PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
HIDANGAN DARI FEI FEI


__ADS_3

Yu Ming meski bisa beraktivitas seperti orang normal, tapi dia kini tidak lagi bisa bersilat.


Dia kini berubah menjadi orang biasa tak berguna, tubuhnya yang bungkuk tidak bisa di tegakkan.


Sehingga dia menjadi terlihat jauh lebih pendek dari tinggi manusia normal pada umumnya.


Yu Ming kini terlihat tak terurus, lebih mirip gembel, pakaiannya lusuh, rambutnya acak acakan.


Di tambah dengan kondisi tubuhnya yang bungkuk dan lemah.


Lengkaplah sudah penderitaan nya kini.


Siapa yang akan menyangka, Legenda Kahyangan, turun ke dunia, ingin menunjukkan sinarnya, kini malah berakhir menjadi manusia cacat seharga recehan.


Sebagai seorang tawanan di Thian Cien Pai , dia juga sering di siksa dan di lecehkan sesuka hati, oleh semua penghuni di Thian Cien Pai .


Terutama 6 murid utama Thian Cien Pai , Fei Fei dan Thian Cien Sen Ni , mereka adalah yang paling getol menyiksanya.


Tapi dari kesemuanya yang paling sering menindas Yu Ming tetap adalah Fei Fei.


Si gendut itu tetap menempati posisi ada di urutan pertama, sedangkan ke 6 murid utama Thian Cien Pai mereka menempati posisi kedua.


Thian Cien Sen Ni sendiri jarang turun tangan, menyiksa Yu Ming.


Tapi setiap kali, dia sedang kesal atau dalam suasana hati kurang baik.


Dia akan turun tangan menyiksa Yu Ming, sampai setengah mampus. Dia baru merasa puas hatinya..


Satu satunya hiburan Yu Ming di Thian Cien Pai adalah di sisinya, masih ada Siao Li, yang selalu menemaninya dengan setia.


Menemani dia menjalani segala cobaan hidup, yang lebih banyak duka ketimbang sukanya.


Selain Siao Li, perhatian dan bantuan diam diam, yang di lakukan oleh Ji Lian Hua untuknya.


Itu juga merupakan sebuah hiburan yang sangat berharga untuk kehidupan Yu Ming saat ini.


Yu Ming sangatlah berterimakasih dengan kebaikan Ji Lian Hua, yang masih mau perduli dengan nya, yang sudah berubah menjadi seorang, yang hantu tidak mirip hantu, manusia tidak mirip manusia.


Bahkan anak kecil sekalipun, bila bertemu dengan nya saat ini, pulangnya pasti akan mengalami mimpi buruk.


Pagi itu seperti biasa, Yu Ming tetap menyelesaikan semua tugas nya, yang cukup berat.


Meski tubuhnya kini cacat.


Tenaga nya lemah , tapi tugas yang Fei Fei bebankan kepada nya, tetap sama, tidak ada dispensasi nya.


Mengisi air, mengambil kayu, masak air, masak nasi, menyapu, menyuci peralatan, bekas masak dan makan, tidak ada satupun yang luput dari beban, yang di limpahkan ke Yu Ming .


Yu Ming mengerjakan semuanya tanpa keluhan, semua keluhannya hanya bisa dia simpan dalam hati.


Selain dia sendiri, tidak akan ada orang yang akan paham, dengan pahit getirnya kehidupan dia saat ini.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sebagian besar tugasnya, Yu Ming duduk termenung di depan gudang penyimpanan kayu bakar, yang kini kembali menjadi kamar tidur nya.


Yu Ming tersenyum pahit saat mengingat nasibnya.


Di mana setelah segala usaha susah payahnya, menantang takdir dan nasib.


Dia akhirnya melakukan satu perjalanan putaran besar, kembali lagi ketitik asal, dalam kondisi yang lebih parah lagi.


Sambil tersenyum sedih, di temani airmata nya, yang menjadi bumbu penyedap rasa.


Bagi semangkok nasi putih basi dan agak gosong, tanpa lauk, yang kini dipegang ditangan nya.


Yu Ming mengambil dengan sepasang sumpitnya dan menyuapkan nya kedalam mulut.


Lalu dia kunyah dengan ekspresi wajah geram, secara perlahan-lahan baru di telannya.


Tiba-tiba Yu Ming mendengar ada suara langkah kaki mendekatinya, Yu Ming langsung menghentikan makannya.


Dia bersiap menunggu penderitaan apalagi yang akan mereka


berikan padanya.


Dari suara langkah kakinya, Yu Ming yakin, yang datang menghampirinya, pasti adalah Fei Fei dan keenam murid utama itu.


Yu Ming meletakkan mangkok dan sumpitnya kesamping.


Lalu dia bangkit berdiri menghadap kearah mereka, dengan kepala tertunduk dia berkata,


Fei Fei sambil tersenyum mengejek berkata,


"Tidak perlu,.. hari ini kebetulan aku sedang berulang tahun.."


"Jadi kami sengaja bawakan lauk ini untuk mu.."


Selesai berkata, Fei Fei menyerahkan sebuah mangkok cukup besar, yang tertutup rapat.


Dari bau masakannya yang merembes keluar, Yu Ming bisa menebak ini adalah masakan daging kecap saus bawang, yang sangat lezat.


Dia sudah hampir lupa ada masakan lezat seperti ini, sudah sebulan lebih dia di Thian Cien Pai .


Setiap hari, bila tidak nasi gosong, tentu nasi basi tanpa lauk yang di nikmati nya.


Ada angin apa tiba-tiba mereka hari ini menghadiahinya masakan selezat ini, apa mereka tidak sedang salah makan obat, batin Yu Ming dalam hati.


"Bagaimana kamu mau tidak, kalau tidak ya sudah, saya berikan ke yang lain saja..?"


Tanya Fei Fei tidak sabar, saat melihat sikap Yu Ming yang ragu ragu.


Yu Ming segera mengulurkan kedua tangannya kedepan, menerimanya dengan tangan sedikit gemetar .


"Terimakasih kakak kakak sekalian.."

__ADS_1


"Selamat ulang tahun kakak fei, semoga panjang umur dan sehat selalu.."


Ucap Yu Ming sambil menerima mangkok masakan, yang masih hangat bagian bawah mangkok tersebut.


Fei Fei sambil menahan senyum berkata,


"Tidak perlu, silahkan di nikmati saja.."


"Ayo kita pergi kak.."


Keenam murid utama Thian Cien Pai mengangguk pelan, berusaha menahan senyum dengan tangan mereka.


Lalu mereka bertujuh segera berlalu dari hadapan Yu Ming, mereka langsung melangkah pergi menuju ruang makan.


Yu Ming dengan wajah masih sulit percaya, dia menatap sekali lagi ke mangkuk masakan di tangan nya.


Setelah itu, dia membuka penutupnya dengan hati hati.


Begitu mangkok di buka, benar seperti Indra penciuman Yu Ming .


Di tangan nya adalah semangkuk daging masak Hung sau kecap daun bawang, yang sangat wangi dan menggugah selera.


Dengan penuh semangat Yu Ming segera membawanya untuk di makan bersama nasi basi dan gosong nya itu.


Yu Ming mencoba dagingnya sepotong dengan hati hati di masukkan kedalam mulutnya.


Lalu mengunyahnya, sepasang matanya langsung membelalak.


"Wow mantap,.. enak sekali.."


"Peduli lah apa niat mereka, mau salah makan obat atau tidak, kebaikan ini tidak boleh di sia sia kan."


Gumam Yu Ming bersemangat.


Dia segera mencoba dan mencobanya lagi sambil makan nasi.


Sebentar saja nasi yang paling tidak enak sedunia itu, sudah berpindah kedalam perut Yu Ming .


Kini Yu Ming dengan penuh semangat memeluk mangkok besar itu, dengan tangan kirinya.


Tangan kanannya tiada berhenti menggunakan sumpitnya mengambil daging di dalam mangkuk.


Sambil makan sesekali Yu Ming memuntahkan sisa tulang dari mulutnya.


"Daging ini sedikit banyak tulang, tapi enak sekali, apa ini daging tikus ya..?"


Batin Yu Ming sambil menatap daging di sumpit nya.


"Peduli amat yang penting enak.."


Ucap Yu Ming membantahnya sendiri, lalu dia kembali melanjutkan makannya.

__ADS_1


Tapi aksi sumpit Yu Ming tiba tiba berhenti saat sumpitnya menemukan sesuatu di bagian paling dasar mangkok.


__ADS_2