
Pria itu tertawa keras menanggapi ucapan Yu Ming ,
"Segala bajak sungai rendahan, mana pantas di sandingkan dengan majikan kami..!"
"Bila ingin tahu jelas, putar arah..temui majikan kami sesuai undangan..!"
"Bila tidak, tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.!"
Bentak pria itu.
Yu Ming tersenyum tenang dan berkata,
"kalau begitu aku akan menghajar kalian semua hingga hati dan mulut kalian tunduk pada ku.."
"Nanti majikan kalian, cepat lambat juga akan muncul dengan sendirinya.."
Ucap Yu Ming santai.
Pria itu sepasang alisnya yang tebal langsung berdiri, saat mendengar ucapan Yu Ming yang terkesan meremehkan dirinya.
Termasuk tidak menganggap sebelah mata terhadap majikannya.
Hung hai Kun, si tombak sakti langsung melesat cepat meluncur di atas permukaan air menerjang kearah Yu Ming .
Yu Ming menebaskan jurus Tebasan Golok Naga Emas Unsur Api untuk menghadang laju pergerakan Hung hai Kun, si tombak sakti.
Tapi Hung hai Kun, si tombak sakti hanya dengan memiringkan sedikit tubuhnya.
Tebasan Golok Naga Emas Unsur Api pun langsung lewat begitu saja di sampingnya.
Hal itu tetap tidak bisa menghentikan pergerakan nya meluncur diatas air semakin mendekati Yu Ming .
Yu Ming kembali melepaskan tebasan susulan, Tebasan Golok Naga Emas Unsur Es.
Seberkas cahaya biru melesat cepat menerjang kearah Hung hai Kun, si tombak sakti, untuk menutupi laju pergerakan nya.
Cahaya biru itu membentuk air sungai mengikutinya menjadi sebuah ulir es raksasa.
Hung hai Kun, si tombak sakti yang mencoba untuk terus bergerak maju.
Dia menggunakan tombaknya untuk di tunjukkan kedepan di putar seperti mata bor.
Untuk menembus serangan unsur es, di mana air sungai oleh serangan golok naga emas yang Yu Ming lepaskan.
Membentuk sepotong ulir es besar menghadang pergerakan Hung hai Kun, si tombak sakti.
Hung hai Kun, si tombak sakti dengan ujung tombak mengeluarkan cahaya merah.
Melakukan gerakan berputaran di udara, mengebor hancur ulir es yang menahan laju pergerakan nya.
Ulir es besar akhirnya hancur berantakan berikutnya dia di hadang oleh serangan pusaran angin tornado yang bergerak menghadang di depannya.
__ADS_1
Hung hai Kun, si tombak sakti memang layak berjuluk tombak sakti.
Dengan gerakan tombak memukul air di bawahnya, tubuhnya dengan ringan melejit kesamping.
Menghindari serangan pusaran angin badai, dari arah samping sana.
Sepasang kakinya menendang permukaan sungai di bawah sana, tubuhnya kembali melesat dari sisi lain menerjang kearah Yu Ming , dengan tombak cahaya merah teracung kedepan.
Hung hai Kun, si tombak sakti, seperti sedang berlari cepat diatas air, dengan tombak teracung kedepan.
Dalam waktu singkat jaraknya dan Yu Ming tinggal 5 meteran.
Dia langsung melompat terbang keatas kapal melakukan gerakan tusukan tombak kearah wajah Yu Ming .
Yu Ming langsung memutar Golok Naga Emas nya, membalas dengan serangan Tebasan Golok Naga Emas Unsur Petir.
Cahaya kilat melesat keluar dari Golok Naga Emas, menerjang kearah Hung hai Kun, si tombak sakti.
Hung hai Kun, si tombak sakti, melakukan gerakan berputaran di udara menghindari serangan kilatan listrik.
Tahu tahu sambil menghindar, ujung tombak Hung hai Kun, si tombak sakti, sudah muncul di depan leher Yu Ming.
Yu Ming terpaksa menyambut serangan mata tombak itu, dengan tangkapan telapak tangan kosong.
Hung hai Kun, si tombak sakti terus melakukan dorongan kuat kedepan.
Berusaha memaksa Yu Ming untuk melakukan gerakan mundur, dan rencananya berhasil.
Yu Ming benar benar terus terdorong mundur kebelakang, selanjutnya dia memutar tombaknya.
Tapi rencana tidak sesuai kenyataan, Yu Ming yang awalnya terdorong mundur.
Tiba-tiba dia menghentakkan kaki kanannya kebelakang, untuk menahan laju gerak mundurnya.
Sehingga pergerakan dorongan tombak Hung hai Kun, si tombak sakti pun ikut tertahan di sana.
Saat Hung hai Kun, si tombak sakti mencoba untuk mendorong dan mutar tombaknya, tombaknya kini tidak bergeming.
Malah Hung hai Kun, si tombak sakti, merasa energinya tanpa terkendali terhisap masuk kedalam tubuh Yu Ming .
Hung hai Kun, si tombak sakti langsung pucat dan kaget, dia langsung berteriak,
"Ilmu Iblis penghisap hawa..!"
Yu Ming hanya menanggapinya dengan tersenyum, sedangkan Hung hai Kun, si tombak sakti, wajahnya mulai terlihat memelintir.
Seiring energinya semakin banyak yang membanjir keluar tak terkendali berpindah ke tubuh Yu Ming .
Semakin banyak meronta, semakin banyak energi'nya yang hilang.
Tidak berusaha meronta melepaskan diri juga bukan pilihan.
__ADS_1
Karena energinya tetap mengalir keluar di luar kendalinya, hanya saja tidak sekencang, bila dia melakukan gerakan meronta mencoba melepaskan diri.
Hung hai Kun, si tombak sakti, terlihat seperti seekor capung yang masuk dalam jeratan jaring laba laba.
Semakin lama semakin lemah, hingga daya perjuangan untuk mencoba melepaskan diri hilang dengan sendirinya.
Seiring dengan semakin lemahnya keadaan Hung hai Kun, si tombak sakti,.dia akhirnya jatuh berlutut diatas lantai kapal.
Yu Ming setelah berhasil memaksanya untuk berlutut di depannya.
Yu Ming berkata pelan,
"Bagaimana tunduk belum..?"
"Atau masih ingin di teruskan..?"
Hung hai Kun, si tombak sakti sambil menggertakkan giginya, dengan tatapan mata keras kepala.
Dia berkata,
"Aku Hung hai Kun, si tombak sakti lebih baik mati daripada menyerah..!"
Yu Ming sambil tersenyum berkata,
"Begitu kah,.. ? baiklah hari ini aku akan membuat mu merasakan yang namanya menjadi seorang cacat tak berguna.."
Yu Ming selesai berucap, dia memperkuat ilmu daya hisapnya.
"Arggghhh...!"
Jerit Hung hai Kun, si tombak sakti kesakitan, tubuhnya semakin melemah dan melemah.
Hingga akhirnya dia dengan hanya satu dorongan kecil di keningnya.
Dia langsung jatuh dalam posisi terlentang, tergeletak tak berdaya di atas lantai kapal. Dengan nafas Senin Kamis.Seperti seekor ikan mau mati.
Yu Ming tidak berniat menghabisinya, dia hanya ingin memberikan pelajaran agar sepasang mata Hung hai Kun, si tombak sakti terbuka lebar.
Bisa melihat kenyataan dunia persilatan.
Dimana banyak kemunafikan yang terselubung yang tidak terlihat, bila posisi kita sedang berada diatas.
Tapi bila kita sudah jatuh dan berada di posisi bawah, maka semuanya otomatis akan muncul dengan sendirinya.
Yu Ming membiarkan Hung hai Kun, si tombak sakti terbaring diam di sana.
Hingga kapalnya menepi ke pinggiran sungai, Yu Ming baru melempar tubuh Hung hai Kun, si tombak sakti yang tak berdaya ketepi sungai.
Sebelum meninggalkan tempat itu, Yu Ming berkata,
"Tolong sampaikan salam ku kepada majikan mu itu.."
__ADS_1
"Sampai jumpa.."
Ucap Yu Ming sambil menggerakkan kapalnya menjauhi tepi sungai dan meluncur cepat meninggalkan tempat itu