
Dengan satu tendangan, yang di lepaskan kearah punggung Manusia bersisik hijau.
Segera tubuh manusia bersisik hijau terpental tercebur kedalam air
Golok Cahaya Biru tercabut dari sana, bersinar cemerlang dalam genggaman Yu Ming yang masih saja melayang di udara.
Manusia bersisik hijau yang terlempar kedalam air langsung tenggelam.
Tapi dalam hitungan detik, secara ajaib Manusia bersisik hijau sudah kembali melesat keluar dari dalam air.
Lukanya sudah sembuh total, tidak ada bekasnya sama sekali.
Yu Ming menatap penasaran kearah Manusia bersisik hijau yang kembali muncul di hadapannya.
Bila tidak mengalaminya langsung orang orang akan sulit percaya dengan apa yang di ceritakan saat ini.
Tapi begitulah kenyataannya, Manusia bersisik hijau ini benar benar mahluk immortal.
Selagi Yu Ming sedang menatap penasaran kearah Manusia bersisik hijau.
Manusia bersisik hijau bersisik hijau sendiri, sudah kembali bergerak maju, memberikan serangkaian serangan tombak yang mematikan kearah Yu Ming .
Yu Ming menghindar dengan langkah cahaya, tapi Manusia bersisik hijau juga mampu bergerak cepat.
Dia terus mengejar Yu Ming tanpa henti, tidak memberi Yu Ming peluang menghindari serangannya.
Setiap Yu Ming menggerakkan Golok Cahaya Biru untuk menangkis serangan Manusia bersisik hijau.
Manusia bersisik hijau selalu memutar arah serangan nya ke jurusan lain,.menghindari benturan senjata secara langsung.
Hal ini membuat Golok Cahaya Biru hanya menemui tempat kosong.
Yu Ming dan Manusia bersisik hijau kembali terlibat saling serang.
Tapi perlahan lahan Yu Ming kembali berhasil mendesak dan memaksa Manusia bersisik hijau bersisik mundur kearah pantai.
Manusia bersisik hijau kalah senjata, tombaknya yang sempat terpapas oleh Golok Cahaya Biru kini tinggal satu depa panjangnya.
Padahal tadi aslinya hampir 2 meter panjangnya.
Tapi Manusia bersisik hijau, tidak membuang potongan tombaknya.
Dia sekarang memegang dua senjata sekaligus, tangan kanan tombak cagak tiga berukuran pendek.
Sedangkan tangan kiri memegang sebatang tongkat yang kurang lebih juga satu depa panjangnya.
Tapi berhubung Manusia bersisik hijau harus terus mewaspadai dan menghindari Golok Cahaya Biru .
__ADS_1
Akhirnya dia menjadi terdesak dan harus terus bergerak mundur bila tidak ingin mati untuk yang ketiga kalinya.
Setelah dua kali pengalaman mengalami kematian, Manusia bersisik hijau berubah menjadi sangat hati hati.
Dia masih menyerang, tapi dia melihat peluang dengan baik, bila ragu dia memilih bertahan dan bermain kucing kucingan dengan Yu Ming .
Manusia bersisik hijau tidak lagi mau mengambil resiko sekecil apapun.
Ditempat lain Naga Panca Warna yang mendapatkan Yu Ming bisa menangani Manusia bersisik hijau itu sendiri.
Dia tidak mau ikut campur, sebaliknya dia memilih melilit di tiang layar kapal.
Di sana Naga Panca Warna beristirahat, sekaligus menunggu duyung duyung itu muncul.
Berani mereka muncul dia pasti akan menelan mereka seperti dia makan cumi sebelum ini.
Ikan duyung mahluk yang sangat cerdas, tidak ada peluang, mereka meski berjumlah banyak.
Mereka juga tidak mau ambil resiko, mereka lebih memilih mengamati pertarungan Tuan mereka dari bawah permukaan air.
Keadaan ini membuat Seluruh penghuni kapal bisa lebih tenang.
Ji Lian Hua jadi punya waktu untuk mengamati pertarungan Yu Ming melawan Manusia bersisik hijau dengan tatapan mata khawatir.
Yu Ming sendiri juga bisa lebih fokus dan tenang, setelah manusia duyung tidak berani sembarang bergerak, menyerang penghuni kapal.
Dalam satu kesempatan setelah Yu Ming menyerang Manusia bersisik hijau dengan tebasan Golok memisahkan gelap dan terang.
Seberkas cahaya biru melesat cepat membelah Manusia bersisik hijau jadi dua bagian dan sirna seketika.
Tapi kenyataannya Yu Ming tertipu, yang di belah adalah bayangan nya Manusia bersisik hijau.
Manusia bersisik hijau sendiri, setelah menyediakan ilusi untuk menipu Yu Ming menyerangnya.
Tubuh aslinya berpindah posisi menyerang Yu Ming dari samping kanan.
Tongkat di hantamkan ke tengkuk Yu Ming , sedangkan tombak dia tusukan dari arah samping tertuju kearah bawah ketiak Yu Ming .
Yu Ming yang bisa membaca serangan yang akan di lakukan oleh Manusia bersisik hijau.
Dia memanfaatkan situasi dirinya terjebak untuk memberikan jebakan balik yang cantik.
Hantaman tombak Yu Ming tangkis dengan tapak petir 9 langit, yang membuat listrik mengaliri tongkat menyetrum Manusia bersisik hijau.
Sedangkan tusukan kearah ketiaknya, Yu Ming sambut dengan memiringkan sedikit tubuh, sehingga tusukan tombak lewat di samping dadanya.
Begitu tombak lewat disisi tubuhnya, Yu Ming dengan gerakan cepat menjepit tombak Manusia bersisik hijau, yang kehilangan sasaran di ketiaknya .
__ADS_1
Di saat bersamaan Golok Cahaya Biru terbang sendiri lepas dari pegangan tangan Yu Ming .
Berkelebat cepat, menebas putus leher Manusia bersisik hijau, tanpa dia sempat berbuat sesuatu.
Sedetik kemudian kepala dan tubuh Manusia bersisik hijau, langsung melayang jatuh kebawah.
Yu Ming melesat menyusulnya, Yu Ming memberikan dua tendangan cepat secara berturut-turut kearah tubuh Manusia bersisik hijau dan kearah kepalanya.
Hingga tubuh dan kepala nya terbang berpisah arah, masing masing nyangkut diatas pohon kelapa yang banyak tumbuh di sekitar pantai tersebut.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya tubuh dan kepala itu berubah menjadi dua kabut hijau melesat menuju puncak gunung hitam di tengah tengah pulau yang di kelilingi oleh hutan lebat yang angker.
Setelah memastikan Manusia bersisik hijau telah musnah sepenuhnya.
Manusia duyung juga sudah melarikan diri menghilang dari sana.
Sehingga keadaan tempat itu sepenuhnya terkendali dan aman, Yu Ming pun berkata,
"Hua er kamu tinggal saja di kapal bersama paman Luo..!"
"Aku akan ke puncak gunung sana bersama Paman naga..!"
"Setelah masalah ku selesai aku akan kembali kemari..!"
Ji Lian Hua mengangguk pelan dan berkata,
"Yu Ming ke ke,.. segala hal harus berhati hati..!"
"Aku menanti mu..!"
Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia menoleh kearah Naga Panca Warna dan berkata,
"Ayo paman kita berangkat..!"
Naga Panca Warna langsung melesat cepat menghampiri Yu Ming dan berkata,
"Baik tuan muda,.. kita berangkat sekarang..."
Yu Ming dengan ringan langsung melayang duduk diatas punggung Naga Panca Warna .
Sesaat kemudian mereka sudah menghilang dari sana, langsung menuju bagian tengah pulau.
Mereka langsung menuju puncak gunung hitam yang selalu mengeluarkan cahaya merah.
Saat tiba di puncak sana, Yu Ming langsung melayang turun dari punggung Naga Panca Warna .
Dia mendarat seorang diri di puncak gunung itu, sedangkan Naga Panca Warna dia langsung berputar balik kembali ke kapal, mengikuti pengarahan tuan muda nya .
__ADS_1
Yu Ming khawatir selagi Naga Panca Warna tidak ada di tempat duyung duyung nakal itu, akan kembali muncul untuk mengusik Ji Lian Hua, Paman Luo dan sisa anak buah kapal yang ada diatas kapal tersebut.