
"Byuuur...!"
Yu Ming tercebur kesebuah kolam, tubuh nya tenggelam hingga kedasar kolam.
Saat pantat Yu Ming menyentuh dasar kolam yang gelap gulita.
Yu Ming segera menendang kedua kakinya kebawah.
Sehingga tubuhnya kembali meluncur naik keatas permukaan, dengan bantuan lengan kirinya.
Yang di gerak gerak membantu mendorong tubuhnya lebih cepat naik keatas.
Yu Ming akhirnya muncul juga ke permukaan air.
"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"
"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"
"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"
Yu Ming terbatuk batuk, karena tanpa sengaja, saat terjatuh dia menelan air cukup banyak, dan tersedak masuk kedalam paru parunya, melalui mulut dan lubang hidung nya .
Setelah beberapa saat terbatuk batuk, sambil mengapung diatas air kolam hitam kelam, yang sangat dingin.
Saat batuk nya mereda, Yu Ming segera mencoba sebisanya berenang menuju pinggiran kolam.
Dari sana perlahan Yu Ming naik kepermukaan kering, berbaring dengan nafas sedikit terengah engah.
Mengingat kejadian sebelumnya di atas sana, Yu Ming tidak berani berbaring lama.
Setelah pernafasan nya pulih, dia segera merangkak pelan pelan menuju tepi hutan, menjauhi area kolam air terjun dan sungai kecil, yang mengalir di dekat kolam tersebut.
Yu Ming mencoba mencari tempat yang agak tinggi, dia baru duduk bersandaran di sebatang pohon untuk melepas lelah.
Yu Ming yang lelah lahir batin kembali terlelap, di dalam mimpi dia kembali bermimpi bertemu dengan istrinya.
Yu Ming bermimpi istrinya sedang menciumi wajah dan bibirnya dengan lembut.
Sehingga dia juga langsung membalasnya.
Tapi saat merasa ada bulu bulu halus, yang menempel.di lidah dan lubang hidung nya.
Yu Ming pun berbangkis beberapa kali.
"Ha,,, Cihhh..! Ha,,, Cihhh..!"
"Ha,,, Cihhh..! Ha,,, Cihhh..!"
Berbangkis beberapa kali, Yu Ming akhirnya tersadar dari tidur pulas nya .
Saat Yu Ming membuka sepasang matanya, dia sangat kaget melihat seekor rubah berbulu putih halus, sedang tidur meringkuk dalam pelukannya.
Rubah itu mengangkat kepalanya menatap kearah Yu Ming dengan sepasang matanya yang jernih.
Yu Ming yang tadinya ingin mengusir'nya, dia tidak jadi melakukan nya.
Yu Ming menatap rubah itu dan berkata pelan.
"Masa lalu punya jodoh, akan menjadi hutang di masa kini.."
__ADS_1
"Baiklah,.. kamu ikutlah dengan ku.."
"Dulu kamu banyak mencelakai ku, semoga sekarang kamu bisa membantuku mengatasi semua masalah ku di dunia baru kita.."
Rubah itu seperti mengerti ucapan Yu Ming, dia mengangguk pelan, lalu kembali menyusup kedalam pelukan Yu Ming dengan manja.
Yu Ming yang merasa lucu, dia balas memeluk dan membelai nya dengan lembut.
Yu Ming baru menyadari ternyata luka di pundak kanannya, tahu tahu sudah sembuh, dan bisa di gerakkan, untuk membelai bulu halus rubah tersebut.
Dengan heran Yu Ming mencoba mengerak gerakan nya, ternyata dia telah sembuh beneran.
Yu Ming menatap heran ke lukanya di bahunya, yang tidak lagi terlihat, kini hanya tersisa baju di bagian tersebut yang sobek.
Kulit bahunya terlihat mulus lagi, bahkan tidak ada bekasnya sama sekali.
Yu Ming mencoba memeriksa luka di sekujur tubuhnya, yang di alaminya saat di keroyok oleh keenam.gadis Thian Cien Pai .
Ternyata semua lukanya sudah sembuh, tidak ada lagi terlihat bekasnya sama sekali.
Melihat semua keajaiban ini,
Yu Ming dengan wajah bingung dan heran, dia menatap kearah rubah putih ekor sembilan di dalam pelukannya dengan curiga, dan berkata,
"Siao Hu Li,.. Hemm bagaimana bila aku beri kamu nama Siao Li saja..?"
Rubah itu menatap kearah Yu Ming dengan sepasang mata nya yang polos, kemudian dia mengangguk ringan.
Yu Ming sambil tersenyum berkata,
"Baiklah mulai sekarang, aku akan memanggil mu Siao Li."
Rubah itu kembali menatap Yu Ming dengan sepasang mata nya yang polos, kemudian dia menganggukkan kepalanya.
"Ehh kamu ini hanya bisa mengangguk, atau benaran bisa menyembuhkan luka..?"
Tanya Yu Ming sambil tersenyum.
Sekali ini Rubah itu tidak mengangguk, dia memicingkan matanya, kemudian melengos.
Tidak mau menatap Yu Ming.
Yu Ming langsung tertawa,
"Ha..ha..ha..ha..!"
"Menarik,.. menarik..kamu seperti gadis saja, bisa pakai ngambek segala..."
"Bagus,.. bagus..semakin menarik saja.."
"Tapi untuk membuktikan kebenaran ucapan mu, aku harus mengetes mu.."
Dengan gerakan cepat Yu Ming mencabut Golok nya yang tergantung di punggung nya.
Yu Ming tanpa ragu langsung mengiris lengannya sendiri, hingga terluka berdarah.
Rubah itu langsung melompat bangun, dengan cepat dia mendekatkan mulutnya meniup kearah luka Yu Ming.
Hembusan nafas nya, seketika mendatangkan hawa dingin di luka Yu Ming, yang terasa perih sebelum nya.
__ADS_1
Luka Yu Yu Ming langsung terlihat membeku, di selimuti lapisan es tipis .
Rubah itu kemudian menjulurkan lidahnya menjilati luka Yu Ming.
Seketika lapisan es itu lenyap begitu pula darah di lengan Yu Ming dan bekas lukanya.
Semuanya lenyap, tak berbekas.
Kulit lengan Yu Ming kembali mulus seperti semula.
Tidak terlihat lagi ada bekas luka gores sedikit pun.
Sekarang Yu Ming pun mengerti, bagaimana rubah ajaib ini menyembuhkan lukanya.
Rubah itu memamerkan taring nya, sambil mengeluarkan suara gerengan pelan.
Seolah-olah menegur Yu Ming atas perbuatannya melukai lengannya sendiri.
Yu Ming sambil tersenyum, segera mengulurkan tangannya membelai lembut kepala dan leher rubah yang berbulu halus itu.
"Ya,..ya maaf ya, jadi merepotkan mu.."
"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.."
"Maaf ya..apa begitu boleh..?"
Tanyakan Yu Ming sambil tersenyum lembut, dia terus membelai kepala dan leher rubah putih itu dengan penuh kasih sayang.
Rubah itu seperti mengerti, dia mengangguk pelan, lalu kembali menyusup kedalam pelukan Yu Ming.
"Hei kamu lapar tidak ? aku sedikit lapar ."
"Bagaimana bila aku pergi tangkap beberapa ekor ikan untuk di bakar, lalu kita makan bersama..?"
Tanya Yu Ming ke sahabat baru nya itu.
Yu Ming jadi bersemangat, setelah punya sahabat baru ini, dia merasa hidupnya di dunia baru ini.
Meski tidak bisa bersinar, tapi setidaknya kini jadi lebih berwarna tidak lagi terlalu sepi, dengan kehadiran teman barunya ini.
Rubah itu mengangguk pelan lalu dia melompat dari pelukan Yu Ming.
Dia berdiri dengan keempat kakinya, sambil menatap kearah Yu Ming, dengan sepasang mata berbinar-binar.
Yu Ming segera paham, sahabat baru nya menyetujui usulnya barusan.
Yu Ming segera mempersiapkan sebuah tombak, yang dia buat sendiri dari ranting pohon, yang di tajamkan ujungnya, dengan bantuan golok Naga Emas.
Setelah tombak jadi,Yu Ming
segera melepaskan seluruh pakaiannya tanpa sungkan sungkan.
Semua itu dia lakukan begitu saja di depan sahabat baru nya itu.
Setelah itu dengan penuh semangat Yu Ming segera berlari kearah kolam air terjun.
Yu Ming langsung terjun kedalam kolam air terjun.
.
__ADS_1