
Yu Ming segera menjura dan memberi hormat kearah mereka satu persatu, menyapa mereka semua dengan sikap penuh hormat.
Di tempat lain, Si kucing hitam melihat Yu Ming dan para pemburu itu cukup akrab.
Dia segera mundur ketepi hutan, berbaring santai di sana, sambil mengawasi ketiga anaknya, yang sedang bermain bersama Siao Li berusaha menangkap capung.
"Paman Xiong Li,.. sebelum kita pergi, bolehkah paman jual satu ekor babi liar hasil buruan paman untuk ku..?"
Tanya Yu Ming saat para pemburu itu hendak mengajaknya meninggalkan tempat tersebut.
Xiong Li menatap heran kearah keponakan nya dan berkata,
"Ehh untuk apa Ming Er,..?"
"Hasil buruan ini toh, nanti akan di kumpulkan ke ayah mu..?"
Tanya Xiong Li heran.
Yu Ming tersenyum canggung dan berkata,
"Begini paman, aku ingin berikan seekor babi liar ini, untuk teman ku yang di sana.."
"Tanpa bantuan dia, mungkin saat ini, aku masih berputar putar di dalam hutan sana.."
Xiong Li tersenyum dan berkata,
"Kamu pilih aja Ming Er, mana yang kamu suka.."
"Tak perlu bayar, nanti tinggal lapor aja ke ayah mu.."
Yu Ming langsung tersenyum lebar dan berkata,
"Kalau begitu aku tidak akan bersungkan lagi.."
"Besok aku akan ikut berburu untuk menggantikan nya.."
Pemburu yang paling tua tertawa dan berkata,
"Kamu mau ikut berburu tentu kami senang.."
"Tapi pertama kamu harus lapor dan dapat ijin ayah ibu mu..dulu.."
"Kedua tak perlu pakai ganti segala, buruan kita bersifat kolektif.."
"Hasilnya di olah bersama, untuk di makan bersama. Jadi tidak perlu bicara ganti dan beli, kita adalah keluarga di sini.."
Yu Ming mengangguk gembira dan berkata,
"Terimakasih Paman Li, Ming Er akan mengingatnya."
"Sekarang Ming Er mau urus makan teman. Ming Er dulu."
"Permisi semuanya.."
Selesai berkata, Yu Ming langsung membawa seekor babi liar, dia pikul di pundaknya untuk di bawa kearah kucing hitam nya, yang sedang berbaring di pinggir hutan.
"Brukkk...!"
__ADS_1
Yu Ming menurunkan babi liar yang di pikulnya di hadapan Harimau Hitam.
Harimau hitam langsung melompat berdiri, dia terlihat sangat bersemangat melihat mangsa di hadapan nya tersebut.
Tapi sebelum ada ijin dari Yu Ming , dia hanya mengeluarkan lidah nya menjilat jilat ujung hidungnya sendiri.
Tapi tidak berani bertindak menyentuh mangsa di depan matanya itu.
Babi liar yang masih hidup dengan kedua kaki dan mulut terikat.
Dia mengeluarkan suara rintihan ketakutan, saat melihat Harimau Hitam sedang menatap kearahnya dengan penuh nafsu.
Yu Ming tidak mau berlama lama, dia segera berkata,
"Siao Hei kita berpisah di sini, bawalah mangsa ini dan anak mu tinggalkan tempat ini.."
"Kita berpisah di sini saja.."
"Sampai jumpa.."
Ucap Yu Ming sambil membelai lembut kepala harimau hitam itu.
Setelah itu, Yu Ming segera meninggalkan tempat tersebut di ikuti oleh rubah putihnya.
Begitu Yu Ming pergi, Siao Hei tanpa ampun langsung menerkam leher babi liar itu, mengunci dengan taringnya yang panjang.
Kemudian dia segera menyeretnya masuk kedalam hutan di ikuti oleh 3 anak harimau kecil, yang selama beberapa waktu ini menjadi teman main Siao Li.
Yu Ming mengikuti paman dan teman teman pamannya meninggalkan tempat tersebut.
Mereka terus bergerak keluar dari dalam hutan selatan, yang masih liar dan misterius.
Tapi sebelum mengambil jalan untuk memasuki desa itu, yang berjalan lurus kedepan.
Yu Ming dengan heran melihat kelima pemburu itu, di bawah pimpinan paman nya Xiong Li.
Mereka mengambil jalan berbelok kearah kanan.
Dengan sedikit penasaran Yu Ming berkata,
"Ehhh Paman Xiong Li, apa kita tidak salah jalan..?"
"Bukannya seharusnya kita mengambil jalan lurus kedepan untuk menuju desa Dan Yang.."
Xiong Li tersenyum kecut dan berkata,
"Desa Dan Yang sudah jadi kota sekarang, dulu memang ayah ibu mu tinggal di sana.
Tapi sekarang ayah ibu mu sudah lama pindah dari sana.."
"Mereka kini tinggal di desa Ying, desa baru yang ayah mu dan bawahan setia ayah mu, serta sisa bawahan setia kakek mu.."
"Mereka bergabung membangun desa baru tersebut..."
Mendengar hal itu, Yu Ming mengerutkan keningnya dan berkata,
"Apa karena buntut masalah ku dengan keponakan Tan Siaw, kepala desa baru di Dan Yang itu.."
__ADS_1
"Sehingga ayah ibu terusir dari sana.?"
Tanya Yu Ming dengan wajah menyesal.
Paman Lo segera angkat bicara, "Tidak,.. bukan masalah itu Ming Er,
Masalah itu, dengan kepergian mu dari desa, semuanya sebenarnya sudah selesai.."
Yu Ming mengerutkan keningnya dan berkata,
"Bukan itu, lalu masalah apalagi..?"
"Di ceritakan akan panjang, nanti tiba di desa, kamu akan tahu dari kepala desa saja.."
Ucap paman Lo singkat.
Dia malas bercerita, karena dia tidak mengalami langsung.
Dia mengikuti Xiong Li tiba di tempat ini.
Kakak Xiong Li, Xiong Yi , dia sudah pindah di desa Ying, di sana dia menjabat sebagai kepala desa baru.
Yu Ming tidak banyak bertanya lagi, dia hanya mempercepat langkahnya saja, mengikuti mereka menuju desa baru ayahnya.
Tidak sampai lima Li perjalanan, mereka akhirnya tiba di desa Ying.
Kedatangan rombongan tersebut langsung di sambut oleh anak anak di desa tersebut dengan gembira.
Anak anak pada berkerumun, ingin melihat hasil tangkapan mereka berlima, selama berburu ke hutan selatan, yang terkenal angker.
Anak anak, banyak yang antusias ingin memegangi Siao Li, tapi Siao Li lebih memilih bersembunyi di dalam pelukan Yu Ming, daripada berjalan sendiri.
Saat memasuki balai desa, di sana baru terlihat Xiong Yi yang rambutnya sudah setengah memutih, di temani oleh seorang pemuda tanggung berusia sekitar 15 tahun.
Mereka berdua keluar dari balai desa, untuk menyambut kedatangan rombongan kecil tersebut.
"Kakak Xiong Yi, coba kamu lihat siapa yang aku bawa pulang..?!"
Teriak Xiong Li bersemangat, begitu melihat kakaknya hadir di sana.
Xiong Li sedikit memicingkan matanya, sambil berjalan mendekat, dia mencoba untuk bisa melihat dengan lebih jelas.
Pemuda yang ikut datang bersama adiknya itu.
Melihat keadaan ayah angkatnya yang bersahaja, dan sudah terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya.
Yu Ming tidak bisa menahan rasa haru dan sesal di hatinya.
Pasti semua karena dirinya, yang membuat ayah ibu nya khawatir.
Semua ini salahnya, yang tidak bisa menjalankan bakti sebagai seorang anak.
Dengan airmata mengalir turun dari sepasang mata nya, tanpa tertahankan lagi.
Yu Ming segera menjatuhkan diri bersujud di depan ayah angkatnya dan berkata,
"Ayah, anak tidak berbakti Yu Ming, kembali untuk memberi salam hormat pada mu.."
__ADS_1
"Semoga ayah ibu dan nenek, senantiasa hidup dalam keadaan sehat selalu.."
Ucap Yu Ming dengan suara sedikit serak, menahan sedu sedan rasa haru di sanubarinya.