalagi hawa dewa, jadi bila terjadi sesuatu dengan sahabat nya.


Dia tidak bisa membantunya, ini sangatlah berbahaya, pikir Yu Ming dalam hati.


Bila dipaksakan, bisa bisa sahabatnya bisa berumur pendek.


Lewat pengalaman ini, Yu Ming berjanji dalam hati.


Kedepannya, dia akan lebih selektif lagi dalam penggunaan bakat kemampuan khusus sahabat baiknya ini.


Xiong Yi segera maju memeriksa dan bertanya kepada para korban.


Dia tadi juga ada lihat sendiri keadaan luka mereka.


Setelah memastikan mereka semua baik baik saja, dengan wajah heran Xiong Yi segera menghampiri putranya dan berkata.


"Ming Er bagaimana ini bisa..?"


Yu Ming hanya menjawab singkat sambil tersenyum,


"Ini semua berkat ijin dari yang maha kuasa.."


"Aku hanya tangan perantara saja.."


"Saat ini yang terpenting mereka sembuh, lalu apa rencana ayah atas panen kita yang di rampas..?"


Tanya Yu Ming mengalihkan pembicaraan.


Segera pertanyaan Yu Ming mendapatkan jawaban teriakan tidak puas dari yang hadir.


Sehingga suasana menjadi riuh rendah, dari suara teriakan mereka yang mengungkapkan ketidakpuasan hati mereka.


Yu Ming segera mendapatkan beberapa kesimpulan,


Pertama, kejadian ini sudah yang ketiga kalinya, bukan yang pertama kali lagi..


Semua kejadian sama, panen diambil, penduduk di lukai.


Pelakunya orang yang sama, semuanya berawal dari kota Dan Yang atas perintah Tan Siaw.

__ADS_1


Desa Dan Yang, kini sudah berubah status menjadi kota, dan Tan Siaw di tunjuk pusat sebagai walikota .


Tan Siaw punya pasukan militer, juga dukungan dari kerajaan pusat.


Dia sudah memilki beberapa pendukung kuat, yang bertugas di kerajaan pusat.


Tan Siaw secara rutin selalu mengirimkan upeti ke pusat, dengan cara memeras semua rakyat di Kota Dan Yang dan desa di sekitar kota Dan Yang.


Hal ini sudah berjalan hampir 7 sampai 8 tahun yang lalu.


Kedua ayah ibu dan saudara juga pendukung ayah nya, mereka semua terusir dari Dan Yang, itu juga ada kaitannya dengan Tan Siaw.


Karena ayahnya memilki bukti Tan Siaw mengkorupsi dana perbaikan taraf hidup penduduk desa, dan perbaikan jalan, yang menghubungkan desa lain dan kota lain ke Dan Yang.


Tan Siaw melakukan korupsi berjamaah, dengan bekerja sama, dengan kelompok bangsawan, anggota dewan, pejabat, dan keluarga aristokrat di pusat kerajaan Zhou sana.


Semua ini dilakukan tanpa sepengetahuan Ji Fa, kaisar kerajaan Zhou. Yang sedang fokus menghadapi invasi dari suku bar bar di sekitar daratan tengah.


Juga sedang menertibkan pemberontakan kecil dari sisa sisa penguasa, yang masih setia dengan Tsang, kerajaan sebelumnya.


Sebagai akibat dari bukti bukti yang berada di tangan ayahnya. Rumah kediaman ayahnya terbakar habis.


Semua bukti habis terlalap api.


Ayah ibunya kemudian di usir dari kota Dan Yang, dengan tuduhan menyebarkan fitnah tanpa bukti jelas.


Ayahnya di tuduh telah melakukan tindakan pencemaran nama baik walikota Dan Yang,


Ketiga kematian neneknya, juga mungkin ada hubungannya dengan Tan Siaw.


Kemungkinan besar nenek nya meninggal, akibat terkurung api saat kejadian kebakaran berlangsung di kediaman ayah nya...


Setelah mendengar celoteh dari masyarakat yang teraniaya, di saat mereka sedang emosi.


Yu Ming jadi mulai tahu jelas duduk perkara, dia kemudian menatap tajam kearah Ibunya yang kini juga ikut berkumpul di sana .


"Ibu benarkah semua yang mereka ucapkan..?"


Siao Cui terdiam ditempat, dia menoleh kearah suaminya, yang terlihat sedang sibuk berbicara, berusaha menenangkan emosi para warga nya.


Sambil menghela nafas panjang, tanpa berani beradu tatap dengan Yu Ming , Siao Cui menganggukkan kepalanya.


Yu Ming kembali bertanya,


"Ibu,.. benarkah nenek meninggal karena kebakaran yang di buat oleh para bajingan itu..?"


Nada suara Yu Ming terdengar sedikit bergetar, sarat emosi terpendam yang sangat mengerikan.


Hawa pembunuh terpancar jelas dari sepasang mata nya yang menyorot tajam.


Siao Cui menatap putranya sebentar, kemudian dia menarik tangan Yu Ming memasuki ruangan dalam, yang lebih sepi dan tenang.


Di sana Ibu Yu Ming baru berkata,


"Ibu akan jujur pada mu, tapi berjanjilah kamu tidak boleh bertindak sembarangan seorang diri."

__ADS_1


__ADS_2