PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA

PETUALANGAN PUTRA ALAM SEMESTA
Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

Iblis itu kembali muncul untuk memberikan dukungan kepada tuannya.


Dia bergerak mengikuti Che Ying menghantamkan sepasang tapak nya, kembali mencoba menyerang Yu Ming .


Lagi lagi terjadi ledakan dahsyat hingga air sungai menyibak di bawah memunculkan bagian dasar sungai terlihat sejenak.


Sebelum akhirnya menutup kembali, seiring dengan tubuh Che Ying yang kembali terpental kebelakang untuk yang kedua kalinya.


Bayangan iblis juga terlihat ikut terjengkang kebelakang oleh daya tolak ilmu Chi Bola Sakti yang Yu Ming lepaskan.


Che Ying yang terpental untuk kedua kalinya, tapi dia tetap belum kapok.


Dia mencoba menghimpun kembali kekuatan kegelapan nya yang jauh lebih dahsyat lagi.


Sebelum kemudian dia kembali meluncur kearah Yu Ming menyerang dengan sepasang tapak tangan nya yang mengeluarkan cahaya biru.


"Tapak Iblis Pemusnah Langit..!"


Iblis di belakang nya, masih dengan bentuk rupa yang sama, hanya warna nya saja, yang kini berubah menjadi biru.


Iblis itu kembali datang untuk memberikan dukungan kekuatan serangan kepada Che Ying .


Serangan ketiga berhasil menembus kabut energi pelindung tubuh Yu Ming .


Sepasang telapak tangan Che Ying berhasil bersarang tepat di dada Yu Ming .


Che Ying sangat gembira, dia segera mengempos seluruh kekuatan untuk di dorong kan kearah Yu Ming lewat sepasang telapak tangannya.


Che Ying ingin dalam satu kali hentakan menghancurkan Yu Ming .


Kelihatannya dia cukup berhasil, Yu Ming terdorong masuk kedasar sungai yang airnya menyibak kesamping.


Sehingga Che Ying dan Yu Ming terlihat terkepung oleh air sungai yang melingkar terdorong kepinggir.


Mereka berdua seperti berada di dalam cekungan mangkok.


Tapi sesaat kemudian senyum kemenangan Che Ying berubah, wajahnya berubah pucat pasi.


Dia terlihat menjerit kaget dan terlihat sangat menderita.


Mirip seekor capung yang terjebak oleh jaring laba laba.


Bagaimana dia berusaha meronta, dia tetap kesulitan melepaskan diri.


Semakin kuat dia meronta, daya hisap yang berasal dari tubuh Yu Ming semakin kuat.


Che Ying benar benar tidak kuasa untuk menahan tenaga Sakti nya yang terus menerus merembes keluar, berpindah ke tubuh Yu Ming .


Bayangan Iblis biru juga terlihat menyeringai panik, tapi kondisinya sama saja dengan tuan nya .


Malah dia yang pertama kali habis lenyap bayangan nya terhisap kedalam tubuh Yu Ming .

__ADS_1


Setelah merasa Che Ying sudah habis, Yu Ming segera menghentakkan kembali kekuatan yang dia hisap di balikkan kearah Che Ying .


Sambil melepaskan kekuatan membalik, Yu Ming dengan kecepatan yang sulit di ikuti pandangan mata.


Dia mengeluarkan pedang Xuan Yuan di tangan, lalu dia memberikan tebasan menyilang dengan Tebasan Pedang Tanpa Wujud.


Che Ying yang sedang terpental mundur, terluka parah oleh tenaga nya yang di kembalikan oleh Yu Ming .


Dia tidak sanggup bertahan dari serangan hawa pedang tanpa wujud Yu Ming yang tidak terdeteksi.


Baru saat energi pedang tanpa wujud melintas melewati tubuh nya


Sesaat Che Ying merasa tubuhnya perih seperti terbelah empat.


Sedetik kemudian tubuhnya benar benar terbelah empat, melayang jatuh keatas permukaan sungai yang gelap.


Setelah berhasil menewaskan Che Ying , Yu Ming melayang keluar dari dasar sungai.


Pedang Xuan Yuan Yu Ming simpan kembali.


Saat Yu Ming melayang keluar dari dalam sungai, air sungai pun dengan cepat menutup kembali, permukaan sungai kembali normal.


Hanya terlihat air sungai yang bergolak menimbulkan gelombang ombak yang bergulung gulung hingga meledak di tepian sungai.


Yu Ming dengan ringan melayang diatas sungai kembali lagi ke bangunan Ting di tepi sungai.


Di mana Ji Lian Hua sedang menanti kedatangan nya dengan wajah cemas.


"Yu Ming ke ke, kamu tidak apa apa ?"


"Apa ada yang terluka..?"


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Kamu tenang saja, aku tidak apa-apa, ."


"Ayo kita pulang.."


"Kita perlu istirahat karena besok pagi pagi kita harus kembali ke dermaga menenui paman Luo.


Ji Lian Hua mengangguk dan berkata,


"Kamu benar, ayo kita pulang sekarang.."


"Daripada nanti muncul lagi, masalah masalah yang tidak di harapkan.."


"Harusnya tadi aku menurutimu pulang ke penginapan, maka kamu tak perlu ambil resiko bertarung dengan Che Ying.."


Ucap Ji Lian Hua sambil menarik lengan Yu Ming buru buru meninggalkan tempat itu.


Yu Ming tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Dia mencari ku, cepat lambat juga pasti ketemu.."


"Hari ini berhasil menghindarinya, besok besok juga belum tentu bisa menghindarinya.."


Ji Lian Hua melempar senyum lembut kearah Yu Ming, lalu dia mengeratkan pelukannya di lengan Yu Ming .


Dia merasa sangat bahagia, Yu Ming selalu sangat pengertian dan sedikit pun tidak pernah menyalahkannya.


Yu Ming melihat sikap Ji Lian Hua, dia hanya bisa tersenyum tawar


"Hua er yang lalu adalah aku berhutang pada mu, sekarang pun sama.."


"Jadi tidak ada yang bisa aku lakukan selain sebisanya membahagiakan mu, hingga waktu itu tiba.."


"Meng er, maafkan aku semoga kamu bisa memahami kesulitan ku.."


Gumam Yu Ming dalam hati, sambil berjalan mengikuti tarikan Ji Lian Hua.


Malam itu setelah kembali ke penginapan, semua berlalu dengan tenang.


Yu Ming dan Ji Lian Hua bisa beristirahat dengan baik, hingga fajar menyingsing.


Pasangan itu, pagi pagi sudah terlihat meninggalkan penginapan.


Saat mereka berdua tiba di dermaga, Paman Luo dan seluruh kru kapalnya sambil tersenyum ramah mereka menyambut kedatangan Yu Ming dan Ji Lian Hua.


"Selamat pagi tuan muda Wu Ming dan nyonya muda Wu.."


Sambutan kompak dari mereka segera membuat Yu Ming gelagapan buru buru menggoyangkan tangannya ingin memberikan penjelasan.


Tapi dia tidak di beri kesempatan untuk itu, Ji Lian Hua dengan wajah merah padam menahan malu.


Dengan kepala tertunduk dalam dalam, Ji Lian Hua segera menarik Yu Ming melewati mereka langsung naik keatas kapal.


Setelah melihat Yu Ming dan Ji Lian Hua sudah naik keatas kapal, dengan sigap.


Paman Luo segera memimpin kru kapalnya, bergerak mempersiapkan segala sesuatunya.


Sebelum kemudian kapal mereka perlahan lahan mulai bergerak santai meninggalkan dermaga.


Membelah sungai kuning dan terus bergerak melanjutkan perjalanan mereka.


Setelah kapal berada di tengah sungai, paman Luo memberi kode ke kru kapal untuk menaikkan kain layar.


Begitu layar kapal terbuka, kapal segera meluncur dengan cepat membelah arus sungai kuning.


Yu Ming dan Ji Lian Hua kini bisa duduk santai menikmati perjalanan.


Karena kapal sudah ada ahlinya yang mengurus.


Mereka berdua duduk di sebuah kursi santai dari rotan yang di sediakan di bagian dek kapal yang paling tinggi tempatnya.

__ADS_1


Sehingga mereka berdua selain bisa menikmati angin segar pagi hari, mereka juga bisa menikmati cahaya mentari pagi yang baru terbit di ufuk timur


__ADS_2