
"Aku harap kamu tidak menolaknya."
Ucap Naga panca warna sambil menatap kearah Yu Ming dengan tatapan mata penuh harap.
"Ini.."
Ucap Yu Ming ragu,
Yu Ming berpikir di tempat ini, bersama Naga ini, tentu tidak masalah.
Tapi begitu kembali ke dunia ramai, kehadiran Naga yang menjadi tunggangan barunya nanti.
Tentu akan membuat heboh seluruh dunia, dan Yu Ming tidak ingin seperti itu.
Naga panca warna melihat keragu raguan Yu Ming , dia segera berkata,
"Tuan muda aku harap anda tidak ragu.."
"Aku semenjak keluar dari telur, sudah mengikuti kakek mu Wen Zhung.."
"Selain beliau aku sudah tidak punya keluarga lain di luar sana."
"Kini ada kamu yang menjadi penerusnya, tentu saja saat ini selain kamu aku sudah tidak punya keluarga lain.."
Ucap Naga panca warna pelan.
Yu Ming melihat hal ini menjadi tidak tega, dia akhirnya berkata,
"Baiklah, tapi saat kita menuju tempat keramaian kamu harus mencari tempat bersembunyi.."
"Kamu tidak bisa mengikuti ku, agar tidak menimbulkan kehebohan di masyarakat.."
"Bagaimana..?"
Naga Panca Warna mengangguk dan berkata,
"Itu mudah aku akan bersembunyi di sini.."
Baru ucapan nya selesai, Naga Panca Warna sudah menghilang dari hadapan Yu Ming .
Yu Ming segera mengedarkan pandangannya kesekeliling, tapi dia tetap tidak berhasil menemukan keberadaan teman barunya itu.
Dengan heran Yu Ming berkata pelan,
"Kemana perginya dia..?"
"Aku di sini tuan muda.."
Ucap Naga itu cepat.
"Ehhh..!"
Yu Ming dengan wajah kaget, buru buru melihat kearah dadanya sendiri .
Begitu baju atasannya sedikit di buka, Yu Ming segera menemukan Naga Panca Warna melingkar di sana, seperti sebuah lukisan hidup yang di rajam di kulitnya.
Kepala Naga Panca Warna berada di dekat pusarnya sedangkan tubuh nya hingga ekornya terlihat melingkari seluruh tubuh Yu Ming .
Yu Ming tersenyum gembira dan berkata,
"Tenyata kamu bisa seperti ini, bagus, ini menjadi jauh lebih praktis.."
Naga Panca Warna mengangguk pelan dan berkata,
"Baik, kalau Tuan muda tidak berkeberatan maka seperti ini saja.."
__ADS_1
"Bila nanti tuan muda membutuhkan tenaga ku, Tuan muda tinggal panggil saja."
"Aku akan segera muncul ke bentuk aslinya.."
Yu Ming mengangguk pelan, lalu dia merapikan kembali pakaiannya.
Lalu dia mulai melangkah menghampiri tungku api tempat menempa pedang.
Yu Ming segera mengibaskan tangannya, benda itupun berpindah masuk kedalam gelang penyimpanan Yu Ming .
Selanjutnya Yu Ming baru menghampiri peti mati batu Giok Hitam itu.
Yu Ming mengeluarkan peta yang pernah dia lukis dari dalam peti mati batu Giok Hitam yang sebelumnya.
Setelah melihat dan membacanya Yu Ming dengan ragu berkata,
"Tempat ini tidak cocok dengan gambar peta yang aku buat.."
"Apa ada kesalahan?"
"Bahkan pemandangan di luar pun tidak ada yang cocok dengan lukisan yang aku tiru dari peti mati batu pertama."
Gumam Yu Ming heran.
Yu Ming segera membaca beberapa bait syair yang di salin nya dari peti batu pertama dulu .
Yang terlihat belum tentu adalah yang sebenarnya.
Saat cahaya terindah tiba, jalan sejati akan keluar sendiri .
Yu Ming berpikir keras setelah membaca dua kalimat tersebut.
Dia semakin ragu, untuk menyentuh dan membuka peti batu di hadapannya.
Tulisannya sama saja seperti peringatan pada peti batu pertama dulu.
Ukiran tapak hitam putih juga terlihat di sana.
Yu Ming akhirnya menghela nafas panjang dan berkata,
"Mungkin maksud dari kedua bait tulisan itu, adalah peringatan agar aku tidak menyentuh peti ini.."
"Ada baiknya aku mengikutinya saja, biar aku menunggu apa yang di maksud dengan cahaya terindah.."
"Mungkin itulah yang akan menjadi petunjuk jalan yang sebenarnya.."
Yu Ming kemudian mencari tempat untuk duduk santai, mencoba menunggu dengan sabar.
Tunggu di tunggu, karena bosan Yu Ming menjadi mengantuk dan tertidur.
Tepat menjelang tengah malam, Yu Ming yang terganggu oleh cahaya terang yang memasuki matanya.
Dia akhirnya membuka matanya untuk melihat asal sinar yang menganggu tidurnya tersebut.
Yu Ming segera menemukan seberkas cahaya, setelah melewati dirinya tadi.
Cahaya yang berasal dari langit langit Goa, kini terus bergerak sinarnya hingga akhirnya berhenti di satu titik di tengah tengah ruangan.
Di mana peti batu itu tiba tiba terbuka sendiri, dari balik peti mati melesat keluar anak panah yang tidak terhitung jumlahnya.
Semuanya berhamburan melesat kesegala arah.
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
__ADS_1
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
Setelah anak panah habis, kini menyusul seberkas energi berbentuk pedang melesat keluar dari dalam peti.
"Singggg...!"
Energi putih tersebut sampai mengeluarkan suara berdesing, saat melesat keluar dari dalam peti.
"Blaaarrrr...!" Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!" Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!" Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!" Blaaarrrr...!"
"Blaaarrrr...!" Blaaarrrr...!"
Energi itu menghantam dinding Goa, menimbulkan suara ledakan dahsyat, di susul dengan munculnya sebuah lubang besar di dinding Goa yang padat dan keras itu.
Lalu energi itu terus bergerak liar menghancurkan semua yang di lewati nya.
Dia terus bergerak mengelilingi ruangan tersebut, hingga energi pedang nya habis, pergerakan itu baru berhenti.
Yu Ming yang duduk ditempat agak jauh, dia sedikit kaget oleh kejadian yang tersaji di hadapan nya.
Sesaat kemudian peti batu kembali menutup secara otomatis dengan sendirinya.
Yu Ming meleletkan lidahnya, saat melihat apa akibat yang terjadi setelah peti batu itu terbuka.
Yu Ming bersyukur dia tidak terburu-buru pergi membukanya tadi siang.
Untung dia menunggu sesuai petunjuk tulisan teka teki yang pernah dia salin dulu.
Meski anak panah dan energi itu tidak akan bisa melukainya saat sedang siap siaga.
Seperti saat ini semua yang bergerak menyerangnya, berhasil Yu Ming runtuhkan dan hindari dengan mudah.
Tapi bila kejadiannya terjadi saat dia sedang menempelkan telapak tangan nya di peti, sambil mengerahkan kekuatan Hei Pai Shi Phi untuk membuka tutup peti.
Tentu saja ceritanya akan lain, meski belum tentu bisa membahayakan nyawanya, tapi terluka itu sudah pasti.
Terutama energi putih itu, Yu Ming sedikit ragu tubuhnya yang tanpa Chi mampu untuk menahannya.
Apalagi kekuatan Hei Pai Shi Phi sedang di kerahkan untuk membuka tutup.peti, tentu saja dia tidak ada tenaga bantuan untuk melindungi diri.
Pedang Xuan Yuan juga tidak berada di tangan nya, sehingga Yu Ming sudah jelas, hanya bisa mengandalkan kekuatan tubuh barunya yang spesial untuk bertahan.
Yu Ming menatap heran kearah cahaya yang kini berhenti di satu titik.
Di dalam hati Yu Ming bertanya tanya, bagaimana mekanisme cara kerja senjata rahasia itu.
Bukannya cahaya itu dalam jangka waktu hari tertentu, mengandalkan cahaya bulan di luar sana.
Pasti akan selalu muncul, bila bulan penuh muncul di angkasa sana.
Bila setiap cahaya muncul peti terbuka rasanya tidak akan mungkin.
Energi dan amunisi anak panah itu, pasti hanya bisa di pergunakan satu kali saja.
Tidak mungkin bisa mengisi nya lagi, setelah di lepaskan saat tutup.peti terbuka.
Yu Ming berjalan mendekati peti yang sudah menutup kembali itu, mengamatinya, juga mengamati keadaan di sekitarnya.
__ADS_1